
" Tentu aku mengenalnya tuan ! bukankah sudah aku katakan bahwa ia adalah pelanggan ku ! " jawab wanita cantik tersebut.
" Bukan itu yang aku tanyakan ! " jawab Alan.
" Iya dia adalah panther kerja Bram, mereka bekerja sama di bidang narkoba, Dokter hanyalah sebuah kedok untuk menutupi pekerjaannya sebagai Bandar Narkoba. "
" Dokter Edo saat ini adalah Bosnya para Bandar Narkoba. Dan tentu saja Bram akan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Edo. " jawab wanita itu.
" Apakah kau mengenal orang ini juga ? " tanya Alan sambil menunjukkan sebuah foto lagi.
" Tentu aku mengenalnya. " jawab wanita itu sambil menyesap minumannya.
" Katan dengan jelas ! " ucap Alan lagi.
" Dia hanya datang kesini sama seperti Anda tuan. Datang hanya untuk bertanya tentang Edo dan Bram. Hanya saja lelaki tua itu sedang mencari keberadaan seorang anak laki-laki yang mungkin diculik oleh Bram atau oleh Edo. " ucap wanita itu sambil meletakkan minuman yang ia genggam.
" Apa maksudmu ?" tanya Sela.
" Lelaki tua itu sedang mencari cucunya yang hilang, cucunya hilang dari sebuah Rumah Sakit. Anda pasti tau siapa yang di cari oleh lelaki tua itu. "
" Siapa lagi jika bukan Edo, hanya Dokter Edo yang bisa membawa seorang pasien keluar dari Sebuah Rumah Sakit terlebih itu Rumah Sakit Rehabilitasi dengan aman tanpa adanya laporan dari pihak Rumah Sakit. "
" Bahkan pihak polisi diam-diam saja. Kasihan lelaki tua itu, ia sudah kehilangan anaknya dan sekarang kehilangan cucunya juga. " jawab Wanita itu sambil menyalakan sebatang rokok.
" Apa maksudmu ? " tanya Alan semakin penasaran.
" Beberapa tahun yang lalu, anak gadis lelaki itu mati bunuh diri karena telah di perkosa oleh Edo yang saat itu baru menjadi seorang Dokter Magang. "
" Edo tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya karena tidak ada sebuah bukti yang membuktikan bahwa Edo bersalah. Tapi orang tua itu percaya terhadap putrinya. "
" Aku juga pasti percaya jika aku berada di posisi orang tua itu, karena tidak ada wanita baik-baik yang akan mengatakan bahwa ia telah dinodai oleh seorang lelaki, apa lagi itu adalah sahabat majikan dari ayahnya. "
" Dan bagi seorang wanita baik-baik, kehormatan dan kesuciannya adalah sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. "
" Berbeda dengan lelaki seperti kalian yang bergelimang harta, kesucian seorang wanita miskin tidak berarti apa-apa dihadapan kalian selain hanya ingin menikmati keperawanan saja. " ucap wanita itu sambil menghembuskan nafasnya sambil terpejam.
" Maksud dari ucapan mu ... . " tanya Sela sambil menggantungkan ucapannya.
__ADS_1
" Kau benar nyonya, aku juga mengalami hal itu, sehingga aku berada di sini. Karena tidak ada tempat bagi wanita yang sudah mengalami pelecehan dari orang kaya yang bahkan menuduhnya hanya ingin memeras hartanya saja. " ucap wanita itu sambil menitikkan air matanya.
" Maaf. " ucap Sela.
" Sekarang kembali dengan permasalahan tentang lelaki tersebut. " ucap Alan mencoba untuk kembali fokus terhadap masalahnya.
" Apa yang ingin anda ketahui lagi tuan ? " tanya wanita itu sambil mengatur napasnya.
" Bagaimana nasib anak dari lelaki tua tersebut ? dan apa tindakan yang dilakukan oleh lelaki tua itu lebih lanjut ? " tanya Alan.
" Gadis belia tersebut ingin bunuh diri, namun diselamatkan oleh seorang wanita yang ternyata adalah majikan dari lelaki tua tersebut. "
" Dengan sabar dan lembut wanita itu menjaga dan merawat anak malang itu dengan penuh kasih sayang layaknya anak kandung sendiri. "
" Bahkan wanita itu rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan operasi plastik agar anak malang tersebut bisa hidup dan menjalani kehidupan baru dengan identitas yang baru. "
" Bahkan wanita tersebut telah mengumpulkan bukti tentang kejahatan yang dilakukan oleh sahabat dari putranya sendiri. "
" Namun sayangnya ... . " ucap wanita itu sambil mengatur napasnya.
" Wanita tersebut juga menjadi korban kekejaman dari pria brengsek tersebut, bahkan tidak ada yang mengetahui pembunuhan sadis yang dilakukan oleh sahabat dari putranya sendiri. "
" Omong kosong ! kau jangan asal bicara. " ucap Alan sambil mengepalkan tangannya tepat di wajah wanita itu.
Jika Sela dan orang kepercayaannya tidak segera mencegahnya mungkin wanita itu sudah menjadi sasaran kemarahan Alan.
" Sayang tenanglah ! bukankah kau yang memintaku untuk tidak bertindak gegabah ? " ucap Sela sambil memeluk tubuh Alan.
Dengan lemas Alan duduk di kursi nya, dengan muka yang memerah karena menahan amarahnya.
" Apakah anda punya bukti dari semua ucapan anda nona ? " tanya orang kepercayaan Alan.
" Seandainya aku bisa membuktikannya, mungkin aku tidak berada disisi saat ini ." jawab wanita tersebut.
" Lalu apa yang membuatmu mengatakan semua kepada kami ?" tanya Sela kemudian.
" Karena aku melihat wajah penolongku di wajah tuan itu. " ucap wanita itu dengan titik air mata sambil menatap tajam wajah Alan.
__ADS_1
Ada sebuah kesedihan dan kerinduan yang terpancar dari tatapnya.
" Apakah kau anak dari lelaki tua itu ? dan apakah kau tau kronologi kematian wanita yang menolong anak dari lelaki tua itu ? " tanya Sela.
" Atas dasar apa anda berkata seperti itu nona. " jawab wanita cantik itu.
" Berdasarkan naluri ku sebagai seorang ibu dan juga sebagai seorang wanita. " jawab Sela dengan tegas.
Namun wanita itu hanya tersenyum lalu membuang muka, menatap kearah yang lainnya sambil menyeka air matanya yang tak bisa ia sembunyikan lagi.
" Diam mu adalah jawabannya nona. " ucap Sela.
" Bagaimana kau bisa yakin nona ? " tanya wanita itu sambil menatap tajam ke arah Sela sambil tersenyum sinis.
" Dari cerita mu yang mengalir nona secara alami, dari cerita mu yang mewakili sorot matamu, dari ceritamu yang mewakili suara hatimu yang terdalam. " ucap Sela.
" Kau sangat pandai nona, padahal ayahku sendiri tidak mengenaliku meskipun ada sebuah kerinduan di matanya. "
" Mungkin kau adalah wanita yang menjadi target Edo. " ucap wanita tersebut sambil terisak-isak.
" Mengapa kau mengatakan itu ? " tanya Sela.
" Saat Edo datang kesini, ia memuja seorang wanita cantik, yang begitu ia kagumi. Dan ia akan berencana untuk mendapatkannya meskipun sangat sulit jalan yang akan ia lalui. " jawab wanita itu.
" Bagaimana kau bisa menyimpulkan itu ? " tanya Sela.
" Dari tatapan mata Edo, dan dari gambar sketsa yang ia lukis. " jawab wanita itu.
" Tunggu ! apa kau mempunyai sketsa itu ? " tanya Alan.
" Aku akan memberikannya untuk mu dengan gratis tuan. " jawab Wanita itu kemudian bangkit dan berjalan mendekati lemari yang ada di dekat ranjangnya.
Setelah itu ia membuka laci dan mengambil beberapa kertas lalu memberikannya kepada Alan.
" Bagaimana mungkin ! " ucap Alan sambil membanting keras itu di atas meja. Lalu Sela mengambil kertas tersebut.
Alangkah terkejutnya Sela, saat melihat gambar yang terdapat di atas kertas tersebut. Sebuah gambar yang sangat mirip dengan dirinya, bahkan seperti melihat di sebuah cermin yang memantulkan gambar wajahnya.
__ADS_1