
Emyr, Shanum, Dyah, Malik, mama Mulan dan juga papa Hisyam. Saat ini mereka semua sedang menikmati sarapan yang dimasak oleh Shanum dengan dibantu Dyah dan para asisten rumah tangga yang ada di situ.
"Mbak Shanum! Nanti Dyah dan mas Malik mau pulang."
"Hah! Cepat sekali kalian berkunjungnya?"
"Lusa 'kan kita akan ke sini lagi Mbak. Masa Mbak lupa, lusa 'kan pernikahan Mbak dan mas Emyr."
"Hah!"
"Iya kah? Ko cepat sekali?" Shanum terlihat bingung.
"Iya Nak! Karena Mama dan papa akan segera kembali pulang ke Turki."
"Sehari setelah kalian menikah, kami akan pulang Shanum. Dan akan ke sini lagi nanti pas hari resepsi pernikahan kalian."
Shanum tidak menjawab, dia mengalihkan pandangannya kearah Emyr.
"Iya Shanum! Kakak sengaja mempercepatnya. Karena Kakak tidak bisa terlalu lama tinggal dengan perempuan yang tidak halal untuk Kakak."
"Baiklah! Semoga berjalan dengan lancar acaranya. Aamiin."
Semua orang mengaamiinkan ucapan Shanum. Selesai sarapan, mereka semua mengantarkan Dyah dan Malik yang akan kembali pulang ke rumahnya.
"Ingat pesan saya Malik. Tolong sampaikan undangan pernikahan saya kepada Laila. Ajak ke dua orang tuanya juga."
Malik mengangguk. "Siap Mas Emyr. Bisa diatur itu."
Dyah dan Malik lalu masuk ke dalam mobil. Dan setelahnya, mereka berdua benar-benar pergi dari rumah Emyr untuk kembali pulang ke rumah.
Tinggallah Shanum saja yang ada di situ sekarang. "Emyr! Apakah hari ini kamu jadi untuk fitting baju pengantinnya?"
Emyr mengangguk. "Jadi Ma! Mama jadi ikut 'kan?"
"Jadi dong! Nanti Mama akan menyusul sama papa."
"Baiklah!" ucap Emyr. Sedangkan Shanum hanya diam saja mendengarkan mereka berbicara.
Mama Mulan lalu masuk ke dalam rumah bersama papa Hisyam. Dan ketika Emyr bersama Shanum akan berlalu masuk juga, langkah kakinya terhenti di saat mendengar ada yang memanggil nama mereka berdua.
"Nasir! Ada apa?" orang tersebut ternyata Nasir.
"Emm! Saya ingin mengucapkan selamat untuk Tuan Emyr dan Nyonya Shanum."
Emyr dan Shanum tersenyum. Tapi Shanum sedikit kurang suka, ketika mendengar Nasir memanggilnya Nyonya. "Bisakah kamu memanggil saya Mbak saja seperti kemarin, Mas Nasir?"
"Ta-tapi Nyonya!" Nasir melirik kearah Emyr.
Emyr pun yang mengerti langsung menganggukkan kepalanya kepada Nasir. "Ba-baiklah Mbak Shanum."
"Rasanya sedikit aneh memanggil majikan sendiri dengan panggilan Mbak," ucap Nasir.
__ADS_1
"Kalau kamu memanggil Shanum dengan panggilan mbak, itu artinya kamu memanggil saya dengan panggilan Mas. Ok Nasir!"
"Ta-tapi Tuan?"
"Tidak ada tapi-tapian!" Emyr membantah tegas ucapan Nasir.
"Baiklah Mas Emyr, Mbak Shanum."
"Semoga acara pernikahan kalian berdua berjalan lancar. Akhirnya, doa saya dan Laila dikabulkan oleh Allah."
"Aamiin! Saya masuk dulu ya Mas Nasir."
Nasir langsung mengangguk. "Iya Mbak Shanum.
Sebelum masuk ke dalam rumah menyusul Shanum. Emyr berbicara sebentar kepada Nasir. "Jangan lupa pesan saya!" Emyr menepuk pelan pundak Nasir.
"Siap Mas Emyr. Hari ini juga akan saya laksanakan."
Emyr tersenyum dan mengangguk. "Bagus!" Setelah itu, Emyr pun langsung berlalu masuk ke dalam rumah.
Rasanya baru kemarin, Shanum, Emyr, papa Hisyam dan juga mama Mulan sedang melakukan fitting baju. Tidak tahunya, tibalah saatnya Emyr dan Shanum melangsungkan pernikahan mereka berdua.
Acara pernikahan sakral itu Emyr dan Shanum adakan di taman belakang rumah yang sudah disulap Emyr menjadi sangat indah sekali, dengan konsep garden party.
Baru kali ini Shanum melihat acara garden party yang begitu indah dan juga menawan, dengan dipenuhi banyak bunga-bunga yang bermekaran.
Emyr yang sudah menunggunya di depan pak penghulu saat ini sedang tersenyum senang. Apalagi ketika melihat sang calon istri sudah duduk di sampingnya, tiba-tiba jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya.
"Apakah sudah bisa kita mulai sekarang?" ucap pak penghulu.
"Bisa Pak! Silahkan!" jawab papa Hisyam dan yang lainnya.
Pak Penghulu lalu mengajak bersalaman Emyr. "Siap Mas Emyr?"
Emyr mengangguk mantap. Dengan setelan jas mahalnya, Emyr terlihat semakin menawan dan juga tampan.
Pak penghulu sudah memulai mengucapkan ijab kabul dengan lantang. Dan dengan sekali tarikan nafas, Emyr menjawabnya dengan tegas, mantap dan lancar sekali.
Suara sah langsung menggema di tempat tersebut. Dengan mas kawin seperangkat alat sholat, juga berlian satu set seharga hampir satu miliyar, atau sekitar tujuh ratus juta sekian, beserta bingkai uang yang sudah di kemas apik di dalam bingkai kaca sebanyak dua juta lima ratus lira, atau sekitar satu miliyar empat ratus dua puluh dua juta sekian. Mendengar hal itu membuat Shanum tercengang sambil melototkan matanya.
Pasalnya Shanum cuma meminta seperangkat alat sholat dan juga Al-qur'an sebagai mas kawinnya. Tapi tidak tahunya, Emyr menambahkannya sendiri tanpa sepengetahuannya.
Akhirnya, Emyr dan Shanum sekarang sudah benar-benar sah sebagai sepasang suami istri yang sah secara agama dan juga negara.
Pak penghulu lalu membacakan doa setelah akad. Dan serangkaian acara pernikahan sakral itu alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar.
Selesai melakukan serangkaian acara, tiba-tiba Emyr memanggil sang Mama.
"Ma!"
Mama Mulan lalu berjalan maju mendekati pasangan pengantin baru kita. Semua mata saat ini sedang tertuju kepada mama Mulan.
__ADS_1
"Berdiri dulu yuk Nak!"
Shanum langsung berdiri di ikuti oleh Emyr juga. Tiba-tiba mama Mulan memberikan sebuah map kuning kepada Shanum. "Ini sertifikat rumah atas nama kamu Nak. Rumah ini sengaja Emyr beli sebelum dia mengenal kamu."
"Emyr berkata akan memberikan rumah itu sebagai mas kawinnya nanti. Dan sekarang sudah menjadi milikmu. Ambillah!" mama Mulan tersenyum manis sekali.
"Rumah itu berdiri di atas tanah seluas satu hektar setengah. Mama dengar dari Dyah, kamu suka berkebun, sangat pas sekali nanti." Mama Mulan tertawa kecil.
Shanum menerima map tersebut dengan wajah melongo. Walau dia memakai niqab. tetap saja, matanya menyiratkan keterkejutan yang mendalam.
"Te-terimakasih Ma!"
"Dan yang ini, satu set perhiasan peninggalan keluarga Mama. Sekarang sudah menjadi milikmu juga Nak!"
Terlihat sekali tangan Shanum gemetaran menerima semua pemberian Emyr dan mama Mulan. Emyr yang melihat, langsung memeluk pundak sang istri dengan lembut, untuk memberikan ketenangan untuknya.
"Te-terimakasih Mama, Kak Emyr!" bahkan suaranya terdengar bergetar menahan tangis.
Mama Mulan hanya tersenyum saja sambil mengusap lembut pipi Shanum.
Tiba-tiba papa Hisyam berjalan maju juga kehadapan Emyr dan Shanum.
"Shanum!"
"I-iya Pa!" Shanum masih terlihat gemetaran.
"Kamu sekarang sudah menjadi anak Papa juga. Ini Nak! Kunci mobil sport keluaran terbaru beserta surat-suratnya. Papa sengaja hadiahkan untuk kamu."
"Kalau Emyr! Tidak perlu Papa kasih hadiah. Dia bisa membeli sendiri!" semua orang langsung tertawa mendengarnya, termasuk Emyr.
Shanum benar-benar syok sekali mendengar ucapan papa Hisyam. "Satu hal lagi! Di dalam map ini, saham milik Papa, sebesar empat puluh persen di Perusahaan Emyr, sudah Papa alihkan atas namamu. Terima lah," papa Hisyam tersenyum hangat sekali.
Shanum yang belum bisa mengontrol keterkejutannya dari mahar pemberian Emyr tadi. Di tambah tiba-tiba mendapatkan hadiah yang bertubi-tubi dari keluarga Emyr yang terkenal sangat kaya raya. Akhirnya dia tidak bisa menahan rasa terkejut di dalam dirinya.
Setelah menerima pemberian dari papa Hisyam dan mama Mulan. Shanum langsung pingsan dipelukannya Emyr. Semua orang tentu saja merasa terkejut dan khawatir dengan kondisinya Shanum.
Emyr yang sigap langsung membawa Shanum masuk ke dalam kamarnya, yang saat ini sudah disulap dengan begitu indahnya.
Acara yang sakral menjadi sedikit berantakan, karena Shanum tidak bisa menahan rasa syoknya.
Para tamu undangan seperti, kakek Idris, nenek Khadijah, Dyah, Laila, dan ke dua orang tuanya, Malik serta keluarga terdekat Emyr merasa khawatir kepada Shanum yang tiba-tiba pingsan.
"Sadarlah sayang!" Emyr menepuk-nepuk pipi Shanum.
"Kita lepaskan saja hijab dan niqabnya. Supaya mbak Shanum bisa bernafas lega," ucap Dyah.
Mama Mulan dan Laila langsung mengangguk setuju. Mereka melepaskan pernak-pernik baju pernikahan yang menempel di tubuh Shanum.
Sedangkan Emyr. Hanya bisa diam saja sambil terus memperhatikan para wanita yang sedang mengurus Shanum.
...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...
__ADS_1
...~TBC~...