Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 23


__ADS_3

" Ibu tolong antar Zaqi ke Sekolah soalnya aku harus berangkat sekarang juga banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan " ucap Sela sambil buru-buru keluar dari rumah.


" Sela ! sarapan dulu " ucap Bu Nur, namun Sela tetap berlalu meninggalkan ibunya.


Setelah beberapa saat bu Nur masuk ke kamar Zaqi, untuk memastikan bahwa Zaqi sudah bersiap untuk pergi ke Sekolah.


" Zaqi ayo kita sarapan " ucap bu Nur setelah Zaqi selesai bersiap.


Zaqi hanya mengikuti langkah neneknya tanpa mengucapkan sepatah kata. Setelah sampai di meja makan Zaqi menoleh ke sana kemari untuk mencari keberadaan ibunya, namun sejak ia keluar dari kamar tidak nampak wanita yang ia cari.


" Ibu sudah berangkat bekerja, katanya banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan karena sudah beberapa hari ia tidak masuk bekerja " jelas bu Nur.


Zaqi hanya mengangguk tanpa menjawab dan langsung menghabiskan sarapannya. Setelah selesai ia bangkit dan menuju ke kamarnya untuk mengambil perlengkapan Sekolahnya.


" Mari nenek antar ke sekolah, sekalian ada sesuatu yang ingin nenek beli " ucap Bu Nur.


Zaqi menganggukkan kepalanya dan setelah itu mereka berjalan beriringan menuju sekolah Zaqi.


" Nek, Zaqi masuk dulu, nenek hati-hati di jalan " ucap Zaqi sambil melangkah masuk ke sekolah.


Sementara Bu Nur menatap punggung cucunya itu dengan setitik air mata yang tak terasa mengalir.


Ada rasa bersalah di hatinya, seandainya dulu ia tidak mengenalkan Sela kepada Dani, mungkin nasip cucunya akan jauh lebih baik.


Setelah memastikan bahwa Zaqi benar-benar masuk, baru ia kemudian melangkah untuk pulang.


Sementara Sela sedang sibuk menandatangani berkas-berkas perusahaan barunya, sebelum ia kembali melakukan pekerjaan sebagai sekertaris di perusahaan Alan.


" Desi apakah ada yang perlu saya bantu ?" ucap Sela saat Desi masuk keruang kerjanya.


" Untuk hari ini sudah cukup " jawab Desi singkat


" Ok, aku akan pergi bekerja di perusahaan Alan, jika ada sesuatu jangan sungkan untuk menelepon " ucap Sela.


" Sela apakah kamu tidak berencana untuk mengundurkan diri dari perusahaan Alan dan fokus untuk mengurus perusahaan milik mu sendiri " ucap Desi saat Sela hendak melangkah meninggalkan ruangan.


" Akan aku pertimbangan setelah Alan kembali dari kota A " jawab Sela singkat.

__ADS_1


" Kalau kau sudah fokus dengan perusahaan milik mu sendiri, setidaknya kamu bisa meluangkan banyak waktu untuk Zaqi " lanjut Desi.


Sela menatap wajah sahabatnya kemudian ia mengangguk sambil tersenyum.


" Terima kasih Desi, akan aku pikirkan semuanya " jawab Sela kemudian ia melangkah meninggalkan tempat tersebut dan pergi menuju perusahaan milik Alan.


Setelah sampai Sela langsung mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk karena sudah beberapa hari tidak ia kerjakan.


Sela begitu fokus dengan pekerjaannya sampai ia melupakan makan siangnya. Hingga perutnya berbunci. Kemudiaan ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 15.00.


" Ah sudah hampir sore pantas saja perutku terasa lapar sekali " batin Sela.


Kemudian ia memesan makanan secara on-line, agar tetap bisa melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu pesanan datang.


Setelah pesanan datang ia melahap makanan tersebut tanpa meninggalkan ruangan dan sesekali ia memeriksa pekerjaan sambil tetap makan.


Setelah selesai ia kembali fokus dengan pekerjaannya hingga waktu untuk pulang sudah tiba. Setelah selesai membereskan pekerjaan ia kembali menuju ke perusahaan barunya untuk memastikan semua laporan yang sudah dikerjakan oleh Desi.


Sela duduk di ruang kerjanya hingga malam, ia melupakan makan malamnya karena sibuk bekerja. Setelah yakin dengan pekerjaannya ia baru membereskan semuanya kemudian ia bersiap untuk pulang.


" Sangat memalukan " batin Sela, kemudian ia membuang pandangannya ke arah yang lain. Setelah beberapa saat akhirnya ia sampai di rumahnya.


" Sela kenapa kamu pulang sampai malam ?" tanya Bu Nur setelah Sela masuk.


" Ia ibu, banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan. Bagaimana dengan Zaqi Bu ?" tanya Sela kemudian.


" Ia lebih banyak diam tidak seperti biasanya, Bahkan setelah selesai makan malam ia langsung tidur " jawab Bu Nur.


Sela melangkah menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri setelah itu ia masuk ke kamar putra kesannya.


Namun Zaqi sudah tertidur pulas dengan memeluk guling. Sela melangkah merapikan selimut dan mencium putranya setelah itu ia melangkah keluar.


" Sela makanlah nak, jangan sampai kamu lupa makan hanya karena sibuk dengan pekerjaan " ucap Bu Nur sambil menunggu Sela di meja makan.


" Apakah ibu sudah makan ?" tanya Sela sambil duduk di hadapan ibunya


" Sudah tadi bersama Zaqi " jawab Bu Nur.

__ADS_1


Sementara Sela mengambil piring dan menikmati makan malam buatan ibunya.


" Sela apakah kamu tidak ingin berhenti bekerja dari perusahaan nak Alan ?" tanya Bu Nur.


" Iya ibu nanti hal itu akan aku bahas setelah Alan kembali, untuk saat ini aku akan tetap bekerja di perusahaan tersebut sambil tetap memastikan usaha yang sudah aku rintis "


" Tapi hal ini akan membuat aku sering pulang telat dan berangkat pagi-pagi " jelas Sela.


" Jangan lupa jaga kesehatan meskipun sibuk bekerja " ucap Bu Nur. Keduanya berbincang-bincang sesaat kemudian masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Setelah di dalam kamar Sela mengambil ponselnya untuk menghubungi Alan, namun beberapa kali ia mencoba namun tetap tidak bisa tersambung.


" Mungkin Alan terlalu sibuk " batin Sela. Kemudian ia merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah setelah seharian penuh ia beraktivitas. Hingga akhirnya ia terlelap.


Sementara di tempat Lain, Dani berjalan menyusuri jalanan. Mengikuti langkah kakinya entah kemana. Ia berjalan tanpa sebuah tujuan.


Dani berjalan tertatih karena sudah dua hari ia tidak menemukan makanan, Dani berhenti tepat di depan perusahaan yang berdiri tinggi menjulang.


Ia menatap tulisan yang terukir indah di puncak gedung " Zaqi Bakery " nama yang indah.


" Zaqi Bakery ? kenapa namanya Zaqi apakah hanya kebetulan sama dengan nama anakku ? " ucap Dani kemudian ia duduk dengan memegang perutnya. Sambil menatap bangunan di depannya.


" Zaqi, Sela sedang apa kalian ? Semoga Alan bisa menjaga kalian dengan baik, dan semoga kalian bisa hidup dengan bahagia "


" Maafkan aku yang tidak bisa menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab. Maafkan aku ... " batin Dani. Ia menunduk sambil terisak tanpa menyadari ada seseorang yang mendekatinya.


" Maaf ambillah makanan dan minuman ini, dan istirahatlah di pos sana " ucap seorang satpam yang menghampiri Dani.


" Terimakasih " ucap Dani kemudian ia bangkit dan berjalan mengikuti satpam yang menghampirinya.


Setelah sampai di pos satpam tersebut Dani langsung mencuci tangan kemudian ia melahap makanan yang ada di depannya dengan sangat rakus.


Ia begitu kelaparan sehingga sudah tidak mempedulikan orang yang ada di dekatnya menatap dengan rasa iba.


Setelah selesai makan dan berbincang sebentar kemudian Dani pamit meninggalkan tempat tersebut dan melangkahkan kakinya menyusuri jalanan.


"

__ADS_1


__ADS_2