
Setelah selesai mandi, keduanya pergi menuju sebuah butik, untuk membeli gaun pernikahan yang sederhana untuk Desi. Di perjalanan keduanya berbincang-bincang.
" Edo apa kau yakin kita akan menikah hari ini ?" tanya Desi yang masih tak percaya bahwa ia akan menikah lagi hari ini. Terlebih pria yang ia nikahi baru ia kenal.
" Ia kita akan segera menikah. Jika vio menyebarkan video panas kita, maka kita sudah punya bukti yang bisa melindungi kita meskipun nama baik kita tidak bisa terjaga seutuhnya." jawab Edo.
" Video ? " tanya Desi dengan penasaran.
" Ya, Video telah merekam adegan panas kita di atas ranjang. " jawab Edo dan kemudian ia menceritakan semua rekaman cctv di rumahnya yang memang ia pasang sebagai salah satu bentuk pengaman.
" Keterlaluan Vio ! aku akan memecatnya setelah aku masuk kerja. " ucap Desi dengan mengepalkan tangannya.
" Sebelum kita membalas perlakuan Vio, kita harus mendapatkan rekaman video itu. Agar tidak menjadi bumerang untuk kita di kemudian hari. Aku telah meminta Alan agar bisa mengatasi masalah itu. "
" Sementara yang bisa kita lakukan adalah mengesahkan hubungan kita, agar adegan panas kita menjadi halal untuk kita lakukan. " jawab Edo.
" Apakah kau menikahiku hanya karena masalah itu ?" tanya Desi dengan mata yang berkaca-kaca.
" Tidak ! kau jangan salah paham sayang ! aku menikahi mu karena aku memang mencintaimu. Bukankah semalam sudah aku ungkapkan perasaan ku meskipun dengan cara yang berbeda ?" jawab Edo.
Desi menatap Edo dan mencoba mencari sebuah jawaban atas pernyataan Edo terhadapnya.
" Pernikahan bukanlah hal yang bisa kita permainkan. Pernikahan bukan hanya untuk sekedar menghalalkan hubungan badan saja. Sebuah pernikahan bukan hanya menyatukan cinta kita, namun pernikahan juga menyatukan perbedaan antara kita berdua."
" Sebuah pernikahan adalah sebuah janji suci yang di ikrarkan di hadapan para saksi dan juga di hadapan Tuhan yang menciptakan kita."
" Bahkan janji itu ku ucapkan dengan menjadikan Allah dan Rasulnya sebagai saksi ! "
" Jangan menganggap aku adalah seorang lelaki yang hanya menjadikan pernikahan adalah sebagai sebuah tameng untuk menutupi keburukan yang telah aku lakukan terhadap dirimu. "
__ADS_1
" Pernikahan ini aku jalin bersamamu semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT."
" Bukankah sebuah pernikahan adalah ibadah seumur hidup kita ? akan ada banyak perbedaan antara kita, akan ada banyak batu sandungan di depan kita, namun jika kita niatkan untuk ibadah maka semua itu akan kita lalui dengan mudah." ucap Edo mencoba menyakinkan Desi.
Desi yang merasa terharu mendengar ucapan dari Edo langsung memeluk tubuh Edo, air matanya tumpah begitu saja.
Berbeda dengan pemikiran mantan suaminya dulu, mungkin jika setiap manusia memiliki pemikiran yang luas seperti Edo, tidak akan ada sebuah perceraian yang akan terjadi.
Banyak di antara kita yang menjadikan pernikahan hanya untuk mengesahkan hubungan badan semata tanpa melihat hal yang lainnya.
Padahal dalam kehidupan nyata, bukan hanya sebuah hubungan badan antara keduanya tetapi jauh lebih banyak yang lainnya. Maka jika pernikahan hanya di dasari oleh nafsu maka pernikahan tersebut akan kandas saat terjadi sedikit masalah.
" Jangan menangis ! hapus lah air matamu ! nanti orang-orang akan mengira aku memaksamu untuk menikah dengan diriku." ucap Edo lembut.
Kemudian Desi tersenyum dan menghapus air matanya. Dan menyenderkan kepalanya di pundak Edo sambil menggenggam tangan Edo.
Sementara Edo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, agar mereka bisa saling mencurahkan perasaan masing-masing.
Kemudian keduanya saling bergandengan tangan saat memasuki butik tersebut. Mereka di sambut oleh seorang pelayan kemudian mengantarkan keduanya untuk mencari gaun pengantin yang mereka inginkan.
" Edo bagaimana penampilan ku dengan gaun ini ?" tanya Desi setelah ia keluar dari ruang ganti.
Edo menatap Desi dengan sedikit menganga, melihat kecantikan wanita yang akan ia nikahi.
Desi terlihat sanga cantik menggunakan gaun pengantin berwarna putih. Rambutnya yang masih sedikit basah dan terurai menambah kesan cantik dengan gaun tersebut.
" Apakah aku tidak cantik ? sehingga engkau enggan untuk menjawab pertanyaan ku ?" ucap Desi dengan sedih.
" Tidak tidak ! kau terlihat sangat cantik bahkan aku hampir tak percaya bahwa wanita ku selain jago di atas ranjang juga sangat cantik dengan gaun pengantin ini." jawab Edo sambil mendekat ke arah Desi dan langsung memeluk tubuh Desi.
__ADS_1
Edo mencium bibir Desi dengan lembut kemudian melepaskan pelukannya.
" Sekarang mari kita poles wajah mu sayang ! agar kau semakin terlihat sempurna." ucap Edo sambil menggandeng tangan Desi.
Sementara Desi di rias, Edo berganti pakaian yang juga telah mereka pilih. Setelah semuanya telah siap, Edo melajukan mobilnya menuju ke kantor KUA di kota tersebut.
" Apakah kau sudah siap ? " tanya Edo setelah sampai di depan kantor KUA.
" Aku sudah siap namun sedikit agak gugup." jawab Desi.
Kemudian keduanya masuk ke kantor KUA dan segera mengurus administrasi pernikahan mereka.
Sementara menunggu proses tersebut, Edo mengambil ponselnya, dan menghubungi Alan.
" Alan secepatnya datanglah ke kantor KUA dijalan sss dan ajaklah Sela ikut serta. " ucap Edo setelah telepon tersebut tersambung.
" Kau gila ! aku akan menikahi Sela tetapi tidak hari ini !" jawab Alan sedikit kesal mendengar ucapan Edo sahabatnya.
" Ini bukan tentang pernikahan kalian tetapi ini adalah pernikahan kami, datanglah secepatnya jika kau masih menganggap aku sebagai sahabat. Kami sudah berada disini dan masih menunggu proses administrasi." jawab Edo dengan tegas.
" Apa kau sudah gila ! mengapa kau tidak membicarakan semalam ha ! " ucap Alan semakin kesal dengan sahabatnya itu.
" Jangan banyak bicara ! Segera datanglah bersama Sela, untuk yang lainnya kita bahas nanti " ucap Edo.
" Ok ! aku akan segera kesana bersama Sela, tapi nanti kau sendiri yang akan menjelaskan semuanya. " jawab Alan kemudian menutup panggilan tersebut.
" Bagaimana ? apakah Alan dan Sela akan datang ?" tanya Desi yang mendengar ucapan calon suaminya itu.
" Mereka pasti datang, hanya Alan yang aku punya di kota ini. Meskipun nantinya kita akan menghadapi mereka dengan segudang pertanyaan. Terlebih Sela, mungkin dia akan shock jika tau bahwa sahabatnya akan menikah hari ini dan dengan cara seperti ini." jawab Edo sambil menggenggam tangan Sela.
__ADS_1
" Kau benar ! aku jadi merasa bersalah. Sela saat ini pasti sedang sibuk mengurus putranya. Pasti ia merasa jika aku tidak menganggapnya sebagai sahabat sebab tidak pernah memberitahukan tentang pernikahan ini." ucap Desi dengan pelan.
" Tenanglah kita akan menghadapi apapun tantangan yang ada di depan bersama, termasuk kedua keluarga kita bahkan mantan suamimu atau juga mungkin keluarga matan suamimu ." ucap Edo mencoba menyakinkan calon istrinya itu.