Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 66


__ADS_3

" Edo ! apa yang kau lakukan ? " tanya Bu Sukma


" Aku hanya menginginkan bukti bahwa aku yang telah memperkosa anak mang Dadang. " jawab Edo dengan senyum liciknya.


" Edo kau jangan bermimpi, akan mendapatkan bukti tersebut ! semua kejahatan yang kau lakukan akan segera terbongkar. "


" Dan Alan akan segera mengetahui bagaimana sifat aslimu ! dan setelah itu terjadi, kau akan kehilangan segalanya, ingat itu Edo. " ucap Bu Sukma.


'hahaha'


" Dan sebelum itu terjadi aku akan menutup mulut anda nyonya ! sehingga Akan tidak akan pernah mengetahui kebenaran tentang bagaimana aku yang sebenarnya. "


" Aku lebih mengenal Alan dibandingkan anda ! meskipun anda adalah ibu kandungnya. Alan tidak akan pernah curiga dengan Edo sahabatnya sendiri. " ucap Edo.


" Kau salah Edo, aku yang telah mengandungnya, aku yang telah menyusuinya. Jadi darah, dagingnya berasal dari tubuhku ! ia akan tau kebenaran itu cepat atau lambat. "


" Karena hatinya, akan menunjukkan jalan kebenaran, untuk menghukum Manusia seperti dirimu. Dan suamiku akan membalas semua perbuatan mu ! camkan itu. " ucap Bu Sukma.


" Suami ? kau jangan membodohi ku ! bagaimana bisa orang yang sudah mati akan balas dendam. " jawab Edo dengan menggelengkan kepalanya.


" Tunggu sampai saat itu tiba ... . " ucap Bu Sukma terhenti saat Edo telah menyuntikkan sesuatu pundak Bu Sukma.


" Kau, apa yang kau lakukan kepada ku Edo ? " ucap Bu Sukma sambil menahan rasa sakit yang mulai menjalar di sekujur tubuhnya.


" Kau akan tutup mulut dengan obat itu nyonya, dan sekarang selamat menikmati proses meresapnya obat itu. Kau akan merasakan bagaimana rasanya jika organ-organ vital di tubuhmu akan hancur secara perlahan. " jawab Edo.


Sementara Bu Sukma langsung jatuh ke lantai dan berguling ke sana kemari sambil berteriak-teriak merasakan sakit yang luar biasa.


Luna yang melihat kejadian itu menutup mulutnya, dan perlahan menyembunyikan sesuatu ke dalam ranselnya sebelum tubuhnya di seret oleh orang suruhan Edo.


Sementara Edo duduk di kursi santai milik Bu Sukma sambil menikmati hidangan yang ada di atas meja sambil memperhatikan tubuh Bu Sukma yang mengelepar kesakitan.


" Itu akibat yang harus anda terima karena ikut campur urusan anak muda seperti ku nyonya. " ucap Edo sambil mendekati tubuh Bu Sukma yang mulai membiru penuh dengan keringat dingin.

__ADS_1


Dan perlahan-lahan gerakan tubuh itu semakin melemah, pada saat yang sama mang Dadang datang menghampiri mereka.


" Nyonya apa yang terjadi ? mari saya antar anda ke Rumah Sakit. " ucap mang Dadang yang langsung mengangkat tubuh Bu Sukma.


" Mang saya akan memeriksa makanan ini, siapa tau ada orang yang berniat jahat dan meracuni makanan nyonya, karena pada saat saya datang nyonya sudah tergeletak di lantai. " ucap Edo sambil memasang wajah palsunya.


" Baiklah Edo, aku akan segera menolong nyonya. " jawab mang Dadang yang segera berlalu meninggalkan Edo yang masih melakukan penyelidikan di tempat tersebut.


" Baik mang, hati-hatilah di jalan. " ucap Edo.


Setelah mang Dadang berlalu, Edo segera memanggil orang kepercayaan.


" Segera hapus rekaman cctv-nya, jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun. Dan pastikan wanita cantik tadi untuk tutup mulut selamanya. " ucap Edo.


" Baik tuan. " ucap pria itu dan segera meninggalkan Edo guna melaksanakan tugasnya.


Sementara Edo hanya duduk santai sambil menikmati keindahan taman belakang yang menjadi tempat favorit Bu Sukma.


" Tidak ! menantu ku. Bajingan itu biar aku yang akan menghukumnya ! sesuai permintaan terakhir istriku. Karena penjara jauh lebih nyaman di bandingkan hukuman yang akan aku berikan. "


" Bajingan itu harus merasakan bagaimana sakitnya tubuh istriku yang ia siksa dengan cairan laknat itu. " jawab tuan Atmaja.


" Alan, jika kau sanggup datanglah ke markas ayah tapi jika kau tidak sanggup tinggallah di tempatmu sampai anak buah ayah mengantarkan Zaqi. " ucap tuan Atmaja.


" Tidak ayah, aku akan melihat dan akan membalas dendam akan perbuatan yang telah Edo lakukan terhadap ibuku. " ucap Alan sambil berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut.


Selain ikut, dan berlari kecil mengikuti langkah Alan yang berjalan dengan cepat.


" Alan tunggu aku ! " ucap Sela sambil mengatur nafasnya.


Setelah berada di dalam mobil, Akan segera melajukan mobilnya menuju tempat yang telah dikirimkan oleh Ayahnya. Sepanjang perjalanan Alan hanya diam membisu, wajahnya merah padam karena menahan amarahnya.


Sela hanya bisa ikut diam, karena ia tau betapa hancurnya perasaan Alan saat ini. Melihat bagaimana ibunya yang sangat kesakitan hingga menghembuskan nafas terakhirnya di tangan sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Setelah sampai Alan segera turun, dan disambut oleh orang kepercayaan ayahnya. Mereka segera menuju tempat dimana ayahnya tengah duduk di kursi kebesarannya.


Sementara Sela begitu takjub melihat setiap interior bangunan tersebut, semakin kedalam semakin menghilang keindahan yang ia lihat di awal.


Ruangan dimana tuan Atmaja berada seperti sebuah tempat kerja biasa namun di sebelah ruang itu terdapat sebuah ruangan yang sangat luas dengan segala macam senjata terpasang di sana.


" Di mana Edo ! apakah seorang mafia seperti anda yang sudah mendapatkan sebutan King tidak bisa menangkap bajingan itu ?" tanya Alan yang dipenuhi dengan amarah dan kebencian.


" Sabar anakku, mereka masih dalam perjalanan. Sebentar lagi mereka semua akan sampai di sini dengan selamat. " jawab tuan Atmaja dengan tersenyum.


Dan benar saja, setelah beberapa detik anggota mafia X datang dengan membawa semua orang-orang yang menjadi target mereka. Para tawanan itu mereka ikat di kursi masing-masing.


Sementara ada salah satu dari mereka yang mengetuk pintu dengan Zaqi yang masih tertidur pulas digendong pria tersebut.


" Tuan, tuan muda masih tertidur. " ucap pria tersebut.


" Antar ke kamarnya. " jawab tuan Atmaja.


" Baik tuan. " ucap pria tersebut, kemudian berlalu meninggalkan tempat tersebut.


" Menantu ikutilah mereka, dan jaga Zaqi dengan baik. Jangan sampai anak itu sampai ke ruangan ini. Jika ia telah bangun ajaklah ke lantai 5 di sana aku telah menyiapkan taman bermain. " ucap Tuan Atmaja.


" Baik. " ucap Sela, kemudian ia segera menyusul Zaqi menuju sebuah kamar yang sudah dipersiapkan untuk mereka.


" Anakku dari mereka semua siapa dahulu yang akan kita hukum ? " tanya tuan Atmaja.


" Aku hanya ingin membalas dendam kematian ibuku ! " jawab Alan.


" Itu pasti anakku, tapi jangan kau gunakan perasaan dan persahabatan di antara kalian. " ucap tuan Atmaja menginginkan Akan.


" Persahabatan itu sudah terkubur bersama ibuku ayah ! " jawab Alan sambil berlalu menuju ruangan dimana mereka semua di ikat.


Dengan perasaan penuh emosi Alan berjalan perlahan mendekati Edo sahabatnya. Tangannya yang sudah terkepal sejak tadi ingin segera ia lepaskan tepat mengenai sasaran.

__ADS_1


__ADS_2