Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 71


__ADS_3

" Awalnya mang Dadang tidak percaya bahwa Luna adalah putrinya, namun ternyata Luna mempunyai bukti dari Rumah Sakit tempat ia melakukan Operasi plastik itu. " jawab Alan, kemudian ia menceritakan bagaimana pertemuan antara Luna dan Mang Dadang. Dan saat ini mereka telah pulang ke villa pribadi Alan.


" Aku turut berbahagia mendengarnya. " jawab Sela kemudian ia mencari posisi yang paling nyaman sambil memejamkan matanya dalam pelukan Alan.


Sesaat ketika kedua ingsan yang saling berpelukan itu, hendak terlelap. Tiba-tiba Zaqi terbangun dan langsung memisahkan mereka.


Setelah berhasil memisahkan pelukan ibunya, Zaqi langsung memposisikan dirinya tidur di antara Sela dan Alan.


Alan dan Sela saling pandang dan keduanya sama-sama menggelitiknya tubuh Zaqi. Sehingga Zaqi pun tertawa karena geli. Ruangan yang awalnya sepi sekarang berubah dengan suara gelak tawa dari mereka.


Sementara orang-orang tuan Atmaja yang mendengar tawa mereka pun ikut tersenyum, merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.


Begitu juga dengan tuan Atmaja, ia ikut tersenyum mendengar tawa dari putranya. Terbayang di matanya seandainya Alan tumbuh bersamanya dan juga nyonya Sukma berada di sisinya.


Pasti keluarganya akan merasakan kebahagiaan seperti Alan, Sela dan Zaqi. Tuan Atmaja tersenyum-senyum sendiri membayangkan hal itu.


Namun ia sadar bahwa istrinya telah meninggalkan dirinya dan juga seluruh yang ada di dunia ini, tak terasa air matanya menetes.


" Tuan anda baik-baik saja ? " tanya salah seorang anak buahnya.


" Aku hanya membayangkan seandainya aku seperti mereka, tertawa bahagia bersama anak dan istriku. " ucap tuan Atmaja sambil menundukkan kepalanya.


" Tuan jika nanti tuan Alan mempunyai seorang anak, anda bisa Menganti momen yang telah terlewatkan bersama tuan Alan. Anda bisa memperoleh kebahagiaan itu bersama cucu tuan, meskipun saat itu anda tidak di dampingi oleh nyonya Sukma. " ucap anak buahnya.


" Kau benar ! sekarang persiapkan segala sesuatu untuk acara pernikahan antara Alan dan juga Sela, serta siapkan paket bulan madu untuk mereka. Aku ingin segera menimang cucuku. " ucap tuan Atmaja.


" Untuk acara pernikahan mereka, tuan Alan sudah menyiapkannya tuan, kita tinggal menambahkan beberapa sehingga pernikahan putra anda menjadi pesta pernikahan paling spektakuler sepanjang masa. "

__ADS_1


" Kita tinggal memperketat penjagaan dan pengawasan agar pesta tersebut berjalan lancar. Dan untuk paket bulan madu, kita mau pesan ke negara mana ya tuan ? saya kurang paham untuk urusan itu. " ucap anak buah tuan Atmaja sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Kau cari referensi di internet, pesan ke beberapa negara dan baut waktunya kurang lebih selama satu bulan, dan pastikan keamanan mereka selama berbulan madu. Aku ingin segera menimang cucu, pasti akan sangat menyenangkan. " ucap tuan Atmaja sambil tersenyum membayangkan ia menggendong seorang bayi mungil yang akan menemani hari-harinya.


Terlintas bayangan saat ia baru mengetahui kehamilan istrinya, mereka sangat bahagia mendengar berita itu terlebih tuan Atmaja yang membayangkan anaknya adalah seorang lelaki dan akan ia didik menjadi seorang yang bisa menggenggam dunia.


Lain halnya nyonya Sukma yang membayangkan bahwa anak mereka adalah seorang putri yang sangat cantik, seperti seorang peri.


Tersirat sebuah kerinduan dibalik senyum yang terukir di wajah tuan Atmaja.


" Tuan ! Anda baik baik-baik saja ?" tanya anak buahnya.


" Aku baik-baik saja, tunggu apa lagi laksanakan apa yang tadi aku perintahkan dan pastikan orang-orang kita berada di titik-titik tertentu untuk memastikan keamanan acara tersebut. " ucap tuan Atmaja.


" Baik tuan ! akan saya laksanakan. " jawab anak buahnya kemudian berlalu meninggalkan ia sendiri dengan khayalan tentang seorang cucu.


" Alan kau mengganggu kesenangan ku saja. " ucap tuan Atmaja.


" Ayah mengkhayalkan apa sehingga ada orang masuk ayah tidak menyadarinya ? " tanya Alan.


" Ayah mengkhayalkan sedang mengendong cucu ayah. Sebagai anak yang berbakti kau harus segera mewujudkannya. " jawab tuan Atmaja.


" Ayah menginginkan seorang cucu ? maka aku akan memberi ayah dua cucu sekaligus. " jawab Alan dengan penuh keyakinan.


" Memangnya istrimu mesin pencetak anak, sehingga kau sangat yakin akan memberikan ayah dua orang cucu sekaligus. " jawab tuan Atmaja sambil menggelengkan kepalanya, mendengar ucapan putranya.


" Kalau begitu, setelah anakku lahir akan aku berikan kepada ayah dan aku akan membuat anak lagi, bagaimana menurut ayah. " ucap Alan santai.

__ADS_1


" Kau ini, memang putraku. Aku dahulu juga melakukan hal sama kepada ayahku. Tapi ternyata aku gagal. Dan kau jangan sampai gagal seperti ayah. "


" Kebersamaan bersama dengan keluarga kita, adalah hal yang sangat membahagiakan dan hal itu tidak dapat ditukar dengan apapun, serta dapat mendampingi tumbuh kembang anak cucu kita itu adalah sebuah anugerah yang tak ternilai harganya. "


" Ingatlah itu anakku, bahkan sesibuk apapun pekerjaan yang harus kau selesaikan, keluarga adalah yang paling utama. Jangan kau menyesal seperti ayah yang kehilangan momen tumbuh kembang mu bahkan harus kehilangan istri tercinta hanya karena sebuah ego untuk sebuah pekerjaan. " ucap tuan Atmaja sambil menitikkan air mata.


" Ayah jangan menangis, sekarang aku bersama ayah dan kelak ayah akan tau proses tumbuh kembang ku dari cucu-cucu ayah. " ucap Alan mencoba menghibur ayahnya.


" Kau benar, ayah masih punya banyak waktu untuk mendampingi mu dan juga cucu-cucu ayah. Bahkan ayah juga punya menantu yang sangat baik dan juga cantik. "


" Terimakasih anakku karena kau tidak membenci kebodohan yang ayah lakukan bahkan ayah tidak memberikan sesuatu yang seharusnya kau dapatkan sejak kau masih dalam kandungan ibumu. "


" Jangan tinggalkan ayah, ayah yang telah kehilangan kalian bahkan ayah tidak mungkin bisa bertemu dengan ibumu. " ucap tuan Atmaja lagi.


" Ayah jangan khawatir, aku beserta anak dan istriku akan selalu bersama dengan ayah meskipun aku tidak bisa menemani ayah sepanjang waktu. Karena aku punya tanggung jawab terhadap masa depan istri dan anakku. " ucap Alan.


" Ayah tau hal itu, bagi ayah kebahagiaan kalian yang utama anakku. " jawab tuan Atmaja dengan tersenyum.


" Istriku seandainya saat ini kau hadir di tengah-tengah kami, maka kebahagiaan ini akan lebih sempurna. " Batin tuan Atmaja.


Kemudian kedua pria beda generasi itu saling bercerita tentang kehidupannya masing-masing, dengan diselingi canda dan tawa keduanya terlihat sangat bahagia.


Kebahagiaan dari tuan Atmaja membuat seluruh anggota mafia X ikut merasakan kebahagiaan. Pasalnya selama bertahun-tahun mereka tidak pernah melihat pimpinannya itu tertawa dengan lepas.


Hanya ada amarah, penyesalan dan kesedihan yang tergambar di garis wajahnya. Namun semua itu telah hilang dengan kedatangan putra semata wayangnya.


Ya Alan datang membawa warna baru dalam kehidupan tuan Atmaja dan juga seluruh anggota mafia X.

__ADS_1


__ADS_2