
"Tanpa kusangka dia begitu sangat kejam sekali, aku saja menduga kalau Yuan lah yang jahat ternyata ada yang jauh lebih jahat dari apa yang kita duga" ucap Olivia
Dimana Olivia maupun Sam tengah perjalanan pulang sebari menaiki mobil, disitulah keduanya saling berpendapat tentang apa yang telah diceritakan oleh paman Erick kepadanya, apalagi sebelum kepulangan mereka paman Erick memberikan pesan kepada keduanya.
"Berhati - hatilah"
"Aku tak tau kenapa paman begitu takut ya, padahalkan ini tidak ada sangkut paut nya dengan kejadiannya dimasa lampau"
"Mungkin, dia takut hal yang dilakukan nenek jahat itu melakukan kerja sama dengannya"
"Bagaimana mungkin, apakah mereka masih ada jalinan keluarga"
"Lebih tepatnya keluarga mereka telah dibantu oleh nenek itu dalam melakukan semua misinya dulu terhadap musuhnya"
"Bagaiamana kau bisa tau Sam"
Seketika Sam teringat akan kerahasiaannya, seketika ia merasa gugup serta mencoba menetralkan kembali.
"Aku tau, ya tentunya dari bang David, apalagi tadikan aku sempat berbincang - bincang"
"Ah~" "Aku tau Sam, kau mencoba menutupinya tapi sampai kapan kau masih terus merahasiakannya"
......................
Tak terasa hari demi hari kelulusan Sam pun tiba, dimana semua teman sepantaranya begitu sangat senang mengadakan acara kelulusan mereka, tetapi tidak dengan Sam dia begitu sangat kesal karna Olivia tak dapat hadir karna ada pesenan yang begitu amat mendadak dihari spesialnya.
"Woi murung aja lu, bro" Kelvin sebari merangkul pundaknya
"Mungkin tuh anak lagi mikirin utang kali" saut Lucky
"Yah kali seorang pangeran punya riwayat hutang ada - ada aja lu tong"
"Hei ngapain juga gue ngarang bambang, walaupun dia seorang pangeran tapi dia juga punya hutang kali pertama dia punya hutang kerakyatnya agar dapat memakmurkan rakyatnya ya nggak Sam"
"Woi itu bukan sepenuhnya tanggung jawab pangeranlah, bukan nya sekarang sistem pemerintahan kita ikut era pemimpin pemilihan rakyat
"Yah~ tapi kan bisa sajakan kalau seandainya seorang pangeran ingin meneruskan menegakkan pemerintahan negara gimana"
Sam hanya memutarkan kedua bola matanya, melihat Lucky dan Kelvin adu debat seketika membuat nya langsung pergi meninggalkan stadium.
"Kemana tuh bocah, kalian tau nggak sih kenapa tuh anak bisa murung gitu"
"Kata dia sih kalau si doi nya kagak bisa datang hari ini karna ada pesanan secara mendadak" jawab Harry
"Aishh cuma gitu aja tuh anak bisa kayak gitu, gimana jadinya kalau sampai nenek lampirnya menjauhkannya sama tuh orang bisa gila kali yah tuh bocah" seru Kelvin
TAKK... Seketika dia mendapatkan pukulan dari belakang, tentunya yang memukul itu siapa lagi kalau bukan Rosliana karna hanya dialah yang berani memukul ke enam lelaki tersebut.
"Hustt.. Mulutmu yah dengerin tuh dosen didepan"
"Aisshh sakit bodoh! Bisa nggak sih jangan mukul sembarang orang"
__ADS_1
"Emang lo manusia?"
Seketika pecah gelak tawa keenam orang ini, sampai - sampai mc pun memperingati mereka untuk diam. Didalam kamar mandi, Sam yang mencuci muka seketika merasa kesal sekaligus marah kepada Olivia padahal ia telah mempersiapkan diri untuk memberikan cincin yang sudah ia bawa untuknya, dimana ia ingin sekali meresmi kan hubungannya didepan umum.
Mobil taksi pun berhenti sempurna didepan universitas, langkah sepatu boots pun turun dengan terburu - buru masuk kedalam.
"Kuharap aku tidak terlambat" gumamnya
Beberapa langkahnya berlari seketika terhentikan oleh seuara dering ponselnya, dari nama bang David seketika ia menganggkatnya sebari berjalan, tentunya Olivia tengah membuat kejutan untuk Sam yang mengatakan tak akan kunjung datang pun ia bohongi, tetaapi saat langkah dia akan mulai sejengkal masuk seketika langkahnya pun terhenti.
Suara Mc pemanggilan mahasiswa siswi pun memecahkan lamunan Olivia, dimana saat ia melangkah masuk dirinya melihat Sam maju kedepan dengan menerima penghargaan atas prestasi yang dirinya dapat, ketika ia memberikan sebuah pesan serta kesan menatap dingin, namun berubah seketika tersenyum lebar. Membuat mahasiswi sejurusan menjerit melihatnya, sedangkan sahabatnya yang merasa aneh mereka pun bersamaan menatap kearah belakang ternyata benar sekali dugaan mereka kalau Olivia.
"Aku tau kau pasti akan datang kak"
"Kapan semua ini akan berakhir, kenapa aku harus menjauhinya lagi kenapa semua ini terjadi hikss.."
Air mata Olivia pun menetes dengan deras karna ia menginggat pesan telfon terakhir dari paman Erick kalau ia harus menjauhi Sam karna nenek beserta yang lain ingin mencelaka kan dirinya maupun Sam sendiri, dengan begitu paman Erick bersamaan dengan David memilih rencana ke dua demi keamanan keduanya.
...----------------...
Ketika acara tengah selesai, Sam yang begitu antusias ia mendatangi Olivia disamping kampus, disana tak ada satupun orang yang kesana.
"Katanya tidak akan datang tapi kenapa sekarang"
"Maaf aku membohongimu, dan selamat ya atas prestasimu aku ikut senang melihatnya, ah ini aku bisa memberikan mu hanya sebungkus kue untukmu" tersenyum lebar kearahnya
"Wah sepertinya begitu enak nih"
"Bisa saja kau ini, oh ya kau bisa bagikan ketemen - temenmu juga"
"Nggak usah"
"HEIII PELIT AMAT LU JADI ORANG BEGE" teriak Lucky
"Sejak kapan kalian disitu"
"Semenjak simanusia dingin senyum - senyum sendiri berjalan kesini" sindir Kelvin
"Yoii hahahaha"
Disitulah mereka saling mengejek satu sama lain, Olivia hanya menatap senang karna dia masih ada orang yang terus berada didekatnya.
"Oh ya selamat ya buat kalian"
"Sama - sama kakak cantik"
"Bisa saja kau ini Liam" seketika Liam mendapatkan tatapan tajam oleh Sam
__ADS_1
"Lah kan memang kakak sekarang ini begitu cantik memakai dress seperti itu" puja Kelvin
Melihat Sam ingin membogem teman - temannya ini, Alex yang sedari diam tetiba menghadang tubuhnya.
"Sana foto bersamanya, sayang bisakah kau fotokan mereka"
"Okay - okay ayo kak sini deketan dengan Sam kita buat moment yang tak pernah nanti Sam lupakan, ah ya bawa nih bunga ku, okay aku mulai satu dua tiga"
CEKREKKK..
"Kak.. Sini bunganya, dan sekarang foto dimana kakak memakai togaku supaya kakak bisa merasakan toga milik anak berprestasi sepertiku" sambil memasangkan toga miliknya kekepala Olivia
"Haha... Bisa saja kau ini eh... Eh.." tanpa sengaja ia oleng beruntungnya dirinya memegang jubah Sam kalau tidak mungkin ia akan terjatuh.
"Kakak tidak apa - apa?"
"Aku baik - baik saja" sebari membenarkan toganya
"Kak Oliv lihat sini" teriak Rosliana
CEKREEKK...
(Ini hanya sebuah Ilustrasi pengambaran saja ya teman - teman)
"Bagus"
"Coba kulihat" pinta Sam
Tanpa mereka semua sadari wanita tua beserta calon tunangan nya itu tengah menyaksikan mereka.
"Ckk.. Kenapa sih nenek mengalangi ku lagi, bukankah ini sudah hari wisuda Sam katanya sesudah wisudanya aku dapat mendekatinya"
"Jangan gegabah kamu, kalau sampai kau melangkah maju hari ini dia akan memutar balikkan semua keadaan"
"Maksud nenek"
"Kau tidak akan tau apa yang aku jelaskan lebih baik kau bersabarlah sampai hari esok, dan biarlah mereka semua merasakan hari terakhirnya sekarang, karna besok adalah hari yang tepat untuk membuat mereka berpisah jauh"
"Jadi"
"Jadi aku akan buat mereka bahagia khususnya hari ini karna keesokan harinya aku.. Akan buat wanita itu akan menyesalinya, dan Sam akan mulai menjauh darinya, jadi aku minta kau bersabarlah menantu" mengusap tangannya
"Tunggu kejutan dariku wanita miskin"
...Bersambung...
__ADS_1
...****************...