Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 6


__ADS_3

Sesuai janjinya, Sela mengajak Zaqi dan ibunya pergi ke taman bermain. Sela menemani Zaqi mencoba beberapa wahana permainan. Zaqi begitu bahagia hal itu terlukis dari senyuman diwajahnya dan juga dari gelegar suara tawanya.


Setelah puas menikmati setiap wahana permainan. Mereka akhirnya memilih untuk beristirahat sambil menikmati makan siang.


Sela mengajak Zaqi dan ibunya untuk menikmati makanan di salah satu restoran yang ramai dikunjungi oleh para pelanggan.


" Mau pesan apa ibu." tanya pelayanan itu dengan sopan.


" Desi apa kabar ?" ucap Sela setelah melihat wajah pelayan tersebut.


" Sela. " jawab Des. Kemudian keduanya saling berpelukan untuk melepas kerinduan.


" Desi sejak kapan kamu kembali ke kota ini ? kenapa kamu tidak mampir ke rumah, bukankah itu juga rumahmu " tanya Sela.


" Aku baru 2 Minggu bekerja di sini, rencananya setelah libur aku akan mengunjungimu. " jawab Desi dengan tersenyum bahagia melihat Sela dan Zaqi yang terlihat lebih berbeda.


" Baiklah sekarang mau pesan apa ? biar aku siapkan, Nanti pada saat libur aku akan menginap di rumahmu kita akan bercerita tentang kisah kita masing-masing. " ucap Desi dengan semangat.


" Oke ... aku pesan makanan sepesial dari restoran ini, dan juga minumannya. tapi ingat segera ambil libur biar kita bisa berbagi cerita " ucap Desi.


" Baiklah ibu Sela yang cantik pesanannya akan segera kami siapkan " goda Desi.


" Dan untuk anak ganteng yang satu ini ... bagaimana pesan Tante apakah sudah dijalankan untuk tetap membuat ibu Sela tetap tersenyum ?" ucap Desi sambil mencolek hidung Zaqi.


" Siap nyonya sudah saya laksanakan. " jawab Zaqi sambil berdiri tegak layaknya tentara yang melapor kepada atasannya.


Hahahaha ... serempak mereka tertawa melihat tingkah Zaqi yang menggemaskan.


Kemudian Desi meninggalkan mereka untuk mempersiapkan pesanannya. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan telah sampai.


" Tara ... pesanan sudah siap ... selamat menikmati ... " ucap Desi sambil meletakkan pesanan mereka.


" Ini adalah menu andalan di restoran ini." jelas Desi kemudian.


" Terimakasih ayo kita makan bersama." ucap Sela kemudian.


" Maaf bukannya aku tidak mau bergabung dengan kalian, tetapi saat ini aku masih dalam keadaan bekerja. " ucap Desi dengan Lesu.


" Jangan sedih lain kali kita pasti akan menikmati makan bersama dalam suasana yang lebih indah. " ucap Sela.


" Ok, nanti aku hubungi, no telepon kamu masih samakan ?" tanya Desi dan Sela hanya mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


Setelah Desi berlalu, Sela dan yang lainnya mulai menikmati makan siangnya setelah selesai itu mereka kembali pulang untuk segera beristirahat. Selama dalam perjalanan Zaqi tertidur karena kelelahan bermain.


Setelah sampai dirumahnya Sela membaringkan Zaqi kemudian ia pamit akan keluar untuk mencari tempat yang bisa ia sewa untuk membuka toko kuenya.


Sela memilih tempat yang paling strategis untuk anak-anak muda biasanya nongkrong, dengan harapan kuenya menjadi favorit anak nongkrong.


Kemudian Sela memasang tulisan lowongan pekerjaan. Dan setelah itu ia mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuka toko barunya.


Setelah ada beberapa orang yang melamar, Sela mulai membuka toko kue sekaligus menyiapkan beberapa minuman sebagai pelengkap kuenya.


Sela menjalani hari-hari dengan penuh suka cita dan semangat yang membara, menjalankan usaha barunya dan tetap bekerja di perusahaan tempat ia bekerja selama ini.


Setelah hampir satu bulan toko kue Sela mulai ramai dikunjungi para pelanggan, baik dari kalangan anak muda atau organ-organ dewasa.


" Ini baru awal Sela ... jangan merasa puas di titik ini " ucap Sela sambil memotivasi diri sendiri.


Ting ... ponselnya berbunyi, menandakan ada pesan masuk.


" Sela hari ini aku libur apakah kamu punya waktu ?" pesan dari Desi.


" Ada kebetulan aku berada di jalan xxx, di toko kue. " jawab Sela.


" Oke aku akan ke sana tunggu beberapa saat aku akan segera sampai. " jawab Desi.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Desi sampai kemudian mereka duduk sambil menikmati secangkir kopi dan beberapa kue.


" Sela bisakah aku minta tolong ?" tanya Desi.


" Katakan saja jangan sungkan." jawab Sela singkat.


" Begini bisakah kamu membantu aku untuk masuk bekerja lagi di perusahaan tempatmu bekerja, di restoran itu aku kurang nyaman jika dibandingkan dengan pekerjaan yang dulu jauh hasilnya. " jelas Desi.


" Kalau kamu bekerja di toko kue ini bagaimana ? bukan sebagai pelayan tetapi sebagai kepalanya sekaligus orang kepercayaan pemiliknya. " ucap Sela.


" Jangan becanda mana percaya pemilik toko ini sama aku." jawab Desi.


" Dia percaya kok sama kamu. " ucap Sela santai.


" Emangnya kamu kenal sama pemilik toko ini ?" tanya Desi.


" Jelas kenal toko ini milik Zaqi," jawab Sela yang langsung membuat mata Desi melotot.

__ADS_1


" Apa ? artinya kamu sudah sukses bahkan sudah punya toko sebesar ini. " tanya Desi seolah tak percaya.


Sela hanya tersenyum kemudian menceritakan perjalanannya sampai ke titik ini.


" Gila kamu benar-benar luar biasa " ucap Desi dengan penuh kekaguman.


" Jangan berlebihan nanti aku bisa terbang." ucap Sela sambil menggoda.


" Serius ini luar biasa ! tapi mengapa kamu masih tetap bekerja di perusahaan itu ?" tanya Desi.


" Aku bekerja di perusahaan itu untuk mencukupi kebutuhan keluarga, sementara toko ini aku persiapkan untuk masa depan Zaqi." ucap Sela.


" Kamu benar-benar pemburu rupiah yang luar biasa " ucap Desi.


" Lalu bagaimana kabar keluarga dikampung halaman. " tanya Sela kemudian.


Desi menceritakan kisah pernikahan yang kurang harmonis, ditambah saudara iparnya selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka. Setelah tidak tahan dengan semua keadaan Desi memutuskan untuk pergi ke kota ini merajut mimpinya kembali.


Dengan harapan jika memang suaminya ingin mempertahankan pernikahan mereka maka suaminya akan ikut mewujudkan mimpi mereka dan membina rumah tangga yang bahagia.


" Yang sabar ya aku juga merasakan pahitnya pernikahan bahkan lebih parahnya lagi suamiku mencampakkan kami demi wanita lain " ucap Sela.


Keduanya kemudian melanjutkan perbincangan mereka termasuk menyusun rencana untuk kemajuan toko kue yang dibangun oleh Sela.


Sela merasa lega karena Desi bersedia bergabung dengannya di toko tersebut. Selain balas Budi Sela juga jauh merasa lebih tenang untuk mempercayakan toko tersebut ditangan sahabat dekatnya.


Setelah selesai dengan semuanya, Sela kembali kerumahnya untuk menghabiskan waktu bersama ibu dan juga anaknya.


" Zaqi hari ini Zaqi mau main apa ? apakah boleh ibu ikut bergabung ?" tanya Sela sambil mendekati Zaqi yang sedang asik bermain.


" Baiklah ini ibu pegang mobil yang ini " ucap Zaqi dengan semangat dan langsung mengarahkan Sela untuk segera mengimbangi permainannya.


Zaqi dan Sela bermain sambil bercanda dan sesekali mereka berkejaran di dalam rumah.


" Ah ... capek ... " ucap Zaqi sambil ngos-ngosan.


" Sini dekat ibu " ucap Sela sambil meraih tubuh Zaqi kemudian mereka terlentang di atas kasur bersama.


" Ibu terimakasih untuk semuanya " ucap Zaqi kemudian.


" Kenapa Zaqi berterima kasih ?" tanya Sela.

__ADS_1


" Karena ibu tetap memilih bersama Zaqi meskipun ibu harus banting tulang bahkan ibu kurang istirahat tapi ibu tidak lelah dan meninggalkan Zaqi seperti ayah " ucap Zaqi yang langsung menusuk kedalam hati Sela.


Tanpa terasa air mata Zaqi mengalir sebagai bukti bahwa hatinya begitu sakit karena ditinggalkan oleh ayahnya.


__ADS_2