
Alan memeluk tubuh Sela dengan perasaan bersalah, ia merasa bersalah karena menuruti kemauan ayahnya untuk memeriksakan apakah istrinya sudah hamil.
" Sayang maafkan aku, aku hanya merasa khawatir dengan mu, hanya itu. " ucap Alan sambil terus memeluk tubuh Sela.
" Sayang, maafkan aku seharusnya aku ... ." ucapan Sela terputus.
" Sudahlah sayang, aku tidak apa-apa kok, jangan merasa bersalah. " ucap Alan dengan lembut.
" Maksudku, maafkan aku seharusnya aku lebih awal memberitahu bahwa kau akan segera menjadi seorang ayah. " ucap Sela pelan.
" Iya sayang, aku akan segera ... . " ucap Alan terhenti sambil mencerna ucapan istrinya.
" Sayang coba kau ulangi lagi ! apa yang barusan kau ucapkan ! " tanya Alan sambil menatap wajah Sela.
" Kau akan segera menjadi seorang ayah. " ucap Sela sambil berbisik.
" Yes ! " ucap Alan penuh dengan semangat, terpancar sebuah kebahagiaan dari wajahnya.
Alan segera mengangkat tubuh Sela sambil berputar-putar layaknya seorang anak kecil yang mendapatkan sebuah mainan yang menjadi impiannya.
Alan berteriak untuk melepaskan sebuah rasa bahagia, bangga dan semuanya. Tuan Atmaja yang sudah tidak sabar langsung masuk ke kamar Alan, saat melihat perlakuan Alan terhadap Sela, tuan Atmaja tersenyum, teringat saat pertama kali ia mengetahui bahwa istrinya sedang hamil.
Lamunannya terbang ke masa lalu, masa-masa penuh dengan kebahagiaan saat bersama sang istri tercinta, ada sebuah kerinduan yang terpancar dari senyumannya.
" Selamat tuan, anda akan segera menjadi seorang Kakek. " ucap sang Dokter. dan sukses menghancurkan bayangan masa lalu yang indah itu.
" Apa tadi katamu ?" ucap tuan Atmaja.
" Selamat tuan, anda akan segera menjadi seorang kakek. " ucap Dokter itu lagi.
" Benarkah ? " tanya tuan Atmaja dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
" Iya tuan, menantu anda sedang mengandung cucu anda. " ucap sang Dokter.
Dan tuan Atmaja langsung turun kebawah dengan berteriak memanggil seluruh anak buahnya, para pelayan, penjaga dan semuanya.
" Untuk kalian semua segera adakan pesta yang meriah undang semua orang miskin dan anak yatim-piatu serta bawa seluruh sanak saudara kalian. Kita akan mengadakan acara makan bersama untuk menyambut calon cucuku. " perintah tuan Atmaja dengan penuh kebahagiaan.
" Baik tuan. " ucap Seluruh anak buah tuan Atmaja dan seluruh orang yang berkumpul tersebut langsung mengerjakan tugas mereka masing-masing untuk mempersiapkan pesta yang akan digelar oleh pimpinan mereka.
Alan dan Sela saling pandang, melihat apa yang akan dilakukan oleh ayah mereka. Mereka melihat kebahagiaan di wajah sang ayah.
" Ayah ! " ucap Sela sambil berkaca-kaca, ia merasa terharu dengan apa yang dilakukan oleh mertuanya itu.
" Menantu apa yang membuat kau menangis ? apakah aku salah ? atau ada yang kurang berkenan dengan ucapan ayah ? " tanya tuan Atmaja.
" Tidak ayah, Sela hanya terharu dengan apa yang ayah lakukan. Ayah melakukan sesuatu yang seharusnya kami lakukan. " jawab Sela sambil menghapus air matanya.
" Iya ayah, seharusnya kami yang melakukan hal itu, kami yang seharusnya mengelar acara syukuran ini. " ucap Alan menimpali ucapan Istrinya.
" Terimakasih ayah. " ucap Alan dan Sela bersamaan dan segera memeluk tubuh sang ayah.
" Terimakasih anakku, kau telah mengembalikan dan memberikan kebahagiaan untuk ayah, ayah bisa melihat momen tumbuh kembang mu sejak dari kandungan hingga dewasa, meskipun itu hanya lewat cucu ayah. " ucap tuan Atmaja sambil memeluk keduanya.
Setelah itu, mereka juga ikut mempersiapkan sebuah pesta yang akan digelar untuk syukuran atas kehamilan Sela.
Setelah semua selesai, pesta itu digelar dengan sangat meriah, banyak yang hadir dalam acara tersebut, mulai dari anak-anak hingga kakek nenek.
Dan saat pulang mereka semua mendapatkan sebuah bingkisan yang berisi sembako dan juga uang tunai. Semua orang yang hadir merasa bahagia dan mendo,akan kebahagiaan, kesuksesan, keselamatan dan kesehatan untuk keluarga Atmaja terutama untuk calon penerus mereka.
" Ibu mengapa kita mengadakan pesta untuk calon adikku ?" tanya Zaqi sambil mengusap perut Sela yang masih rata.
" Itu bentuk rasa syukur kita karena akan mempunyai seorang adik bayi. " jawab Sela dengan tersenyum dan membelai rambut Zaqi.
__ADS_1
" Tapi mengapa om Edo marah dan memukuli Tante Dewi saat tau Tante Dewi hamil ? " tanya Zaqi dengan bingung.
" Karena om Edo tidak bersyukur atas kehamilan Tante Dewi. " jelas Sela karena bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Zaqi.
" Mengapa begitu ibu ? " tanya Zaqi lagi.
" Anakku setiap orang dewasa yang telah menikah akan merasa bahagia dan bersyukur atas kehamilan dan kelahiran adik bayi, karena adik bayi menjadi sebuah kebahagiaan untuk keluarga. "
" Tetapi jika orang Dewasa itu belum menikah, maka kehamilan dan kelahiran adik bayi di anggap aib, padahal adik bayi tidak bersalah sama sekali. " jawab Sela.
Zaqi mencoba memahami apa yang dikatakan oleh ibunya.
" Anakku kelak kau akan mengerti dengan apa yang ibu katakan tadi. Yang pasti Zaqi harus selalu ingat, bahwa Zaqi harus menghormati semua anak perempuan dan Jagan pernah merusak kehormatan dan kesucian seorang wanita. "
" Menjaga dan menghormati seorang wanita itu sama halnya dengan menghormati ibu kita yang telah berjuang bahkan mempertaruhkan nyawanya demi anaknya. " jelas Sela.
" Iya ibu, Zaqi Akan selalu mengingat pesan ibu. Lalu mengapa kita membagikan uang kepada banyak orang ? padahal kita sudah payah untuk mendapatkan uang. Waktu itu Tante Vio dan om Edo bilang akan berjuang dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan uang ayah Alan dan juga uang Zaqi Bakery. " ucap Zaqi dengan polos.
" Anakku, harus kamu ingat selalu. Seseorang harus berjuang dan bekerja sendiri untuk mendapatkan uang banyak, tidak boleh berjuang untuk mendapatkan uang yang menjadi milik orang lain. "
" Jika kita berjuang untuk mendapatkan milik orang lain, itu sama saja kita mencuri. Dan mengapa kita memberikan uang kepada mereka yang membutuhkan ?"
" Itu karena, para orang miskin dan anak yatim-piatu mempunyai hak atas harta yang kita miliki. Artinya kita harus bersedekah atas harta yang kita miliki kepada orang miskin dan anak yatim-piatu. "
" Dan jangan pernah takut uang kita akan habis karena kita rajin sedekah, mengapa ? bukankah uang itu akan habis jika diberikan kepada orang lain ? "
" Jawabannya adalah karena Allah akan menggantikan uang tersebut dengan cara yang tidak pernah kita sangka-sangka. " jelas Sela.
" Bagaimana caranya Allah mengantikan uang kita ?" tanya Zaqi.
" Caranya dengan memberikan kita rejeki yang lebih banyak lagi dari hasil usaha yang kita lakukan. Contohnya sekarang kita memberikan uang kepada mereka yang berhak, bisa jadi besok kita akan mendapatkan keuntungan yang besar dari penjualan pabrik kita. " Sela mencoba menjelaskan dengan bahasa yang sederhana agar anaknya memahaminya.
__ADS_1