Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 75


__ADS_3

Hari bahagia yang ditunggu-tunggu oleh Alan, akhirnya tiba. Hari ini ia kan menikahi Sela. Alan tersenyum sambil melihat penampilannya dari sebuah cermin.


" Kau sangat tampan Anakku. " ucap Tuan Atmaja yang sudah berada di kamar Alan.


" Terimakasih ayah. " ucap Alan kemudian ia memeluk ayahnya dengan penuh kasih.


" Bersiaplah dan jemput lah calon istrimu dikamar nya, ayah dan yang lainnya akan berangkat terlebih dahulu. Kau dan Sela akan datang ke gedung itu dengan helikopter. " ucap tuan Atmaja.


" Helikopter ? apakah ayah sengaja menyiapkan untuk putra mu ini ayah ? " tanya Alan.


" Tentu saja anakku, ayah ingin ini adalah pernikahan yang paling spektakuler, ayah ingin memberikan yang terbaik untuk mu. Meskipun terlambat tapi ayah akan selalu memberikan apa yang seharusnya kau dapatkan anakku. " jawab tuan Atmaja.


Alan kembali memeluk ayahnya. Ia sangat terharu dengan perkataan ayahnya.


" Ternyata seperti ini rasanya memiliki seorang ayah. " batin Alan.


" Sudah, ayah berangkat dulu, jangan sampai terlambat datang, ingat ini adalah hari paling bersejarah dalam hidupmu sebelum melangkah ke jenjang kehidupan yang sesungguhnya. " ucap tuan Atmaja sambil tersenyum menatap putranya.


Setelah itu beliau pergi meninggalkan Alan, dan segera menuju hotel tempat pernikahan Putranya.


Sementara Alan berjalan menuju kamar Sela, setelah sampai Alan tidak diperkenankan untuk masuk, karena Sela sedang di rias. Dengan lesu Alan berdiri di dekat pintu kamar Sela.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Sela selesai di rias dan Alan diperkenankan untuk masuk dan segera menjemput pengantinnya.


Setelah masuk Alan terpaku melihat Sela dengan gaun pengantinnya. Kecantikan Sela bagaikan seorang bidadari.


" Alan,.mengapa kau diam disitu ? apakah ada yang salah dengan penampilanku ?" tanya Sela saat melihat Alan yang hanya berdiri mematung.


" Alan !" ucap Sela kembali namun Alan masih tetap membisu.


" Tuan, pengantin anda memanggil. " ucap seseorang yang sedang membereskan peralatan makeup yang baru digunakan untuk merias Sela.


Dengan tersebut Akan mendekati Sela, dengan lembut ia mencium kening Sela.

__ADS_1


" Kau begitu sempurna, kau begitu indah sayang. Aku, aku bingung untuk mengungkapkannya, karena tiada ibarat sebagai umpama betapa cantiknya dirimu. " ucap Alan sambil mengulurkan tangannya untuk Sela.


Dengan tersenyum Sela meraih tangan Alan dan mereka berdiri saling berhadapan, mereka saling menatap satu sama lainya, mengungkapkan kekagumannya terhadap pasangan masing-masing dengan tatapan dan senyumannya.


Dengan lembut Alan meraih pinggang Sela sehingga tubuh mereka saling bersentuhan. Dengan lembut Alan mencium bibir Sela dan semakin lama ciuman itu semakin dalam dan menuntut lebih.


Keduanya terbawa dengan perasaan masing-masing tanpa memperdulikan ada orang-orang disekitarnya.


" Tuan, lipstik pengantin anda bisa belepotan jika anda terus menciuminya. " ucap perias pengantin yang masih ada di ruangan tersebut.


" Tuan kita harus segera berangkat, jangan sampai pengantinnya malah datang terlambat di acara pernikahannya sendiri. " ucap orang kepercayaan Alan. Perlahan Alan melepaskan ciumannya.


" Tunggu Nanti malam sayang, aku akan mengulanginya dengan yang lebih dari ini. " batin Alan sambil menatap wajah cantik yang ada dihadapannya.


" Ayo kita segera berangkat ! " ucap Alan sambil menggandeng tangan Sela.


Keduanya melangkah ke atap gedung rumah tersebut, dan memasuki helikopter yang telah siap menunggu mereka.


Keduanya duduk dengan saling bergenggaman tangan, senyum kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya. Dan helikopter tersebut terbang membawa dua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu.


Bunga - bunga yang indah terus bertaburan mengiringi langkah mereka menuju tempat akad nikah yang telah dipersiapkan.


Acara pernikahan yang begitu mewah itu digelar dan disiarkan secara live dihampir semua stasiun televisi.


Dengan lancar Alan mengucapkan ijab kabul di hadapan seluruh orang yang hadir, sebuah janji suci telah mereka ikrarkan di hadapan ribuan orang.


Acara demi acara pernikahan Alan dan juga Sela berjalan sesuai dengan rencana. Para keluarga dan teman dan rekan kerja mereka ikut merasakan kebahagiaan keduanya.


Satu persatu dari mereka saling memberikan ucapan selamat atas pernikahan mereka.


Desi yang datang bersama Dani juga ikut merasa bahagia, perlahan Dani menghampiri Alan dan juga Sela.


" Alan, aku titipkan Sela kepadamu. Jangan pernah kau sakiti ia. " ucap Dani sambil menjabat tangan Alan.

__ADS_1


" Tentu, kau jangan khawatir. Aku akan menjaga istriku dengan segenap jiwa ragaku. " jawab Alan dengan penuh keyakinan.


" Sela semoga kau mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya bersama dengan Alan. " ucap Dani saat berhadapan dengan Sela.


" Mas Dani, terimakasih atas kehadiran dan Do,Anya. dan semoga mas Dani segera menemukan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku. " jawab Sela.


" Tentu, bahkan ia sudah menggandeng wanita itu. " bisik Alan sambil melirik Desi yang juga ikut menghampiri mereka.


" Sela, selamat ya atas pernikahan kalian. " ucap Desi sambil memeluk Sela.


" Terimakasih Desi, semoga kamu segera menyusul. " ucap Sela.


" Menyusul ? dengan siapa kau kan tau nasibku. " ucap Desi.


Perlahan Sela meraih tangan Desi dan juga Dani. Sela meletakkan tangan keduanya ditangannya, dan perlahan menyatukan tangan mereka.


" Kita memang tidak pernah tau, siapa yang akan menjadi jodoh kita, tapi kita akan bertemu dengannya di saat dan keadaan yang tepat. "


" Semoga kalian berdua bisa segera menikah dan meraih kebahagiaan kalian berdua. " ucap Sela.


Sementara Dani dan Desi saling menatap dan saling tersenyum kemudian membuang pandangannya ke arah yang lainnya.


" Hem, ada aroma-aroma orang yang jatuh cinta " ucap Alan sambil meraih pinggang Sela.


" Kalian berdua, rajut lah kebahagiaan kalian. Kami akan segera pergi untuk merajut kebahagiaan yang sesungguhnya. " ucap Alan sambil tersenyum.


Setelah acara demi acara selesai, Alan dan juga Sela berjalan menuju helikopter yang tadi mereka kunjungi. Keduanya segera meninggalkan tempat tersebut dan menuju pesawat pribadi mereka untuk terbang menuju negara yang telah dipilihkan oleh tuan Atmaja.


Dengan pakaian pengantin yang masih melekat ditubuh mereka, keduanya terbang untuk berbulan madu seperti apa yang diucapkan oleh tuan Atmaja.


" Alan kita akan kemana ? mengapa kita tidak berganti pakaian terlebih dahulu ? " tanya Sela saat keduanya duduk di dalam pesawat pribadi mereka.


" Kita akan ke surga dunia sayang. Dan jika kau ingin Menganti pakaian aku akan membantu melepaskannya. " ucap Alan sambil tersenyum dan segera meraih tubuh Sela.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari Sela, Alan dengan lembut membuka gaun pengantin Sela, dengan lembut Alam mencium punggung Sela yang sudah tidak tertutup lagi.


" Alan, tubuhku terasa lengket aku ingin mandi. " ucap Sela sambil berusaha menghindar dari Alan.


__ADS_2