
" Tahanlah sebentar aku akan segera mengambil obat untuk kita " ucap Edo dan segera masuk ke dalam kamarnya.
Desi sang sudah terpengaruh oleh obat tersebut tanpa malu-malu mengikuti Edo yang masuk kedalam kamarnya.
Setelah keduanya berada di dalam kamar Desi langsung memeluk tubuh Edo dengan pelan Edo melepaskan pelukan Desi di sisa-sisa kesadarannya.
Namun obat tersebut telah menguasainya sebelum ia sempat minum obat penawarnya.
Dengan cepat Edo memeluk tubuh Desi, mencium bibir merahnya dan dengan penuh gairah Desi membalas setiap sentuhan yang Edo lakukan.
Keduanya saling berciuman penuh gairah, tangan keduanya saling melepas pakaian yang menutupi tubuh yang ada dihadapannya. Dengan cepat mereka pindah ke ranjang setelah tak satu benangpun menutupi tubuh mereka.
Mereka melakukan percintaan panas dibawah pengaruh obat perangsang. Meskipun hati keduanya ingin menolak namun tubuh mereka berkata lain.
Keduanya menikmati setiap tempo yang mereka ciptakan hingga kamar tersebut penuh dengan ******* keduanya. Keringat membasahi kedua tubuh mereka namun tidak menghalangi kegiatan panas tersebut.
Suhu ruangan semakin panas karena keduanya belum sempat menyalakan AC saat mereka masuk.
Bahkan keduanya tidak menyadari ada seseorang yang mengikuti dan dengan sengaja merekam aksi panas mereka.
Vio dengan cepat meninggalkan apartemen Edo setelah mendapatkan apa yang ia mau. Dengan senyum yang menghiasi wajahnya, Vio segera menuju perusahaan dan ingin segera menguras dan membawa apa saja yang bisa ia bawa saat ini, sebelum Desi sadar akan perbuatannya.
Sementara Edo dan Desi sama-sama mendesah setelah pelepasan mereka yang entah berapa kali. Keduanya kemudian ambruk dan berbaring dengan keringat yang membasahi tubuh mereka dan perlahan keduanya mulai terpejam karena kelelahan setelah sesi percintaan mereka.
Desi perlahan membuka matanya, melihat sekelilingnya dan alangkah terkejutnya ia saat melihat tubuh polos Edo yang ada disebelahnya sedang terlelap.
Ia melihat tubuhnya yang sama-sama polosnya, dan dengan cepat ia menutupi tubuhnya dengan selimut sebelum akhirnya ia menangis tersedu-sedu.
Edo yang mendengar suara tangis seseorang segera membuka matanya dan melihat ada seorang wanita yang sedang menangis pilu di sampingnya.
__ADS_1
Edo segera bangkit dan ia melihat tubuhnya yang polos tanpa apapun yang menutupinya. Ia melihat sekeliling kamar dan terlihat pakai mereka yang berserakan kemana-mana.
Perlahan Edo turun dari ranjang dan segera mengambil celana pendek untuk menutupi bagian tubuhnya.
" Maafkan aku ! aku tidak sengaja melakukannya." ucap Edo sambil menundukkan kepalanya.
Ia mencoba mengingat peristiwa yang mereka alami sebelum berakhir di atas ranjang. Sementara Desi masih terisak menumpahkan kesedihan dan penyesalannya.
Edo kemudian berdiri dan mengatur suhu ruangan agar tidak semakin panas, kemudian ia keluar dari kamar hendak mengambil minuman untuk Desi.
Alangkah terkejutnya ia saat melihat pintu apartemennya sedikit terbuka dengan cepat ia mengunci pintu tersebut dan segera ke ruang kerjanya untuk memeriksa rekaman cctv di apartemennya.
Edo mengepalkan tangannya dan meninju tembok yang ada disebelahnya. Dari rekam cctv tersebut terlihat Vio yang mengendap-endap masuk mengikuti mereka dan dengan sengaja merekam aksi panas keduanya saat di atas ranjang.
" Wanita brengsek ! tunggu pembalasanku aku akan membalas 100 kali lipat dari apa yang telah kau lakukan kepadaku !" ucap Edo penuh dengan emosi. Dan Dengan cepat Edo menghubungi Alan.
" Alan tolong kerahkan seluruh anak buahmu untuk menangkap wanita yang ada di video yang telah aku kirimkan ke ponselmu. " ucap Edo setelah panggilan tersebut tersambung.
Kemudian Edo menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami hingga berakhir di ranjang.
" Tapi kau pasti sangat menikmatinya ? dari jam 13.30 sampai sekarang jam 22.45 berapa ronde yang kalian lakukan Hem ?" tanya Alan sambil tertawa.
" Aku bukan lelaki bajingan Alan ! " jawab Edo menahan amarahnya.
" Baiklah ... Selesaikan percintaan kalian agar masalah dengan Desi cepat kelar. Karena bercinta tanpa bantuan obat perangsang jauh lebih nikmat dari pada bercinta di bawah pengaruh obat perangsang yang aku yakin kau lupa betapa nikmatnya adegan percintaan kalian. "
" Dan untuk Vio serahkan kepada anak buahku, tapi kalau di pikir apa tujuan Vio melakukan hal gila itu ? bukankah kau tidak mengenalnya ?" tanya Alan.
" Aku sama sekali tidak mengenalnya, tapi Desi mengenalnya ! " jawab Edo.
__ADS_1
" Kau benar ! siang tadi Desi menemui aku karena masalah vio yang melakukan kecurangan di Zaqi Bakery. " ucap Alan sambil mengingat kembali Napa yang ia bahas dengan Desi sebelum Edo datang menghampirinya.
" Tapi kita harus segera menangkap wanita sialan itu sebelum video panas kalian di salah gunakan. "
" Sementara aku akan mengerahkan anak buahku dan kau selesaikan masalah dengan Desi. Jelaskan semuanya dengan rinci saat ia sudah sedikit lebih tenang. Agar ia bisa berdamai dengan keadaan yang terjadi." ucap Alan kemudian ia segera mengakhiri panggilan telepon tersebut.
Dengan cepat Alan menghubungi anak buahnya agar segera menemukan Vio dan membawanya dengan keadaan hidup.
Sementara Edo segera membersihkan tubuhnya setelah itu ia menemui Desi dengan membawa segelas air putih.
" Minumlah dahulu kemudian bersihkan tubuhmu terlebih dahulu baru kita bicarakan masalah kita. " ucap Edo sambil menyodorkan segelas air putih kepada Desi.
Dengan cepat Desi menghabiskan air yang ada di gelas tersebut, kemudian berlalu meninggalkan Edo dan segera masuk kedalam kamar mandi.
Setelah beberapa saat Desi keluar dan hanya menutup tubuhnya dengan handuk yang tidak sempurna menutup tubuhnya.
Edo menelan Saliva dengan kasar saat melihat Desi yang hanya berbalut handuk dan sedikit menunduk untuk memungut pakaiannya yang berserakan di mana-mana.
Setelah itu ia kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Setelah itu ia keluar kemudian duduk di sisi ranjang.
" Maafkan aku atas apa yang terjadi di antara kita, tapi aku berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatan yang telah aku lakukan. " ucap Edo pelan. Desi hanya diam dan menundukkan kepalanya.
" Jika kau sudah bersuami aku siap untuk menerima konsekuensi dari suamimu, dan aku juga sudah menghubungi Alan untuk segera menemukan Vio dalang dari semua kejadian ini." jelas Edo.
" Vio ? memangnya apa yang telah Vio lakukan ?" tanya Desi.
" Apakah kau lupa Vio datang dan memberikan kita secangkir kopi, setelah beberapa saat bukankah kau merasakan panas di sekujur tubuhmu ?"
" Dan apakah kau lupa kita datang ke sini untuk mengambil obat ? " tanya Edo sambil mencoba mengingatkan Desi kejadian siang tadi.
__ADS_1
Desi menatap wajah Edo dan mengingat kembali kejadian siang tadi dan sampai ia terbangun dalam keadaan tanpa busana di atas ranjang Edo.