JODOH 1 METER

JODOH 1 METER
AZOOSPERMIA


__ADS_3

Semua orang memutuskan kembali pulang ke rumah mereka masing-masing, ketika waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Namun, di saat Laila dan ke dua orang tuanya akan berpamitan pulang, mereka bertiga di tahan sebentar oleh Emyr sekeluarga. Dan saat ini mereka semua sedang duduk santai di ruang keluarga rumah Emyr.


"Emm! Sebenarnya apa yang ingin Mas Emyr katakan kepada kami?" tanya Laila.


Di situ tidak cuma ada Laila dan ke dua orang tuanya saja, melainkan juga ada Shanum, mama Mulan serta papa Hisyam.


"Begini Laila. Saya ingin kamu menjadi asistennya Shanum. Apakah kamu mau? Nanti jika mereka sudah lahir, kami juga ingin kamu menjadi babysitternya mereka untuk membantu Shanum."


Laila terkejut mendengar ucapannya Emyr. Dia saat ini malah menatap bengong semua orang yang ada di depannya.


"Supaya jika saya pergi jauh bisa sedikit merasa tenang. Karena terkadang saya harus ke luar kota atau ke luar Negeri untuk urusan bisnis dan pekerjaan."


"Kamu pasti terkejut. Bila kamu mau, kamu bisa mulai bekerja minggu depan, supaya sekarang bisa membuat surat pengunduran dirimu dengan bos kamu saat ini."


"Laila! Kami tidak memaksamu. Tapi ... Aku ingin memberikan pekerjaan yang bagus dan gaji yang memuaskan untukmu." Shanum ikut-ikutan berbicara.


"Tenang saja! Mama sama papa sudah tahu akan hal ini ko," ucap Shanum lagi.


"Terima saja Laila. Ini kesempatan bagus, katanya kamu ingin mengumpulkan uang buat beli rumah ketika sudah menikah nanti dengan nak Nasir," ucap sang bapak.


"Bapak!" Laila terlihat malu. Dan yang lainnya malah tersenyum saja.


"Emm! Baiklah! Akan Laila pikirkan dulu ya Mas Emyr, Shanum. Karena ini benar-benar sangat mengejutkanku."


Emyr dan Shanum hanya mengangguk saja. "Nanti akan Laila kabari lagi. Kalau begitu, Laila dan ibu sama bapak mau pamit pulang dulu."


"Biar kalian diantar sama Nasir saja," ucap Emyr.


"Tidak perlu Tuan Emyr. Kami bisa naik bus atau angkot saja." Bapaknya Laila merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa ko Pak. Terima saja," ucap Shanum.


"Baiklah!" dan pada akhirnya mereka pulang diantarkan oleh Nasir.


Setelah makan bersama dan kumpul keluarga. Keesokan paginya, Emyr harus benar-benar berangkat ke kantor. Dan kali ini yang menjaga Shanum adalah mama Mulan.


"Ingat! Setelah meeting harus segera pulang ya! Karena Mama sudah ingin sekali melihat calon cucu-cucu Mama," pesan sang mama.


"Siap Ma!" Emyr pun lalu berpamitan berangkat kerja bersama Shanum.


Siang harinya, sekitar jam sebelas pagi, barulah Emyr selesai meeting. Dan dia pun segera bergegas pulang ke rumah. Sebab dirinya bersama mama Mulan dan papa Hisyam ingin memeriksakan kehamilannya Shanum.


Memang ini belum waktunya Shanum kontrol kembali. Akan tetapi mama Mulan sudah sangat ingin sekali melihat sendiri ke dua calon cucunya itu.


Di sinilah mereka sekarang, sedang berjalan di loby rumah sakit menuju ke dalam ruang kerja dokter Hilda.

__ADS_1


Mama Mulan benar-benar sangat senang sekali bisa melihat sendiri ke dua calon cucunya yang dinyatakan sehat. Begitupun dengan papa Hisyam, yang juga sama-sama bahagia dan sudah tidak sabar ingin segera melihat mereka lahir ke dunia.


Selesai melakukan cek up seperti biasanya, Emyr, Shanum, mama Mulan dan papa Hisyam memutuskan untuk kembali pulang ke rumah, karena Shanum harus beristirahat lagi.


Baru saja sampai di loby rumah sakit, tiba-tiba ada empat orang wartawan yang mendatangi mereka.


"Siang Tuan Emyr, Tuan Hisyam. Kami wartawan dari ... " sang wartawan menyebutkan tempat kerjanya.


Ternyata ketika Emyr sekeluarga masuk ke dalam rumah sakit tadi, salah satu teman dari sang wartawan ada yang melihat. Dan dia langsung menghubungi temannya yang seorang wartawan. Alhasil ada wartawan yang sudah menunggu mereka di loby rumah sakit.


"Maaf mengganggu waktunya sebentar."


Emyr, Shanum, mama Mulan dan papa Hisyam tentu saja langsung menghentikan langkah kakinya.


"Jika boleh tahu, untuk apa kalian datang ke rumah sakit. Dan ... Dan kenapa Nyonya Shanum sampai memakai kursi roda, Tuan. Apakah sudah terjadi sesuatu dengan Nyonya Shanum?"


"Tolong konfirmasinya Tuan Emyr, Tuan Hisyam!" ucap sang wartawan lagi.


Emyr tersenyum formal. "Boleh! Asal kalian janji jangan membuat berita palsu tentang keluarga saya. Bila tidak mau menanggung akibatnya!"


"Kami tentu saja tidak berani membuat berita yang buruk tentang keluarga Anda, Tuan," ucap sang wartawan.


"Bagaimana Pa? Apakah kita kasih tahu saja kepada wartawan ini?"


"Terserah kamu saja. Jika mereka tahu juga tidak apa-apa. Untuk apa di tutup-tutupi Emyr. Ini bukan aib, tapi kabar bahagia yang datang dari keluarga kita," jelas sang papa.


Emyr sedikit menundukkan badannya sambil memeluk Shanum dengan mesra. "Istri saya saat ini sedang hamil kembar. Karena saya tidak mau dia kelelahan, saya menyuruh dan memaksanya untuk memakai kursi roda."


"Hanya itu yang bisa saya katakan, kalau begitu, kami pamit undur diri. Sebab istri saya harus segera beristirahat." Emyr tersenyum formal. Dan setelahnya, Emyr sekeluarga tidak mau lagi menanggapi setiap pertanyaan dari para wartawan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berita itu menyebar ke semua media sosial atau berita terpanas hari ini. Cuma membutuhkan waktu dua jam saja berita itu sudah menyebar sangat pesat sekali.


Imran yang saat ini sedang istirahat makan siang, tiba-tiba mendapatkan notifikasi berita online yang selalu diikutinya.


"Masih terbilang pengantin baru. Istri dari Emyr Saddam, yaitu Nyonya Shanum Saddam dinyatakan positif hamil anak kembar."


Imran membaca judul artikel itu. Dan di artikel itu ada gambar Emyr, Shanum, mama Mulan dan papa Hisyam yang baru saja keluar dari dalam rumah sakit.


Tidak pakai lama, tentu saja Imran langsung memencet artikel tersebut lalu membacanya dengan seksama. Ada hati yang terbakar dan sangat panas sekali rasanya mendengar kabar tentang kehamilannya Shanum.


"Shanum hamil!" mata Imran masih membaca artikel tersebut. Bahkan tangannya masih mengscrool ponselnya.


Tidak puas membaca satu artikel, Imran mencoba mencari artikel lainnya. Bahkan dia juga membuka youtube untuk melihat wawancara dari para wartawan tadi di loby rumah sakit dengan keluarga Emyr.


Semua teman-teman Imran pada menanyainya mengenai kehamilannya Shanum. Teman-teman Imran sekarang malah berpikir, jika yang mandul sebenarnya adalah Imran sendiri, bukanlah Shanum.

__ADS_1


Brak! Suara ponsel ditaruh di atas meja dengan cukup kasar. Dan orang itu adalah Linda. Iya Linda! Karena dia baru saja melihat dan membaca berita tentang kehamilan Shanum di media sosial maupun berita selebritis yang ada di televisi.


"Shanum hamil! Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus hamil juga."


Linda lalu menghubungi Imran. Imran yang sedang membaca dan melihat berita tentang Shanum, langsung mengangkat sambungan telepon dari Linda.


"Mas! Kita harus kontrol ke dokter. Kita sudah hampir satu tahun menikah, kenapa Linda belum hamil juga!"


"Tapi sekarang Mas sedang bekerja, Linda."


"Linda tidak mau tahu. Pokoknya hari ini juga Mas sudah harus pulang ke rumah!" ancam Linda. Dan setelahnya, dia langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


Yang bisa Imran lakukan cuma pasrah saja. Dan entah apa yang dia katakan untuk meminta ijin kepada kepala kantornya, tapi akhirnya dia diijinkan pulang oleh sang kepala kantor.


Sekarang Linda dan Imran sudah sampai di rumah sakit untuk cek kondisi tubuh mereka. Setelah melakukan cek di seluruh tubuhnya, sekitar beberapa jam kemudian, akhirnya pada saat itu juga, hasilnya bisa langsung keluar.


"Apa Dok! Saya dinyatakan mengalami gejala azoospermia!" Imran benar-benar sangat terkejut sekali.


Azoospermia sendiri adalah kondisi tidak adanya sspeerma dalam air maanii saat pria bereejaakulasi. Azoospermia dapat terjadi karena kelainan genetik, penyumbatan pada saluran tesstiis, gangguan hormon, atau gangguan pada teesstis. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kemandulan pada pria.


"Iya Tuan Imran!" jawab sang dokter.


"Dan untuk Nyonya Linda, Anda terkena human seminal plasma hypersensitivity."


"Apa itu human seminal plasma hypersensitivity, Dokter?" tanya Linda dengan wajah yang terlihat was-was.


"Human seminal plasma hypersensitivity atau alergi sspeerma adalah reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap protein yang terkandung pada sspeerma atau air maanni pria."


"Apakah Nyonya Linda waktu berhubungan dengan Tuan Imran pernah mengalami gatal-gatal atau radang di sekitar vaagiinaa? Karena itulah tanda-tandanya," jelas sang dokter lagi.


"Iya Dokter. Saya sering mengalaminya. Dan saya kira itu hal yang wajar, karena terjadinya gesekan setiap berhubungan," jawab Linda. (Maaf pembahasannya sedikit vullgaar. Tapi ini bukan karangan saya belaka, namun ilmu kedokteran.)


Sang dokter lalu menjelaskan apa itu Human seminal plasma hypersensitivity kepada Linda dan Imran. Mereka berdua mendengarkan dengan sangat serius sekali setiap kata yang keluar dari mulut sang dokter.


Imran juga bertanya, apakah dirinya dan Linda masih bisa mempunyai seorang anak. Sedangkan mereka saat ini sedang mengalami gejala yang cukup serius di tubuhnya.


Sang dokter menjawab. "Semua itu bisa kami bantu dengan tenaga medis Tuan Imran. Namun semuanya kembali kepada Sang Kuasa apakah Dia menghendaki Anda punya anak atau tidak."


"Tapi Anda dan Nyonya Linda tidak perlu putus asa. Kami sebisa mungkin akan membantu Anda dengan pengobatan yang biasa kami terapkan kepada mereka yang mengalami gejala yang sama seperti Anda dan Nyonya Linda."


Kepala Imran tiba-tiba terasa seperti berputar-putar tidak jelas. Semua ingatan tentang dirinya yang pernah marah-marah dengan Shanum, karena belum kunjung hamil juga terus terngiang-ngiang di otaknya.


Imran teringat bagaimana kasarnya ucapannya dulu yang sering mengatai Shanum mandul. Tapi tidak tahunya, ternyata dirinya lah yang mandul. Terbukti sekarang, Shanum bisa hamil kembar dan dia dinyatakan terkena azoospermia.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


...~TBC~...


__ADS_2