
Olivia hanya dapat terdiam membisu melihat pakaian miliki ketiga orang didepannya, karna outfit mereka seperti ini :
Jiro /Jinny
Kak Kimmy
Mbak Anna
"Udah ah jangan bengong lu liat pakaian kita, kayak nggak pernah liat orang pakek ginian aja lu, udah yah mending sekarang ayo ikut sama aku, karna sekarang tinggal dirimu aja yang belum gue foto jadi in model baju gue" ucap Sonya
"Apa! Nggak ah kagak mau"
"Ihh ngapain sih nggak mau segala, nih ya gue hanya mau elu tuh foto kayak senormalnya aja"
"Nggak bisa~"
"Gimana sih, udah terserah lu mau ngapain yang penting tuh baju bisa jadi bahan endorsan ku nantinya" saut Jiro
"Mbak An~ bantuin gue~" merenggek karna dipaksa kearah bibir pantai
"WIDIHH.. SEKSI SEKALI KAU LIV SYUUITT~" goda bang Tomi
"DIEMM LO BANG!" dengan wajah tersiksa
"Bwahaha..." semua tertawa lepas
Diwaktu akan berfoto dengan Jiro, ia merasa kesulitan mengantur tubuh kaku Olivia yang semacam robot saja.
"SAM~ cepat kesini"
"Iya ada apa bang"
"Heh! Kau beraninya mengatakan aku bang, aku nih cewek tau!"
"Hahaha... Maaf - maaf cantik"
"Nah begitu dong, eh tapi dari omongan Sonya ada benarnya juga kalau dilihat sih kamu ini lama - lama seksi, dan tampan juga mempakai pakaian begini" mengusap dada Sam dengan sensual
"WOII KING KONG!! SAMPAI BERAPA GUE DISINI BODOH"
Sam merasa lega karna Olivia sudah membantunya dari godaan bencong.
"Aish.. Tuh anak menganggu saja" gumamnya "BENTARR... Oh ya Sam boleh tidak aku meminta tolong kau foto kan Oliv dong, karna aku mau mengatur gaya tuh model robot"
"Hihi... Baik kak cantik"
"Makasih tampan"
"Ayo gaya kayak gini"
"Nggak mau, katamu aku kau suruh bergaya senatural mungkin yah gini aja"
"Nggak kaku macem robot gitu juga anj**"
Melihat Jiro, dan yang lain kesusahan mengatur gaya Olivia membuat Sam sendiri hanya terkekeh melihatnya, lalu ia mempunyai cara tersendiri.
"Kak Liv, bisakah kau ikut denganku"
"Eh nggak bisa gitu dong, aku tuh mau ngendorsin pakaiannya tau"
__ADS_1
"Dih gantiin aja modelnya kalau gitu"
"Huh, apa katamu huh!! nggak bisa - nggak bisa asal kau tau aku tuh udah pilih - pilih in yang bagus sesuai tubuhmu tau" omelan Jiro
"Tapi aku nggak mau King~"
Tetiba Sam membisikkan sesuatu ditelinganya, membuat Jiro hanya menganggukkan kepala.
"Yaudah sana lo, pergi sama Sam. Yah tau yang pengen nya berduaan"
"Apaan sih, dasar nggak jelas"
"Ayo kak" mengandeng tangannya
Sam membawa Olivia ketempat duduk yang sudah disiapkan kak Kimmy sendiri, yaitu payung teduh disitu pun juga sudah ada beberapa makanan yang telah disiapkan.
"Duduklah kak"
"Huh.. Kesel deh, kenapa sih mereka tuh sehari aja jangan paksa orang seenak jidatnya"
"Yang kakak sabar - sabar aja sama makhluk macam mereka"
"Hahaha kau benar sekali"
"Oh ya coba deh kakak dengerin lagu ini enak apa tidak" memberikan sebuah earphone
"Mmm~" mengikuti nyanyian
CREKK...
PUKK..
"Aduh.. Ih Sonya apaan sih ganggu aja"
"Yah kenapa emang nggak boleh, nih gue lagi dengerin lagu, udah ah jangan gangguin gue lu" raut kesel
"Ya maap kan gue kagak tau, eh tuh kalau boleh tau nih, tuh cowok emang pacar lu apa cuma rekan kerja doang"
"Yah rekan kerjalah"
"Dih santai aja dong buk jawab nya kok jadinya sewot gitu"
"Yah itu mah salah kau sendiri, udah tau aku lagi enak - enak dengerin lagu malah lu kasih pertanyaan nggak jelas"
"Heh! Darimana nya coba nggak jelas dodol, nih ya secara kalau dari sudut pandang gue yah tuh anak keliatan bangetnya suka ama elu" dengan nada antusias
"Huh.. Lu tuh ya, kalau liat orang gitu paling pinter dah tapi kenapa elu yang sedari dulu bang Tomi yang udah terang - terangan suka ama elu, kenapa malah elo tolak dodol"
"Karna dia sama bang Tomi tuh beda"
"Dih alesan, udah deh jangan bicara sana sini bilang aja deh kalau lu suka kan ama tuh anak" nada ketus
"Ya emang, tapi berhubung tuh cowok sukanya ama elo jadi mundur aja deh gue"
"Ckk.. dasar nggak jelas, udah deh samperin terus bilangin kalau elu suka ama dia, apa perlu gue yang bilang"
"Astaga! biasa aja tuh bibir kalau ngmong, udah deh ah bilang aja elu cemburukan"
"Hah? Apa sih nggak jelas deh"
"Lah apa aku salah secara nadamu yang sewot gitu tuh biasanya kebanyakan mah kalau lu emang udah ada rasa sama tuh anak"
"Huftt... Capek gue lama - lama nanggepi orang macam elu deh"
Olivia yang merasa kesal sama Sonya, akhirnya ia memutuskan untuk pergi jarak jauh dari sana.
__ADS_1
Lalu Olivia berjalan kearah bebatuan, sedangkan Sam sendiri dengan secara diam - diam menfoto Olivia dari belakang menggunakan ponselnya, kemudian ia upload kemedia sosial.
Caption : You're so beautiful my girl
Semua para pengikutnya tengah membanjiri komenan mereka tepat diakun dia. Lalu ia seketika mematikan semua komentar negatif tetang dirinya.
Olivia sendiri tanpa disadari tengah menikmati suasana disekitar tepian pantai.
CREEKKK...
"Eh Sam kau sedang memotret ku?"
"Hehe.. Tidak apa - apa kan kak"
"Boleh aja sih, tapi boleh aku lihat hasilnya?"
Sam langsung mengarahkan kamera LSR nya kearah Olivia "Wahh, bagus juga berbakat sekali kau ini. Oh ya boleh tidak aku fotokan sekali lagi dengan gaya lain, tapi aku binggung pakai gaya apa ya?" menatap binggung
"Kak, bisa lebih naik sedikit kesitu"
"Hah, kesitu ngapain?"
"Yah, kata kakak ingin dipotret dengan gaya lain, jadi ayo cepat naik biar kubantu" naik terlebih dulu sambil mengulurkan tangannya
"Nah duduk disini nahh~ bagus, sebentar aku akan turun terlebih dulu" melompat dari bebatuan "Oh ya kak, kurasa langit sekarang sedang mendukung kita deh, coba deh kakak pejemin mata lalu nikmati udara disini sambil nikmati lagunya"
"Kau benar sam sejuk, dan pas sekali musiknya untuk dinikmati disini"
CREEKK..
Lalu Sam mendapatkan ide untuk menjailinya dengan cara mencipratkan air pantai kearahnya.
"SAMM..."
"Hahaha... Kalau bisa balas sini" ejeknya
"Awas saja kau! Kubalaskan kau!" saat akan turun tetiba "AHH~"
Beruntunglah Sam segera menangkapnya sampai - sampai Olivia sudah berada dipelukan Sam.
(Ilustrasi diatas ini anggaplah Olivia tidak tersenyum ya gais)
Seketika Sam langsung menurunkan tubuh Olivia secara berlahan, lalu saat akan melepaskan tangannya dari leher Sam merekapun akhirnya saling memandang satu sama lain.
"Ah maaf - maaf" ucap Olivia yang tersadar kalau tubuh mereka saling menempel
"Tidak apa - apa kak, aku yang seharusnya mengatakan itu kepadamu. Apa kau baik - baik saja? Ah maaf" langsung melepaskan tangannya
Tanpa mereka berdua sadari kalau ada yang memeperhatikan keduanya yang telah terjadi.
"Huh.. Bahagia sekali rasanya aku melihat adegan kebersamaan mereka, apalagi selama ini mereka saling suka, tapi tanpa keduanya sadari lucu sekali"
"Kau benar hihi.., aku hanya bisa berharap keduanya bisa mendapatkan kebahagiaan yang selalu mereka harapkan, tanpa ada gangguan lagi itu nenek"
"Semoga saja, itulah yang kita nantikan"
...Bersambung...
...****************...
__ADS_1