
Dengan cepat Alan mengotak Atik laptopnya, jari-jarinya dengan lincah berselancar di atas keyboard dan setelah lama ia akhirnya menelan tombol enter.
Monitor yang ada di depannya menampilkan beberapa data tentang Sela. Alan seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Wanita cantik yang begitu ia sayangi adalah salah satu orang terkaya di negara ini, ia pemilik hampir 20 toko kue, pemilik Apartemen mewah dan juga pemilik Zaqi Bakery sebuah perusahaan besar yang belum lama berdiri yang langsung bisa menguasai pasar.
Saham perusahaan tersebut naik level tertinggi, dan yang membuat Alan semakin tercengang adalah bahwa Sela adalah pemain saham yang baru-baru ini menjadi pusat perbincangan karena keberhasilannya di dunia saham.
Bahkan Sela memulai itu semua hanya dengan uang yang sangat rendah bahkan uang itu adalah separo dari gaji harian terendah di perusahaannya. Alan menggelengkan kepalanya melihat, setiap data yang di tampilkan monitornya.
" Kau luar biasa sayang, tidak salah aku mencintaimu. Kau adalah pemburu rupiah kelas atas yang cantik, lembut dan sangat sederhana. "
" Siapa yang akan menyangka akan pencapaianmu jika melihat rumah dan kesederhanaan mu. " ucap Alan sambil tersenyum.
" Artinya bukan Sela yang menjadi incaran dari dalang masalah ini, dan aku harus segera memproteksi data tentang Sela agar tidak sembarang orang bisa melacaknya."
" Sela adalah pemain baru, ia belum paham kejamnya dunia bisnis. Aku harus melindungi dan membimbingnya. " batin Alan.
Kemudian dengan lincah jari-jarinya kembali berselancar di atas keyboard dan setelah Beberapa saat akhirnya ia menekan tombol enter sebagai akhir dari prosesnya.
" Alan apa yang kau lakukan ? hingga malam selarut ini kau masih fokus dengan laptop mu ?" tanya Sela sambil bangkit dan menyandarkan tubuhnya.
" Sebentar lagi sayang, ini sudah selesai aku tinggal menyimpannya kemudian membereskan dan akan menyusul mu tidur. " ucap Alan sambil merapikan pekerjaannya.
" Benarkah ?" tanya Sela sambil menunggu Alan.
" Tentu saja sayang, aku sudah selesai dan akan menjemput mimpi indah bersamamu. " jawab Alan kemudian mendekati Sela dan ikut bersandar di ranjang bersama Sela.
" Apa yang kau pikirkan sehingga membuat mu bangun di malam yang dingin ini ?" tanya Alan sambil memeluk tubuh Sela.
" Aku kehilangan bantal dan guling ku." jawab Sela sambil membalas pelukan Alan.
__ADS_1
" Selain aku sudah disini tidurlah kembali, jangan khawatir aku juga akan tidur di sampingmu. " Ucap Alan. Kemudian keduanya membenarkan posisinya masing-masing dan mencari posisi yang nyaman untuk keduanya.
" Sayang apakah kau tau aku sangat tersiksa ?" tanya Alan dengan suara yang agak serak.
" Apakah aku membuatmu tidak nyaman ?" tanya Sela sambil menatap wajah tampan yang ada di depannya.
" Kau membuat aku tidak bisa tidur, aku tersiksa dengan semua ini. " ucap Alan sambil memejamkan matanya dan berusaha menekan hasratnya.
" Maksud mu ?" tanya Sela kemudian bangkit dari tidurnya.
" Berbaringlah kembali seperti tadi, dan jangan bergerak aku semakin tersiksa." ucap Alan sambil menahan tangan Sela.
Sela yang masih bingung menurut saja apa yang dikatakan oleh Alan, dan berbaring kembali seperti semula.
" Alam katakan dengan jelas ! jangan membuat aku bingung. Kau bilang tersiksa tapi kau melarang aku untuk bangun. " ucap Sela sambil menatap wajah Akan dengan bingung.
" Sayang aku tersiksa sejak melihatmu hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhmu. Tapi aku tidak bisa melakukannya, kau tau Bagaimana tersiksanya aku ?" jawab Alan sambil memeluk tubuh Sela.
Sela yang merasakan ada yang keras mengenai pahanya langsung memerah wajahnya, karena ia baru sadar kemana arah pembicaraan Alan.
" Apapun itu tidak bisa membuatku nyaman kecuali ... ." Alan menahan ucapannya.
" Kecuali ... ." Sela mengikuti apa yang di ucapkan Alan.
" Kecuali jika kita telah sah menjadi suami istri, aku bisa menuntaskan semuanya dan aku baru bisa tidur dengan nyenyak. " jawab Alan tanpa mau melihat Sela dengan tetap memeluk tubuh Sela dengan erat sambil memejamkan matanya.
" Apa yang harus aku lakukan ?" tanya Sela.
" Segera menikah dengan ku ! hanya itu yang bisa membuatku merasa nyaman tidak tersiksa seperti ini. " jawab Alan dengan tatapan penuh harap.
" Bukankah sudah ku katakan aku tidak bisa menikah tanpa persetujuan dari Zaqi, Saat ini Zaqi masih sakit." jawab Sela dengan sedih.
__ADS_1
" Tenanglah jangan sedih ! dalam dua atau tiga hari ini, Zaqi sudah bisa kita bawa pulang. Nantinya kita hanya perlu tindakan lebih lanjut yang bisa kita lakukan, seperti konsultasi berapa kali dalam satu bulannya, untuk memastikan bahwa Zaqi sudah sembuh total dan tidak mengalami masalah baik secara fisik maupun psikologinya. " ucap Alan sambil mereda hasratnya.
" Benar ? Zaqi sudah bisa pulang ? " tanya Sela penuh harap.
" Iya sayang ... Zaqi akan kita jemput lusa, setelah mang Dadang selesai mengurus segala sesuatunya." jawab Alan.
Dengan cepat Sela memeluk tubuh Alan, Sela terlalu bahagia mendengar kabar bahwa putranya sudah sembuh dari ketergantungan obat terlarang tersebut.
" Sela aku sangat senang saat kau peluk, tapi aku juga sangat menderita." ucap Alan pelan.
" Alan mengapa dia cepat sekali bangun ?" aku hanya ingin berbagi rasa bahagia ku saja tidak lebih. " jawab Sela sambil melepaskan pelukannya.
" Dia sejak tadi belum tidur, bagi bisa kau bilang dia cepat sekali bangun. " keluh Alan.
" Maaf " ucap Sela singkat.
" Kalau begitu besok kita akan fiting baju pengantin dan segera menikah. Agar aku bisa segera menyalurkannya dengan bebas tanpa beban. Dan aku juga bisa menjaga kalian semua di sisiku. "
" Zaqi akan segera memiliki adik, sehingga dia tidak lagi merasa kesepian. Dan aku akan memberikan adik yang banyak untuknya. "
" Kita akan membangun keluarga kecil kita dengan penuh kasih sayang agar anak-anak kita nanti tidak mudah terpengaruh dengan budaya yang negatif dari luar, karena mereka akan merasa lebih nyaman saat berada di sisi kita, orang tuanya. " ucap Alan sambil tersenyum.
" Terserah kau saja, aku menurut bagaimana baiknya. " jawab Sela sambil tersenyum ikut membayangkan keluarga kecil mereka.
" Kalau begitu aku akan segera menelpon anak buahku untuk segera menyiapkan pesta pernikahan kita, " ucap Alan sambil bangkit dan meraih ponselnya.
" Kau ingin kita menikah dengan konsep apa ? dilaksanakan dimana dan berapa orang yang akan kita undang." tanya Alan dengan penuh semangat.
" Alan pernikahan yang aku inginkan hanya sebuah pernikahan yang sederhana saja yang penting disaksikan oleh orang terdekat kita. Itu sadah cukup membuatku bahagia. " jawab Sela.
" Baiklah, sesuai dengan keinginanmu ! yang penting kita segera menikah !" ucap Alan.
__ADS_1
Kemudian Alan menelpon beberapa orang kepercayaannya untuk membantu persiapan pernikahannya.
" Junior sekarang tidurlah, dan persiapkan dirimu untuk malam pertama kita yang tinggal menghitung hari ." batin Alan.