Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 45


__ADS_3

Alan masih setia menunggu Sela yang masih terlelap sambil berfikir siapa dalang dari peristiwa yang terjadi.


" Alan apakah kau meninggalkan aku ?" tanya Sela sambil bangkit kemudian duduk.


" Aku baru saja dari kamar mandi." ucap Alan.


" Alan tolong antarkan aku ke Rumah Sakit tempat Zaqi di rawat. Aku sangat menghawatirkan keadaannya. " ucap Sela.


" Apakah kau yakin dengan keadaan tubuhmu ? apakah kau sudah benar-benar sudah sehat ?" tanya Alan.


" Aku sudah lebih baik Alan. " ucap Sela.


" Kita lihat apakah Dokter mengijinkan kita pulang atau kau masih perlu perawatan. Jika Dokter sudah mengijinkan, maka kita akan pulang. " jawab Alan.


Setelah itu Alan segera memanggil Dokter, Dan setelah Dokter meriksa Sela di ijinkan untuk pulang. Setelah itu Alan membawa Sela masuk kedalam mobil dan perlahan Alan mengemudikan mobilnya menuju ke villa pribadinya.


" Alan mengapa kita kesini ? aku ingin melihat keadaan Zaqi ! " ucap Sela setelah menyadari jalan yang mereka lalui bukan jalan menuju Rumah Sakit.


" Kita akan melihat Zaqi besok pagi, ini sudah malam dan kita harus istirahat. " jawab Alan.


" Bukankah di Rumah Sakit kita juga bisa istirahat ?" ucap Sela.


" Tetapi aku ingin beristirahat di rumah bersamamu." ucap Alan dengan serius.


" Lalu bagaimana dengan Zaqi ? siapa yang akan menjaganya ? bagaimana jika ia mencari ku ?" tanya Sela.


" Zaqi di jaga oleh mang Dadang. Jadi jangan menghawatirkan keadaan Zaqi, Oke !" jawab Alan tanpa mau ada bantahan lagi dari Sela.


Sela menatap Alan kemudian dengan kasar menghembuskan nafasnya. Ia menatap jalanan dari balik jendela. Setelah sampai di villa, dengan cepat Alan membukakan pintu untuk Sela.


Kemudian ia mereka berjalan masuk ke dalam villa, sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


" BI, tolong siapkan makan malam untuk kami. " ucap Alan kepada salah satu pelayannya.


" Baik tuan. " jawab pelayanan tersebut kemudian menyiapkan makan malam untuk majikannya.


Sementara Alan dan Sela menunggu di tempat makan. Setelah siap mereka makan dalam keadaan yang hening, dan setelah selesai makan malam Alan mengajak Sela untuk istirahat.


" Sayang apakah kau tidak ingin berbicara atau kau ingin sesuatu ? " tanya Alan saat keduanya berada di dalam kama.


" Aku ingin mandi ! " jawab Sela kemudian berlalu meninggalkan Alan dan segera masuk kedalam kamar mandi.


Sementara Alan melihat tingkah Sela sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian ia duduk dan membuka laptopnya.


Sementara Sela yang sudah selesai mandi kebingungan karena ia tidak membawa baju untuk ganti, setelah lama dan merasa kedinginan ia memberanikan diri keluar dengan handuk yang menutupi tubuhnya.


Dengan sedikit menggigil ia berjalan keluar, namun baru saja ia akan melangkahkan kakinya, ia berhenti karena Alan menatap Sela dengan tatapan yang sukar di artikan.


" Maaf Alan, aku lupa tidak membawa baju jadi aku ... " Sela bingung harus berkata apa.


" Apakah kau lupa ada aku disini ?, kenapa kau membiarkan tubuhmu sampai kedinginan di dalam ? apakah aku akan menolak jika kau berteriak untuk meminta tolong agar aku mengambilkan baju untuk mu ?" Alan bertanya sambil mengeratkan pelukannya.


Perlahan Alan mengangkat tubuh Sela dan segera membaringkannya di atas kasur. Dengan cepat Sela meloncat turun dan segera berlari menuju ruang ganti dan segera mengunci pintunya. Alan tersenyum melihat tingkah Sela.


Kemudian Alan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mendinginkannya karena sang junior bangun saat melihat tubuh Sela yang hanya tertutup sebagian dengan handuk.


Sela segera mengganti pakaiannya dan keluar untuk segera berbaring dan menyelimuti seluruh tubuhnya.


Sementara Alan segera mengakhiri ritual mandinya setelah itu menghampiri Sela setelah mengganti pakaiannya.


Alan berbaring di Sebelah Sela kemudian ikut masuk kedalam selimut yang digunakan oleh Sela.


" Selamat malam, semoga mimpi indah." ucap Alan kemudian mengecup kening Sela dengan lembut.

__ADS_1


" Selamat malam. " jawab Sela, kemudian ia menjadikan tanggal Alan sebagai bantal dan langsung memejamkan matanya setelah Merakan kehangatan dan kenyamanan. Setelah beberapa saat Sela pun terlelap menjemput mimpinya.


Sementara Alan memeluk tubuh Sela dan tetap tidak bisa tidur, masih terbayang bagaimana tubuh Sela yang hanya tertutupi oleh Handuk.


" Junior sabarlah, kau akan segera memasuki sarangmu setelah semuanya selesai. " batin Alan sambil berusaha menekan hasratnya.


Setelah lama menahan, akhirnya Alan memilih untuk kembali dengan laptopnya. Ia berkutat dengan pekerjaannya dengan serius.


" Mengapa ini ada yang janggal ? mengapa laporan ini ada kemiripan dengan laporan yang di tunjukkan Desi waktu itu ?" batin Alan.


" Pasti ada yang tidak beres dengan semua ini, mengapa semuanya serba kebetulan. Siapa sebenarnya pemilik Zaqi Bakery ? apakah ada hubungannya dengan ku atau Sela ? " ucap Alan.


Kemudian ia segera mengambil telepon genggamnya dan menghubungi mang Dadang, orang terdekatnya dan yang paling ia percaya sejak ia masih remaja.


" Mang apakah sudah tidur ?" tanya Alan saat panggilan tersambung.


" Ada apa tuan ? apakah ada yang menggangu pikiran anda ?" tanya mang Dadang dari sebrang telepon.


Kemudian Alan menceritakan semuanya kepada mang Dadang tanpa ada yang ia tutupi.


" Kalau begitu kita harus mengurai masalah ini satu persatu tuan, dan anda serta non Sela harus hati-hati dengan semua orang, karena bisa jadi orang terdekat kita yang menjadi dalang dari semua masalah ini. "


" Apakah tuan masih ingat bagaimana tuan akhirnya menikah ? dan bagaimana mendiang istri anda meninggal ?".


" Kasus pernikahan tuan Edo sama persis dengan pernikahan anda tuan. Artinya bisa jadi dalang dari semua ini adalah orang lama yang ada di sekitar anda, dan Anda harus menjaga Nona Sela tuan ! jangan sampai terjadi sesuatu yang membuat anda menyesal, Bahakan hari ini jika anda tidak peka mungkin nona Sela sudah tidak selamat. " mang Dadang mengingatkan Alan layaknya anaknya sendiri.


" Kau benar mang ! kasus yang di alami oleh Edo sama persis dengan apa yang aku alami, dan kejadian hari ini mungkin memang mengincar kami. " ucap Alan sambil menyandarkan tubuhnya.


" Lalu bagaimana dengan keadaan Zaqi mang ? " tanya Alan kemudian.


" Tuan muda Zaqi sudah jauh lebih baik, mungkin satu atau dua hari ini bisa kita bawa pulang. Nanti biarlah saya yang akan merawatnya tuan. Dia akan aman bersama saya tinggal di Villa sambil rawat jalan. " ucap mang Dadang.

__ADS_1


" Baiklah mang, besok tolong suruh orangmu untuk menjemput Bu Nur agar tinggal disini juga, agar aku bisa menjaga mereka semua dengan mudah jika mereka berada dekat denganku. Dan aku akan menyelidiki sendiri siapa Sela sebenarnya. Terimakasih Mang untuk semuanya." ucap Alan kemudian menutup panggilan tersebut.


__ADS_2