JODOH 1 METER

JODOH 1 METER
ULAH EMYR!


__ADS_3

Semua orang saat ini masih tertawa, karena candaan Emyr kepada Shanum. Jantung Shanum tiba-tiba berdetak sangat kencang sekali mendengar godaan tersebut.


"Kak Nasir! Itu mas Emyr berani mencoba melamar mbak Shanum lho! Kak Nasir tidak mau mencoba melamar mbak Laila?"


"Medina! Kamu apa-apaan sih!"


Medina langsung tertawa melihat kakaknya malu-malu begitu. Begitupula dengan Laila yang juga malu, karena terus mendapatkan candaan seperti itu.


"Kalian kenapa sibuk menjodoh-jodohkan neng Shanum dan neng Laila dengan Nasir dan nak Emyr sih?"


"Sekarang tanyakan saja kepada yang bersangkutan, mau tidak sama Nasir dan nak Emyr."


Pandangan mata semua orang langsung teralihkan kearah Shanum dan juga Laila.


Shanum dan Laila jadi salah tingkah ketika semua orang menatapnya seperti itu.


Ketegangan Shanum dan Laila terhenti, di saat ada suara dering telepon yang ternyata dari ponsel Emyr.


Emyr sangat terkejut di saat sudah melihat siapa yang sedang menelponnya. Eh! Bukan menelpon, melainkan menghubunginya melalui video call.


Semua orang saat ini gantian memperhatikan Emyr yang malah diam saja, tidak segera mengangkat teleponnya. Mau tidak mau, dan karena malu dilihat oleh semua orang, akhirnya, Emyr pun mengangkat sambungan video call dari sang mama.


"Maaf! Permisi sebentar!"


Semua orang cuma mengangguk saja menanggapi Emyr. Dan Emyr langsung mengangkat sambungan video call dari sang mama sambil berlalu pergi dari hadapan semua orang.


"Halo Ma! Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam Nak! Kamu ada di mana? Kata asisten rumah tangga kamu, kamu sedang pergi. Pasti lagi cari calon istri ya untuk Mama!" goda sang mama.


"Emm! Apakah Mama saat ini sedang berada di rumah Emyr?"


"Iya! Mama sama papa sengaja berkunjung ke sini. Kami akan menginap di sini untuk sementara waktu."


"Mana! Cepat perlihatkan calon mantu mama sekarang juga!"


"Mama bicara apa sih?"


"Jangan mengelak deh Emyr! Kata asisten rumah tangga kamu, kalau kamu pergi untuk mencari calon istri."


"Aaaaa! Mama sangat senang sekali mendengarnya. Cepat mana tunjukkan, Mama mau lihat."


"Emyr belum menemukan calon istri yang pas Ma!" Emyr masih mengelak.


"Jangan bohong sama Mama! Nasir sudah menceritakan semuanya!"

__ADS_1


"Nasir!"


Mama Mulan terlihat mengangguk. "Apakah Nasir mengadu sama Mama?"


Mama Mulan menggelengkan kepalanya. "Tidak! Tapi papalah yang sudah menekannya."


"Ish! Papa!" Emyr terlihat tidak suka dan sebal mendengarnya.


"Cepat Emyr! Perlihatkan sama Mama mana calon istri kamu!"


"Tidak mau!"


"Ok! Kalau kamu tidak mau! Mama bisa meminta tolong sama papa untuk menyuruhnya mengirimkan anak buahnya ke sana!" mama Mulan sengaja mengancam.


"Mama!" Emyr menggertakan giginya merasa gemas sama sang mama.


"Cepat Emyr!"


"Iya! sebentar!"


Tidak lama, layar ponsel mama Mulan terlihat seorang wanita berpakaian syar'i dan juga berniqab. Siapa lagi jika bukan Shanum.


"Masyaallah! Calon mantu Mama! Cantik sekali."


"Assalamu'alaikum Nyonya!" jawab Shanum sedikit kaku.


Bisa-bisanya dia langsung memberikan ponselnya kepada Shanum. Dan Shanum yang tidak tahu apa-apa dengan polosnya langsung menerima ponsel tersebut. Eh! Tidak tahunya langsung memperlihatkan wajah mama Mulan yang sedang tersenyum manis kepadanya.


Semua orang ketika mendengar suara mama Mulan yang menyebut Shanum sebagai calon mantunya langsung tersenyum menggoda.


Shanum yang sudah kepalang tanggung merasa canggung dan juga bingung harus berbuat apa serta menjawab apa kepada mama Mulan.


"Wa'alaikumussalam. Eh! Jangan panggil Nyonya dong Nak. Panggil Mama! Mama Mulan! Ok!"


Dengan gerakan kaku, Shanum langsung menganggukkan kepalanya. "I-iya Ma-mama!" ucap Shanum dengan gugup.


Emyr terus tersenyum sambil dia tutupi menggunakan telapak tangannya. Dia tidak menyangka berani berbuat senekat itu untuk memperkenalkan Shanum sebagai calon istrinya. Padahal berbicara saja dengan Shanum tidak pernah.


Mama Mulan semakin tersenyum senang mendengar Shanum mau memanggilnya mama. Sedangkan Shanum terus melirik kearah Emyr untuk mengatakan, jika dia sudah tidak mau berbicara lagi dengan mama Mulan. Tapi Emyr malah sengaja menggelengkan kepalanya.


Semua orang masih memperhatikan Shanum yang sedang berbicara dengan mama Mulan melalui sambungan video call.


Nasir tidak menyangka, jika sang majikan sangat berani sekali berbuat seperti itu kepada Shanum. Dia sangat salut dengan keberanian Emyr yang langsung to the point.


"Mama sudah tidak sabar ingin melihat kamu secara langsung Nak. Nanti kapan-kapan ikut Emyr ke rumah ya! Tenang saja, Emyr orangnya baik ko! Kalau dia macam-macam, bilang saja sama Mama!"

__ADS_1


"I-iya Ma! Nanti kapan-kapan Shanum akan ikut kak Emyr."


"Aaaa! Manis sekali sih manggilnya kakak. Jadi inget waktu Mama sama papa masih muda."


Semua orang yang ada di situ terus tersenyum mendengar kebahagiaan mama Mulan. Dyah saja terus berdoa di dalam hatinya, semoga Emyr dan Shanum bisa benar-benar berjodoh.


Dyah bisa melihat, jika Emyr adalah laki-laki yang jauh lebih baik dari kakak kandungnya. Dan semoga saja penilaian Dyah benar apa adanya.


"Nanti jika Emyr sudah mau pulang ke rumah, janji sama Mama ya! Kamu harus ikut! Ok sayang! Mama tidak mau tahu, pokoknya kamu harus ikut. Mama tunggu kedatangannya. Dan Mama akan memasakkan masakan yang spesial untuk kamu."


Shanum sungguh benar-benar bingung mau menjawab apa kepada mama Mulan. Shanum yang notabennya tidak bisa melawan orang tua, apalagi seorang ibu. Akhirnya, terpaksa mengiyakan saja ucapan mama Mulan.


"I-iya Ma! Shanum nanti akan ikut kak Emyr pulang!"


"Yes!" Emyr bersorak gembira di dalam hatinya. Bahkan degup jantungnya langsung berdetak sangat kencang sekali.


"Kalau begitu, Shanum tutup dulu teleponnya ya Mama. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam Nak."


Mama Mulan diseberang sana terlihat sangat bahagia sekali setelah selesai menghubungi Shanum. Walau tadi mama Mulan sudah mendengar dari papa Hisyam, jika Shanum seorang janda. Entah kenapa setelah bisa mendengar dan melihat sendiri wajah Shanum, walau cuma melalui sambungan video call. Mama Mulan bisa langsung jatuh hati kepada Shanum.


Berbeda halnya dengan mama Mulan. Shanum saat ini malah sedang gemetaran dengan apa yang tadi sudah dia katakan kepada mama Mulan.


"Itu artinya, Mbak Shanum menerima lamaran mas Emyr ya!"


Shanum langsung tersadar ketika mendengar godaan dari Dyah. Sedangkan Emyr masih terus tersenyum dalam diamnya.


"Engh!"


"Wah! Selamat ya Neng Shanum. Nenek ikut senang, akhirnya Neng Shanum sebentar lagi akan menikah dengan nak Emyr."


"Mas Emyr! Selamat Mas! Nasir ikut senang mendengarnya. Nanti resepsinya tujuh hari tujuh malam ya!"


Emyr cuma membalasnya dengan acungan jempol saja. Sedang Shanum masih bingung dengan apa yang terjadi dengannya saat ini.


Laila menyenggol lengan Shanum. "Cie-cie Shanum. Jodohku lima langkah!"


"Bukan Mbak Laila. Yang benar jodohku cuma berjarak satu meter!"


Semua orang langsung tertawa lagi karena sudah bisa menggoda Shanum seperti itu. Shanum sendiri jujur masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini kepadanya. Dia malah terus menatap Emyr tanpa berkedip. Dan Emyr malam menatapnya balik dengan menggoda, sambil tersenyum miring dengan alis yang terangkat satu ke atas.


Huh! Tidak pernah dekat dengan seorang perempuan. Tidak pernah pacaran. Tidak pernah jatuh cinta atau suka dengan seorang perempuan sembarangan, ya seperti itu cara pendekatannya. Langsung to the point, tanpa memikirkan apakah si cewek ini terkejut, suka atau bagaimana. Intinya, dia pokoknya suka dan harus jadi miliknya. Itulah yang sedang dilakukan oleh Emyr. Urusan ditolak itu dipikir belakangan. Yang pasti dia akan berjuang terlebih dahulu. Mungkin seperti itulah yang ada di dalam pikiran Emyr.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


...~TBC~...


__ADS_2