
Guys! Jangan lupa tinggalkan jejak ya!
Kalau tidak mau komen, like saja cukup untuk meningkatkan semangatku.
...__-*-__...
Saat ini waktu maghrib pun tiba. Shanum dan Emyr sedang melaksanakan ibadah sholat maghrib berjamaah sebagaimana mestinya umat muslim lakukan.
Selesai sholat maghrib, Shanum mengajak Emyr untuk mengaji bersama. Emyr terus tersenyum tat kala dia mendengar Shanum mengaji. Mereka saling menyimak dan memperhatikan makhraj bacaan yang mereka baca. Emyr dan Shanum saling mengingatkan, jika mereka salah membaca. Sungguh pemandangan yang sangat indah sekali, adem membayangkannya.
"Kakak sudah pas makhrajnya, apakah Kakak dulu pernah sekolah agama? Pesantren, MTs, atau MA mungkin?"
"MA itu apa Shanum?" tanya Emyr.
"Madrasah Aliyah. Setingkat dengan SMA dan STM. Hanya saja lebih ke dominan ilmu agamanya. Sama seperti MTs."
Emyr mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. "Walau Kakak sekolah di Internasional school, tapi Kakak selalu mengutamakan ilmu agama, sayang."
Shanum tersenyum. "Sudah yuk kita bersiap-siap." Ucap Emyr.
"Bersiap-siap ke mana Kakak?" Shanum terlihat kebingungan.
"Nanti kamu akan tahu sendiri," Emyr tersenyum misterius.
Walau begitu, Shanum tetap menurut untuk bersiap-siap menuju ke tempat yang Emyr tuju. Selesai bersiap-siap, mereka berdua lalu keluar dari dalam kamar. Dan baru saja sampai di lantai bawah, mereka berdua ternyata sudah ditunggu oleh mama Mulan dan papa Hisyam.
"Apakah kalian sudah siap?"
"Siap Pa!" jawab Emyr.
"Mama sama Papa ikut?" tanya Shanum.
Mama Mulan tertawa. "Tentu saja kami akan ikut dong Nak."
"Ayo! Kalau begitu kita segera berangkat."
Mama Mulan dan papa Hisyam langsung bergegas berangkat mengikuti Emyr dari belakang.
"Kita naik mobil kamu ya sayang."
Shanum hanya mengangguk saja. Ini untuk pertama kalinya, dirinya naik mobil super mewah yang benar-benar sudah sah menjadi miliknya.
__ADS_1
Wajah kagum dan terpesona melihat interior desainnya terlihat jelas di wajah Shanum. Dia masih tidak menyangka, jika dirinya saat ini sedang duduk dan menikmati mobil super mewah miliknya sendiri.
"Apakah kamu suka sayang?" Emyr sambil terus mengendarai mobilnya.
"Sangat suka sekali Kak. Mobilnya benar-benar bagus dan mewah." Mata Shanum berbinar senang.
"Apakah kamu mau mengendarainya sendiri?"
"Hah!" Shanum terkejut.
"Nanti akan Kakak ajari bagaimana mengendarai mobil. Ok sayang!"
Shanum hanya mengangguk kaku saja sambil terus menikmati kenyamanan mobil barunya.
Setelah sekian menit berada di perjalanan, akhirnya mereka semua sampai juga di sebuah gedung yang sangat tinggi dan mewah, Yaitu sebuah hotel bintang lima yang akan menjadi tempat diselenggarakannya pesta pernikahan anak sultan.
"Ini hotel. Kakak mau bulan madu sama Shanum di sini?"
Emyr tertawa terbahak-bahak, karena menurutnya Shanum lucu. Lalu dia berbisik mesra tepat di telinga Shanum. "Boleh juga idenya sayang. Nanti malam lagi ya, dua ronde saja jangan banyak-banyak. Besok kalau kamu jalannya aneh, nanti para tamu undangan akan menatap aneh kearah kita."
Shanum memukul pelan lengan Emyr sambil tersenyum malu-malu. Emyr langsung menggandeng tangan Shanum dengan mesra, untuk dia ajak masuk ke dalam sebuah restoran mewah yang ada di situ dengan mama Mulan dan papa Hisyam yang terus mengikuti mereka dari belakang.
Sesampainya di restoran itu, mata Shanum langsung terlihat berbinar bahagia. "Kalian semua ada di sini!"
"Shanum senang melihat kalian semua," Shanum terlihat sangat bahagia sekali bisa bertemu orang-orang yang dia sayangi.
"Ini semua idenya mas Emyr yang sengaja mengundang kami semua untuk makan malam di sini Mbak. Bahkan kami pun juga sudah dipesankan kamar satu persatu," ucap Dyah.
Shanum langsung mengalihkan pandangannya kearah Emyr. Emyr pun langsung memasang wajah sok keren dihadapan Shanum.
"Jangankan dua ronde. Nanti mau sepuluh ronde pun ayo saja Kak, bila kuat." Bisik Shanum sambil tertawa.
Emyr pun juga langsung tertawa, dan refleks langsung mencium wajah dan kening Shanum dengan mesra. "Janji ya!" Shanum langsung menganggukkan kepalanya.
"Dunia bagaikan milik berdua. Apa kabar aku ini yang masih jomblo!" gerutu Nasir dengan suara yang cukup keras.
Shanum dan Emyr langsung tertawa pelan dan malu-malu karena sudah disindir oleh Nasir.
"Kalau tidak mau jomblo, bagaimana dengan anak bapak saja Nak Nasir."
Laila yang sedang minum langsung tersedak mendengar candaan dari sang bapak.
__ADS_1
"Siap Pak! Nanti setelah acara resepsi pernikahan mas Emyr dan mbak Shanum. Ijinkan Nasir untuk datang ke rumah ya!" jawab Nasir sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Laila.
"Siap! Ditunggu kalau begitu Nak!" jawab bapaknya Laila.
"Sepertinya anak ibu suka sama nak Laila. Lihat saja kelakuannya tuh!" bisik kakek Idris kepada nenek Khadijah.
"Biar sajalah Kek! lagipula nak Laila juga anak yang baik ko."
Kakek Idris hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja. Mereka semua lalu menikmati makan malam bersama sebagai satu keluarga yang besar.
Ada mama Mulan, papa Hisyam, Emyr, Shanum, Laila dan ke dua orang tuanya. Ada nenek Khadijah, kakek Idris, Medina beserta suami dan anaknya. Serta ada Dyah, Malik dan baby Fatiyah. Formasi lengkap, dan mereka semua memang sengaja sudah datang sejak sore tadi untuk menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh Emyr, untuk membuat Shanum tidak merasa sendirian lagi di dunia ini.
Serta mereka juga datang untuk menghadiri pesta resepsi pernikahan Emyr dan Shanum esok harinya. Bahkan mereka semua nanti akan memakai dress code yang sudah disiapkan sebelumnya oleh mama Mulan. Begitupun dengan keluarga Emyr yang dari Turki.
Selesai menikmati makan malam sambil berbincang santai. Akhirnya kegiatan seru mereka harus dibubarkan, karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Bahkan restorannya pun sudah hampir mau tutup.
Emyr dan Shanum malam itu menginap di kamar hotel yang paling mewah di situ. Ini juga pertama kalinya bagi Shanum menginap di hotel super mewah.
"Kak! Kenapa kita malah menginap di sini. Nanti kalau jauh dari gedung resepsinya bagaimana?"
Emyr tertawa pelan. Dan Shanum kira, Emyr memesan gedung yang khusus untuk acara resepsi. Shanum tidak kepikiran dengan ballroom hotel.
"Pesta resepsinya ada di ballroom hotel ini sayang. Nanti kita tinggal turun ke bawah sudah sampai."
"Oh ya?"
Emyr mengangguk. Lalu perlahan mendekati Shanum dan memeluk pinggangnya dengan mesra.
"Iya! Sekarang ayo puaskan Kakak seperti janjimu tadi. Ini sudah malam, dan Kakak tidak mau kamu nanti tidur terlalu larut malam. Karena Kakak tidak mau besok kamu sampai kecapekan atau mengantuk."
Shanum tersenyum sambil mengalungkan ke dua tangannya di pundak Emyr. "Ayo! Malam ini dan seterusnya, Shanum milik Kakak seutuhnya."
Emyr tersenyum sangat lebar sekali. Dengan segera langsung menggendong Shanum untuk dia bawa ke atas ranjang.
Perlahan tapi pasti, walau sudah setiap hari melakukan itu. Akan tetapi, Emyr tidak merasakan bosan sama sekali dengan Shanum. Justru Shanum baginya adalah candu. Seperti narkoba yang akan membuat pemakainya menjadi ketagihan untuk mengulanginya lagi dan lagi.
Malam itu benar-benar malam yang indah dan panjang bagi Emyr dan Shanum. Shanum bisa merasa lepas dan bebas semenjak menikah dengan Emyr. Bahkan tubuhnya pun sedikit demi sedikit sudah terlihat berisi. Karena dari segi makannya pun terjamin, serta Shanum tidak banyak mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
OTW ngintip Emyr dan Shanum aaahh! Wkwkwk ...🤣😎
Likenya guys! Hayo ...
__ADS_1
...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...
...~TBC~...