Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 48


__ADS_3

Alan menunggu Dani di dalam mobilnya yang ia parkir di sisi jalan. Setelah beberapa saat Dani muncul dan mengetuk pintu mobil Alan. Alan perlahan membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Dani untuk masuk agar bisa berbincang dengan santai.


" Tuan Alan, apa yang menyebabkan anda ingin bertemu dengan saya ? Jika masalah uang yang dibawa oleh Dini saya minta maaf tetapi untuk saat ini saya tidak mempunyai uang untuk menggantinya. "


" Dan saat ini saya tidak bersama dengan Dini, dan saya juga tidak tau tentang Dini dan juga keberadaannya." ucap Dani pelan.


" Saya datang kesini bukan untuk itu, melainkan untuk Zaqi Dan Sela. " jawab Alan.


" Zaqi dan Sela ?" tanya Dani sambil menatap Alan penuh tanya.


" Apa yang menyebabkan dirimu meninggalkan mereka ?" tanya Alan.


" Meninggalkan mereka adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya. " jawab Dani sambil menundukkan kepalanya.


" Apapun alasannya saya berharap kamu tidak lagi mengganggu kebahagiaan keduanya. Lalu apakah kau tau tentang Zaqi dan Sela saat ini ?" tanya Alan, namun Dani hanya menggelengkan kepalanya.


" Saat ini Zaqi masih berada di Rumah Sakit untuk menjalani rehabilitasi pecandu Narkoba." ucap Alan.


" Apa ? tidak mungkin ! tidak mungkin Zaqi menjadi pecandu narkoba ! Sela adalah wanita yang baik, saya yakin ia akan menjaga Zaqi dengan baik." ucap Dani.


" Ini adalah kenyataan. Kau tau Sela akan menjaga Zaqi dengan baik, namun Sela juga harus berjuang keras untuk mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari mereka. "


" Dan Dini telah memanfaatkan keadaan dengan meracuni Zaqi dengan bantuan seorang bandar narkoba. " jelas Alan.


" Maksudnya Dini yang telah menyebabkan Zaqi menjadi seorang pecandu ?" tanya Dani, Alan mengangguk sebagai jawaban.


" Kurang ajar ! aku akan membalas wanita sialan itu ! dengan caraku. " ucap Dani.


" Kau memang harus melakukan hal itu. Aku yakin Dini juga telah membuang mu setelah kau tidak memiliki uang lagi. " ucap Alan dan Dani hanya membuang nafasnya secara kasar.

__ADS_1


" Dan apakah kau tau siapa pemilik perusahaan ini ?" tanya Alan.


Dani lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya, Alan memperhatikan Dani dan melihat sebuah kejujuran dari pandangan matanya.


" Perusahaan ini didirikan oleh Sela untuk Zaqi, yang artinya perusahaan ini adalah milik Zaqi. Jika kau memang menyesali perbuatan mu di masa lalu, aku berharap kau bisa menjaga perasaan ini dari demi Zaqi anak kandungmu."


" Dan kau akan menjaganya seperti Engkau menjaga nyawamu sendiri. Dan untuk membalas perlakuan Dini terhadap Zaqi aku akan membantumu dengan memberikan fasilitas, namun aku membenci sebuah penghianatan dan juga kegagalan." ucap Alan dengan tegas.


" Jadi perusahaan ini adalah milik Zaqi dan Sela ? dan nama Zaqi Bakery adalah diambil dari nama anakku sendiri ?" tanya Dani dengan air mata membasahi pipinya.


Dani merasa terharu akan keberhasilan Sela. Wanita yang telah ia campakkan dalam keadaan yang sangat memprihatikan demi wanita yang hanya manfaat uangnya saja.


" Dan kau juga harus ingat, ada orang-orang yang seperti Dini dan juga dirimu saat itu. Yang akan menggerogoti uang perusahaan demi kesenangan mereka pribadi. " ucap Alan.


" Aku akan menjaganya demi anakku, dan aku akan membalas perlakuan Dini demi anakku. " jawab Dani, dan ia teringat akan seorang wanita yang melakukan kecurangan waktu itu.


" Dan satu hal lagi, aku akan segera menikahi Sela. Artinya kau tidak aku ijinkan untuk bertemu dan mengganggu Sela. "


" Tolong jaga Sela dan Zaqi dengan baik, cintai keduanya dengan tulus. Aku akan menjaga mereka dengan caraku, dan aku akan membalas setiap perbuatan Dini terhadap mereka. " jawab Dani setelah mengantongi ATM dari Alan.


" Aku pegang ucapanmu ! dan untuk nomor PIN nya adalah tanggal lahir Zaqi. " ucap Alan sambil membukakan pintu mobil untuk Dani.


Dani segera keluar dari dalam mobil dan masuk kembali untuk melanjutkan pekerjaannya. Sementara Alan perlahan meninggalkan tempat tersebut.


" Semoga aku tidak salah memilih Dani untuk mengurus Dini, agar anak buahku bisa lebih fokus akan keamanan dan persiapan pernikahan ku dengan Sela. " batin Alan sambil melujukan mobilnya menuju ke perusahaannya sendiri.


Kemudian Alan menghubungi Edo. Untuk mastikan bahwa Vio telah ia tangani, sehingga Alan tidak perlu menguras tenaga dan pikirannya untuk masalah Vio.


" Bagaimana apakah kau telah menemukan Vio ?wanita yang telah menjodohkan kalian dengan cara yang berbeda. " tanya Alan setelah panggilan itu tersambung.

__ADS_1


" Aku sudah menemukannya dan saat ini ia telah berada di tanganku. " jawab Edo.


" Oke, aku butuh informasi mengapa ia melakukan kecurangan di perusahaan tempat Desi bekerja dan siapa dalang dari penyerangan terhadapku dan Sela. " ucap Alan.


" Penyerangan ? maksudmu ?" tanya Edo.


Alan menceritakan kejadian yang ia alami bersama Sela sepulang dari apartemen Edo. Hingga membuat Sela harus masuk rumah sakit.


" Artinya masalah ini lebih serius dari yang kita perkirakan. Artinya Vio bukan berniat untuk menjodohkan aku dengan Desi. Tapi tenang saja aku akan membuat Vio berbicara dengan jujur. " ucap Edo menyakinkan Alan.


" Dan aku akan segera menikahi Sela setelah persiapan yang aku lakukan telah siap. Aku berharap tidak ada sesuatu yang akan menggagalkan pernikahan yang sudah aku nantikan selama ini. " ucap Alan.


" Menikah ! kau akan menikahi Sela secepat itu ? apa yang membuat dirimu begitu bersemangat untuk menikahi Sela ? " tanya Edo.


" Karena aku sangat mencintainya dan kau tau itu. " jawab Alan.


" Ya kau sangat mencintainya aku tau itu. Aku yakin selain itu kau sudah tidak tahan lagi karena kau selalu bersamanya bukan ? " ucap Edo menggoda sahabatnya yang sudah lama sendiri itu.


" Kau tau Alan, bercinta dengan wanita yang kita cintai itu jauh lebih nikmat dibandingkan dengan kita bercinta dengan wanita karena kebutuhan." ucap Edo kembali.


" Aku akan membuktikan ucapnmu itu segera ! tugasmu adalah menyelesaikan Vio secepatnya dan cari tau siapa dalang dari semua ini. " ucap Alan sambil mematikan telepon tersebut secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Edo.


Setelah sampai di perusahaannya ia langsung menuju ruangan Dewi kepala personalia sekaligus sahabatnya.


Alan mengetuk pintu kemudian masuk dan segera duduk di depan Dewi yang masih fokus menatap layar monitornya.


" Alan ! kau ada masalah ? sehingga sepagi ini kau menemui ku dan tanpa menelpon terlebih dahulu. " ucap wanita cantik yang ada di depan Alan.


" Ya ada sedikit masalah, kau tau bahwa Edo sudah menikah ?" tanya Alan sambil berfikir apakah tepat ia bercerita kepada sahabat dan juga rekan kerjanya.

__ADS_1


" Edo menikah ? bukankah ia belum memiliki pacar ! Seingat ku Edo tidak dekat dengan wanita manapun. " jawab Dewi.


__ADS_2