
" Silakan tuan ! " ucap Mang Dadang yang sudah siap membuka pintu untuk keduanya.
Dengan cepat Alan masuk kedalam mobil dan di ikuti oleh Sela yang masih bingung dengan semuanya.
" Ayo jalan mang ! " ucap Alan sambil menyandarkan tubuhnya.
" Baik tuan. " jawab mang Dadang dengan tegas.
" Maaf tuan kita tidak bisa pergi ke villa, keadaan kurang aman, di belakang ada mobil yang mengikuti kita. " ucap Mang Dadang dengan santai.
" Lakukan yang terbaik." ucap Alan kemudian memeluk tubuh Sela dengan Erat.
Setelah itu mang Dadang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Pejamkan matamu dan peluklah tubuhku dengan erat dan jangan berfikir yang macam-macam." ucap Alan saat memeluk tubuh Sela.
" Bersiaplah tuan dan tolong lindungi nona !" ucap Mang Dadang sambil melajukan mobilnya seperti di arena balap.
Kedua mobil yang mengikuti merekapun ikut melaju dengan kencang. Salah satu dari mereka ada yang keluar dari jendela dan melepaskan tembakan ke arah mobil yang mereka kendarai.
Sela yang masih bingung dengan keadaan segera memeluk tubuh Alan saat mendengar suara tembakan.
" Tenang sayang ! mobil ini tidak tembus oleh peluru mereka, pejamkan matamu dan peluklah tubuhku dengan erat. Jangan buka matamu agar kau tidak takut. " ucap Alan sambil melindungi tubuh Sela agar tidak terbentur Diding mobil. Karena gerakan mobil yang tak tentu arah.
" Bersiaplah tuan !" ucap Mang Dadang kemudian dengan mendadak mengerem dan segera membelokkan mobilnya dan melawan arah.
Mungkin jika Alan tidak sigap dan kuat melindungi tubuh Sela, pasti Sela akan terbentur karena mobil berbelok 180 derajat.
Sementara mobil yang mengikuti dari belakang menabrak pembatas jalan dengan begitu keras karena mobil melaju dengan kecepatan yang tinggi. dan di susul oleh mobil yang ada dibelakangnya.
Kecelakaan tidak bisa di hindari, kedua mobil itu pun ringsek menyebabkan semua orang yang ada di dalamnya meninggal di tempat.
Dan mang Dadang yang sudah jauh dari tempat kejadian segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Alan hentikan mobilnya !" ucap Sela dengan kuat. Dan mang Dadang segera menghentikan mobilnya di tepi jalan yang sepi.
Sela dengan cepat keluar dari dalam mobilnya, dan langsung memuntahkan semua isi perutnya.
Hoek Hoek
__ADS_1
Sela terus saja muntah-muntah sekan ingin menguras habis isi perutnya. Alan dengan lembut memijat punggung Sela.
" Mang tolong belikan teh hangat untuk Sela, sekalian belikan minyak agar bisa mengurangi mual Sela. " ucap Alan dan mang Dadang segera berlalu meninggalkan tempat mereka berdua.
Setelah puas memuntahkan isi perutnya, Sela langsung ambruk dan dengan sigap Alan mengendong tubuh Sela dan membawanya masuk ke dalam mobil.
" Sayang bertahanlah !" ucap Alan dengan khawatir.
" Tuan ini teh dan minyaknya, kita harus membawa nona ke rumah sakit. " ucap Mang Dadang.
Alan segera menerima teh dan minyak angin tersebut, kemudian mengoleskan ke tangan dan kaki Sela.
" Sayang bukalah matamu ! aku mohon. " ucap Alan sambil terus menggoyangkan tubuh Sela yang semakin dingin.
" Mang cepatlah ! " ucap Alan dengan khawatir.
Kemudian mobil tersebut melaju dengan kencang untuk mencari rumah sakit terdekat. Setelah sampai Alan langsung menggendong tubuh Sela dan berteriak-teriak memanggil Dokter.
" Tuan silakan letakkan tubuh pasien di sini !" ucap salah satu Perawat yang menghampiri Alan.
" Tidak perlu ! Katakan dimana Dokter yang jaga " jawab Alan.
Setelah Sela masuk ke dalam ruang UGD, Alan menunggu di luar bersama dengan mang Dadang.
" Tolong perketat penjagaan Zaqi di rumah sakit, dan segera cari siapa dalang di balik semua ini !" ucap Alan.
" Baik Tuan ! saya permisi dan nanti saya akan menyuruh seseorang untuk mengantar mobil kesini. " ucap Mang Dadang kemudian berlalu meninggalkan Alan sendiri.
Alan berjalan mondar-mandir menunggu Sela. Setelah beberapa saat akhirnya Tubuh Sela dibawa keruang perawatan. Dan segera di ikuti oleh Alan.
" Bagaimana keadaannya Dokter ?" tanya Alan setelah masuk ke dalam.
" Pasien tidak apa-apa hanya sedikit shock dan kehilangan banyak tenaga. Setelah cairan obat ini habis beliau akan segera sadar." ucap Dokter sambil mengatur cairan obat dengan infus.
Setelah beberapa saat Dokter tersebut kemudian Menganti infus dan kembali mengaturnya.
" Kami permisi tuan, jika ada sesuatu silakan hubungi kami." ucap Dokter tersebut kemudian meninggalkan Alan yang setia menemani Sela.
Perlahan Sela membuka matanya setelah itu ia menatap ke sekeliling.
__ADS_1
" Bagaimana ? apa yang kau rasakan ?" tanya Alan dengan lembut.
" Aku pusing sekali dan rasanya tubuhku lemas sekali." jawab Sela dengan suara yang pelan.
" Beristirahatlah ! semuanya akan baik-baik saja. Aku akan menjagamu disini. " Ucap Alan kemudian mengecup kening Sela dengan lembut.
" Apa yang sebenarnya terjadi ? " tanya Sela sambil menatap wajah Alan.
" Entah aku juga tidak tau ! tadi saat kita keluar dari apartemen Edo, aku merasa ada yang tidak beres dengan mobil kita, makanya aku arahkan ke kantor KUA karena di sana jalanan akan sepi dijam segini. "
" Aku memaksamu turun dan bersembunyi serta memaksamu untuk berpose layaknya orang yang bercinta untuk mengelabuhi orang-orang yang mencari kita. "
" Mungkin orang tersebut meletakkan sesuatu di dalam mobil dan setelah alat itu bekerja kita akan pingsan. Dan mereka akan mudah membawa tubuh kita. " ucap Alan.
" Apa salahku ? dan apa yang membuat mereka melakukan itu ?" tanya Sela.
" Entahlah aku juga tidak tau, yang terpenting sekarang adalah kondisi kesehatanmu. " jawab Alan sambil menggenggam tangan Sela.
" Aku hanya pusing karena belum pernah mengendarai mobil seperti itu." jawab Sela.
" Maafkan aku sayang, semua demi keselamatan kita bersama. Sekarang istirahatlah agar kondisimu cepat pulih. " ucap Alan lembut.
" Berbaringlah di sini Alan, aku takut ! " ucap Sela.
Kemudian Alan berbaring disebelah Sela, kemudian memeluk tubuh mungil Sela agar merasa lebih nyaman. Perlahan Sela memejamkan matanya dan mencari kehangatan dalam pelukan Alan.
Setelah memastikan bahwa Sela sudah benar-benar terlelap, Alan perlahan turun dan dengan sangat pelan ia keluar dari ruangan itu.
Setelah berada di luar, Alan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
" Bagaimana apakah sudah ada petunjuk !" ucap Alan.
" Belum ada tuan, tapi kami berhasil menangkap salah satu dari mereka. " ucap Orang dari sebrang.
" Baiklah lanjutkan penyelidikan, dan lakukan dengan rapi." ucap Alan kemudian menutup telepon tersebut.
Kemudian ia kembali masuk, ke dalam ruang perawatan Sela. Alan menatap wajah Sela yang masih terlihat pucat.
Sebenarnya siapa mereka ? Siapa yang mereka incar ? Jika di mengincar Sela apa yang mereka inginkan dari Sela atau mereka sebenarnya mengincar aku ?" tanya Alan dalam hati sambil berfikir setiap kemungkinan yang bisa saja terjadi.
__ADS_1