Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 70


__ADS_3

Luna berjalan mendekati mereka, dan langsung memeluk tubuh mang Dadang dengan begitu eratnya.


" Ayah ... ." hanya itu kalimat yang bisa ia katakan.


" Ayah ? " ucap mang Dadang sambil berfikir dengan apa yang ia dengar.


" Iya ayah, aku adalah Aruna putri ayah, nyonya Sukma yang telah menolongku dan beliau pula yang telah merubah wajahku, agar aku bisa menjalani kehidupan dengan wajah yang berbeda. Agar tidak ada orang yang mencemooh aku, karena telah menuduh Dokter Edo. " jelas Luna tanpa melepaskan pelukannya.


" Jangan berbohong nak, jangan kau memberikan sebuah harapan palsu, aku sudah tua nak. " jawab Mang Dadang.


" Tidak ayah, aku tidak berbohong ! aku juga punya bukti tertulis dari Rumah Sakit, dimana aku melakukan operasi plastik itu. " jawab Luna, kemudian ia mengeluarkan berkas-berkas yang membuktikan bahwa ia adalah Aruna.


Dengan tangan gemetar, mang Dadang mempelajari dan mengamati berkas tersebut. Di situ tertera tanggal dan bahkan jumlah biaya untuk biaya operasi plastik yang telah di tandatangani oleh nyonya Sukma dan juga Aruna.


" Benarkah kau adalah putriku ? Lalu mengapa kau berada di hotel itu, dan menjadi wanita seperti itu ? " tanya mang Dadang.


" Tuan Edo, yang telah memaksaku untuk melakukan semua itu ayah, bahkan aku tidak di ijinkan untuk keluar meskipun hanya ke sebuah warung. Jika aku terlihat keluar dari tempat tersebut aku akan disiksa ayah. "


" Aku terpaksa menjadi wanita yang melayani setiap lelaki hidung belang, agar aku bisa bertahan hidup hingga aku bisa memberikan sesuatu kepada tuan Alan. Sesuai dengan amanat nyonya Sukma ayah. " jelas Luna.


" Ia mang, yang dikatakan oleh Luna benar. Maafkan aku, karena terlalu lama untuk bisa menjemput putrimu dan aku terlalu lama, menyadari siapa Edo sebenarnya. " ucap Alan.


" Tidak tuan ! seharusnya aku yang meminta maaf tuan, jika saja aku menceritakan semua kejadian itu mungkin tuan akan menyelidiki masalah ini lebih awal tuan. "


" Dan maafkanlah saya, karena saya tidak bisa menyelamatkan nyawa nyonya tuan. " ucap mang Dadang.


" Sudahlah mang ! yang lalu biarlah berlalu, dan jadikan semua itu sebagai pelajaran untuk kita semua. "


" Sekarang, peluklah putrimu dan bawalah ia pulang ke villa. Tuntun lah ia untuk menjalani kehidupan yang baru. Jadilah sandaran untuk putri mu, karena mungkin kehidupan yang akan ia jalani tidak mudah, terlebih lagi ia dikenal sebagai wanita dari hotel itu mang. " ucap Alan.


" Baik tuan, terimakasih untuk semuanya yang telah tuan berikan dan yang telah tuan lakukan untuk kami. " jawab mang Dadang.


Alan tersenyum, kemudian meninggalkan ayah dan anak yang selama ini terpisah oleh keadaan dan waktu. Agar mereka bisa melepaskan kerinduan yang selama ini mereka tanggung.

__ADS_1


Alan berjalan mencari keberadaan Sela yang sedang menemani Zaqi, setelah sampai di depan pintu kamar Zaqi, dengan pelan Akan membuka pintu.


Terlihat Sela yang terlelap sambil mendekap Zaqi. Terukir senyum di wajah cantik Sela. Setelah sekian lama akhirnya dirinya bisa memeluk kembali putranya.


Perlahan Alan melangkah dan mendekati kedua ingsan yang ia sayangi. Dengan lembut ia ikut berbaring di sebelah Sela, kemudian ia memeluk tubuh yang selalu ia rindukan.


Sela perlahan membuka matanya saat menyadari ada sebuah tangan kekar yang memeluknya. Kemudian ia berbalik dan secara otomatis muka mereka saling berhadapan yang nyaris tak berjarak. Dengan leluasa Alan menikmati bibir yang ada di hadapannya.


" Em, manis " ucap Alan setelah puas dan berlahan melepaskan tautan bibirnya.


" Kau curang Alan. " jawab Sela.


" Kau masih menginginkannya ? dengan senang hati aku akan memberikannya. " jawab Alan dan langsung mengulangi tautannya kembali.


" Alan, maksudku kau curang karena memanfaatkan kesempatan seperti ini. " ucap Sela setelah berhasil melepaskan diri dari Alan.


" Bagaimana apakah Zaqi baik-baik saja ? " jawab Alan mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


" Edo, sudah mendapatkan hasil yang selama ini ia tanam. " jawab Alan.


Kemudian ia menceritakan keadaan Edo yang sangat memprihatikan, karena mang Dadang telah mengebiri Edo tanpa belas kasihan.


" Aku tidak menyangka Dokter Edo akan bernasib seperti itu. Sebenarnya aku kasihan dengan Desi. "


" Pasti ia akan sangat sedih mengetahui bahwa suaminya sekarang menjadi seperti itu. Lalu bagaimana dengan Bu Dewi dan yang lainnya ?" tanya Sela.


" Aku sebenarnya kasihan kepada Dewi sahabat ku sekaligus rekan kerja ku, terlebih saat ini ia tengah hamil muda. Tapi ia tetap harus bertanggung jawab atas perbuatannya. " jawab Alan.


" Bu Dewi hamil ?" tanya Sela dengan penasaran, karena sepengetahuannya Bu Dewi belum menikah.


" Ia Dewi hamil anak Edo, bahkan Vio juga bernasib sama. Mereka membantu kejahatan Edo karena di janjikan akan dinikahi. " jelas Alan.


" Kasihan mereka, untung saja Dokter Edo menikahi Desi, jadi ketika ia hamil, Setidaknya ia adalah istri sah Dokter Edo. "

__ADS_1


" Tetapi mengapa Dokter Edo bisa berbuat seperti itu ? apakah kau tau alasannya ? bahkan ia tega menghancurkan orang-orang yang kau sayangi. Padahal ia adalah sahabat dekat mu ? " tanya Sela.


" Entahlah, aku tidak mengetahui apa alasan Edo bisa melakukan semua hal itu. " jawab Alan.


" Lalu bagaimana dengan Dini ? apakah ia juga akan berada di penjara seperti yang lainnya ? " tanya Sela.


" Ia sayang ! kan yang meminta Bram untuk meracuni Zaqi dengan Narkoba adalah Dini. Meskipun dalam kasus penculikan Zaqi ia sama sekali tidak terlibat. " jawab Alan.


" Apakah Bram mau melakukan itu ? bukankah Dini saat ini sudah tidak mempunyai uang ? " tanya Sela lagi.


" Dini tidak membayar dengan uang, tetapi dengan tubuhnya. Bahkan ia mendapatkan uang sesuai keinginannya. " jelas Alan.


Sementara Sela hanya diam mendengarkan penjelasan dari Alan.


" Apa yang kau pikirkan ? mengapa kau diam ?" tanya Alan.


" Aku hanya berfikir mengapa Dini selalu menjadikan tubuhnya untuk mencapai apa yang ia inginkan. "


" Apakah ia tidak pernah berfikir, bahwa dengan ia melakukan hal tersebut akan membahayakan kesehatan tubuhnya. " jawab Sela.


" Mungkin Dini tidak pernah berfikir tentang hal itu, karena yang ada dalam pikirannya hanya uang dan uang. " jawab Alan asal.


" Sayang maukah kau menikah dengan ku ?" tanya Alan sambil mengeratkan pelukannya.


" Bukankah aku sudah menjawabnya Alan. " jawab Sela sambil membalas pelukan Alan.


" Besok kita akan segera menikah, dan setelah itu kita akan pergi ke beberapa negara untuk berbulan madu. " ucap Alan sambil tersenyum.


" Bagaimana dengan Zaqi ?" tanya Sela.


" Selama kita berbulan madu, Zaqi akan dirawat oleh ayah, mang Dadang dan juga Luna. " jawab Alan.


" Luna ! apakah kau telah menjemputnya ? Lalu bagaimana dengan reaksi mang Dadang saat mengetahui bahwa putrinya masih hidup ? " tanya Sela.

__ADS_1


__ADS_2