
" Bukankah itu mobil yang ada di villa, mengapa bisa parkir di sini ? apakah dalang dari masalah ini adalah orang kepercayaan ku dan selama ini tinggal di villa pribadi ku ? "
" Jika benar maka Sela dan Zaqi dalam bahaya ! aku harus segera menyelamatkan mereka sebelum terlambat. " batin Alan.
Kemudian Alan melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai dan segera membawa Sela untuk tinggal di tempat yang lain.
Setelah sampai Alan segera masuk dan mencari keberadaan Sela. Alan merasa lega setelah melihat Sela sedang menata makanan di atas meja.
" Alan kau sudah sampai ? dan mengapa kau hanya berdiri di situ ? kemari lah kita akan makan siang bersama. " ucap Sela saat melihat Alan yang berdiri mematung tak jauh dari tempatnya berdiri.
" Tentu sayang, aku sudah sangat lapar sehingga aku pulang tepat waktu." jawab Alan kemudian ia mencuci tangan dan segera duduk di hadapan Sela.
Sela dengan tersenyum manis melayani Alan, keduanya menikmati makan siang bersama dengan penuh kebahagiaan. Terlihat dari senyum yang menghiasi wajah keduanya.
" Bibi apakah kau melihat mang Dadang ? mengapa sejak aku masuk belum melihat mang Dadang ?" tanya Alan kepada salah satu pelayan yang berada di dekat mereka.
" Iya ! aku juga dari pagi tidak bertemu dengan beliau. " sambung Sela.
" Maaf tuan, mang Dadang keluar sejak pagi sebelum tuan berangkat, dan sekarang mang Dadang belum kembali. " jawab pelayan itu.
" Apakah mang Dadang sering keluar seperti ini ?" tanya Alan lagi
" Iya tuan, terkadang beliau pergi seharian. Berangkat setelah tuan berangkat dan akan pulang sebelum tuan pulang. Kami pikir karena melakukan tugas dari tuan Alan. " jawab Pelayanan tersebut.
" Ok, terima kasih. Setelah kami selesai tolong bereskan semua bekas makan kami. Kami akan istirahat sebentar. " ucap Alan kemudian melanjutkan makan siangnya.
" Baik tuan ! itu sudah menjadi tugas saya. " jawab Pelayanan tersebut.
Setelah selesai Alan mengajak Sela keluar dari villa menggunakan taksi online. Keduanya menuju sebuah hotel.
" Alan mengapa kita harus pergi ke hotel ? " tanya Sela setelah berada di dalam kamar sebuah hotel di dekat villa pribadinya.
" Aku ingin berusaha sejenak bersama kekasihku. " jawab Alan dengan tersenyum manis.
__ADS_1
" Hanya untuk istirahat ? mengapa harus pergi ke Hotel ? dan mengapa kita keluar dari villa dengan cara sembunyi - sembunyi ? " tanya Sela dengan penasaran.
" Aku hanya merindukan mu sayang, aku hanya ingin melepaskan beban rindu yang ada di hati ini. Aku hanya ingin bersamamu tanpa ada yang melihatnya. " jawab Alan sambil duduk di tepi ranjang.
" Alan, apakah ada yang kau sembunyikan dari ku ? " tanya Sela sambil mendekati Alan.
Alan dengan lembut menarik tubuh Sela, mendekapnya dan mencium bibir Sela dengan lembut.
" Aku sangat mencintaimu Sela, aku takut kehilanganmu. " ucap Alan lirih dan hanya bisa di dengar oleh Sela.
Alan mencium bibir Sela kembali, ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi ciuman yang penuh dengan gairah.
Sela perlahan mulai terbuai oleh ciuman Alan, dan mulai membalas ciuman tersebut. Dengan lembut Alan membaringkan tubuh Sela, setelah itu ia ikut berbaring di samping Sela.
" Sayang jangan pernah meninggalkan aku. " ucap Alan sambil memeluk tubuh Sela.
" Alan, ceritakan apa yang terjadi ? kenapa kau bersikap seperti ini ?" tanya Sela dengan penuh penasaran.
" Aku bingung siapa orang yang telah mengkhianati ku, orang yang menjadi dalang dari semua masalah ini ?" jawab Alan sambil membenamkan wajahnya dalam pelukan Sela.
Alan menikmati setiap belain dari wanita yang sangat ia sayangi. Alan memejamkan matanya mencoba untuk melepaskan segala beban yang ada di hatinya.
" Alan, tidurlah agar hatimu sedikit lebih tenang. Dan kau bisa mengambil sebuah keputusan yang tepat untuk semua masalahmu. " ucap Sela sambil membelai rambut Alan dengan lembut.
Tak terasa keduanya terlelap. Dengan saling mendekap, menjemput mimpi indah mereka. Perlahan Alan bangun karena ponselnya bergetar, dengan lembut ia melepas dekapannya dan perlahan mendekati jendela untuk mengangkat panggilan tersebut.
" Tuan ada orang yang menculik tuan muda, kami sedang mencarinya. " ucap orang kepercayaan Alan.
" Kalau begitu segera temukan dan bawa dalam keadaan selamat !" jawab Alan. Kemudian ia menutup panggilan tersebut.
Alan membuka gorden dan mengawasi mobil pribadinya yang terparkir didepan sebuah Villa, tak lama kemudian ia melihat mang Dadang keluar dari dalam Villa kemudian ia keluar mengendarai mobil tersebut.
" Apa yang mang Dadang lakukan ? villa siapa itu ? " batin Alan.
__ADS_1
Kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan melacak mobil yang dikendarai oleh mang Dadang. Setelah itu ia segera menelpon pihak hotel untuk menyewa sebuah laptop.
Setelah laptop ia terima dengan cepat Alan menyambungkan ponselnya dan melihat pergerakan mobilnya dari layar monitor.
Mobil yang dikendarai oleh mang Dadang melaju menuju Rumah Sakit tempat Zaqi di rawat.
" Apa yang sebetulnya sedang terjadi, ada yang melaporkan Zaqi diculik tetapi mang Dadang menuju Rumah Sakit tersebut. " batin Alan.
Kemudian dengan cepat jari jemari Alan berselancar di atas keyboard, ia mencoba mendengarkan suara yang berasal dari dalam mobilnya.
Setelah beberapa saat akhirnya ia bisa melihat mang Dadang yang masuk kedalam mobil dan segera meninggalkan tempat tersebut.
" Sial, aku kecolongan !" ucap Mang Dadang dengan kesal. Mobil tersebut melaju menuju, Villa pribadi Alan.
" Halo, lakukan seperti rencana B ! " ucap mang Dadang kemudian menutup panggilan tersebut.
" Apa rencana mang Dadang ? Siapa lagi yang telah menculik Zaqi. Sekarang siapa yang bisa aku percaya ? " batin Alan.
Kemudian ia menutup laptopnya dan segera merapikan apa yang baru saja ia kerjakan.
" Alan kau sudah bangun ?" tanya Sela tanpa beranjak dari tempat tidurnya.
" Sayang kau sudah bangun ? " tanya Alan.
" Bukannya menjawab malah balik bertanya !" jawab Sela sambil merebahkan tubuhnya kembali.
" Jangan marah sayang, aku hanya terkejut. Tadi Aku masih fokus dengan pekerjaan ku. Aku harus menyelesaikannya sebelum kita berangkat untuk fiting baju pengantin. " ucap Alan sambil mendekati Sela.
Perlahan Akan membaringkan tubuhnya di samping Sela, Sela hanya menghembuskan nafasnya sambil menatap wajah Alan yang berada tepat di sampingnya.
" Apakah kau merindukanku hem ?" tanya Alan sambil mengusap pipi Sela.
" Tentu saja aku selalu merindukan lelaki yang telah mencuri hatiku. Lelaki yang berjanji akan menemani hidupku hingga mau yang memisahkan. Lelaki yang berjanji akan menikahiku dan membesarkan anak-anak bersamaku. " jawab Sela.
__ADS_1
" Aku juga sangat merindukanmu sayang. " ucap Alan sambil memeluk tubuh Sela. Dengan lembut Alan mencium kening Sela kemudian menciumi setiap inci wajah Wanita cantik yang ada didalam pelukannya.