JODOH 1 METER

JODOH 1 METER
PERJODOHAN EMYR


__ADS_3

Setelah berhari-hari berada di rumah sakit. Akhirnya, Imran diperbolehkan pulang juga oleh dokter ketika dirasa keadaannya sudah mulai membaik.


Selama di rumah sakit, Imran sudah sedikit demi sedikit latihan berjalan dan ke kamar mandi sendiri. Karena dia tidak mau merepotkan Linda maupun sang ibu. Akan tetapi, seberapa keras dirinya berusaha, tetap saja dia pasti akan membutuhkan bantuan orang lain.


Walau Linda sering membantu Imran, tapi dia selalu menggerutu terus. Karena baginya, Imran sangat merepotkannya sekali. Bahkan pernah dua hari Linda tidak datang ke rumah sakit karena dia lebih mementingkan menjaga tokonya daripada menjaga Imran sang suami yang sedang sakit.


Sekarang Imran banyak membandingkan antara Shanum dan Linda yang perbedaannya sangat jauh sekali. Dan menyesal pun tiada berguna.


Meninggalkan Imran yang sudah perlahan mendapatkan ganjarannya. Kita beralih kepada Emyr lagi.


"Mama kenapa sih, selalu saja ingin menjodohkan Emyr sama wanita-wanita pilihannya Mama!"


Emyr terlihat tidak suka dengan rencana sang Mama.


"Ingat Emyr. Umur kamu sekarang sudah berapa? Mau sampai kapan lagi Mama dan papa menunggumu mempunyai seorang istri!" jawab mama Mulan.


"Tapi jangan dijodohkan begini terus Ma! Emyr tidak mau!"


"Mama tidak mau tahu! Pokoknya nanti malam kamu ikut Mama dan papa menemui anak teman Mama itu!"


Setelah mengatakan hal itu kepada Emyr. Mama Mulan memilih pergi dari hadapan Emyr. Dan malam harinya sekitar jam tujuh waktu setempat, Emyr, mama Mulan dan papa Hisyam, sudah berangkat menuju ke restoran mewah tempat mereka mengadakan janjian.


Sesampainya di sana, kedatangan mama Mulan, papa Hisyam, dan juga Emyr, disambut ramah oleh ke dua orang tua dari wanita yang akan dijodohkan dengan Emyr.


"Silahkan duduk Tuan Hisyam," sapa ramah Tuan Islwyn.


Papa Hisyam, mama Mulan dan Emyr langsung duduk di kursi yang sudah tersedia.


"Perkenalkan Tuan Hisyam, Nyonya Mulan. Ini anak saya Pervin."


Pandangan mata Emyr, mama Mulan dan papa Hisyam langsung teralihkan kearah gadis cantik yang duduk diseberang Emyr. Mereka semua saling melempar senyum satu sama lainnya.


"Dan ini anak saya, Emyr, Tuan Islwyn."


Tuan Islwyn dan Nyonya Raysu langsung tersenyum dan mengangguk kepada Emyr.


"Nak! Silahkan jika kamu ingin mengenal lebih dekat dengannya."


Emyr sangat malas sekali mendengar ucapan sang mama, yang menyuruhnya untuk berkenalan secara pribadi dengan Pervin.


"Ma! Pa! Semuanya. Saya pamit undur diri sebentar mau ke kamar mandi."

__ADS_1


Tanpa merasa curiga sama sekali kepada Emyr. Mereka semua menganggukkan kepalanya. Dan Emyr pun langsung beranjak pergi dari situ menuju ke dalam kamar mandi.


Sesampainya di depan kamar mandi. Emyr menatap kearah sekitar, terutama kearah meja keluarganya, apakah mereka semua sedang melihat kearahnya atau tidak. Ketika dirasa aman, Emyr pun langsung pergi dari dalam restoran itu dengan gayanya yang cool.


Papa Hisyam dan mama Mulan merasa, jika Emyr terlalu lama berada di dalam kamar mandinya. Dan ketika papa Hisyam mencoba mengecek Emyr di dalam kamar mandi khusus laki-laki. Alangkah terkejutnya dia, karena dirinya tidak menemukan Emyr sama sekali di dalamnya.


"Emyr!" papa Hisyam menggertakkan giginya.


Mau tidak mau dirinya harus memberitahukan tentang Emyr yang kabur dari situ kepada semua orang.


Tuan Islwyn merasa sangat marah sekali, karena Emyr seperti tidak menghargai mereka semua.


"Saya sudah tidak mau lagi melanjutkan perjodohan ini Tuan Hisyam!"


"Ayo Ma! Pervin! Kita pergi dari sini!" ucap Tuan IsIwyn lagi.


"Tapi Pa! Pervin sangat menyukai Emyr?" ucap Pervin.


"Nanti akan Papa carikan laki-laki yang lebih tampan dari Emyr!"


Tuan Islwyn bergegas pergi dari hadapan papa Hisyam dan mama Mulan bersama dengan istri dan putrinya. Papa Hisyam dan mama Mulan meminta maaf sekali atas sikap sang putra kepada mereka.


"Emyr sudah membuat kita malu Pa!"


Rencana makan malam yang sudah disiapkan secara matang harus berantakan karena sikap Emyr yang memilih kabur dari restoran.


Sesampainya di rumah. Papa Hisyam dan mama Mulan langsung mencari keberadaannya Emyr.


"Tuan Emyr ada di rooftop Nyonya, Tuan," sahut asisten rumah tangganya.


Papa Hisyam dan mama Mulan langsung masuk ke dalam lift yang ada di rumahnya untuk menyusul Emyr di rooftop rumahnya.


Emyr menatap sekilas saja ke arah lift yang berbunyi, yang pertanda ada yang sedang menaikinya. Melihat ke dua orang tuanya keluar dari dalam lift, Emyr terlihat santai tanpa ada rasa takut sama sekali bila mereka akan memarahinya.


"Emyr!"


Dengan santai, Emyr menjawabnya. "Iya Ma!"


"Kamu itu sudah membuat Mama sama papa malu!"


"Bukan Emyr yang membuat Mama dan papa malu. Tapi sikap Mama dan papa sendiri yang sudah memaksa Emyr."

__ADS_1


Mama Mulan merasa gemas dengan sikap Emyr yang terlihat tidak merasa bersalah sama sekali.


"Emyr! Yang sopan sedikit kalau berbicara!" ucap papa Hisyam


Emyr pun lalu berdiri dari duduknya. "Sudah Emyr katakan, Emyr tidak mau dijodohkan Papa!"


"Jika kedatangan Emyr ke sini cuma ingin dijodohkan terus menerus. Lebih baik Emyr pulang ke Indonesia saja dan tidak akan kembali ke sini lagi sampai membawa menantu untuk kalian!"


Emyr pun langsung berlalu pergi dari hadapan ke dua orang tuanya setelah mengatakan pemberontakannya.


Mama Mulan dan papa Hisyam tidak berani menjawab ucapan Emyr. Karena mereka takut jika Emyr akan melakukan apa yang tadi dia baru saja katakan itu.


Anak mereka cuma Emyr saja. Pastinya mereka akan sangat rindu, jika Emyr tidak mau kembali ke Turki lagi.


Kita biarkan saja si Emyr. Lebih baik kembali kepada Shanum lagi.


Dua hari tinggal di rumah kontrakan itu. Shanum yang belum sempat saling menyapa kepada para tetangga, memutuskan untuk membeli bahan-bahan sayuran untuk dia masak. Kebetulan ada tukang sayur yang setiap hari lewat di depan rumahnya. Jadi itu memudahkannya untuk membeli bahan-bahan makanan.


Shanum yang sudah selesai memasak masakannya, lalu dengan senang hati dia memberikannya kepada tetangga rumahnya yang sebelah kanan, kiri dan juga depan sebagai salam perkenalannya.


Setelah berbasabasi dengan tetangga sebelah kiri dan depan rumahnya, gantian Shanum mengantarkan masakannya tadi ke tetangga rumah yang sebelah kanan.


Di situ Shanum baru tahu. Jika orang yang menempati rumah sebelah kanannya adalah sepasang lansia yang umurnya sudah terlihat tua. Tapi masih terlihat segar bugar.


Rumah joglo khas daerah Indonesia, sangat kental sekali dipandangan mata Shanum.


"Assalamu'alaikum."


Sang pemilik rumah keluar dari dalam rumah sambil membalas salam Shanum. "Wa'alaikumussalam. Eh si Neng."


"Nenek! Ini Shanum ada sedikit makanan untuk Nenek. Semoga suka, dan maaf Shanum baru sempat berkenalan dengan Nenek."


Nenek tadi pun langsung menerima makanan dari Shanum dengan perasaan senang. "Alhamdulillah. Terimakasih Neng Shanum. Mau masuk dulu?" ucap Nenek tersebut.


"Boleh deh bila Nenek tidak keberatan," jawab Shanum.


"Tentu saja tidak. Ayo silahkan masuk dulu."


Shanum pun langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu rumah nenek tersebut.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


...~TBC~...


__ADS_2