
" Apa yang terjadi ?" tanya Sela.
" Ada sebuah mobil yang menghadang mobil kita, biar orang ku yang mengurusnya." jawab Alan sambil menggenggam tangan Sela.
Sementara diluar terjadi perkelahian, orang kepercayaan Alan melawan beberapa orang, dengan lihai pria itu menangkis setiap serangan dan setelah beberapa saat akhirnya segerombolan orang tersebut bisa ia atasi.
Perlahan Alan dan Sela mendekati salah satu orang yang masih sadar, dengan kuat Alan mencengkeram leher pria yang sudah tak berdaya tersebut.
" Katakan mengapa kalian menghadang perjalanan kami ? dan siapa orang yang menyuruh kalian ? " tanya Alan.
" Maaf taun, ampuni saya, saya hanya menjalankan perintah dari bos kami. " ucap pria itu.
" Katakan dengan jelas siapa bos kalian ! " ucap Alan.
" Dia adalah Bram. " ucap pria tersebut kemudian pingsan seketika.
Setelah mendengar perkataan pria tersebut, akhirnya mereka masuk kedalam mobil dan kembali melanjutkan perjalanan.
" Di depan sana kita istirahat sejenak, kau bisa makan dan minum atau sekedar istirahat. " ucap Sela.
" Yang dikatakan Sela benar, kita istirahat sejenak agar tenaga mu pulih kembali sebelum kita melanjutkan perjalanan." ucap Alan.
" Terimakasih tuan dan nona, tapi disini sangat berbahaya. Terutama untuk nona, ini adalah wilayah kekuasaan Bram. " jawab pria tersebut.
" Karena wilayah kekuasaan Bram maka kita harus berhati-hati dalam melangkah, dan kita harus mempunyai cadangan tenaga. Kita tidak tau halangan yang ada di depan sana. "
" Saat kita masuk ke kandang harimau, mau tidak mau kita harus bersiap jika sesuatu terjadi. " ucap Alan.
" Tapi tuan jika kita berhenti istirahat, musuh dapat dengan mudah menyergap kita. " jawab pria itu.
Dan tak berselang lama, dari belakang muncul beberapa mobil yang mengejar mereka.
" Tuan ada yang mengejar kita di belakang. Bersiaplah aku akan mencoba mengecoh mereka. " ucap pria itu sambil memperhatikan kondisi dari kaca spion.
Alan dan Sela secara spontan menoleh kebelakang dan benar saja, terlihat ada beberapa mobil yang mengikuti mereka.
__ADS_1
" Alan, siapa mereka ? dan apakah kita bisa lolos dari mereka ? " tanya Sela dengan sangat khawatir bercampur takut.
" Kita akan berusaha, dan kamu harus kuat jangan sampai seperti waktu itu, engkau sangat mabok kendaraan dan pingsan. " ucap Alan.
" Maaf, kali ini aku akan berusaha untuk tidak merepotkan kalian. " ucap Sela.
" Bukan begitu sayang, kau tidak pernah merepotkan. Kau adalah segalanya untukku. Kita akan bersama menghadapi masalah yang kita hadapi. " ucap Alan sambil melihat Sela yang mulai mengimbangi laju mobil yang begitu kencang.
" Bersiaplah tuan ! " ucap anak buah Alan.
Dan dengan sigap Alan menahan tubuh Sela agar tidak jatuh karena mobil berbelok dengan tajam. Secara spontan mobil yang mengejar mereka ada yang bertabrakan dan ada juga yang melaju kedepan.
" Kita akan ganti mobil ! " ucap Alan tiba-tiba.
" Ganti mobil ? " ucap Sela dan pria itu bersamaan.
" Cepat berhenti ! kita pakai mobil warna putih yang sedang parkir di depan. " perintah Alan tanpa menjawab pertanyaan dari mereka.
Dan mobil yang dikendarai oleh Alan berhenti dan bertukar dengan mobil yang sedang parkir di depan mereka.
Tak lama kemudian ada seorang pria keluar dari dalam bangunan itu dan segera menyerahkan kunci kepada Alan. Alan menerima kunci mobil tersebut dan menyerahkan kunci mobil yang dikendarai olehnya.
" Bawa mobil ini pergi kebengkel di ujung kota, jalan yy dan jika ada yang bertanya jawab saja aku yang meminta mobil ini diperbaiki. " ucap Alan singkat.
Kemudian mereka masuk kembali ke dalam mobil yang sudah ia tukar, sementara pria yang ia perintahkan masuk dan melajukan mobil Alan ke bengkel yang dimaksud oleh Alan.
" Jalankan mobil dengan kecepatan sedang. " ucap Alan kepada orang kepercayaannya.
" Baik tuan. " jawab pria itu.
" Alan, apakah kau mengenal pemilik mobil ini ? Dan mengapa ia terlihat begitu menurut ?" tanya Sela.
" Ia adalah teman lama, aku tidak menyangka akan bertemu dengannya dalam kondisi seperti ini. Dia menurut karena ingin menolongku, itu saja. " jawab Alan.
" Tuan, bagaimana jika ia menjadi target anak buah Bram ?" tanya pria itu.
__ADS_1
" Memang itulah yang menjadi yg tujuanku, kau tenang saja ia mahir dalam hal ini, dan untuk beladiri ia juga sangat jago. " ucap Alan.
" Baik tuan, jika seperti itu, jadi saya tidak merasa bersalah. " ucap pria itu.
" Ternyata kepedulian pria ini sangat tinggi. Beruntung Alan mempunyai orang kepercayaan seperti dia." Batin Sela.
Dan dari arah belakang terlihat beberapa mobil yang melaju dengan kencang kemudian berputar arah di depan mobil mereka. Setelah itu mobi-mobill tersebut melaju dengan kencang ke arah yang berlainan.
" Bagus ! artinya rencanaku untuk mengalihkan anak buah Bram berhasil. Jadi kita bisa jalan dengan santai sambil memikirkan langkah selanjutnya. " ucap Alan.
" Tuan Alan sangat luar biasa, bahkan ia bisa memerintah salah satu anak buah mafia X, sebenarnya siapa tuan Alan ? apakah ia adalah pimpinan dari mafia terbesar tersebut ? " batin pria tersebut.
Sementara Sela hanya mengangguk. Kemudian suasana mobil tersebut menjadi sunyi. Mereka hanyut dalam pikiran masing-masing.
" Semoga pesanku bisa diterima dan aku bisa segera mendapatkan bala bantuan yang tidak perlu was-was terhadap orang-orangku yang aku tidak tau lagi, apakah mereka masih setia ayu sudah berpaling. "
" Edo, mang Dadang dan juga Dewi apa yang sebenarnya ia inginkan dan aku tidak memenuhi keinginan tersebut sehingga mereka semua berpaling dari aku. "
" Apa yang mereka cari hingga bisa menghianati aku seperti ini ? "
" Kasian Sela dan juga keluarganya, harus menjadi korban dari sebuah kesalahan yang aku lakukan, meskipun aku tidak tau apa itu. " batin Alan.
" Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu Alan ? aku tidak bisa berbuat apa-apa, malahan aku hanya bisa merepotkan Alan dan yang lainnya. "
" Lalu bagaimana keadaan Zaqindan ibu ? mengapa mereka tidak menghubungi ? apa yang sebenarnya terjadi ? "
" Aku hanya ingin berburu rupiah sehingga menyebabkan aku hampir kehilangan Zaqi, dan sekarang aku hanya ingin menggapai cintaku. Namun ada masalah seperti ini. "
" Dan lagi-lagi Zaqi menjadi korban. Apakah semua keputusan yang telah aku ambil kurang baik ? sehingga keluarga ku yang terkena imbasnya ? "
" Semoga Zaqi dan ibu selalu dalam lindungan Allah. " batin Sela.
Suasana sangat hening dan hanya terdengar suara nafas panjang dari masing-masing, karena terbawa oleh pikiran mereka masing-masing.
" Jika keadaan sudah aman, kita makan terlebih dahulu, dan cari lokasi tempat makan yang paling populer di kawasan ini, sehingga keberadaan kita tidak mereka ketahui. " ucap Alan.
__ADS_1