
Sam Pov
Apa yang akan dikatakan bang Tomi, kenapa aku begitu khawatir.
"Dia itu mantan pa.. Adik seniorku"
"OUH AS**, TAU AH BANG"
"BWAHAHA..."
Kesel lama - lama liat bang Tomi, mending ke kak Olivia aja deh.
"Hai kak"
Lah kok malah dicuekin sih, aduh pasti dia marah gara - gara kemarin.
"Kak~ apa kakak marah gara - gara kemarin aku tidak membalas pesan maupun telfon kakak ya"
"Udah nyadar pakai nanya lagi"
"Kak~ maaf" aku terus mengikuti kemana kak Olivia pergi "Ayolah kak maafkan aku ya"
Olivia menatapku dengan sinis, lalu ia lebih memilih membantu Bram tanpa memperdulikanku.
Huffttt... Apa dia begitu sangat marah kepadaku.
Sam End Pov
Olivia Pov
Aku sebenarnya bukan marah sama itu anak, tapi lebih ke kesel aja masa dihubungi sebanyak itu nggak ada kabar sama sekali.
"Kak, apa kau sedang marahan dengan Sam"
"Mm~, sudah kau kemasi semuanya, kalau sudah ayo kita ambil stok baru lagi digudang okay, karna sebentar lagi nih cafe akan buka"
"Baik kak"
Setelah menyelesaikan tugasnya, samar - samar aku mendengar Bram yang mengecek kondisinya.
"Apa lo baik - baik saja, Sam"
"I am ok" suara lirihnya
Yah sih waktu kulihat emang tadi sempat kulihat dia pucat banget wajahnya. Diwaktu para pelanggan wanita sedang banyak - banyak membeli, ada beberapa celetukkan wanita tersebut.
"Kak, apa kamu sedang sakit"
"Iya, wajahmu sangat pucat sekali kak, mending lebih baik kau istirahat saja. Atau kalau tidak sini ku ijinkan kau dengan bosmu, jadi dimana dia"
"Kalian tenang saja ya, saya baik - baik saja"
Kusempatkan diriku mengintip dia dari jauh, karna bertepatan aku membersihkan salah satu meja pembeli. Oh ya tuhan pucat sekali wajahnya atau jangan - jangan dia? Ketika dia ingin kuhampiri mbak Anna pun langsung menghampiri Sam.
"Sam, mending kamu cepat istirahat kedalam biar semua ini akan aku kerjakan"
"Benar itu kak, mending wanita ini aja yang gantiin kamu disini"
"Tidak, aku tak mau dia mengantikanku disini. Kalian tenang saja aku baik - baik saja kok"
__ADS_1
"Sam~ jangan pernah paksakan dirimu okay"
"Kak tenang aja ya, aku baik - baik saja kok"
Huh.. Sepertinya aku harus turun sendiri disini, kalau tidak ini pelanggan banyak yang hilang menunggu drama mereka.
"Permisi, Sam ayo ikut denganku. Kak, maaf kamu bisa urus disinikan"
"Iya bisa, kayak aku baru bekerja disini aja kau ini hehe..."
"Yaudah, ayo Sam"
Aku menarik tangan Sam, ketempat ruangan peristirahatan khusus karyawan tepat dibelakang cafe.
"Ayo baringkan tubuhmu, tunggu biar aku belikan kau bubur didepan sana dulu"
"Tidak perlu kak"
"Diam, kalau kau membantah lagi bersiaplah aku akan semakin tidak akan memaafkan mu"
"Ihh jangan dong kak~"
"Nah mangkannya nurut jadi anak okay" Sam menangguk patuh "Bagus - bagus, sekarang cepat kau beristirahatlah dulu"
Aku langsung pergi ketoko depan, disana memang ada tukang bubur, dan akupun langsung membelikannya. Saat diriku akan kembali ke Cafe disana aku dikejutkan kak Kimmy yang datang bersama buah hatinya.
"Ouh hai kak Kim!"
"Olivia ahh rindu~"
"Sama aku juga kak"
"Eh kamu habis kemana"
"Nih beliin bubur buat anak orang yang sakit sekarang akibat gegara aku sih hehe.."
"Emangnya siapa bang Tomi"
"Bukan, tuh anak baru Sam namanya"
"Pangeran sakit!"
Hah.. Apa maksud kak Kim kenapa palaku jadi mumet ya, seketika alisku bertautan.
"Ah maksud ku itu loh pangeran tuh kucing tetanggaku yah, aku ingat kalau dia tuh sempat tadi dititipkan ke aku jadi aku lupa mau beritahu pembantuku suruh ngasih obat dulu yang udah aku belikan"
"Ahh... Kalau begitu kakak masuk aja dulu kedalam, tuh cuaca nya lagi nggak baik buat bayi disini tau" sebari mengelus perutnya
"Ih makasih aunty"
Aku pun sontak tertawa lepas bersamaan dengan kak Kim, sampai didalam aku memutuskan memberikan bubur terlebih dulu ke Sam. Saat melihat didalam ternyata anak itu sudah tertidur pulas diatas sofa panjang.
"Sam - sam, ayo bangun dulu yuk makan dulu"
"Hmmm"
Sam dengan wajah pucatnya dia terduduk disofa lalu memakan sesuap bubur, aku yang menempelkan telapakku didahinya ternyata tuh orang sudah menurun dari sebelumnya, syukurlah.
Olivia End Pov
__ADS_1
CLEKK..
Pintu pun terbuka, ternyata disana ada kak Kim yang sedang mengintip kami berdua.
"Apa aku menganggu kalian"
"Tidak ada kak, memangnya ada apa ya"
"Nggak, aku ingin melihatnya saja bagaimana kondisinya"
"Aku sudah cukup lebih baik kak"
"Ck, sifat cuekmu masih saja sama Sam"
"Lah kalian saling kenal ya?"
"Kenal" jawab bersamaan
"Dimana? Bukannya kau ini"
"Begini loh, dia itu sebenarnya adik juniorku apalagi ini anak satu kelompok denganku dalam sebuah audisi acara dikuliahanku, jadilah aku mengenalnya"
"Ah.." aku sebari menganggukkan kepala
"Oh ya, bisakah kau buatkan aku coklat caramel, dan cake egg"
"Eh ada bayaran nya nggak nih"
"Tenang kalau masalah itu mah, kau seperti tidak menggenalku saja Liv"
"Haha..Ok siap - siap akan kubuatkan"
Disaat Olivia pergi Kimmy ternyata duduk dihadapan Sam dengan tatapan sulit diartikan.
"Apa kau akan terus memperjuangkan cintamu ini, kalaupun iya maka aku sedikit ragu apa dia akan menerimamu kembali atau malah tidak, karena aku tau nenekmu tidak akan berdiam diri"
"Ya aku tau kak, walaupun mereka menghalangiku dengan keras aku tetap akan mempertahankan cintaku kali ini kak. Aku tak ingin berpisah kembali kak"
"Yah aku tau kau begitu tulus mencintainya Sam, tapi setidaknya berikan satu bukti bahwa kau dapat melindunginya dari nenekmu itu saja yang aku minta"
"Aku berjanji padamu kak, walaupun situa itu membuat aku harus terpisah jauh. Aku Sam tidak akan pernah melepaskannya bagaimanapun itu caranya, apalagi orangtuaku sudah begitu sangat menyukainya kak" dengan raut bahagia
"Benarkah"
"Yah, mereka begitu ingin sekali aku bahagia tanpa ada rasa sakit yang membuat ku harus merenggut nyawa sendiri. Setelah sekian lama mereka merasa takut aku mati hehe"
"Jadi benar tentang gosip penyakit anehmu itu Sam"
"Itu benar kak, penyakitku memanglah sangat - sangatlah aneh. Maka dari itu aku semakin semangat untuk bertahan karna ada orang tuaku yang terus mendukungku untuk memperjuangkan kembali cintaku kak"
"Ahh.. Senangnya kuharap kalian akan selalu bersama Sam"
CLEKK..
Keduanya sama - sama terkejut siapa yang telah membuka pintu tersebut tanpa mengetuk terlebih dulu.
...Bersambung...
...~♥~...
__ADS_1