
Tanpa terasa dagangan pun mulai habis, dan langit juga sudah mulai mengelap, anak - anak kini tengah menikmati makanan yang telah David pesan secara online. Akan tetapi ditengah menikmatinya tetiba suara pintu toko pun berbunyi, antesi semuanya mengarah kearah pintu utama toko.
"Ma~ beli loti ya ma yah~" rengek bocah lelaki yang masih setia mentarik tarik tangannya.
"Sebentar ya sayang, permisi maaf apa kalian masih menyediakan sisa roti jualan kalian, saya ingin membelinya karna anak saya ingin sekali memakan roti kalian lagi katanya enak" ucap wanita berusia 40 an
"Hmm maaf nyonya, persediaan roti kami sudah ludes habis hari ini. Kalau mau besok saja ya karna besok kami masih buka"
"Tuh dengar kan sayang, kata kakaknya besok baru ada rotinya"
"NDAK MAUU~ LIO MAU LOTII.. MA~ HIKS..." merengek dengan nada tinggi
"Sekarang masih tidak ada sayang, ayo pulang"
"Ndak mau hikss mau lotii ma~"
Melihat sang ibu memaksa menggedongnya, Olivia pun langsung berjalan mendekati bocah tersebut dengan berjongkok menyesuaikan tinggi badannya.
"Adik mau roti?" bocah lelaki tersebut hanya mengangguk malu
"Maafkan anak saya yah kak menganggu waktunya, mungkin besok kita beli kesini lagi ya sayang"
"NDAK LIO MASIH LOTI MA HIKS.."
"Sayang ini sudah malam sayang, kasihan kakaknya sudsh kelelahan seharian bekerja sayang apalagi rotinya sudah kehabisan"
"Hiks... Hikss... Mama~ jahat hiks..."
"Nyonya maaf, apa boleh saya menggedongnya" tawar Olivia, sedangkan sang ibu itu langsung menganggukkan kepala "Boy, sini gendong sama kakak nanti kakak akan buatkan roti untukmu hari ini"
Dengan mudahnya dia mau digendong oleh Olivia, lalu dirinya menghapus airmatanya "Kau tau anak cowok kalau sudah menangis itu jelek tau, apa kau mau dikatakan jelek oleh temanmu" sebari mengusap air mata serta ingusnya sedangkan sang bocah hanya menggelengkan kepala "Nah kalau begitu kau bisa tunggu kakak disini" mendudukkan disalah satu meja dapur.
"Oh ya ampun sayang, kenapa kamu duduk disitu sayang" tegas sang ibunya
"Tidak apa - apa kok nyonya"
"Terima kasih banyak nak, kau telah membantu anak saya dengan membantu membuatkan nya roti diwaktu anda seharusnya istirahat"
"Tidak ada masalah nyonya, aku melihatnya menginggatkan ku kepada keponakanku yang begitu mungil dan lucu seperti itu"
Tetiba Sam datang langsung mengusap rambut si kecil tersebut dengan santainya.
"Hai boy, mau main dengan kakak diluar" anak itu masih menatap Sam dengan diam "Apa kau tau menunggu disini itu begitu sangat membosankan sekali"
"Iya kau benar sekali apa kata kakak itu, kalau ada disini yang ada kau akan sangat membosankan" saut Kimmy yang tersenyum kearahnya
__ADS_1
"Masih mau bermain denganku" menawarkan telapak tangannya kepadanya
Bocah tersebut awalannya tidak mau, karna melihat ada persetujuan dari sang ibunya dia pun akhirnya mau menerima ajakannya.
"Bagus, ayo kita main bersama" sambil menganggkat tubuhnya dari atas meja
"Oh beruntung sekali anak anda begitu lucu sekali, dan berwajah tampan" seru Kimmy
"Iya kau benar nona, semua orang juga mengatakan hal yang sama denganmu"
Tetiba mereka bertiga dikejutkan oleh David yang telah datang sebari membawakan 3 minuman untuk mereka.
"Wah makasih banyak abang ganteng"
"Terima kasih sayang"
"Terima kasih, maaf sepertinya saya tidak asing melihat anda tuan. Apa anda seorang anak dari pangeran pertama Erick Volcer" Ketiganya saling menatap satu sama lain "Aku yakin bahwa kau itu putranya"
"Kenapa anda bisa seyakin itu nyonya kalau suami saya ini seorang pangeran"
"Karna dia begitu mirip dengan kak Erick" membua ketiga nya hanya memincingkan alis mereka tepatnya kearah nyonya tersebut
"Anda mengenal pangeran terkenal itu nyonya" tanya Olivia
"Mengenal sekali kak Erick itu seorang kakak yang begitu sangat baik sekali, apalagi dia begitu sangat romantis sekali tepat lagi kepada istrinya waktu itu namanya kak Maria ah~ romantis sekali kalau aku menginggatnya, apalagi keduanya saling menyayangi putranya yang masih bayi itu"
"Mereka itu seorang malaikat bagiku, karna dulu aku tak mempunyai saudara sama sekali jadi tak ada yang bisa diajak bermain saat ada rumahku maupun berada diacara resmi keluarga, akan tetapi kebaikan kak Erick dia selalu menemani ku disaat aku sendirian, dan kemana - mana aku selalu diajak olehnya tapi semenjak keluarga kerajaan nya memutuskan hubungannya entah kemana keduanya, aku sangat merindukan mereka. Tapi kalau kau memang bukan putra mereka maafkan aku"
Semua terdiam, berbeda halnya keempat orang dewasa ini yang membujuk bocah imut ini bermain.
"Lio ndak mau main, maunya makan dulu kata mama kalau sehabis makan boleh tuh Lio main"
"Ah~ lucu sekali" saut Anna
"Makanya mbak buat sana sama pasangan mu" seru Bram
"Ngaco lo jadi anak, heh emang buat anak itu gampang apa" sewotnya
"Ya gampanglah, tinggal nanino udah jadi tuh bibit kecil ya nggak Bram" saut Tomi
"Hustt mulut kalian pada nih ada Lio, inget" tegas Anna
"Namaku bukan Lio kak, tapi Lioo"
"Kan benar toh Lio katanya"
__ADS_1
"Bukann~"
"Lah emang teliga gue salah apa?"
"Rio mbak bukan Lio maksudnya"
"He.em itu nama Lio"
"Ya serah lu dah bocah" seru Anna
"Yang sabar ya neng, memang gitu kalau debat ama ini anak kecil" ucap Tomi sambil menepuk pundaknya
"Lio bukan anak kecil" ketus Lio "Kata mama Lio udah besar, udah bisa tidul sendili kok"
"Yah yah~ yang besar tapi masih nggak bisa nyembut abjad R" ejek Tomi
"Ndak Lio bisa kok nih Elll"
"Bwahahaha... "sontak membuat semuanya tertawa lepas mendengar jawaban Rio
Semua tertawa lepas, tidak halnya masih terdiamnya mereka berempat atas pertanyaan siapa wanita ini.
"Kurasa mereka begitu sangat senang mendengar celotehan anak itu" penggalihan Olivia ketopik lain "Kalau boleh tau apa siapa namanya nyonya"
"Rio"
"Ah kalau boleh tau Rio itu anaknya selalu suka memakan rotikah"
"Iya nona, apalagi dia itu selalu memakan roti buatan chef rumah nggak mau makan roti buatan orang, tapi entah kenapa disaat tadi kita jalan - jalan dia merasa lapar akhirnya dia belikan oleh babysister nya ditoko ini eh dianya langsung suka dan mau memesan lagi, tapi waktu kembali kesini katanya rotinya sudah habis jadi nya dia sedih sekali tadi memaksa diriku untuk segera membawa nya kesini"
"Ah~ begitu jadinya, tapi apa dia tidak ingin makan nasi atau lauk begitu"
"Tidak sama sekali nona apalagi dipaksa gitu dia bakalan menangis, pokoknya dia mau roti sama susu begitu saja terus menerus, aku saja sampai takut anakku kekurangan nutrisi dari kandungan sayuran, aku dan ayahnya sampai binggung bagaimana membujuk dia untuk makan nasi sama lauk gitu. Tapi hasilnya masih sama aja dia tetap suka roti"
"Maaf kalau boleh tau apa dia pernah menggalami masa trauma denga nasi atau pun sayuran"
"Pernah, diwaktu dia diberi oleh teman sekelas nya nasi yang belum matang akhirnya dia diharuskan masuk rumah sakit karna keracunan didalam makanannya padahal kata dia yang dia makan hanya nasi sama sayuran. Dari situlah dia sedikit trauma berat karna dia takut disuntik"
"Oh ya ampun kasihan juga ya" seru Kimmy
"Akan tetapi kali ini semua dipastikan aman nyonya kalau sampai dia sakit aku akan mempertanggung jawabkan resikonya, aku punya ide membuat yang mudah sekaligus makanan berat untuknya agar dia mau lagi menyukai makanan negara kita juga sekaligus demi menjaga pola kesehatannya yang masih seusianya"
"Aku yakinkan itu kepadamu nona" tersenyum kepadanya
Ketika ketiga wanita ini tersenyum David yang sedari awal hanya terdiam melihat siapa wanita dihadapannya ini apakah dia anak buah yang diperintahkan oleh neneknya ataukah malah tunangan Sam.
__ADS_1
...Bersambung...
...****************...