JODOH 1 METER

JODOH 1 METER
PESTA RESEPSI


__ADS_3

Pagi harinya, semua orang saat ini sedang sangat sibuk sendiri-sendiri. Ballroom hotel tempat diadakannya pesta pernikahan Emyr dan Shanum sudah di sulap dengan begitu indahnya. Banyak bunga terpasang di sana dan sini. Aroma semerbak harum kelopak bunga memenuhi seluruh ruangan. Hiasan dekorasi yang sangat apik dan indah pun sudah diupayakan oleh para WO yang disewa oleh keluarga Saddam.


Jangan lupakan dengan semua hidangan yang sudah mulai tersusun rapi di tempatnya. Meja-meja dengan hiasan bunga di atasnya. Semua yang dibutuhkan di situ sudah siap semua. Siapapun yang memandang akan menatap terpesona ke dalam ballroom hotel tersebut. Sungguh Emyr, papa Hisyam dan mama Mulan tidak tanggung-tanggung mempersiapkan pesta pernikahan yang mewah dan super megah.


Souvenir pernikahan mereka pun tidak main-main, sepasang jam tangan bermerek yang harga perpasangnya sekitar lima puluh jutaan. Sungguh harga yang cukup fantastis cuma untuk sebuah jam tangan. Apalagi tamu undangan yang hadir pun bisa dibilang tidak sedikit. Berapa miliar uang yang sudah mereka keluarkan hanya untuk sebuah souvenir saja.


Ternyata tidak cuma sepasang jam tangan saja yang keluarga Saddam berikan. Ada sebotol parfum dari merek ternama, yang harga per onsnya bisa mencapai kisaran lima belas juta rupiah dengan botol yang dilapisi emas dua puluh empat karat asli. Kalian bisa bayangkan sendiri yah bagaimana kayanya keluarga Saddam ini.


Pagi-pagi sekali, Shanum dan Emyr sudah bangun. Setelah mandi junub dan sholat subuh, Shanum dan Emyr bergegas untuk sarapan. Karena mereka dikejar oleh waktu.


Selesai itu semua, tepat di jam tujuh pagi, MUA artis yang disewa keluarga Saddam sudah mulai berdatangan. Mereka yang ditugaskan untuk merias Shanum langsung masuk ke dalam kamar hotel yang ditempati oleh Emyr dan Shanum.


Ketika Emyr sudah selesai bersiap-siapnya dengan setelan jas mahal miliknya, dia pun memilih mengecek kondisi ballroom hotelnya terlebih dahulu. Semua orang pada sibuk, pada bersiap-siap untuk mempercantik diri mereka sendiri untuk menghadiri pesta akbarnya Shanum dan Emyr.


Di saat Emyr sudah cukup lama meninggalkan Shanum, dia pun berniat untuk menyusul Shanum ke atas, karena tamu undangan sudah pada mulai berdatangan.


Baru saja membuka pintu kamar, mata Emyr terlihat sangat terpesona sekali melihat penampilan sang istri yang seperti Ratu. Dengan gaun rancangan desainer ternama sangat mewah, elegan dan juga bersinar.


"Kamu benar-benar cantik sekali sayang. Rasanya Kakak tidak rela memperlihatkan istri secantik kamu kepada semua orang." Emyr tersenyum terpesona menatap Shanum.


"Justru kalau istri cantik harus dipamerkan Kakak. Supaya mereka tahu, kalau Shanum adalah istri Kakak. Dan supaya mereka juga tidak ada yang berani mendekati Shanum."


Emyr mengangguk. "Benar juga sayang. Ayo! Kalau begitu kita tunjukkan kepada dunia, siapa Shanum yang cantik ini." Emyr benar-benar bisa memanjakan seorang perempuan.


Shanum hanya mengangguk saja. Dan ketika mereka akan keluar dari dalam kamar, tiba-tiba pintu kamar sudah terbuka terlebih dahulu dari luar. Ternyata yang membuka pintunya adalah mama Mulan.


"Emyr! Shanum! Ayo kita segera turun. Semua tamu undangan sudah menunggu kalian berdua!"


Emyr dan Shanum hanya mengangguk saja. Mereka berdua lalu keluar dari dalam kamar untuk menyambut para tamu undangan yang sudah pada hadir.


Para MUA pun dengan sigap membantu Shanum untuk mengangkat ekor gaunnya yang panjangnya sekitar lima meter. Gaun yang sangat berat menurut Shanum. Dan Shanum benar-benar merasa diistimewakan oleh keluarga Emyr.


Melihat sang mempelai sudah datang, para tamu undangan langsung berdiri dari tempat duduknya dan memberikannya tepuk tangan yang meriah untuk Emyr dan Shanum.


Emyr dan Shanum berjalan di atas karpet merah dengan wajah yang penuh senyuman. Tidak lupa kelopak bunga yang sudah disiapkan sebelumnya pun turun menghujani sang pengantin yang lewat di bawahnya.


"Apakah kamu suka sayang?" bisik Emyr.


"Sangat suka sekali Kak! Ini benar-benar sangat indah sekali. Sungguh pernikahan impian semua orang," ucap Shanum.

__ADS_1


Emyr hanya tersenyum saja dan terus melangkah gagah dengan menggandeng tangan Shanum menuju ke atas pelaminan.


Di atas pelaminan, mama Mulan dan papa Hisyam sudah menunggu mereka berdua. Dan sebagai orang tua pengganti, Shanum dan Emyr meminta tolong kepada ke dua orang tuanya Laila.


Sungguh ke dua orang tua Laila merasa tersanjung dan seperti mendapatkan kehormatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena bisa mendapatkan kesempatan menjadi wali untuk Shanum di atas pelaminan.


Senyum Emyr dan Shanum masih terus mengembang di saat mereka sudah sampai di atas pelaminan. Para tamu undangan silih berganti menyalami mereka berdua. Terutama para keluarga Emyr yang kebanyakan orang bule semua.


Kolega bisnis Emyr dan papa Hisyam pun hampir semuanya hadir, karena ini hajatan pertama dan untuk terakhir kalinya di keluarga Saddam. Itu doa Emyr sekeluarga.


Tidak terasa, pesta pernikahan Emyr dan Shanum sudah berjalan sekitar empat jam lamanya. Namun, semakin lama tamu undangan yang hadir justru malah semakin banyak sekali. Hingga membuat Shanum rasanya lelah untuk berdiri terus.


Meninggalkan mereka, kita pindah posisi ke Imran sejenak.


"Ayo Mas! Cepat sedikit kenapa sih mengancingkan bajunya!" Linda yang tidak sabar langsung membantu Imran mengancingkan bajunya.


"Sudah Mas katakan! Mas tidak mau hadir!"


Linda tidak mau mendengar penolakan, dia lalu memakaikan sepatu kepada Imran. Dan terus mendesak Imran untuk segera cepat selesai.


Sedang sibuk membantu Imran, tiba-tiba ibu Mu'idah datang. "Linda! Imran! Kalian sudah selesai belum!"


"Ibu tunggu di luar!" teriak ibu Mu'idah lagi.


"Ayo Mas! Kita keluar! Ini kunci mobilnya!" Linda menyeret tangan Imran untuk segera berangkat.


Di dalam mobil, Linda berbicara sendiri. "Aku sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana pesta pernikahan mantan istri kamu itu!"


Imran memilih diam saja. Karena baginya percuma saja menjawab ucapan Linda. Tapi tidak bagi ibu Mu'idah. "Palingan pernikahan mereka settingan saja Linda. Mana mungkin orang kaya mau menikah dengan wanita miskin dan kampungan seperti Shanum!"


Linda mengangguk. "Ibu benar! Ayo Mas! Cepat sedikit mengendarai mobilnya!" ucap Linda.


Setelah melewati banyak lampu lalu lintas, akhirnya mobil yang Imran kendarai sampai juga di hotel bintang lima tempat Emyr dan Shanum mengadakan pesta resepsi pernikahannya.


"Tidak salah ini tempatnya? Bagus sekali?" ibu Mu'idah saja terpukau melihat hotelnya.


"Benar ko Bu! Alamat undangannya tertera di hotel ini!" ucap Linda.


Mereka bertiga bergegas masuk ke dalam hotel untuk segera melihat pesta resepsinya. Imran dengan sangat malas terus mengikuti langkah kaki Linda yang terus menarik tangannya untuk ikut masuk.

__ADS_1


Ketika akan masuk ke dalam ballroom hotelnya, Linda, Imran dan ibu Mu'idah langsung mendapatkan pemeriksaan yang sangat ketat sekali.


"Hei! Apa yang kalian lakukan!" teriak ibu Mu'idah.


"Ini sudah prosedurnya, Nyonya!" ucap bodyguard perempuan yang memeriksa ibu Mu'idah dan Linda.


"Mau masuk saja seperti mau ketemu dengan presiden!" gerutu Linda.


Selesai melalui pemeriksaan, Linda, ibu Mu'idah dan Imran langsung mendapatkan souvenir pernikahan ketika mereka sudah menunjukkan kartu undangannya. Bagi yang datang berpasangan, akan mendapatkan jam tangan sepasang. Bagi yang datang sendirian seperti ibu Mu'idah akan mendapatkan parfum mahal tersebut.


"Apa ini?" ibu Mu'idah yang penasaran dengan souvenirnya langsung membukanya di depan para bodyguard. Sungguh sangat malu-maluin.


"Hah! Parfum! Ini emas asli apa bukan!" ibu Mu'idah memperhatikan botol parfum yang dipegangnya.


Sang bodyguard perempuan tadi yang mendengar langsung menjelaskannya. "Itu emas asli dua puluh empat karat Nyonya. Jika Nyonya tidak percaya bisa datang langsung ke toko emas. Parfum itu dipesan langsung oleh tuan Hisyam di pabrik parfumnya. Parfum ternama dan bermerek. Harga per onsnya sekitar lima belas juta rupiah. Dan satu botol itu dibandrol harga sekitar tiga puluh juta rupiah."


Ibu Mu'idah membuka mulutnya sangat lebar dengan dada yang terasa sesak. "Hah! Parfum kecil segini tiga puluh juta! Parfum apaan ini?"


"Itu parfum dari bahan-bahan pilihan dan tidak mudah ditemukan di dunia ini Nyonya!" jelas sang bodyguard itu lagi.


Imran yang jengah segera mengajak sang ibu masuk. "Sudahlah Bu! Jangan terlihat kampungan begitu. Malu-maluin Bu!"


"Tunggu dulu! Linda jadi penasaran dengan souvenir yang Linda bawa, karena kotak kemasannya berbeda."


Ibu Mu'idah mengangguk. "Benar! Buka saja Linda!"


Dengan semangat dan tanpa rasa malu, Linda pun juga membuka souvenir tersebut di situ. Setelah terbuka, dia langsung melihat sepasang jam tangan super mewah dan tampilan jamnya sangat elegan sekali. "Jam tangan? Tidak salah souvenirnya jam tangan?" ucap Linda.


"Sepasang jam tangan itu harganya sekitar lima puluh juta, Nyonya. Anda bisa membuktikan keasliannya sendiri. Bahkan di dalam kotak jam tangan dan parfum itu sudah ada fotokopian sertifikat keasliannya." Jelas sang bodyguard.


"Hah!" mata melotot dan mulut ternganga sangat lebar terlihat jelas sekali di wajah Linda.


Imran yang sudah benar-benar malu, langsung memilih masuk sendiri melewati lorong untuk menuju ke dalam ballroom hotel.


"Eh! Mas Imran! Tunggu!"


Linda dan ibu Mu'idah langsung bergegas menyusul Imran dan memasukkan souvenir tadi ke dalam tas yang dibawanya. Terlihat sekali siapa yang kampungan sekarang. Sekali datang menghadiri pesta pernikahan Emyr dan Shanum, souvenir yang nilainya hampir seratus juta bisa dibawa dengan percuma.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


...~TBC~...


__ADS_2