
Semua anggota keamanan bom pun langsung bekerja untuk mematikan alat tersebut, termasuk ditubuh Olivia.
Disitu Sonya yang melihat kondisi Bram hanya menangis deras (sesuai digambar), sedangkan Olivia yang masih terdiam hanya bisa David peluk kepalanya.
"Semua sudah membaik" bisiknya "Ayo kita pulang" membangunkan tubuhnya
"KAK OLIV" teriakkan Sam seketika menyadarkan Olivia yang menoleh kearah pintu gendung tersebut
"Sam" suara pelannya
Sam tak peduli dengan yang lain ia terus berlari kearah Olivia, dimana saat itu ia langsung menarik wanitanya kedalam pelukannya.
"Kak Oliv" memeluknya dengan erat
"Sam hiks.. Hiks..." membalasnya yang tak kalah eratnya
"Aku disini kak"
"SAM... AKU TELAH MEMBUNUH LIZZA HIKSS... HIKS..." (seperti gambar dibawah)
"Is't okay kak, ini bukanlah salahmu kok tapi kau demi melindungi Bram dari mautnya"
"Hikss... Hikss aku takut"
"Aku akan terus disisimu kak, hussttt... Tenang ya" sebari sesekali mencium puncak rambutnya
Sam seketika merasa tubuh Olivia yang melemas, dirinya pun tersadar kalau wanitanya tengah pingsan. (seperti gambar dibawah)
"Kak Oliv..." sambil melihat wajahnya yang sudah pucat (sesuai gambar dibawah) "KAK BERTAHANLAH"
Sam yang langsung menganggkat tubuhnya, masuk kedalam mobil menuju rumah sakit.
......................
Waktu tanpa terasa sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu Olivia tak bangun sama sekali dari komanya, Sam yang masih setia disampingnya tak mengurung niatnya menunggunya.
"Sam, apa kau baru balik dari kantor nak"
"Iya ma, mama dari mana"
"Oh ini mama, habis dari supermarket bawah membeli nih kebutuhan untuk Olivia, oh ya tadi orang tua Olivia kesini sebari mencarimu. Yah aku bilang kau sedang ada rapat jadinya mereka langsung mengerti situasimu, katanya sih ibu Oliv merindukan putranya xixixi"
"Tentu saja, putra mama inikan selalu dirindukan oleh setiap orang"
"Jangan pede kamu, sudah sana bersih - bersih dulu"
"Siap!"
Sejak kejadian itu ibu Sam memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan sang Volcer, dan memutuskan untuk merawat Olivia dirumah sakit, walaupun hanya berjaga pagi sampai siang saja demi bergantian waktu dengan anaknya sendiri, yang dimana ruang VIP itu sendiri sudah dia sewa untuk dirinya tinggali demi menjaga Olivia yang tengah koma.
Ketika Sam sudah membersihkan diri, dia melihat ibunya yang tengah bercerita semangat dihadapan Olivia, dengan tubuh yang menutupi penglihatannya.
"Xixi..." suara cekikikkan yang Sam kenal seketika membuat dirinya berhenti mengambil baju didalam lemarinya.
"Tidak mana mungkin" gerutunya
"SAM! KAMU INI YAH PORNO SEKALI SIH SUDAH TAU TELANJANG DADA GITU DITUJUK - TUJUKKIN KEDEPAN MANTU MAMA!!"
(seperti gambar dibawah)
Sam pun langsung menoleh cepat kearah mamanya, dimana terlihat Olivia tengah menutup wajahnya dengan satu tangan.
__ADS_1
"Kak Oliv, ma... Apa kak Oliv"
"Iya~ Oliv sudah tersadar sejak kau mandi tadi"
Sam langsung cepat berlari memeluknya dengan erat "I miss you kak hiks.."
"HEH... NIH ANAK YAH! BARU MANDI JUGA LANGSUNG MAIN PELUK MANTU MAMA AJA"
"Hussttt... Jangan ganggu" cemberut Sam
"Xixixi" cekikikkan
"Oh begitu berani kamu sama mama" seketika ibu Sam langsung menjewer telinganya
"Akhh.. Ma~ yang bener saja sakit tau, mama nih KDRT deh, udah tau kak Oliv itu udah terbiasa kok mah dengan tubuh telanjangku begini kok!"
"Udah diem! Banyak alasan kamu ini, mending kamu tuh sadar diri dulu baru meluk orang. Udah tau kalau Oliv itu baru saja sadar, kenapa malah langsung kau timpahi badan gajahmu ini kedia bodoh" mencubit pinggangnya
"Akh iya - iya maaf ya kak Liv, aku tuh sangat kangen banget kau segera bangun dari koma"
TAK... Ibunya langsung mengeplak kepalanya "Yah tapi tak usah pakek acara peluk teletubis gitu juga, apa nggak kasihan kamu sama Olivia"
"Hehe.. Maaf lah nyonya besar"
"Tau ah~ aku keluar dulu, mau ngabarin yang lain juga, eh tapi inget kalau sampai kau tak masih memakai baju lihat saja nanti"
"Iya - yah~"
"Husstt... Jangan gitu ah tak boleh, cepet sana ganti baju" pinta Olivia
"Tak mau ah"
"Ih jangan deket - deket, kalau belum pakai baju" menghadang tubuhnya dengan tangannya
......................
Semua orang tengah menjeguk Olivia, membuat suasana kembali bahagia.
"Kak, nih bocah kenapa" tanya Lucky yang memperhatikan Sam memakan kacang dengan wajah cemberut
"Biasa habis dicubit pentilnya dengan Olivia, karna dia berulah lagi" saut ibu Sam
Seketika semuapun tertawa mendengarkannya "Hahaha..."
"Ululu... Lihat sini nak, gimana keadaan pentilnya masih amankah" goda Liam
"DIAM LU"
"Dih ngambek, hahaha... Begini kah seorang pangeran bisa juga ya kayak mirip bocah gini" saut Lucky
"Tapi kalau didengar tuh pasti memerah pentilnya haha... Secara Oliv tuh kalau nyubit pedes loh" ucap bang David
"Emang bang David pernah digituin sama kak Oliv" tanya Sam
"Ya kagaklah, yang bener aja lu yang ada nih anak sering nyubit pantat kita terutama tuh Kingnya"
"Iya kau bener bang pedes kali nih bocah kalau nyubit, sampek pernah tuh membiru nih paha"
"Eh tapi Sam kenapa waktu lu dicubit kagak lu bales balik aja sih, secarakan kalau gue pasti kubales macam istriku kalau mulai berani" kata Tomi menatap Anna goda
"Ya lu mah bang, punya pasangan lah nih bocah masih belum dipastiin begini mau bales, apa kata dunia nanti bang" timpahi Lucky
__ADS_1
"Ayo kak kita nikah, nanti kita saling balas membalas" ucap Sam polos itu langsung mendapatkan tatapan plototan dari Olivia yang sontak membuat semua orang tertawa lepas.
...----------------...
Malam harinya ruangan pun berlahan mulai sepi, dimana semuanya sudah pulang hanya tinggalah Sam yang saat ini tengah berbaring disebelahnya. (seperti gambar dibawah)
"Sam, bolehkah aku bertanya kepadamu?"
"Apa?"
"Hmm.. Bagaimana sekarang kondisi ayahmu, dan nenekmu? Apa ada kabar selanjutnya"
"Untuk apa kakak menanyakan kondisi orang yang ingin membunuhmu kakak hmm, mereka sudah dijatuhi hukuman mati kok karna atas tindakan pembunuhan ratusan orang yang mereka lakukan, sedangkan ayah Keyna hanya mendapatkan hukuman 50 tahun penjara atas kasus korupsinya beserta pembunuhan satu nyawa istrinya dulu"
"Kalau kondisi Bram bagaimana, aku tau tuh anak terluka parah"
"Dia jauh lebih baik dari pada kakak, malah sekarang dia sudah bisa rawat jalan. Dan itu langsung Sonya sendiri yang menjaganya"
"Apa mereka sudah lebih dari teman" ia hanya mengangguk "Ah~ ternyata temanku sudah menemukan orang yang tepat ihh senangnya"
"Sesenang itukah dirimu mendengar mereka jadian" ia hanya mengangguk semangat "Kenapa?"
"Karna Sonya itu orang nya yang susah move on dengan kekasih lamanya itu kesal aku jadinya"
"Begitukah, berarti kak Sonya itu sama sepertiku yang tak dapat melupakan orang yang cinta pertamanya seperti orang disebelahku ini"
"Ihh apa - apaan sih hehehe..."
"Hehe... Kak, I Love you" tak ada jawaban sama sekali "Apa kakak masih tak yakin dengan pernyataan ku lagi"
Olivia hanya diam menatap kedua bola mata Sam, berlahan ia memajukan wajahnya, dan berhasil mengecup bibirnya. (seperti gambar dibawah)
"Too prince my boyfrend" tersenyum kearahnya
Sam yang masih syok seketika tersenyum dengan fikiran yang tak menyangka bahwa dirinya mendapatkan balasan yang begitu romantis, saat melihat kembali kearah Olivia yang masih tersenyum kearahnya seketika dirinya mendapat lampu hijau, begitu sangat bersemangat ia langsung mendekati wajahnya, dengan berlahan mencium bibir ranum kecilnya.
...TAMAT...
...****************...
Bonus pict :
__ADS_1