Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 15


__ADS_3

Alan tersenyum melihat wajah Sela yang menahan malu.


" Sela semoga ini awal yang indah." batin Alan.


" Terimakasih tuan, maaf merepotkan " ucap Sela sambil merapikan selimut di tubuhnya. Ia ingin menenggelamkan wajahnya karena malu.


Cup Alan tiba-tiba mencium bibir Sela.


" I love you Sela . " ucap Alan pelan. sementara Sela menatap Alan penuh tanya.


" Kau boleh memikirkannya mungkin ini terlalu terburu-buru tapi ucapan ku tadi serius. Aku mencintaimu sejak awal melihatmu di depan perusahaan."


" Sejak saat itu aku selalu merindukan senyum manis yang selalu menghiasi wajah cantikmu. Dan sejak saat itu aku berjanji akan menjagamu. " ucap Alan.


" Tapi tuan aku bukanlah wanita yang baik, aku juga punya. " belum sempat Sela menjelaskan Alan sudah menutup mulut Sela dengan jarinya.


" Aku tau semua tentang mu. " ucap Alan sambil tersenyum. Sementara Sela menatap wajah tampan yang ada didepannya.


Sebagai wanita Sela pasti menyukai ketampanan Alan. Alan adalah lelaki yang sempurna. Dia memiliki ketampanan dan juga kekayaan.


Tapi Sela takut karena Sela belum mengenal sepenuhnya siapa Alan. Dan Sela masih punya Zaqi yang harus ia perhatikan, jangan sampai kebahagiaan Zaqi terlupakan karena Sela mengejar kebahagiaan diri sendiri.


" Jangan terlalu keras berfikir aku selalu siap menunggu,sampai kau dan Zaqi siap menghabiskan waktu dan menjadikan aku sebagai bagian terpenting dalam kehidupan kalian. " ucap Alan.


Sela hanya tersenyum sambil terus menatap Alan. Sementara Alan semakin mendekatkan wajahnya dan ia kembali ******* bibir Sela dengan lembut.


" Tu Tuan. " Sela mencoba mendorong tubuh Alan. Namun Alan tidak bergeming sedikitpun. Sampai ia puas barulah ia melepaskan ciumannya.


" Manis. " ucap Alan sambil mengusap bibir Sela dengan jarinya.


" Tuan jangan lakukan lagi. " ucap Sela.


" Benarkah ? apakah kau tidak menyukainya ?" tanya Alan. Sementara Sela mengalihkan pandangannya ke arah lain, sambil mengatur nafas dan juga perasaannya.


" Oke kamu mau makan apa ? aku akan membeli makan malam untuk kita. " tanya Alan.


" Terserah tuan saja." jawab Sela singkat.


Kemudian Alan menekan tombol agar dokter segera datang untuk memeriksa Sela. Setelah Sela diperiksa oleh dokter dan memastikan bahwa Sela baik-baik saja barulah Alan meninggalkan Sela untuk membeli makanan.


" Huff akhirnya aku bisa bernafas dengan lega. " ucap Sela saat bayangan Alan sudah menghilang.

__ADS_1


" Tuan apa yang harus aku lakukan ?" batin Sela. Kemudian ia tersenyum mengingat kembali kejadian yang baru saja ia lewati bersama Alan.


Ada sebuah kehangatan yang ia rasakan, sebuah rasa yang telah lama hilang dari hidupnya.


Sejak Dani memilih meninggalkan Sela dan Zaqi, dengan alasan untuk mencari pekerjaan hingga akhirnya Dani memilih wanita lain dan mencampakkan Sela dan Zaqi dalam keadaan yang sangat menyedihkan.


Sela lupa akan kebahagiaan dan kehangatan sebuah hubungan antara pria dan wanita. Ia hanya fokus untuk memburu rupiah demi kehidupan Zaqi sang buah hati.


Sela hanya berfikir bagaimana caranya untuk menaklukkan yang namanya rupiah agar Zaqi tidak menderita lagi. Ia mengubur semua cinta dan perasaannya.


Sekarang setelah Alan mendekapnya dan mencium bibirnya dengan lembut, Sela merasakan hal yang berbeda dalam dirinya. Entahlah Sela hanya tersenyum.


" Makanan sudah siap. " ucap Alan sambil membawanya ke dekat Sela.


" Makanlah lalu minum obat. " ucap Alan kemudian. Namun Sela hanya menatap Alan tanpa mengambil piring tersebut.


" A " ucap Alan kemudian ia menyuapi Sela.


" Tuan biar saya makan sendiri. " ucap Sela dengan wajah yang memerah.


" Biar aku suapi tugasmu adalah menghabiskan makanan ini kemudian minum obat." jawab Alan sambil tersenyum.


" Tapi tuan juga perlu makan. " ucap Sela.


Sela dan Alan menikmati makan malam yang romantis meskipun di rumah sakit. Layaknya dua sejoli yang sedang kasmaran.


" Minumlah obat ini baru istirahat kembali " ucap Alan sambil memberikan beberapa butir obat untuk Sela. Sela kemudian meminumnya dan tersenyum menatap Alan.


" Terimakasih tuan. " ucap Sela.


" Panggil aku Alan." jawab Alan sambil membereskan bungkus makanan kemudian membuangnya ke kotak sampah setelah itu ia menyimpan kembali obat yang diberikan oleh dokter untuk Sela. Setelah selesai ia kembali duduk di samping Sela.


" Maaf telah merepotkan tuan. " ucap Sela setelah Akan duduk disampingnya.


" Cup " Alan mencium bibir Sela kembali.


" Ini hukumnya karena tidak mendengarkan perintah. Aku bukan majikan mu jadi jangan panggil aku tuan lagi." jelas Alan sambil menatap wajah wanita yang sudah mengambil hatinya.


" Tapi tuan " ucap Sela.


" Tidak ada penolakan. " jawab Alan singkat.

__ADS_1


" Baiklah tuan eh Alan. " ucap Sela.


Kemudian Alan bersandar di samping Sela, kemudian ia merebahkan kepala sela dipundaknya sambil memeluk tubuh Sela.


" Istirahatlah dengan tenang, aku akan menjagamu dan jangan biarkan dirimu larut dengan kesedihan. " ucap Alan sambil mengecup puncak kepala Sela.


Ada sebuah kedamaian yang Sela rasakan. Sela mendengarkan detak jantung Alan seperti alunan musik pengantar tidur, hingga tanpa terasa ia sudah terlelap dalam pelukan Alan.


" Sela semoga kemesraan ini abadi, hingga kakek nenek dan hanya maut yang akan memisahkan kita " ucap Alan dan perlahan Alan pun mulai terlelap.


" Sela. " ucapan Desi terhenti saat melihat Sela yang terlelap dalam pelukan pria tampan yang belum pernah ia lihat.


" Sela semoga pria ini bisa menjaga dan melindungi mu dan juga Zaqi. " ucap Desi.


Kemudian ia melangkah meninggalkan dua sejoli yang terlelap dengan senyum manis menghiasi keduanya.


Sela menggeliat dan perlahan membuka matanya saat ada tangan kokoh yang menopang tubuhnya.


" Alan " ucap Sela pelan kemudian ia menatap wajah tampan yang sedang memeluknya sambil memejamkan matanya.


" Jadi semalaman kita tidur dengan posisi seperti ini ?" ucap Sela pelan.


" Iya bukankah ini menyenangkan ?" ucap Alan tanpa mau melepaskan pelukannya.


Sela tersenyum kemudian perlahan mencoba untuk bangkit, namun ditahan oleh Alan.


Sela menatap wajah tampan di depannya dan perlahan mengecup bibir Alan dengan lembut.


" Selamat pagi Alan. " ucap Sela lembut.


" Selamat pagi cantik." ucap Alan sambil mengecup lembut kening Sela, dan setelah itu ia melepas pelukannya.


" Jangan turun dulu biar dokter memastikan bahwa wanitaku dalam keadaan baik-baik saja " ucap Alan saat Sela hendak turun dari ranjangnya.


" Alan jangan berlebihan, aku hanya ingin ke toilet dan mencuci muka. " jawab Sela.


" Baiklah aku akan mengantarmu " tanpa menunggu jawaban Sela Alan mengangkat tubuh Sela kemudian mendudukkannya di atas kloset.


" Panggil aku jika kau sudah menyelesaikannya " ucap Alan sambil menutup pintu.


Sela mengatur nafasnya kemudian ia menyelesaikan urusannya dikamar mandi. Setelah selesai ia mengatur nafasnya dan perlahan membuka pintu.

__ADS_1


Tanpa menunggu aba-aba Alan kembali mengangkat tubuh Sela dan membaringkan tubuh Sela di atas ranjang. Setelah itu ia menekan tombol untuk memanggil dokter.


__ADS_2