
Alan segera menghubungi Edo, dan menceritakan keadaan Sela. Setelah tau hal apa yang harus ia lakukan ia segera menerapkannya untuk menolong Sela. Dan akhirnya Sela membuka matanya kembali.
" Sayang, maafkan aku ! tapi ku mohon bertahanlah. Aku sedang berusaha untuk mencari Zaqi. Bahkan Edo juga mengerahkan anak buahnya untuk membantu mencari Zaqi. "
" Kita harus bersama, saling mendukung dan saling memberi kekuatan, agar seberat apapun masalah yang kita hadapi dapat kita selesaikan dengan mudah. "
" Karena setiap hubungan yang kita bina, tidak selamanya berjalan dengan mulus, tidak selamanya bertabur dengan wangi bunga. "
" Sekali lagi bertahanlah, kuatkan hatimu dan maafkanlah kesalahanku. " ucap Alan sambil menitikkan air matanya. Alan sangat khawatir dengan keadaan Sela yang masih terlihat sangat pucat.
" Alan aku baik-baik saja, jangan menangis." ucap Sela lirih.
" Sayang katakan apa yang harus aku lakukan ! apa yang kau inginkan, tapi kau harus sehat dan kuat, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada kalian. " ucap Alan dengan menggenggam tangan Sela.
" Aku ingin minum air hangat. " ucap Sela pelan.
Setelah mendengar permintaan Sela, Alan segera menyiapkan air yang Sela minta. Setelah keadaan Sela lebih baik, Alan turun kebawah dan membawa makan malam mereka.
Keduanya menikmati makan malam dengan keadaan yang sunyi. Hanya dentingan sendok dan piring sebagai iramanya.
" Alan sebenarnya apa yang terjadi ? mengapa Zaqi di culik ? " tanya Sela setelah mereka menyelesaikan makan malamnya.
" Sebenarnya aku juga tidak tau sayang, mengapa ini terjadi. Aku hanya tau bahwa Zaqi sengaja diracuni oleh orang suruhan Dini, Selebihnya masih dalam tahap penyelidikan. "
Alan kemudian menceritakan semuanya kepada Sela, dari hasil penyelidikan mengenai Zaqi hingga sekarang. Masalah yang dihadapi kayaknya benang kusut, sehingga mau tidak mau Alan harus menguraikannya satu persatu.
" Alan, kalau saja kau menceritakan sejak awal, aku tidak akan sepanik sekarang, meskipun aku tidak bisa membantu tapi setidaknya aku tidak membuatmu merasa khawatir. " ucap Sela.
" Sekali lagi maafkan aku sayang. " ucap Alan sambil menggenggam tangan Sela.
" Kalau begitu mari kita bersama untuk menyelesaikan masalah ini, dan aku akan berusaha untuk tidak merasa panik karena keadaan Zaqi. " Ucap Sela.
__ADS_1
Namun tiba-tiba terdengar dering HP Alan, dan Alan segera mengangkat panggilan tersebut.
" Tuan kami telah menemukan lokasi tuan muda, saat ini tuan muda sedang bersama ibu Dewi. Apakah kami harus segera mengambilnya ? kami menunggu perintah selanjutnya ! " ucap orang kepercayaan Alan.
" Perketat penjagaan jangan sampai terjadi sesuatu terhadap Zaqi. Aku akan segera kesana. " ucap Alan kemudian menutup panggilan tersebut.
" Alan, apakah Zaqi sudah ditemukan ? " tanya Sela.
" Iya, saat ini Zaqi bersama dengan Dewi. " jawab Alan.
" Ibu Dewi personalia di kantormu ? " tanya Sela kembali.
" Kalau begitu aku sedikit lebih tenang. " ucap Sela.
" Sayang, jika Zaqi sudah berada bersama kita baru aku merasa lebih tenang. Kita tidak tau motif apa yang ada dibalik Dewi. Meskipun Dewi adalah sahabat dekatku. Seharusnya ia mengatakan apa yang telah ia lakukan, dan mengapa ia harus membawa Zaqi ketempatnya. "
" Dan anehnya lagi, mengapa mang Dadang tidak mengatakan apapun kepada ku, bahwa Zaqi saat ini tidak berada di Rumah Sakit. " ucap Alan.
" Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang ? " tanya Sela.
" Kalau begitu mari kita kesana, kita berkunjung dengan alasan bahwa kita ingin memberi kabar bahwa kita akan menikah. " ucap Sela.
" Bersiaplah kita akan segera menjemput Zaqi. " ucap Alan. Kemudian ia kembali menghubungi anak buahnya dan juga Edo, agar bersiap mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa saja menimpa mereka.
Setelah merasa cukup dengan persiapannya, Alan dan Sela bergandengan tangan meninggalkan kamar mereka. Keduanya berpamitan untuk keluar dan menikmati keindahan malam bersama.
Setelah mereka keluar meninggalkan Villa, terlihat.mang Dadang juga keluar dari villa tersebut mengikuti kepergian Alan.
Alan yang menyadari ada yang mengikuti, perlahan ia berhenti di sebuah taman kota. Ia turun bersama Sela dan duduk di atas mobil sambil menikmati pemandangan sekitar.
Sementara mang Dadang yang memperhatikan mereka dari kejauhan akhirnya segera meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
" Akhirnya dia pergi juga. " ucap Alan.
" Siapa yang telah mengikuti kita ?" tanya Sela dengan penasaran.
" Mang Dadang, namun ia sekarang sudah pergi. Mungkin ia akan melakukan rencananya sendiri yang aku tidak mengetahuinya. " jawab Alan.
" Kalau begitu kita harus segera meninggalkan tempat ini dan segera menjemput Zaqi. " ucap Sela, lalu keduanya masuk kembali ke dalam mobil, dan perlahan meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah Dewi.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai, namun alangkah terkejutnya Alan saat mengetahui bahwa mang Dadang juga berada di rumah Dewi.
" Mengapa mang Dadang ada di sini juga ? " tanya Sela pelan.
" Aku juga tidak tau sayang, kita akan segera tau setelah kita masuk, berhati-hatilah dan jangan bertindak gegabah. "
" Sekarang mari kita masuk, jangan berada jauh dari ku. Dan tetap waspada serta jangan mudah terpancing emosi. " ucap Alan.
Lalu keduanya turun dari mobil, dan melangkah bersama dengan bergandengan tangan. Namun, alangkah terkejutnya Alan saat masuk tidak ada seorangpun di rumah tersebut.
" Tuan, hati-hati di dalam ada perangkap yang telah disiapkan untuk menyambut kedatangan tuan. " ucap Seseorang dari telepon.
" Apa maksudnya ? dimana Zaqi dan juga mereka semua ?" tanya Alan.
" Kami sedang melakukan pengejaran, lokasinya akan kami kirim, namun usahakan tuan segera keluar dari rumah tersebut dengan selamat. Maaf tuan kami tidak bisa melindungi tuan, kami harus menyelamatkan tuan muda. " ucap orang kepercayaan Alan dan segera menutup panggilan tersebut.
" Sayang berhenti, mari kita keluar dari sini dan berhati-hati karena kita tidak tau ada apa dengan tempat ini. " ucap Alan sambil berbisik.
Perlahan keduanya keluar dan bersembunyi saat mendengar ada suara langkah kaki. Alan memperhatikan kondisi sekitar dan melihat Vio berjalan masuk.
" Sial ! mereka berhasil kabur, apakah perangkap yang ada disini tidak berfungsi dengan baik ? sehingga Alan dan Sela bisa keluar dengan mudah. "
" Tapi dimana mereka ? bukankah mobil Alan masih berada di luar. Apakah mereka pergi dengan berjalan kaki atau mereka sebenarnya sudah masuk ke dalam dan sedang berjuang melepaskan diri dari perangkap yang memang di siapkan untuk mereka. " ucap Vio kemudian ia kembali memastikan keadaan dalam rumah.
__ADS_1
" Auw ! " terdengar suara teriakan Vio.
Alan dan Sela perlahan keluar dari persembunyian dan menuju sumber suara. Keduanya melangkah masuk ke dalam rumah dan melihat Vio yang sudah tergantung di atas dengan posisi kaki berada di atas.