
" Apa menurutmu dia layak kita curigai ? " tanya Alan.
" Bisa jadi, apakah kau masih ingat, bagaimana Dewi memperlakukan mu sewaktu istrimu meninggal dahulu ?"
" Ia sangat bahagia, ia bahkan rela setiap hari membuatkan mu makan siang atau malam agar kalian bisa makan bersama. "
" Bahkan ia tak segan memelukmu dihadapan khalayak ramai. Bahkan ia pernah membuat tanda kepemilikan di lehermu
" ucap Edo sambil mengingat kejadian masa lalu.
Kejadian saat Dewi mencium Alan di depan semua orang bahkan ia mencium leher Alan hingga meninggalkan bekas merah di leher Alan.
Sementara Alan mendengarkan argumen sahabatnya sambil mengingat setiap kejadian yang ia lalui bersama dengan Dewi.
" Menurut mu apa yang harus kita lakukan ? apakah aku harus mengintrogasi Dewi atau kita tunggu sampai ada bukti ?." tanya Alan.
" Kita harus hati-hati jangan terlalu gegabah, karena setiap pergerakan yang kita lakukan bisa diketahui oleh musuh jika dia berada di antara kita. " jawab Edo.
" Kau benar ! bahkan aku tidak tau siapa yang menjebakku sehingga aku harus menikah dan Sampai istriku meninggal sekalipun, aku tidak tau siapa yang telah membunuhnya." ucap Alan.
Keduanya terdiam sehingga suasana menjadi hening. Di saat keduanya, tenggelam dengan pikiran masing-masing. Terdengar dering dari ponsel Edo. Edo menggeluarkan ponselnya karena berdering.
" Halo, apa yang membuat nafasmu seperti habis berlari berkilo-kilo meter ? " tanya Edo setelah panggilan tersebut telah tersambung.
" Tuan, ada seseorang yang meracuni anak buah kita, dan Vio dibawa kabur. Di saat saya mencoba mengejar pelaku saya tertinggal tuan, karena sudah ada mobil yang siap di seberang jalan dan membawanya kabur. " jawab orang kepercayaan Edo.
" Apakah kau tau siapa pelakunya ?" tanya Edo.
" Dia adalah Bram ! Seorang Bandar Narkoba, tapi yang membuat saya bingung, mobil yang menunggunya di jalan adalah salah satu mobil dari perusahaan tuan Alan. " jawab pria tersebut.
" Alan ? Alan sahabatku yang kau maksud ?" tanya Edo kemudian.
" Iya tuan ! Mobil tersebut menggunakan logo perusahaan tuan Alan. " jawab pria tersebut.
__ADS_1
" Baiklah ! periksa cctv-nya untuk memastikan siapa pelaku yang sebenarnya, dan bawa rekanmu ke Rumah Sakit terdekat, aku akan segera kesana untuk membantu mengobati mereka." jawab Edo kemudian menutup panggilan tersebut.
" Apa yang terjadi ?" tanya Alan.
" Ada yang membawa Vio kabur dengan cara meracuni anak buahku, dan pelakunya mengunakan mobil dengan logo Perusahaan milikmu. " jelas Edo.
" Apa maksudmu ! aku tidak menyuruh seseorang untuk menyelamatkan Vio. " ucap Alan dengan tegas.
" Aku tau kau tidak mungkin melakukan hal itu. Namun dalang dari semua masalah ini pasti orang terdekatmu. Hal itu terbukti dari mobil yang mereka gunakan untuk menyelamatkan Vio. "
" Kita harus berhati-hati jangan sampai apa yang akan kita lakukan diketahui lebih dahulu oleh musuh dalam selimut kita. " jelas Edo.
Alan yang mendengar penjelasan dari Edo, segera menghubungi Dewi, namun panggilan itu tidak tersambung karena no sibuk. Alan langsung menghubungi asisten Dewi.
" Halo, apakah ibu Dewi ada di tempat ? " tanya Alan setelah panggilannya tersambung.
" Halo tuan, ibu Dewi ada keperluan mendadak sehingga beliau harus keluar sebentar, mungkin anda bisa menghubungi no ponselnya. " jawab seseorang dari sebrang telepon.
" Ok ! Terimakasih. " jawab Alan kemudian menutup telepon tersebut.
" Halo pak, ini saya Alan, apakah ibu Dewi keluar mengunakan mobil perusahaan ?" tanya Alan.
" Iya tuan, ibu Dewi tadi keluar menggunakan mobil perusahaan dan sampai sekarang belum kembali. " jawab Scurity.
" Ok ! terimakasih. " jawab Alan kemudian menutup panggilan tersebut.
" Dewi keluar dan menggunakan mobil perusahaan. Apakah menurutmu aku berlebihan jika mencurigainya ?" tanya Edo.
" Aku juga saat ini berfikir demikian. Namun kita belum punya cukup bukti, kita harus menangkap basah saat Dewi melakukan aksinya. " jawab Alan.
Keduanya saling pandang. Kemudian Alan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi anak buahnya.
" Apakah kalian telah melaporkan Bram ke Polisi ? seperti yang telah aku perintahkan ? " tanya Alan.
__ADS_1
" Sudah tuan ! ini kami baru keluar dari kantor polisi. Bukti-bukti kejahatan yang Bram lakukan juga sudah kami serahkan tuan. " jawab anak buah Akan.
" Ok, terimakasih. " jawab Alan dan segera menutup panggilan tersebut.
" Apakah kau juga bermasalah dengan Bram ? " tanya Edo.
" Iya, orang yang telah meracuni Zaqi dengan narkoba adalah orang suruhan Bram. Ia bekerja sama dengan Dini, mantan Sekretaris si perusahaan ku ini. "
" Anak buahku menemukan bukti bahwa Bram adalah Bandar Narkoba. Dan anak buah Bram yang telah meracuni Zaqi, sudah di serahkan ke pihak yang berwajib. " jelas Alan.
" Artinya memang benar, bahwa dalangnya adalah orang terdekatmu sendiri. Masalah ini saling berkaitan. "
" Vio adalah mantan Staf sedangkan Dini adalah mantan Sekretaris di Perusahaan ini. Artinya keduanya telah dimanfaatkan untuk membalas dendam kepada mu, dengan demikian keduanya akan melakukan apapun terlebih lagi mereka mendapatkan uang dari kerja sama yang mereka bangun. " jeaas Edo
" Ok, ku harus segera pergi untuk menolong anak buahku. Kau harus berhati-hati dalam melakukan gerakan apapun. " ucap Edo.
" Edo aku akan segera menikahi Sela. Ku harap kau bisa membantu dn menjadi pengaman saat acara tersebut berlangsung. " ucap Alan sebelum Edo meninggalkan ruangan tersebut.
" Apa yang harus aku lakukan ? bukankah kau juga mempunyai anak buah ? " tanya Edo.
" Ya seperti yang sudah kita bahas, aku tidak tau siapa dalang dari masalah ini. Aku takut ia adalah salah satu orang kepercayaan ku, sehingga bisa saja anak buahku juga bisa ia kendalikan. "
" Aku hanya ingin kau melapisi keamanan yang telah aku buat, agar jika ada sesuatu yang tidak kita inginkan bisa langsung kita atasi. " ucap Alan.
" Aku aka melakukannya. Kau tenang saja. Dan sekarang kau juga harus menjaga keaman Sela serta Zaqi. Jangan sampai orang tersebut mengetahui rencanamu untuk menikahi Sela. "
" Jika itu sampai terjadi, keamanan mereka akan terancam. " ucap Edo, kemudian ia melangkah meninggalkan Alan.
Sementara Alan, melanjutkan pekerjaannya sambil berfikir siapa sebenarnya dalang dari masalah ini ? dan apa yang ia inginkan dari Alan.
Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya, Alan bangkit hendak pulang untuk makan siang seperti yang telah ia janjikan kepada Sela.
Dengan kecepatan sedang Alan melajukan mobilnya menuju villa tempat Sela berada. Alan memilih melewati jalan pintas agar segera sampai dan bisa menikmati makan siang bersama wanita pujaan hatinya.
__ADS_1
Setidaknya ia bisa sedikit tentang jika berada di dekat Sela. Agar dia bisa lebih fokus terhadap tujuan hidupnya dan sementara melupakan masalah yang dihadapi saat ini.
Namun, di tengah perjalanan Alan melihat mobil yang sering ia gunakan, sedang parkir di sebuah villa yang tidak jauh dari villa yang di tempati oleh Sela.