Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 32


__ADS_3

Dini yang selalu mampu memberikan servis yang sangat memuaskan pria gendut itu, akhirnya ia mendapatkan sebuah ATM untuk menerima sejumlah uang dari setiap permainannya.


" Ah sial ! badanku terasa mau copot, pria itu benar-benar membuat aku tidak bisa istirahat dengan nyaman, kalau begini terus aku bisa rugi karena tidak sempat mengurus badanku sendiri."


" Lebih baik aku sekarang keluar terlebih dahulu, aku akan ke salon melakukan lulur dan perawatan yang lainnya sambil istirahat sejenak. Sebelum pria itu meminta aku melayani hasratnya yang seakan tidak pernah berakhir."


" Untungnya dia banyak uang, jadi bisa aku jadikan sumber penghasilan tetap. Jadi orang-orang tidak akan tau bahwa aku mendapatkan uang yang melimpah karena menjual tubuhku disini. " ucap Dini dengan tersenyum puas sambil melihat kartu ATM di tangannya.


Kemudian ia bersiap-siap untuk pergi ke Salon langganannya. Sambil melakukan serangkaian kegiatan kecantikan ia akan memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat.


" Kau mau kemana Dini ? sudah berpakaian rapi begitu ?" tanya pria gendut itu.


" Aku akan pergi ke Salon kecantikan, agar kau semakin puas di setiap permainan yang akan ku berikan." jawab Dini tersenyum menggoda.


" Bagus sekali ! artinya aku tidak sia-sia mengeluarkan uang. Tapi ingat kamu jangan macam-macam di luaran sana." ucap pria tersebut kemudian berlalu meninggalkan Dini.


Dini langsung ke luar dan segera masuk ke dalam taksi yang telah ia pesan secara on-line. Setelah beberapa saat dalam perjalanan akhirnya Dini sampai di tempat yang ia tuju.


" Selamat datang cantik, lama ye tidak kesini." sapa seorang pria yang lemah gemulai seperti seorang wanita.


" Aku sangat sibuk, sekarang tolong beri aku perawatan total dan saat ini aku ingin lulur yang spesial." ucap Dini.


" Ok." jawab pria tersebut kemudian masuk di ikuti oleh Dini. Pria itu mengantarkan Dini sampai ke depan kamar.


" Tunggulah di kamar aku akan menyiapkan semua keperluan untuk perawatan mu. " ucap pria tersebut.


Dini masuk dan merebahkan tubuhnya. Sambil memandangi langit-langit kamar tersebut.


" Permisi nona." ucap seseorang dari luar.


" Masuk. " jawab Dini.


Setelah pelayan salon terbesar masuk, Dini langsung mengganti pakaiannya dan menikmati setiap layanan yang diberikan. Tanpa terasa ia tertidur karena kelelahan.

__ADS_1


Tanpa ia sadari perawatan kecantikan itu telah selesai dan ia tertidur cukup lama, hingga seseorang masuk dan membangunnya.


" Dini bangun ini sudah malam, kau masih saja tidur. " ucap pria yang yang lemah gemulai itu.


" Hem ... aku lelah sekali. Terimakasih untuk semuanya." jawab Dini sambil mengucek kedua matanya.


" Kau ini, memangnya berapa ronde yang diminta oleh Dani ? " tanya pria itu.


" Dona jangan kau sebut nama pria miskin itu dihadapanku. Sekarang aku bersama dengan Bram. Dia bisa memberi aku semua yang aku mau." jawab Dini.


" Bram ? siapa dia ?." tanya Dona.


" Bram pemilik Diskotik Xy. " jawab Dini.


" Wao ... kau pasti jadi simpanan pria gendut itu, dia adalah maniak **** tapi jika kau mampu melayani setiap hasratnya. Maka kau bisa mandi uangnya." ucap Dona.


" Kau mengenalnya ?" tanya Dini.


" Dulu aku pernah menjadi orang kepercayaan nya untuk khusus merawat kecantikan istinya. Jadi aku tau betul sifatnya. " jawab Dona.


" Ya istri sahnya. Tetapi sekarang beliau entah kemana sejak ia bilang lelah melayani hasrat lelaki bernama Bram itu, aku tidak tau lagi berita tentang dirinya dan aku juga sudah tidak pernah bertemu dengan Bram ataupun keluarga yang lainnya." jawab Dona.


" Syukurlah kalau dia sudah tidak di sini lagi, artinya tidak akan ada yang menggangu posisiku. " jawab Dini santai.


" Sekarang aku akan melakukan beberapa perawatan yang kau butuhkan agar kau bisa terlihat cantik dan kulit mu lebih halus dan mulus. Seharusnya sudah selesai dari tadi tapi kau malah molor." ucap Dona dengan sedikit agak kesal.


" Maaf aku sangat lelah karena pria gendut itu tidak memberi aku kesempatan untuk istirahat. Aku harus melayaninya terus menerus." jawab Dini.


Kemudian Dini melanjutkan perawatan kecantikan yang sempat tertunda, setelah selesai ia langsung pergi ke sebuah pusat perbelanjaan. Ia membeli tas yang menjadi incarannya.


Setelah mendapatkan apa yang ia mau, kemudian ia duduk untuk memesan sebuah kopi dan makan ringan. Setelah memesan makanannya ia kemudian memfoto tas branded yang baru ia beli kemudian menguploadnya di Media sosialnya.


Dini menikmati pesanannya dan sesekali berpose dengan tas barunya.

__ADS_1


" Ternyata kau disini. " ucap Bram yang langsung duduk di depannya.


" Bram maaf ... aku hanya ingin membeli tas ini setelah melakukan perawatan di salon. " jawab Dini.


" Kenapa kau lama sekali. " tanya Bram penuh selidik.


" Bram kau tau aku harus menunggu taksi cukup lama agar aku bisa pergi ke tempat yang ku tuju. Apakah kau lupa aku meminta sebuah mobil ? dan kau sudah berjanji untuk membelinya. " ucap Dini.


" Bukankah sudah aku bilang, aku akan membeli untukmu dengan syarat kau memberikan servis yang aku mau, tapi seharian ini kau malah kabur." jawab pria itu dengan kesal.


" Baiklah kau jangan marah, malam ini aku akan membuatmu bertekuk lutut di bawah kendali permainan ku." ucap Dini sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Kalau begitu ayo kita buktikan semua ucapanmu itu." ucap Bram sambil berdiri dan segera di ikuti oleh Dini.


Setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah. Dan pria itu langsung menarik Dini ke dalam kamarnya.


" Bram tunggu sebentar aku akan mandi dulu baru melayanimu, pasti kau tidak mau menyentuh tubuhku yang lengket karena keringat. Tunggu sebentar." ucap Dini sambil berlalu meninggalkan Bram yang duduk di tepi ranjang.


" Kita bisa mandi bersama dan bercinta di dalam kamar mandi." jawab Bram lalu mengikuti Dini masuk ke dalam kamar mandi.


" Kau ini selalu tidak sabaran." ucap Dini setelah melihat Bram menyusul masuk ke kamar mandi.


" Kau pikir aku akan menunggu lama untuk urusan bercinta ?" jawab Bram sambil memulai aksinya.


" Bagaimana menurutmu apakah kulitku lebih halus setelah perawatan ? " tanya Dini sambil membalas setiap gerakan yang dilakukan oleh Bram.


Bram tidak menjawab pertanyaan Dini. Ia terus melakukan aksinya dan dengan sigap Dini membalasnya dan Bram hanya bisa mendesah menikmati setiap permainan yang mereka ciptakan sendiri.


" Ku tunggu kau di ranjang untuk membuktikan semua ucapanmu tadi. " ucap Bram setelah pelepasannya dan berlalu meninggalkan Dini.


" Kau benar-benar seorang maniak pria jelek !" umpat Dini dibawah guyuran shower.


Setelah selesai Dini membelit tubuhnya menggunakan handuk dan berjalan mendekati Bram yang masih menunggunya sambil menikmati sebatang rokok. Tanpa menunggu aba-aba Dini langsung memulai aksinya. Sementara Bram langsung mematikan rokoknya dan membalas perlakuan Dini.

__ADS_1


Keduanya menikmati setiap permainan yang mereka ciptakan dengan bermandikan keringat.


__ADS_2