Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 20


__ADS_3

" Baiklah mang tolong siapkan makan malam untuk kami dan aku akan membawanya ke atas, dan tolong siapkan juga makan malam untuk Zaqi dan neneknya ." ucap Alan.


" Baik tuan akan kami siapkan. " jawab mang Dadang kemudian berlalu meninggalkan Alan.


" Ini tuan " ucap seorang pelayan sambil menyodorkan nampan berisi makanan dan minuman untuk makan malam yang ia pesan.


" Terimakasih bik " ucap Alan kemudian berjalan ke lantai atas sambil membawa makanannya


Alan perlahan masuk dan meletakkan makanan yang ia bawa ke atas meja, kemudian mencari-cari Wanita yang selalu ia rindukan.


" Sela kau dimana ?" teriak Alan saat tidak menemukan wanitanya.


" Aku disini ! " jawab Sela dari belakang Alan.


Alan berbalik dan menatap Sela dengan takjub. Sela begitu cantik dengan polesan sedikit make up bibirnya semakin menggoda dengan sedikit polesan lipstik.


" Apakah aku terlihat memalukan ?" tanya Sela.


Bukanya menjawab Alan langsung memeluk tubuh Sela dengan erat.


" Kau begitu sempurna Dimata ku kau begitu indah. "


" Tetaplah menjadi milikku seutuhnya, jangan biarkan orang lain memilikinya." ucap Alan dengan lembut.


Kemudian ia mencium setiap inci wajah Sela dan menautkan bibirnya dengan bibir Sela. Kedua larut dalam permainan yang sangat indah.


" Alan aku lapar. " ucap Sela saat Alan melepaskan tautan bibirnya.


" Baiklah sayang mari kita makan, aku sudah menyiapkan untuk kita. " jawab Alan tanpa mau lepaskan pelukannya.


" Bagaimana caranya untuk makan jika seperti ini." ucap Sela sambil menatap wajah tampan didepannya.


" Entahlah sayang aku enggan untuk melepaskan mu. " jawab Alan tanpa ragu.


" Alan aku lapar, pelukan mu tidak bisa membuatku kenyang. " ucap Sela sambil merajuk.


" Tapi kau menyukainya ?" tanya Alan.


" Iya Alan tapi aku lapar. " jawab Sela yang mulai kesal.


" Jangan marah ayo kita makan. " ucap Alan kemudian mengajak Sela duduk untuk makan malam bersama.


Setelah selesai makan Alan meninggalkan Sela untuk mandi. Setelah selesai ia kembali duduk di samping Sela sambil memeluk tubuh Sela dengan posesif.


" Alan bagaimana dengan Zaqi ?" tanya Sela saat dalam dekapan Alan.

__ADS_1


" Tadi Zaqi dan ibu masih tidur aku tidak tega untuk membangunnya, aku sudah meminta pelayanan untuk menyiapkan makan malam mereka. " jawab Alan.


" Alan terimakasih untuk semuanya " ucap Sela sambil mengatur tubuhnya agar lebih nyaman dalam dekapan Alan.


" Jangan bilang terima kasih tapi bilanglah bahwa kau siap untuk menjadi istriku." ucap Alan tanpa bosan untuk meminta Sela menjadi istrinya.


" Aku bersedia Alan tapi aku harus memastikan Zaqi." ucap Alan.


" Benarkah kau mau menjadi istriku ?" tanya Alan dengan penuh semangat.


" Apakah kau menerima sebuah penolakan ?" tanya Sela kembali.


" Sayang aku tidak suka penolakan darimu tapi aku tidak mau kau menerima aku karena terpaksa. "


" Aku ingin membangun sebuah hubungan dengan rasa yang tulus badan suci ."


" Karena pernikahan adalah hal yang sakral dan kita mengucapkan janji dengan menjadikan Allah dan rasulnya sebagai saksi." ucap Alan dengan mode serius.


" Aku tau soal itu Alan, aku hanya ingin memastikan bahwa ini adalah kebahagiaan untuk Zaqi juga." jawab Sela dengan senyum manis.


" Aku akan menunggumu sayang sampai kau benar-benar telah siap untuk memulai ikatan suci itu." jawab Alan kemudian ia memeluk tubuh Sela kembali.


Alan kemudian mematikan TV lalu menekan tombol remote control untuk membuka tirai dibelakang TV sehingga tampak pemandangan laut dimalam hari.


" Wao !" ucap Sela saat melihat pemandangan yang begitu indah tanpa ia harus beranjak dari posisinya.


" Aku sangat menyukai ini, malam memang menyimpan banyak keindahan." ucap Sela.


" Kau benar sayang apalagi saat kita sudah sah menjadi suami istri, malam akan semakin indah ." jawab Alan sambil membelai rambut Sela yang terurai.


" Alan I love you. " ucap Sela pelan.


Alan yang mendengarnya seakan-akan mendapatkan sesuatu yang berharga, ia tersenyum menatap Sela kemudian langsung mencium bibir Sela.


" I love you sayang. " jawab Alan dengan sejuta rasa.


Kemudian keduanya menikmati malam sambil menatap keindahan yang ada dihadapannya. Hingga keduanya terlelap dan mendekap satu sama lain.


Setelah beberapa saat Alan membuka matanya dan perlahan mengangkat tubuh Sela dan dengan lembut membaringkan Sela di ranjang setelah itu ia mengatur suhu ruangan dan ikut berbaring di samping Sela.


Setelah merapikan selimut untuk mereka berdua, Alan memeluk tubuh Sela dan ikut terlelap menjemput mimpi indahnya bersama Sela.


Ketika pagi telah menggantikan malam Alan dan Sela terbangun, kemudian Sela membantu Alan untuk bersiap-siap pergi ke kantornya.


" Om bolehkah Zaqi menginap di Sini untuk beberapa hari " tanya Zaqi setelah menyelesaikan sarapannya.

__ADS_1


" Tentu Zaqi boleh tinggal di sini selama Zaqi mau. "


" Hari ini om akan pergi ke kantor jadi baru nanti sepulang kerja baru bisa menemani Zaqi untuk bermain."


" Jika Zaqi ingin ke pantai mang Dadang dan yang lainnya akan menemani kalian. " jelas Alan.


" Terimakasih om. " ucap Zaqi kemudian ia mendekat ke samping Alan dan memberi kode agar Alan mensejajarkan tingginya.


" Om maukah om Alan menjadi ayahku ?" bisik Zaqi ketelinga Alan.


" Tapi ini rahasia jangan sampai ibu tau " lanjut Zaqi.


Perlahan Alan mengangkat tubuh mungil Zaqi dan dengan lembut mencium kening Zaqi dan berbisik.


" Tentu saja om mau menjadi ayahmu. "


" Tapi bantu om Alan agar ibumu mau menjadi istri Om Alan. Bagaimana ?" bisik Alan. Zaqi mengangguk sebagai tanda setuju.


" Apa yang kalian bicarakan sampai harus berbisik " tanya Sela penuh selidik.


" Ini urusan laki-laki iyakan om ?" ucap Zaqi.


Alan tersenyum mendengar jawaban dari Zaqi. Yang entah dapat kalimat dari mana.


" Ok om akan pergi bekerja dulu, Zaqi nikmati liburan ini. Jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada mang Dadang " ucap Alan.


" Siap komandan. " jawab Zaqi sambil hormat didepan Alan.


" Anak pintar. " ucap Alan sambil mengusap kepala Zaqi dengan lembut.


" Sela tolong bantu aku menyiapkan berkas yang ada di meja kerjaku. " ucap Alan sambil berlalu dan di ikuti oleh Sela.


Setelah sampai Sela menatap ruang itu yang sangat rapi dan tidak ada selembar kertas pun di atas meja.


" Apa yang bisa aku bantu ? " tanya Sela sambil mengangkat kedua bahunya.


" Ini " Alan menyerahkan dasi dan mengangkat tubuh Sela dan mendudukkan Sela di atas meja agar tingginya sejajar.


Dengan lembut Sela memasangkan Dasi untuk Alan dan merapikan kemeja serta jas dan membelai lembut rambut Alan.


" Ini " Alan menunjukkan bibirnya dengan jari.


Perlahan Sela mencium bibir Alan dan juga kedua pipinya.


" Terimakasih sayang " ucap Alan sambil membalas ciuman Sela.

__ADS_1


" Aku akan berangkat untuk mencari rejeki yang halal untuk kalian baik-baik di rumah dan jangan nakal."


" Cukup do,akan yang terbaik untuk kita dan aku segera pulang dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun. " ucap Alan kemudian berlalu meninggalkan Sela yang masih diam seolah ini adalah mimpi.


__ADS_2