
Satu Bulan telah berlalu, Sela masih sibuk mengurus perusahaan Zaqi Bakery sekaligus masih bekerja sebagai Sekretaris Alan. Hal itu membuat dirinya semakin tidak memperhatikan Zaqi karena kesibukannya.
Ia selalu berangkat pagi dan pulang malam, di saat Zaqi belum bangun ia sudah berangkat dan di saat ia pulang Zaqi sudah tertidur.
Hal ini membuat hubungan antara ibu dan anak semakin renggang. Sela sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Zaqi melewati hari-hari tanpa perhatian dan kasih sayang ibunya.
Membuat Zaqi semakin sering menghabiskan waktunya di dalam kamar tanpa mau bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Seperti halnya hari ini, Sela berangkat pagi-pagi sekali karena ada pekerjaan yang harus ia kerjakan di kantornya. Ia harus memeriksa laporan dari sekretarisnya, Ia terlihat fokus dengan laporan keuangan perusahaan Zaqi Bakery.
" Selamat pagi Sela." ucap Desi saat melihat Sela berjalan ke arah luar.
" Selamat pagi ." jawab Sela dengan tersebut
" Des, laporan keuangan sudah aku periksa dan berkas lainnya ada dimeja kerjaku, jika ada sesuatu jangan sungkan untuk menghubungi aku. Aku akan ke perusahaan Alan untuk bekerja." jelas Sela
" Ok, hati-hati dijalan " balas Desi
Kemudian Sela berlalu meninggalkan Desi menuju ke perusahaan Alan. Setelah sampai ia fokus kembali dengan pekerjaannya sebagai seorang sekretaris. Sampai ia melupakan sarapannya.
Meskipun perusahaan yang ia dirikan sudah semakin maju pesat, namun Sela tetap bekerja sebagai seorang sekretaris di perusahaan milik Alan, ia akan meminta untuk berhenti di saat Alan sudah kembali untuk memimpin perusahaannya.
Sementara Sela akan fokus mengurus perusahaannya sendiri dan beberapa toko kue yang sudah lama ia dirikan.
Meskipun hampir seharian ia berkutat dengan pekerjaannya, namun hal itu tidak mengurangi konsentrasinya. Sampai ia tidak menyadari saat ruangannya terbuka dan ada seseorang yang masuk menghampirinya.
Perlahan orang tersebut duduk di depannya sambil menatap penuh kerinduan. Namun Sela tetap fokus dengan pekerjaannya. Sampai perutnya berbunyi karena ia memang belum makan seharian.
" Kau lapar ? apakah kau melupakan kesehatanmu ? " ucap Seseorang yang duduk di depannya.
" Iya aku lapar sekali " jawab Sela namun tetap fokus dengan pekerjaannya.
" Kalau begitu mari kita keluar dan mencari makanan " ucap orang tersebut.
__ADS_1
Sela mengangkat kepalanya dan menatap wajah yang berada di depannya. Wajah tampan yang selama ini ia rindukan.
" Alan ! kapan kau datang ? " tanya Sela saat melihat Alan sudah ada di depannya.
" Tidak tidak ini pasti hanya mimpi, jika Alan pulang pasti ia akan menelpon aku atau setidaknya mengirimkan pesan " ucap Sela
Sementara Alan kaget, dia berfikir jika ia muncul dihadapan Sela wanita itu akan langsung memeluknya dengan erat penuh dengan kerinduan. Namun ternyata wanita cantik yang ada di depannya malah menganggap hanya sebuah mimpi.
Perlahan Alan bangkit dan mendekati wanitanya, dengan lembut ia mengusap kepala Sela.
" Sudah lama aku disini untukmu namun kau lebih fokus dengan pekerjaanmu " ucap Alan dengan lembut.
" Maaf " ucap Sela sambil menatap wajah tampan di sampingnya, kemudian ia berdiri di hadapan Alan dengan senyum manisnya.
Dengan cepat Alan menarik tangan Sela dan memeluk tubuh mungil yang selama ini begitu ia rindukan.
Perlahan Alan mengecup kening Sela dan dengan lembut ia mencium bibir Sela yang sudah menjadi candunya.
Kemudian kembali memeluknya dengan erat. Lama keduanya berpelukan. Setelah puas berpelukan mereka melepaskan pelukannya dan saling menatap.
" Apakah kau belum makan ? " Tanya Alan tanpa melepaskan pelukannya. Sela hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Ayo kita keluar sekarang " ucap Alan
" Aku bereskan dulu pekerjaan itu " jawab Sela
" Simpan Saja dan rapikan, aku akan merasa bersalah jika terjadi sesuatu dengan kesehatanmu " ucap Alan tanpa melepaskan pelukannya.
" Alan, bagaimana caranya aku bisa merapikan pekerjaan yang seharian aku kerjakan hingga lupa makan, sementara kau enggan melepas pelukanmu ?" ucap Sela.
" Aku sangat merindukanmu sayang " jawab Alan dan perlahan melepaskan pelukannya.
Sela hanya tersenyum kemudian ia menutup laptopnya dan merapikan meja kerjanya. Setelah itu mereka berjalan beriringan meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Setelah masuk kedalam mobil, Alan memasangkan sabuk pengaman ditubuh Sela kemudian ia mencium bibir wanitanya dengan lembut.
" Alan aku lapar " ucap Sela. Kemudian Alan melajukan mobilnya dan membawa Sela untuk mencari makanan. Setelah sampai di tepi Danau Alan menghentikan mobilnya.
" Alan mengapa kita berhenti di sini ? bukankah kita keluar untuk makan ? " tanya Sela.
" Kita akan makan disini " jawab Alan sambil keluar dan membukakan pintu untuk Sela
" Apakah disini ada sebuah restoran ?" tanya Sela setelah keluar dari dalam mobil.
" Ada " jawab Alan singkat lalu ia menggandeng tangan Sela dan mereka berjalan menuju sebuah tempat yang sengaja Alan siapkan untuk mereka berdua.
Ada setapak jalan menuju ke tengah Danau, dimana di ujung jalan tersebut terdapat sebuah meja dan dua kursi, dengan dihiasi bunga-bunga di beberapa sisi dan dikelilingi oleh lampu-lampu kecil yang semakin menambah suasana romantis di waktu senja.
Setelah sampai Alan menarik kursi untuk Sela. Kemudian mereka berdua makan dengan di iringi musik yang menambah suasana menjadi syahdu.
Keduanya diam menikmati makanannya, hanya suara dentingan sendok dan piring mereka yang berbicara.
Tiba-tiba ada sebuah balon yang perlahan turun dihadapan mereka dengan sebuah kertas yang bertuliskan " Will you marry me " dan berhenti tepat di depan Sela.
Alan perlahan bangkit dan menekuk satu kakinya di depan Sela dengan mengeluarkan sebuah cincin permata.
" Sela, aku bukanlah lelaki yang sempurna. Aku adalah lelaki yang tidak punya apa-apa selain cinta yang tulus kepadamu. Tapi dengan cintaku yang tulus itu akan ku buat hidupmu bahagia tanpa kekurangan suatu apapun, akan aku jaga hidupmu dari segala hal negatif dengan nyawaku "
" Sela, maukah kau menikah denganku ? menjadi ibu dari anak-anakku, membesarkan anak cucu kita bersama, mengarungi samudra kehidupan Sampai kita menua bersama dan hanya maut yang akan memisahkan kita ?"
Alan melamar Sela di bawah cahaya senja yang menambah kesan romantis. Sementara Sela menatap Alan dengan air mata yang perlahan-lahan menetes.
Wanita mana yang tidak akan merasa bahagia jika dilamar layaknya seorang putri sedangkan dirinya hanya seorang janda beranak satu.
Wanita mana yang tidak akan terharu melihat lelaki kaya dan tampan yang sangat dicintai melamar wanitanya dengan romantis.
" Sela, Will you marry me ?" Alan mengulangi perbuatannya.
__ADS_1
Sementara Sela hanya tersenyum menatap lelaki dihadapannya yang membawa sebuah cincin dan mengangguk sebagai jawaban.
Perlahan Alan bangkit dan memasang cincin tersebut di jari manis wanita pujaannya. Kemudian Alan memeluk tubuh mungil Sela dan sesekali mencium kening wanitanya itu.