Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 26


__ADS_3

" Sayang istirahatlah, kamu pasti capek sudah seharian bekerja agar besok kondisimu sudah fit agar bisa menjaga Zaqi. Malam ini biarlah ibu yang akan menjaganya "


" Kamu jangan khawatir ada aku disini yang akan menjaga kalian, karena kalian adalah hidupku " ucap Alan dengan lembut sambil menatap Sela.


" Bagaimana aku bisa istirahat, sementara pikiranku tidak bisa tenang " jawab Sela.


" Baiklah kalau begitu, ceritakan semua yang menjadi beban pikiranmu sambil tidurlah dalam dekapanku. Aku akan mendengar semuanya agar beban di hatimu sedikit berkurang " jawab Alan sambil merebahkan tubuhnya dan meraih tubuh Sela agar berbaring di sampingnya.


" Alan ... apakah aku salah jika aku terlalu sibuk untuk bekerja ? " tanya Sela setelah berbaring dalam dekapan Alan.


" Maksudnya bagaimana ? coba jelaskan ! " tanya Alan


" Pada saat Zaqi lahir, kami hidup dalam kekurangan, jangankan untuk membeli mainan atau pakaian untuk makan saja kami kesulitan. Jadi aku harus bekerja untuk membantu mas Dani mencari nafkah "


" Di saat aku harus bekerja aku harus membawa Zaqi bersamaku, karena waktu itu aku bekerja di toko dan Zaqi masih bayi "


" Hingga akhirnya mas Dani pergi meninggalkan kami untuk merantau dengan alasan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Sementara aku dan Zaqi hanya bisa makan seadanya karena penghasilan yang aku dapat hanya cukup untuk makan "


" Sehingga aku memutuskan untuk bekerja di perusahaan dan terpaksa menitipkan Zaqi kepada orang lain ... " Sela menceritakan semuanya kepada Alan bagaimana dia dan Zaqi yang hidup dalam kemiskinan.


Sela juga menceritakan semua kejadian yang ia alami hingga sekarang ia harus sibuk bekerja di perusahaan Alan dan tetap harus mengurus perusahaan dan toko kuenya.


" Sayang ... sebagai seorang ibu, aku yakin kamu akan melakukan segala hal termasuk berburu rupiah agar kehidupan kalian lebih baik dan segala kebutuhan Zaqi dapat terpenuhi "


" Tapi jangan kau abaikan tanggung jawab mu terhadap tumbuh kembang Zaqi. Selain ia membutuhkan uang untuk kelangsungan hidupnya, ia juga butuh kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya "


" Terlebih lagi Zaqi dari kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya. Jangan sampai karena kesibukan kita berburu rupiah, hingga menyebabkan anak-anak kita mencari pelampiasan karena haus kasih sayang. Karena itu akan berakibat fatal jika mereka salah dalam mengambil langkah "


" Dan mulai detik ini kamu saya pecat sebagai sekretaris di perusahaan ku, karena aku tidak menjadikan pemilik sebuah perusahaan sebagai seorang sekretaris. Dan kamu hanya akan menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anakku "


" Untuk masalah rupiah, biarlah menjadi tanggung jawabku sebagai seorang suami dan seorang ayah. Kalian cukup berdoa agar Allah memudahkan setiap langkah kakiku dalam mencari rejeki untuk kalian " ucap Alan dengan lembut.

__ADS_1


" Alan ... " ucap Sela dengan manja sambil mengeratkan pelukannya.


" Apakah hatimu sedikit lebih tenang ? " tanya Alan sambil membalas pelukan Sela.


" Terima kasih Alan, karena sudah mau mendengarkan keluh kesahn ku " ucap Sela sambil menatap wajah tampan di depannya.


" Sela ... jangan menggodaku " ucap Alan


" Siapa yang menggoda ... " jawab Sela sambil tersenyum.


" Sayang aku adalah lelaki normal, jadi lebih baik kau segera tidur " jawab Alan dengan suara yang sedikit serak.


" Alan, kalau besok aku sudah tidak bekerja siapa yang akan menyelesaikan pekerjaan ku yang masih tertunda ?" tanya Sela.


" Biar aku yang akan menyelesaikannya, dan aku akan menghubungi Dewi untuk segera mencari sekertaris baru " jawab Alan santai namun Sela menatap tajam ke arah Alan.


" Sayang jangan khawatir, aku bisa menggantikan dirimu sebagai sekretaris,


Sementara Sela menatap wajah lelaki yang sudah mencuri hatinya dengan rasa khawatirnya.


" Bukan aku meragukan kemampuan yang kamu miliki, bahkan aku bisa seperti ini karena aku belajar banyak dari mu, tapi ... " Sela menggantungkan ucapnya.


" Tapi kenapa sayang ?" ucap Alan.


" Sudahlah, mari kita istirahat " jawab Sela.


" Dari nada yang aku dengar, ada seseorang yang cemburu, jangan khawatir sayang aku akan mencari sekertaris laki-laki agar wanitku tidak cemburu " ucap Alan sambil menatap langit-langit ruangan tersebut.


Sela langsung mencubit dada bidang Alan, ia malu karena ternyata lelaki tampan nya seakan mengerti perasaan yang ada di hatinya.


" Aw ... sakit ! " teriak Alan saat dicubit oleh Sela.

__ADS_1


" Maaf ... habisnya kamu ngeselin " ucap Sela sambil mencium dada Alan yang ia cubit.


" Sela jangan menggoda ... junior yang sedari tadi enggan untuk tertidur susah payah aku sembunyikan " batin Alan.


Alan segera bangkit kemudian menggapai bibir Sela kemudian ia menciumnya dengan rakus, Alan yang berusaha menahan hasrat dari tadi namun malah mendapat ciuman di dadanya. Sehingga api itu mulai membakar tubuhnya.


Sela membalas ciuman tersebut dan mencoba mengimbangi permainan Alan, saling membelit lidah saling bertukar Slavina, melepaskan kerinduan yang berselimut hasrat saling menginginkan lebih.


Sementara tangan Alan mulai mencari sesuatu, ia meraba segala yang ada dengan nafas yang semakin memburu.


" Alan ... jangan lakukan itu, semua akan lebih indah pada waktunya " ucap Sela saat ciuman itu terlepas.


" Sayang ... " ucap Alan dengan tatapan yang sulit di artikan. Kemudian Alan bangkit meninggalkan Sela yang masih berbaring di ranjangnya.


" Maafkan aku Alan, sebenarnya aku menginginkan hal yang sama namun aku takut kau akan meninggalkan aku setelah kau mendapatkan apa yang kau mau dari tubuhku " batin Sela sambil menatap punggung Alan yang berlalu meninggalkannya.


Kemudian Sela menutup tubuhnya dengan selimut dan mencoba menetralkan rasa yang ada, ia mencoba memejamkan matanya ingin segera terlelap dan menjemput mimpi indah.


Agar esok lebih kuat menghadapi segala sesuatu yang mungkin akan terjadi, kondisi anaknya yang masih enggan untuk bangun membuat semangatnya untuk menaklukkan rupiah mulai berkurang.


Sementara Alan memilih masuk ke toilet dan menyelesaikan semuanya sendiri. Setelah puas ia membersihkan tubuhnya setelah itu ia masuk dan berbaring di samping Sela.


Ia ingin melepaskan kerinduan yang selama ini ia pendam meskipun hanya sekedar memeluk tubuh wanitanya. Setidaknya rasa rindu ini bisa sedikit terobati.


Alan berbaring di samping Sela yang sudah terlelap, ia pandangi wajah wanita yang sudah membangkitkan hasranya namun tidak mau bertanggung jawab hingga ia harus meredakannya di dalam kamar mandi.


" Sayang tunggu saatnya tiba, akan aku menghukum mu dengan hukuman yang setimpal karena telah membuat juniorku harus kecewa karena tidak di ijinkan masuk ke dalam sarangnya " ucap Alan pelan.


Kemudian Alan mengecup kening Sela dan segera berbaring kembali sambil memeluk tubuh Sela dengan posesif. Keduanya kemudian menjemput mimpi indah masing-masing dan melupakan segala yang terjadi hari ini.


Mengistirahatkan tubuh dan pikiran agar bisa terbangun kembali untuk merajut asa bersama, mengarungi samudera kehidupan yang kita tidak tau pasti akan seperti apa, tugas kita sebagai manusia adalah berusaha dengan sebaik-baiknya dan bersyukur atas apa yang telah Allah karuniakan.

__ADS_1


__ADS_2