Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 49


__ADS_3

Alan berbincang tentang pernikahan Edo dan Desi yang begitu mendadak, namun Dewi menanggapi semuanya dengan sangat biasa seolah ia lebih dahulu tau kejadian yang di alami oleh Edo, hal ini membuat Alan menaruh curiga terhadap Dewi sahabatnya.


Setelah selesai berbincang Alan masuk ke dalam ruang kerja. Ia mulai fokus dengan pekerjaannya dan sejenak melupakan masalah yang di alaminya.


Saat Alan tengah fokus bekerja, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kemudian terlihat Edo masuk ke ruang kerja menghampiri Alan.


" Apakah aku mengganggu ?" tanya Edo setelah duduk di depan meja kerja Alan.


" Tidak, ceritakan informasi apa yang kau dapatkan dari Vio ! " ucap Alan sambil menutup laptopnya.


" Ternyata dalang dari masalah pernikahan kita adalah orang yang sama, hanya saja kali ini yang seharusnya menjadi target utama adalah dirimu bukan aku. " jawab Edo.


" Maksudmu ? " tanya Alan.


" Ya, Vio adalah wanita yang dibayar untuk melakukan itu. " jawab Edo.


Flash back.


Vio yang masih pingsan langsung di ikat di atas kursi dalam sebuah ruangan. Setelah Edo datang ia memerintahkan agar Vio disiram dengan air agar ia segera bangun.


" Sekarang katakan apa tujuanmu melakukan ini ? " tanya Edo sambil menjambak rambut belakang Vio.


" Sakit ! lepaskan ! " ucap Vio sambil menahan rasa sakit.


" Sakit ? seharusnya kau berfikir sakit sebelum melakukan sesuatu untuk menjatuhkan seseorang. " balas Edo.


" Aku mohon lepaskan, ini sakit sekali ." ucap Vio sambil memohon dengan berurai air mata.


" Baiklah ! aku akan melepaskannya sebagai ucapan terimakasih karena kau telah menjodohkan aku dengan wanita cantik dan sangat jago di atas ranjang. " ucap Edo sambil menghempaskan rambut Vio.


" Sekarang katakan apa tujuanmu melakukan itu ? " tanya Edo kembali.


" Aku melakukannya demi uang, apapun akan aku lakukan demi uang. " Jawab Vio dengan tegas.


" Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar ! " ucap Edo penuh dengan penekanan.


" Apakah kau mengenal aku ? atau kau mengenal Desi atau Alan ? " tanya Edo.

__ADS_1


" Aku tidak mengenalmu, tapi aku mengenal Alan yang selalu menjadi incaran para wanita, karena ketampanannya dan juga karena uangnya. Sedangkan Desi aku juga mengenalnya, seorang buruh yang berstatus sebagai karyawan rendahan di perusahaan Alan berubah menjadi wakil pemilik Zaqi Bakery. "


" Entah apa yang dilakukan oleh Desi, sehingga membuat pemilik perusahaan itu begitu mempercayainya. " Jawab Vio penuh dengan kebencian.


" Apa yang membuat mu membenci Desi ?" tanya Edo kembali.


" Aku membenci Desi karena keberuntungannya. Aku benci kenapa bukan aku yang menempati posisi Desi. "


" Aku benci karena Desi mengetahui bahwa aku melakukan kecurangan di perusahaan. "


" Aku benci, kenapa tuan Alan lebih perhatian kepada Desi, Aku benci Alan yang tidak pernah melihat keberadaan ku. " jawan Vio.


" Lalu apa tujuanmu memberikan obat perangsang kedalam minuman itu ?" tanya Edo.


" Aku dibayar oleh seseorang. Dia memintaku untuk memberikan obat itu kedalaman minuman Alan agar dia bisa mengendalikan Alan dengan mudah."


" Tapi sebelum aku berhasil, Alan lebih dulu pergi meninggalkan kalian berdua yang saling berpandangan dengan mesra. "


" Maka aku memutuskan untuk memberi obat itu dalam minuman kalian. Aku melakukannya demi uang, agar aku tetap bisa melakukan kecurangan sementara Desi, tidak berani melakukan apapun karena aku mempunyai video panas kalian. " jawab Vio sambil tersenyum.


" Siapa yang menyuruhmu untuk memberikan obat perangsang itu kedalam minuman Alan ?" tanya Edo.


" Siapa yang tidak menginginkan Alan, pasti banyak wanita yang menginginkan Alan, wajahnya, tubuhnya dan juga uangnya. Bahkan setelah melihat video kalian aku juga membayangkan, seandainya yang nada dalam video tersebut adalah aku dan Alan. " ucap Vio.


" Apa tujuanmu mengirim video tersebut kepada Alan ?" tanya Edo.


" Aku tidak melakukan itu, aku hanya mengirimkan video tersebut kepada orang yang telah membayar ku. " jawab Vio santai.


" Katakan dengan jujur ! " bentak Edo.


" Aku benar-benar tidak tau ! aku juga tidak tau siapa orang yang telah membayar ku untuk melakukan semua itu terhadap tuan Alan. " ucap Vio yang mulai menangis.


" Kau tidak mengetahui namanya ?" tanya Edo lagi.


" Tidak aku hanya mendengar suaranya saja, karena orang tersebut menghubungi ke nomor ponselku. Dan ia meletakkan bayarnya di dalam Amplop yang telah ia masukkan kedalam tasku. " jawab Vio dengan jujur.


" Apakah ucapanmu dapat di pertanggung jawabkan ?" tanya Edo.

__ADS_1


" Jika kau tidak percaya, kau bisa mengeceknya dalam tasku. " jawab Vio.


Kemudian Edo meminta salah satu anak buahnya, untuk memeriksa tas milik Vio. Dan ternyata mereka menemukan uang dengan jumlah yang banyak.


" Apakah kau percaya bahwa aku melakukan semua demi uang ? " tanya Vio.


*


*


Edo menceritakan semuanya kepada Alan tentang informasi yang yang ia terima dari Vio.


" Apakah kau ingin bertanya langsung kepada Vio ? saat ini aku masih menahan Vio dan mungkin saat ini ia masih tersiksa karena aku memberikan obat perangsang ke dalam minumannya. " ucap Edo.


" Lalu siapa orang yang menyuruh Vio ? " ucap Alan.


" Edo apakah kau mencurigai seseorang ? misalnya orang yang kita kenal mungkin ? atau mungkin kau mempunyai pemikiran tertentu ? " tanya Alan.


" Saat ini belum, tetapi bisa saja orang tersebut adalah orang yang dekat dengan dirimu. Buktinya ia tau saat kau akan menemui Desi. " ucap Edo.


" Kau benar, bahkan orang tersebut pasti mengetahui saat aku berada di apartemenmu bahkan ia juga bisa melakukan penyerangan dan meletakkan obat bius berupa asap dari mobilku. Padahal mobil itu mempunyai keamanan yang kuat." jawab Alan.


" Artinya kau harus berhati-hati terhadap siapapun Termasuk orang terdekat kita. " ucap Edo.


Alan juga membenarkan ucapan Edo, ia harus berhati-hati dan waspada kepada siapapun, termasuk orang-orang terdekatnya.


" Edo, apakah kau tau tentang Dewi ? sahabat sekaligus Kepala Personalia di Perusahaan ini ?" tanya Alan.


" Maksud mu, kau mencurigai Dewi ? " tanya Edo dengan mencoba berfikir.


" Tadi pagi aku menemuinya, di ruang kerjanya. Aku menceritakan tentang pernikahan kalian. Namun ia seolah-olah tau akan peristiwa yang menimpamu. " ucap Alan mencoba mengungkap apa yang ada dalam pikirannya.


" Tetapi selama ini ia memang sangat tertutup." jawab Edo.


Kemudian Alan dan Edo saling pandang, dan kemudian mereka diam dengan pikiran mereka masing-masing.


" Apa jangan-jangan, ia mencintai mu. Sampai ia rela sendiri selama ini ?" tanya Edo kemudian.

__ADS_1


" Kalau dipikir apa alasan Dewi jomblo di usia yang sudah sangat matang seperti saat ini. Dan kalian sering bersama entah masalah pekerjaan atau masalah yang lainnya. "


" Atau bisa jadi ia menyukai dirimu sejak kita masih kuliah dulu. Bukankah kalian sudah dekat sejak kita dibangku kuliah. " ucap Edo memikirkan kemungkinan yang terjadi.


__ADS_2