JODOH 1 METER

JODOH 1 METER
SICK


__ADS_3

Shanum yang pertama kali berada di tempat wisata itu benar-benar terpesona dan juga sangat suka sekali. Dia bersenang-senang seharian bersama Emyr sang suami. Dan Emyr sebisa mungkin memanjakan Shanum dengan menuruti semua yang Shanum minta.


Shanum tertawa lepas, bahagia dan sepertinya dia sudah lupa dengan masa lalunya yang menyakitkan itu, tentu saja berkat Emyr.


Selesai dari tempat wisata tersebut, Emyr mengajak Shanum ke tempat wisata yang lainnya. Mereka menikmati berbagai makanan dan minuman yang pastinya belum pernah Shanum cicipi sama sekali.


"Berat badan Shanum sudah naik, Kak. Sepertinya sehabis pulang dari Turki, Shanum akan kelihatan lebih gendut deh!" Shanum mengusap perutnya.


"Walau kamu gendut, Kakak tetap cinta ko. Itu artinya Kakak sudah bisa mencukupi kebutuhanmu sayang," jawab Emyr sambil memakan makanan milik Shanum.


Shanum langsung tertawa, mereka saling menyuapi makanan yang saat ini sedang mereka makan.


Yang dilakukan Shanum dan Emyr setiap hari liburan terus dan menghabiskan waktu berdua saja, hingga tanpa mereka sadari Shanum dan Emyr sudah berada di Turki sekitar satu minggu lamanya.


Saat ini Shanum dan Emyr sedang sarapan bersama dengan mama Mulan dan papa Hisyam.


Shanum akui, dia sedikit kebingungan untuk berinteraksi dengan semua orang. Karena dia tidak bisa berbahasa Inggris maupun Turki.


"Oh ya Shanum, Emyr. Jangan lupa, lusa di rumah kita nanti ada pertemuan dengan keluarga besar."


Emyr mengangguk. "Iya Pa. Emyr ingat ko."


"Emm! Shanum belum bisa berbahasa Turki, Pa. Pasti nanti ... "


Mama Mulan langsung menyelanya. "Perlahan, nanti kamu lama-kelamaan pasti akan bisa."


"Iya Shanum. Kamu tenang saja, lagipula sebagian dari keluarga kita ada juga ko yang bisa berbahasa Indonesia." Ujar papa Hisyam juga.


Shanum mengangguk. "Iya Pa, Ma. Nanti Shanum akan belajar."


Selesai menikmati sarapan bersama, Shanum diajak Emyr lagi untuk pergi ke suatu tempat. Cuma membutuhkan satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan.


"Rumah! Ini rumah siapa Kak?" Shanum memandang bangunan rumah yang ada di depannya.


Setelah memarkirkan mobilnya dengan rapi, Emyr pun langsung mengajak Shanum untuk segera keluar dari dalam mobil.


"Ini rumah Kakak, sayang. Rumah pribadi Kakak sendiri."


Shanum terlihat terkejut. "Kakak juga punya rumah di sini?"


Emyr mengangguk sambil menggandeng tangan Shanum untuk dia ajak masuk ke dalam rumahnya. Kedatangan Emyr dan Shanum disambut baik oleh semua pelayan dan penjaga rumah yang dipekerjakan oleh Emyr.

__ADS_1


"Kakak tidak cuma punya rumah saja di sini sayang. Kakak juga punya properti, cabang bisnis, beberapa tanah serta aset-aset yang lainnya," jawab Emyr.


"Uang Kakak pasti banyak sekali ya?"


Emyr tertawa. "Uang Kakak, uang kamu juga sayang."


"Oh itu pasti." Shanum ikut-ikutan tertawa.


Shanum diajak berkeliling oleh Emyr untuk melihat-lihat seisi rumahnya. Rumah yang juga sama besarnya dengan rumahnya yang ada di Indonesia.


Hmm! Benar-benar the real sultan tuh si Emyr. Dan Shanum sangat beruntung mempunyai suami setajir Emyr.


Tak ada kerugian bagi mereka yang memiliki sifat sabar dalam menghadapi berbagai macam cobaan serta ujian hidup dari Allah SWT. Sebaliknya, Allah SWT sudah menjanjikan banyak hal bagi mereka yang mampu bersabar dalam menghadapi kesulitan hidup.


Mengutip buku Hakikat Kesabaran oleh Abu Mushlih Ari Wahyudi. Kesabaran juga mendatangkan kemenangan, seperti yang disebutkan dalam sebuah Riwayat bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:


"Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti ada kemudahan." (HR. Abd bin Humaid di dalam Musnadnya (lihat durrah salafiyah hal 148.)


Artinya: "Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya. Barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran." (HR Bukhari No 1469).


Sudah jelas hadist di atas, jika kebahagiaan yang Shanum miliki adalah buah dari kesabarannya selama ini dalam menghadapi kerasnya hidup.


Allah tidak akan pernah salah dalam memberikan kebahagiaan dan kelebihan kepada hambanya. Kita sebagai manusia dituntut untuk jangan iri dan dengki. Karena semua itu sudah ada takarannya masing-masing di sisi Allah Subhanahu Wata'ala.


Rumah dinas yang cukup jauh dari tempat perbelanjaan, pasar maupun supermarket. Itulah yang membuat Linda merasa sebal ikut pindah dengan Imran.


Iya! Walau bisa terbilang tidak terlalu pelosok. Tetap saja jika ia ingin ke sana harus menempuh perjalanan minimal sekitar setengah jam lamanya.


Apa yang kamu tanam, itulah yang akan kamu tuai. Apa yang kamu berikan, itulah yang akan kamu terima kemudian hari. Apa yang kamu benci, suatu saat itulah yang akan membuatmu jatuh cinta.


Begitulah perjalanan hidup manusia, sudah sangat terlihat jelas sekarang bagaimana kehidupan antara Shanum dan Linda.


Selesai puas berkeliling rumah, Shanum pun memutuskan untuk menghabiskan harinya di rumah tersebut. Lalu nanti baru mereka akan pulang ke rumah papa Hisyam.


Seperti yang sudah dikatakan papa Hisyam. Lusa semua keluarga besar Emyr berkumpul di rumah papa Hisyam. Mereka semua untuk pertama kalinya mengenal Shanum secara dekat. Dan mereka juga welcome dengan Shanum, tidak memandang Shanum sebelah mata.


Tidak terasa pula, Shanum liburan plus bulan madu dengan Emyr di Turki sudah satu bulan lamanya. Itu artinya jadwal kepulangan mereka berdua sudah semakin dekat.


"Kalian sebentar lagi akan kembali pulang ya. Hmm! Pasti sepi deh nanti rumah ini. Mama sudah tidak ada lagi orang yang bisa diajak berbelanja dan mengobrol." Mama Mulan terlihat cemberut.


"Mama tenang saja, nanti jika pekerjaan kak Emyr senggang, Shanum janji deh akan meminta diantarkan ke sini, menemui Mama."

__ADS_1


Mama Mulan terlihat ceria lagi mendengar ucapan Shanum. "Benarkah?" Shanum pun langsung membenarkan ucapannya.


Tibalah saatnya Shanum dan Emyr kembali pulang ke Indonesia. Papa Hisyam dan mama Mulan yang mengantarkan mereka berdua ke bandara. Mereka lalu saling melambaikan tangan, ketika pesawat yang akan Shanum dan Emyr naiki akan lepas landas. Dan pada akhirnya, mereka semua berpisah dengan tujuan masing-masing.


"Bismillah! Semoga selamat sampai tujuan. Aamiin!" Emyr pun juga mengaamiinkan ucapan Shanum.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama di dalam pesawat. Akhirnya, pesawat itu pun mendarat dengan selamat di salah satu bandara yang ada di Indonesia.


Nasir adalah orang yang ditugaskan untuk menjemput Emyr dan Shanum di bandara. Di dalam mobil, mereka bertiga mengobrol santai tentang hubungan Nasir dan Laila.


"Bagaimana kemarin Mas Nasir acaranya? Maaf, saya tidak bisa hadir."


"Tidak apa-apa Mbak Shanum. Saya sendiri juga berterimakasih dengan mas Emyr dan Mbak Shanum yang sudah memberikan hadiah lamaran untuk saya dan Laila begitu banyaknya," ucap Nasir sambil melihat kearah kaca tengah mobil.


"Sama-sama. Semoga kalian suka," jawab Emyr.


Nasir hanya tersenyum saja. Dia terus mengendarai mobilnya dengan tenang. Sedangkan Shanum memilih memejamkan matanya sambil bersandar dipelukannya Emyr. Entah kenapa, tiba-tiba Shanum merasa tidak enak badan. Dan Emyr belum menyadari jika wajah Shanum sudah pucat dibalik niqabnya.


Sesampainya di rumah, Shanum yang akan turun dari dalam mobil, tiba-tiba terhuyung akan terjatuh. Emyr yang melihat tentu saja langsung sigap menangkap tubuh Shanum.


"Sayang! Kamu kenapa?" wajah Emyr terlihat khawatir.


Nasir yang masih ada di situ dan sedang menurunkan semua barang bawaan Emyr dan Shanum, juga merasa khawatir dengan keadaan Shanum.


"Shanum cuma kecapekan saja Kak. Karena perjalanan kita sangat jauh."


"Ayo kita masuk. Mau Kakak gendong?"


Shanum menggelengkan kepalanya. Dia memilih jalan kaki saja. Akan tetapi di saat Shanum baru saja menginjakkan kakinya masuk ke dalam rumah, tiba-tiba dia pingsan dan membuat Emyr langsung segera menggendongnya masuk ke dalam kamar.


"Cepat panggilkan dokter pribadiku ke sini!"


Sang asisten rumah tangga langsung segera menghubungi dokter pribadinya Emyr.


Emyr terkejut ketika membuka niqabnya Shanum. Sebab wajah Shanum sudah sangat pucat, dan keringat dingin sudah membasahi seluruh wajahnya.


"Maafkan Kakak, sayang yang sejak kemarin mengajakmu liburan terus. Hingga membuat Kakak lupa untuk membuatmu beristirahat yang cukup."


Emyr menyalahkan dirinya sendiri melihat Shanum jatuh sakit seperti saat ini.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


...~TBC~...


__ADS_2