
" Bagaimana keadaan Sela dokter ?" tanya Alan setelah dokter selesai memeriksa Sela.
" Pasien baik-baik saja nanti sore pasien boleh pulang " ucap dokter kemudian meninggalkan Alan dan Sela.
" Artinya nanti malam aku harus tidur sendiri dan tidak mendapatkan kiss morning saat membuka mata " ucap Alan sambil menghembuskan nafasnya.
Sela tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat Alan yang terlihat prustasi.
" Apakah kau lebih suka aku terbaring di rumah sakit ?" tanya Sela.
" Aku suka kau berada dalam dekapanku " ucap Alan sambil menatap wajah wanita yang semalam membuatnya tidur dengan lelap.
" Kau bisa saja o ya apakah hari ini kau tidak ke kantor ?" tanya Sela mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
" Urusan kantor sudah banyak yang menangani aku membayar mereka untuk bekerja. Sedangkan tidak ada yang merawat wanitaku " jawab Alan.
" Alan jangan terlalu memberi harapan. Aku takut ini hanya mimpi tanpa aku bisa meraihnya " ucap Sela pelan.
" Ini bukan mimpi Sela asal kau memberikan aku kesempatan, aku akan membuktikan semuanya padamu. "
" Aku bukan lelaki yang suka mengumbar janji manis untuk mendapatkan wanita yang di inginkan. " ucap Alan.
" Beri aku waktu untuk memikirkan semua termasuk Zaqi. " jawab Sela sambil tersenyum.
Alan melangkah mendekati Sela. Lama keduanya saling menatap dengan pikiran mereka masing-masing.
" Sela bagaimana keadaan mu ?" tanya Desi tanpa permisi.
" Aku baik-baik saja." jawab Sela saat mendengar suara Desi. Alan memalingkan wajahnya karena kecewa ada orang yang mengganggu waktu berdua dengan Sela.
" Syukurlah sebenarnya apa yang terjadi ? semalam aku kesini saat aku mendengar berita dari Zaqi, bahwa kamu dirawat dan tidak mau bangun."
" Zaqi memintaku untuk menemani mu sambil menangis tapi saat aku sampai sini. " ucap Desi terhenti saat melihat tatapan tajam dari Alan.
" Maaf " ucap Desi sambil menundukan kepalanya.
" Desi aku baik-baik saja, tadi dokter bilang aku sudah bisa pulang nanti sore setelah pemeriksaan." jawab Sela.
" Baiklah aku akan menjemputmu." ucap Desi.
" Tidak perlu Sela adalah tanggung jawabku, jadi anda tidak perlu repot-repot untuk menjemputnya. " jawab Alan tegas.
__ADS_1
" Baiklah tuan posesif." jawab Desi sambil tersenyum menatap Sela. Sementara Sela hanya menggelengkan kepalanya.
" Kalau begitu tunggu apa lagi ? silahkan lanjutkan aktivitas mu." ucap Alan.
" Oh my god mimpi apa aku semalam, bertemu dengan tuan posesif yang super duper nyebelin. "
" Sela karena kamu sudah lebah baik aku pamit dan untuk yang lainnya kita bicarakan besok lagi " ucap Desi kemudian melangkah meninggalkan Akan dan Sela.
" Jangan terlalu berlebihan kasian Dia temanku di saat aku terpuruk, tanpa bantuan dari aku bukan siapa-siapa bahkan mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan mu." jelas Sela.
" Maaf aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin menghabiskan hari ini berdua denganmu tanpa gangguan dari siapapun. "
" Karena aku tidak bisa menjamin besok akan mempunyai waktu penuh berdua dengan mu. "
" Pasti kau lebih memilih memeluk Zaqi dari pada aku, sementara aku hanya bisa memelukmu saat kau sudah memberikan keputusan tentang cintaku ini. " jawab Alan dengan nada cemburu.
" Apakah kau cemburu dengan Zaqi ?" tanya Sela meledek Alan.
" Ya karena Zaqi adalah pesaing terberat ku, tapi ia juga adalah kunci keberhasilan ku." jawab Alan dan menatap Sela secara intens.
" Apa kau yakin dengan semua ini ?"
" Aku adalah seorang janda yang sudah mempunyai seorang anak. Aku bukanlah wanita dari kalangan atas, atau sederajat dengan mu."
" Kalau kau seorang janda bukankah janda lebih menggoda ?!"
" Untuk urusan Zaqi itu adalah bonus yang aku terima karena mencintaimu. Aku tidak harus khawatir soal keturunan. "
" Untuk urusan harta dan keluarga, tidak akan ada yang mempermasalahkan semuanya karena aku sama seperti Zaqi yang dibesarkan oleh orang tua tunggal."
" Ibuku adalah seorang penjual kue keliling, jadi tidak akan ada yang kan Berani menentang semua keputusan yang aku ambil terlebih soal pasangan hidup."
" Karena aku yang akan menjalani maka semua terserah dengan keputusanku. Sebaliknya bagaimana dengan dirimu ?" tanya Alan.
" Selamat siang tuan maaf, saya akan melepaskan selang infus pasien." ucap perawat yang masuk keruangan Sela.
Dengan perlahan ia kemudian melepaskan infus di tangan Sela. Setelah selesai ia pun meninggalkan Sela dan Alan.
" Bagaimana apakah lebih baik atau aku harus menelfon dokter untuk memeriksa kondisimu ?" tanya Alan.
" Alan jangan terlalu berlebihan aku baik-baik saja. Bahkan aku siap untuk pulang. " jawab Sela sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
" Baiklah nanti setelah dokter memeriksa kondisi kesehatanmu dan kau baik-baik saja baru kita pulang. " ucap Alan.
Sela tersenyum sambil menatap pria tampan yang ada didekatnya.
" Alan aku mau mandi, jadi bisakah kau keluar sebentar ? " ucap Sela.
" Baiklah cantik aku akan menunggumu di luar, jika kau membutuhkan bantuan panggil saja aku " goda Alan kemudian ia meninggalkan Sela.
Setelah Alan keluar Barulah Sela turun dari dari ranjang kemudian ia masuk ke kamar mandi lalu ia kembali keluar untuk meminta bantuan Alan karena ia tidak membawa baju ganti.
" Alan bisakah kau menolongku." ucap Sela sambil membuka pintu.
" Tentu aku siap membantumu, katakan bagian mana yang harus aku gosok terlebih dahulu " ucap Alan setelah masuk.
" Dasar mesum aku hanya meminta tolong, bolehkah aku meminjam HP ? aku tidak membawa baju untuk ganti jadi aku ingin menelpon Desi agar mengantarkan pakaian ku. " ucap Sela sambil malu-malu.
" Tidak perlu meminta Desi untuk mengantarkan pakaian mu aku yang akan mengambilnya untuk mu."
" Kau tunggulah sebentar." ucap Alan lalu ia keluar sebentar kemudian ia masuk kembali.
" Alan aku serius ! aku gerah ingin mandi dan Menganti pakaianku." jawab Sela sambil memanyukan mulutnya.
" Aku juga serius tunggulah sebentar lagi. "
" Tetaplah tersenyum Sela karena senyummu sangat berati untukku " goda Alan.
" Alan !" jawab Sela sambil memukul lengan Alan.
To tok tok.
" Permisi tuan ini pesanan Anda " ucap asisten pribadi Alan.
" Terimakasih dan kau boleh melanjutkan pekerjaan mu." jawab Alan.
Alan kemudian melangkah mendekati Sela dan memberikan paper bag untuk Sela.
" Apa ini " tanya Sela sambil menerima paper bag tersebut.
" Pakaian mu cepatlah mandi aku juga ingin mandi, atau kita mandi bersama untuk menghemat waktu ?! " tanya Alan sambil mengedipkan sebelah matanya.
Sela dengan cepat berjalan menuju kamar mandi dan segera mengunci pintunya. " Tunggulah di luar. " teriak Sela dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Alan keluar membeli buah dan juga makanan untuk makan siang mereka. Setelah mendapatkan apa yang ia cari ia kembali menuju ruangan Sela dirawat.
Alan terpesona saat melihat Sela mengunakan pakaian yang ia beli. Sela begitu cantik dengan Dress warna navy. Sementara rambutnya yang basah ia biarkan tergerai menambah kecantikan wajahnya.