Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 35


__ADS_3

Suasana pagi yang cerah secerah wajah Dani, ia begitu bersemangat untuk mengawali pekerjaannya sebagai Office Boy di Zaqi Bakery. Setelah menerima tugas-tugas apa saja yang menjadi tanggung jawabnya serta arahan dari bagian personalia Dani langsung memulai tugas pertamanya untuk membersihkan area luar pabrik.


Dengan senyum yang menghiasi wajahnya ia melakukan tugas-tugasnya dengan semangat. Dani membersihkan area gudang belakang yang juga menjadi tempat tinggalnya.


Ia membersihkan area itu sambil memastikan apa yang dilihatnya semalam adalah benar sebuah kecurangan yang dilakukan oleh salah staf di perusahaan tersebut.


" Aku harus membersihkan area ini, agar jika ada penggelapan seperti semalam akan lebih terlihat jejaknya." batin Dani.


Kemudian Dani melanjutkan membersihkan area yang lainnya.


" Gerobak ini harus aku pindahkan ketempat yang seharusnya. Selain terlihat lebih rapi juga orang-orang yang melakukan kecurangan semalam akan kebingungan untuk membawa keluar barang curiannya dari perusahaan ini." ucap Dani pelan sambil membawa gerobak tersebut.


" Hai ! mau dibawa kemana gerobak itu ?" tiba-tiba seorang wanita berteriak dan segera mendekati Dani.


" Bukankah itu wanita yang kemarin ?" batin Dani.


" Maaf Bu, saya hanya ingin memindahkan gerobak ini ke sebelah sana." jawab Dani sambil menunjuk ke sebuah arah.


" Untuk apa ?" tanya wanita cantik itu.


" Saya hanya ingin membersihkan tempat ini." jawab Dani.


" Sepertinya saya belum pernah melihatmu, apakah kamu karyawan baru ?" tanya wanita itu penuh selidik.


" Iya Bu, saya baru bekerja hari ini," jawab Dani.


" Setelah selesai membersihkan tempat ini, tolong kembalikan gerobak ini pada tempatnya semula !" ucap wanita itu.


" Maaf Bu, tapi kalau di pindahkan ke tempat semula tempat ini jadi terlihat kurang rapi. Dan kalau kurang rapi saya takut baru bekerja satu hari saya sudah di pecat dari pekerjaan saya. " jawab Dani.


" Bilang saja ibu Vio kepala bahan baku yang menyuruhmu !. Gerobak itu selalu saya gunakan untuk membuang sampah dari gudang bahan baku. Jadi saya tidak suka ada yang menggangu pekerjaan saya !" ucap wanita cantik itu.


" Baik Bu, nanti setelah saya selesai membersihkan tempat ini akan saya kembalikan ketempat semula." jawab Dani sambil sedikit membungkukkan badannya.


" Bagus ! setelah selesai membersihkan tempat ini, silakan kamu bersihkan wilayah yang lainnya !. " ucap Vio kemudian berlalu meninggalkan Dani.

__ADS_1


" Ternyata itu bahan baku, wajar ia tidak di curigai selama melakukan aksinya, ia adalah kepala bagian. Bisa saja ia menutupi aksinya dengan alasan bahan baku yang sudah tidak layak pakai atau yang lainnya."


" Sebuah trik yang sangat rapi, tapi aku akan segera membongkar kebusukan wanita itu."


" Kenapa aku seakan tidak rela saat melihat kecurangan ini ? seakan aku ikut ingin menjaga hartaku yang paling berharga."


" Bukankah jika aku bekerjasama dengan mereka aku akan lebih cepat mendapatkan uang yang melimpah ?. "


" Tapi hati ini terasa ikut memiliki perusahaan ini, aku merasa damai saat berada di sini. Sesuatu yang terasa kosong selama ini seakan hilang entah kemana. Apakah karena perusahaan ini bernama Zaqi Bakery ? sehingga aku merasa menjaga Zaqi anakku ?"


" Ah ! sudahlah terlepas dari apapun alasannya, aku akan membongkar kecurangan Vio cepat atau lambat." batin Dani berdialog sendiri.


Dani kembali membersihkan seluruh area tersebut agar bisa lebih terlihat rapi. Setelah selesai ia beralih membersihkan area depan pabrik.


" Seharusnya aku membersihkan tempat ini lebih awal, jadi saat karyawan dan direksi datang area ini sudah terlihat rapi dan bersih." ucap Dani yang kebetulan terdengar oleh Desi yang baru saja sampai.


" Semangat kerja yang patut di acungi jempol." ucap Desi sambil mendekati Dani.


" Emm ... sepertinya saya pernah melihat anda ?" tanya Desi saat melihat wajah Dani.


" Oh iya ! saya sempat melihatnya. " jawan Desi.


" Apakah anda sudah lama bekerja di sini ?" tanya Desi kemudian.


" Baru hari ini Bu, kemarin setelah saya di tolong oleh Scurity saya juga diberi pekerjaan Bu. Sehingga saya tidak jadi gelandangan lagi." jawab Dani sambil menundukkan kepalanya.


" Jangan sedih ! bukankah sekarang sudah mendapatkan pekerjaan. " ucap Desi.


" Iya Bu, saya sangat bersyukur dan sangat berterima kasih sekali dengan pimpinan perusahaan ini. Beliau mau memperkerjakan seorang gelandang seperti saya." jawan Dani.


" Pimpinan perusahaan ini memang orang yang sangat baik, jangan sungkan. Dan bekerjalah dengan baik, beliau tidak pernah melupakan jasa serta kinerja setiap karyawan. " ucap Desi dengan tersenyum.


" Kalau begitu saya akan masuk ke dalam terlebih dahulu, silahkan di lanjutkan pekerjaannya." ucap Desi sambil melangkah masuk ke dalam gedung pencakar langit tersebut.


" Eh maaf ! Siapa nama anda ?" tanya Desi sambil berbalik ke arah Dani.

__ADS_1


" Saya Dani Bu !" jawab Dani sedikit berteriak.


Desi mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke dalam ruangannya. Setelah sampai ia duduk di kursi kebesarannya sambil menyalakan laptopnya.


" Dani ... ah ! iya, lelaki itu adalah Dani ! lelaki yang telah mencampakkan Sela dan juga Zaqi. Sekarang dia bekerja disini, apa yang harus aku lakukan ? haruskah aku memberi tau Sela ?"


" Jangan ! Jangan ! aku tidak mau menambah beban Sela. Untuk sementara aku harus memastikan bahwa Dani tidak tau bahwa ini adalah perusahaan milik Sela." ucap Desi.


" Tapi apakah aku harus memberi tau Alan ? setidaknya agar aku tidak di salahkan oleh Alan, yang artinya disaat Sela tau bahwa Dani bekerja di sini ada Alan yang akan membelaku." ucap Desi.


Kemudian Desi segera memeriksa laporan dari semua departemen untuk memastikan bahwa perusahaan dalam keadaan yang baik. Mata Desi sedikit menyipit saat membaca laporan dari Gudang Bahan Baku.


" Kenapa laporan ini terasa ada yang janggal ?" batin Desi.


" Seandainya ada Sela pasti dia bisa memeriksanya dan akan menemukan kejanggalan dari laporan ini."


" Tetapi aku tidak mungkin membicarakan soal ini sekarang. Desi masih fokus terhadap kesembuhan Zaqi. "


" Apa yang harus aku lakukan ya ? apakah aku harus menghubungi Alan ? " Desi mencoba berfikir sejenak. kemudian perlahan ia mengambil ponselnya dan segera menghubungi Alan.


Lama Desi menunggu namun Alan tetap tidak mau mengangkat telepon darinya.


" Apakah Alan masih sibuk, atau dia masih setia menemani Sela di Rumah Sakit ?" ucap Sela.


Kemudian ia meletakkan ponselnya dan kembali mempelajari laporan yang masih ia periksa.


Drtt ... Drt...


Ponsel Dedi bergetar, segera Desi mengangkat panggilan tersebut setelah mastikan bahwa Alan yang menghubunginya.


" Halo Desi, mengapa kau menghungiku ?" tanya Alan saat telponnya tersambung.


" Alan, apakah kau sibuk hari ini ? aku sedikit punya masalah dengan pekerjaan ku, biasanya Sela yang akan membantu tetapi sekarang Sela pasti sedang fokus dengan kesembuhan Zaqi. " jawab Desi.


" Baiklah aku akan membantumu demi Sela, kirimkan alamnya dan aku akan menemui mu setelah makan siang." ucap Alan kemudian menutup panggilan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2