JODOH 1 METER

JODOH 1 METER
TAMU SPESIAL


__ADS_3

Emyr langsung bertanya kepada Shanum ketika melihat sang istri seperti itu keadaannya.


"Apakah sayang baik-baik saja? Atau kita kembali saja ke dalam kamar?"


Shanum menggelengkan kepalanya kepada Emyr, sambil melambaikan tangannya pertanda jika dia tidak mau dan tidak kenapa-kenapa.


Para tamu undangan juga merasa khawatir melihat Shanum yang saat ini sedang dikerubungi oleh semua keluarganya. Perbincangan hangat pun langsung terdengar di dalam ballroom hotel tersebut tentang kejadian tadi.


Akan tetapi semua orang tidak ada yang berani menyalahkan Shanum yang ternyata seorang janda. Mereka justru merasa kasihan kepadanya, karena pernah menjalani hidup rumah tangga yang tidak sehat.


Namun, ada juga yang mengira jika Shanum mau menikah dengan Emyr karena cuma mengincar hartanya saja.


Kita tidak bisa mengontrol bagaimana jalan pikiran semua orang. Setidaknya, kita bisa meminimalisir supaya orang tidak berpikir buruk kepada kita, dengan cara terus berbuat baik kepada sesama.


Sedang menenangkan Shanum yang terlihat syok, tiba-tiba Emyr didekati Kevin.


"Tuan Emyr! Apa ada yang bisa saya lakukan?"


Sebelum menjawab, Emyr mengajak Kevin sedikit menjauh dari semua orang. "Pastikan berita yang tersebar jangan ada yang berani menyudutkan Shanum. Pastikan jika berita yang tayang nanti, membuat mereka bertiga semakin malu menunjukkan mukanya di depan umum. Mengerti!"


Kevin mengangguk. "Mengerti Tuan!"


"Bagus! Dan laporkan sikap ibu Mu'idah yang sudah berani merusak acara indahku ini ke kantor polisi! Biar dia merasakan mendekam di jeruji besi untuk sementara waktu."


Kevin mengangguk lagi. "Baik Tuan Emyr!"


Emyr hanya mengangguk. Lalu Kevin berpamitan pergi kepada Emyr.


Emyr langsung menenangkan Shanum lagi, apakah masih bisa melanjutkan lagi acara resepsi pernikahan mereka atau tidak. Dan dengan tenang Shanum menjawabnya. "Ayo Kak! Ini acara kita. Hari bahagia kita. Anggap saja tadi cuma hiburan. Shanum sudah tidak kenapa-kenapa ko!" Shanum mencoba tersenyum.


"Apakah benar kamu sudah tidak kenapa-kenapa Nak?" mama Mulan terlihat khawatir.


Shanum tersenyum. "Shanum benar sudah tidak kenapa-kenapa ko Ma!"


"Syukurlah!" mama Mulan terlihat lega.


Melihat Shanum sudah terlihat tegar dan kuat, mereka semua lalu kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Dan acara pesta resepsi pun kembali diselenggarakan seperti tadi.


Sedangkan beralih kepada Kevin. Kevin saat ini sudah berdiri di belakang para wartawan yang sedang mengerumuni Imran, Linda dan ibu Mu'idah.


Ibu Mu'idah yang tidak pernah dikejar-kejar oleh para wartawan merasa sangat ketakutan sekali. Imran saja sampai kewalahan untuk mereda para wartawan yang ingin terus mewawancarai sang ibu.

__ADS_1


Akhirnya, pertolongan pun datang dengan datangnya Kevin dihadapan mereka. "Biarkan mereka pulang. Biar saya saja yang mengkonfirmasi kepada kalian semua," ucap Kevin.


Para wartawan pun langsung menyingkir untuk memberikan jalan kepada Imran, Linda dan ibu Mu'idah yang ingin pulang ke rumah. Sekarang para wartawan itu langsung mengerubungi Kevin.


Kevin yang sudah terbiasa bertemu para wartawan, dengan santai menjelaskan bagaimana cerita yang sebenarnya. Para wartawan itu pun mendengarkan dengan sangat seksama setiap ucapan yang keluar dari dalam mulut Kevin.


"Jika kalian ada yang berani menyudutkan nyonya Shanum ... "


"Jangan harap perusahaan kalian bisa berdiri lagi di atas tanah! Paham!" Kevin terlihat tegas dan berwibawa.


"Paham Tuan Kevin," jawab serempak dari semua wartawan sambil mengangguk patuh. Setelah itu, Kevin pun kembali lagi masuk ke dalam ballroom hotel untuk memantau jalannya resepsi pernikahan sang majikan.


Shanum dan Emyr yang sudah terlihat biasa saja, mereka berdua lalu mulai menyalami para tamu undangan lagi. Tidak Emyr sangka, dia kedatangan tamu spesial. Yaitu para sahabat sekaligus kolega kerjanya.


"Hai Tuan Akmal! Senang Anda bisa datang ke pesta kecil-kecilan saya!" Emyr menyalami dan memeluk sang sahabat dengan erat.


"Tidak saya duga, ternyata Anda mengikuti jejak saya, Tuan Emyr!"


Emyr langsung tertawa terbahak-bahak karena digoda oleh Akmal.


Pasti kalian tahu lah Akmal datang bersama siapa? Yaps! Cyra! Sang istri tercinta yang juga seorang janda.


"Janda memang bukan pilihan, Nyonya. Tapi walau kita janda, kita juga tidak bisa ditindas dengan seenaknya."


"Saya suka dengan sikap tegas Anda tadi Nyonya Emyr," ucap Cyra lagi sambil tersenyum.


"Terimakasih Nyonya!" Shanum tersenyum juga dibalik niqabnya.


"Sepertinya suami kita-kita sukanya sama yang janda," canda Cyra.


Shanum terlihat terkejut. "Apakah Anda ... "


Cyra mengangguk. "Iya! Saya juga seorang janda yang turun ranjang."


"Maksudnya! Anda dulu menikah dengan kakaknya tuan Akmal?" tanya Shanum dengan sangat hati-hati sekali.


Cyra mengangguk sambil tersenyum manis dibalik niqobnya. Dan hal itu membuat Shanum sangat terkejut dan tidak menyangka sama sekali.


"Hei! Kalian jangan asik mengobrol terus. Gantian kami lah sekarang!" sahut seseorang yang ada di belakang Akmal.


"Gus Afnan! Apa kabar?" Emyr menyambut sang sahabat lagi. Mereka berpelukan sama seperti dengan Akmal tadi.

__ADS_1


Akmal pun juga memeluk Gus Afnan sama seperti Emyr.


"Lihatlah! Satu orang lagi yang suka sama janda!" bisik Cyra kepada Shanum.


"Dia ... "


Cyra mengangguk. "Iya! Ning Syahlaa justru lebih pelik ceritanya dari kisah Anda Nyonya Shanum."


"Jadi Anda jangan malu atau minder, dan putus asa setelah semua orang tahu bagaimana kisah Anda yang dulu," bisik Cyra lagi.


Mata hati Shanum seakan terbuka setelah sedikit mendengar kisah dari para sahabat Emyr. Dirinya sekarang semakin mantap, kuat dan berani menghadapi setiap cobaan yang akan menghampirinya di kemudian hari.


"Selamat Nyonya Shanum atas pernikahannya."


Shanum menyambut baik ucapan selamat dari Syahlaa. Mereka pun berpelukan hangat sebagaimana mestinya para perempuan. Tidak lupa, Cyra dan Syahlaa juga temu kangen di acara pernikahan Shanum dan Emyr. Tiga orang perempuan yang cantik dan bercadar, serta tiga orang laki-laki yang tampan, mapan dan kaya berdiri di atas pelaminan saat ini. Sungguh pemandangan yang membuat semua orang merasa iri.


Jika kalian penasaran dengan mereka, bisa dibaca di novel saya yang berjudul Ikhtiar Cinta Akmal dan Dia Jodohku. Serta masih ada banyak novel saya yang lainnya, yang tidak bisa saya rangkum di dalam bab ini.


"Menjadi istri seorang pengusaha yang tampan, mapan dan sukses, membutuhkan keberanian Nyonya Shanum. Jadi! Janganlah pantang menyerah untuk membuktikan, jika Anda pantas menjadi istrinya tuan Emyr."


Shanum tersenyum mendapatkan saran yang membangun dari Syahlaa. Dia seperti belajar dari Syahlaa dan Cyra yang bisa terus berdiri di samping sang suami yang tidak kalah tampan dengan suaminya.


"Ayo kita segera turun, kasihan yang lainnya sudah menunggu kita!" ucap Akmal.


"Eits! Kita foto dulu!" cegah Emyr. Dan pada akhirnya, mereka semua berfoto bersama sebagai kenang-kenangan di atas pelaminan bersama Emyr dan Shanum.


Walau tadi acaranya sempat terganggu karena ulah ibu Mu'idah. Akan tetapi setelahnya, seperti sudah berlalu acara pesta resepsi pernikahan Shanum dan Emyr berjalan dengan sangat lancar sekali. Sungguh acara yang benar-benar meriah dan juga megah.


Acara pesta resepsi pernikahan mereka akan dilanjutkan lagi nanti malam, sekitar jam tujuh malam hanya untuk para relasi kelas kakap, pemegang saham, serta orang-orang terdekat saja dan masih diselenggarakan di dalam ballroom hotel tersebut.


Sekarang biarkan Shanum dan Emyr serta keluarga yang lainnya beristirahat sambil menunggu waktu malam tiba.


Sedangkan ibu Mu'idah sendiri, sesampainya di rumah, dia diamuk dan di marahi habis-habisan oleh Imran dan juga Linda.


Bahkan semua perabotan rumah tangga yang ada di rumah Imran, Imran banting semua karena sudah saking frustasinya dengan sikap sang ibu.


"Linda sekarang tidak sudi mengakui ibu sebagai mertua Linda! Pergi dari sini! Pergi!" teriak Linda mengusir sang mertua.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


...~TBC~...

__ADS_1


__ADS_2