
Olivia yang menatap mereka berawal ketakutan seketika tertawa terpingkal - pingkal.
"Hahaha.. Apa kalian menyangka aku berkencan begitu emang dengan siapa pula, lihat dong caption diista story IG ku kan disana udah jelas kan kalau aku tidak menujukkan perasaan cinta okay"
"Yah sih tapi, ini apa namanya"
Bang Tomi langsung menujukkan upload an IG milik Sam yang mana ia menulis kan Special Day, seperti sebuah makna yang mendalam.
"Apa mau menyangkalnya"
"Nggaklah, mana ada lihat ya kalau semisal gue berkencan dengan sapa itu cowok yang pastinya, gue bakal orang pertama yang akan upload foto jadian ku berciuman bersama"
"Awas aja loh, sampai bohong sama kita"
"Ya awas aja, gue tagih janji lo ama kita berdua"
"Hussttt tenang - tenang, gue nggak bakal ingkari janji"
"Terus elu ngapain sama dia kemarin"
"Ke.po jadi orang" meninggalkan mereka berdua
"Ih belagu amat tuh bocah"
Saat didapur Olivia begitu antusias membuat adonan tepung, tetiba Tomi beserta Anna mendekatinya.
"Apa? Mau apa lagi sih"
"Jawab pertanyaan kita, kapan situ pindah rumah barumu sama tuh anak"
"Huh nanti"
"Sip nanti kita bakal kerumah baru lo"
"Eh nggak - nggak boleh, enak aja main asal main - main kerumah orang aja. Asal kalian tau aku tuh masih belum juga berberes, emang kalian mau bantuin berberes juga, kalau semisal mau sih nggak masalah, karna aku masih butuh tenaga kerja lain sih"
"Ogah" "Nggakk~" serempak keduanya pergi meninggalkannya membuat Olivia seketika terkekeh melihatnya
...----------------...
Disisi lain Sam yang baru santai - santainya duduk dikelas tetiba mendapat notif pesan dari sebutan Wanita Iblis, siapa lagi kalau bukan sang nenek yang ia benci.
Ketika jam istirahat, Sam baru saja datang dari kampus dimana dirinya sedang duduk bersama dengan kawanan nya tetiba dapat notif semacam itu ia langsung bergegas pergi dari sana.
"Woi mau kemana lo"
Sam tidak memperdulikan teriakan temannya, yang ia fikirkan adalah pesan dari sang nenek yaitu :
...'Turuti semua perintahku atau dia akan selalu hidup tersiksa digenggamanku '...
Sam yang melaju dengan kecepatan rata - rata, mengarah kerumah utama bagi keluarga kerajaan sendiri.
__ADS_1
"Selamat datang pangeran muda" beberapa pelayan menyambut kedatangannya
"Katakan dimana wanita tua itu" nada tinggi
"Maksud tuan"
"Apa kau pelayan baru disini, sampai tidak tau siapa itu wanita tua ha!" bentak Sam
Membuat semua pelayan merasa ketakutan, lalu datanglah pelayan lama datang dihadapan Sam.
"Maaf pangeran, dia memanglah seorang pelayan baru, jadi apabila anda mencari nyonya ratu dia telah berada ditaman belakang"
Sam tanpa berkata apapun, dan dia lebih memilih pergi meninggalkan semua pelayan. Tepat ditaman belakang seorang wanita paruh baya tengah santai menanam tanaman.
"Apa yang ingin anda mau"
"Oh.. Cucu kesayangan nenek, apa kau tidak sabar apa yang nenekmu ini inginkan hehe.. Kau memang cucu yang selalu peka apa yang diinginkan neneknya"
"Tidak perlu berbasa basi cepat katakan apa maumu"
"Bersabarlah cucu kesayanganku, kau tak perlu terburu - buru okay, jadi aku hanya meminta sedikit saja kepadamu. Yang kuminta hanya kau dapat meneruskan perusahaan kerajaan, dan menikahi putri dari tuan Wiliam"
"Ti.dak akan pernah, kha.. Memangnya anda siapa bisa mengatur diriku. Ingat aku bukanlah boneka anda yang seenaknya dirimu mainkan, hari ini adalah hari terakhir kau mempermainkan diriku seperti bonekamu wanita tua" tegas Sam langsung melangkah pergi tetapi sebelum melangkah jauh ia mendengar bahwa sang neneknya berkata
"Iyakah, kalau begitu resiko yang anda pilih dalam hitungan ini aku akan melakukan sesuatu yang tidak pernah wanitamu bayangkan" Sam tetap melangkah pergi "3,2,1 binggo"
KRINGG...
Ponsel milik Sam pun berbunyi ternyata itu panggilan dari Bang David.
"..."
"Apa!! Bagaimana bisa bang, sial okay bang aku akan segera kesana" Sam membalikkan badan, dan langsung menujuk kearah neneknya "Apa ini ulah anda"
Sang nenek pun hanya tersenyum penuh arti dihadapannya "Turuti atau aku buat dia semakin menderita"
...----------------...
Disaat Olivia tengah menaruh beberapa kue kering ditempat lemari kaca 'PYARR..' semua orang terkejut melihat ada seorang pria yang tengah santainya memecahkan kaca tersebut dan pecahan tersebut mengenai tangan Olivia, beruntungnya pria tersebut telah diamankan oleh para pelanggan.
Tepat dirumah sakit, Olivia baru saja kembali setelah mendapatkan pengobatan tangannya yang terluka dengan diberikan balutan perban. Membuat dirinya diharuskan beristirahat terlebih dulu oleh bang David karna atas keterkejutannya, dengan mengantarkannya kerumah Sam.
Tak butuh waktu lama Sam pun datang menyusul, dan disitulah bang David langsung menceritakan semuanya.
"Apa ini ulah nenekmu"
"Benar kak, aku juga sedikit heran kenapa harus diriku yang menuruti semua permintaan nya kenapa tidak cucu nya yang lain, padahal selama ini aku begitu sangat membencinya"
"Aku juga binggung kenapa dia begitu sangat menekan dirimu, apalagi kenapa juga dia sampai senekat itu, tapi kau harus ingat tetap selalu jaga dirinya jangan sampai dirimu lengah, aku tinggal dulu ya"
"Kau benar kak, kalau begitu makasih"
Sam pun memasuki rumah, dan melihat bahwa Olivia tengah tertidur pulas diatas ranjang miliknya, ia sendiri langsung duduk sambil memandanginya.
__ADS_1
"Maaf karna diriku kau sampai seperti ini, akan tetapi aku akan berjanji kak, aku akan selalu menjagamu walaupun hidupku harus bertaruhan dengan kemauan gilanya" kata hati kecilnya
Flashback
"Gimana cu.. Apa kau mengingginkan masih mau menurutiku ataukah tidak"
"Baiklah aku mau menuruti semua perintah anda, akan tetapi aku akan menolak jika anda memaksa diriku untuk menikahi orang yang anda jodohkan. Bagaimana"
"Hmm baiklah, tapi asalkan kau tidak menikahi wanita miskin itu"
"Iya" menuduk sedih
Flashback off
......................
Olivia terbangun dari tidurnya lalu melihat kalau Sam tengah tertidur dibawah sambil terduduk bersandar dilaci kecil. Melihat yang tak tegah dirinya pun langsung memberikan sebuah selimut namun tangannya yang satu yang terperban membuat ia kesusahan untuk melebarkan selimutnya.
"Eugghh.. Kakak sedang apa?"
"Ah beruntunglah kau sudah terbangun, cepatlah kau berpindah ke keranjang, aku akan mandi dulu"
"Hmm" Sam pun melanjutkan tidurnya
Sedangkan Olivia sendiri sedang pergi kearah kamar mandi namun dirinya seketika kesusahan untuk menurunkan resleting bajunya, ia merasa kebingunggan apalagi posisinya dirinya seorang wanita.
"Hmm.. Sam apa kau sudah tertidur" teriaknya dibalik pintu
"Kenapa kak"
"Hmm boleh tidak aku mm.. Meminta tolong kepadamu"
"Meminta tolong apa kak?"
"Mm... Bisa tidak kau bantu aku menurunkan resleting bajuku, tapi kau tutup saja matamu okay"
"A - ah ba - baiklah kak, tunggu aku akan kekamar mandi" muka Sam seketika memerah
Ketika telah berada dikamar mandi, tiba - tiba Sam merasa kalau nuansa didalam kamar mandi terasa sensasinya begitu sangat berbeda.
KRIEETT...
Sam yang melihat kulit mulus Olivia seketika semakin memerah itu pipinya.
"Mm kak, a - aku permisi dulu"
DUKK..
Tanpa sadar dahi Sam terbentur oleh pintu, membuat Olivia terkejut, dan langsung membalikkan badan lalu menghampiri Sam yang kesakitan.
"Apa kau baik - baik saja Sam"
Olivia yang terus menerus mengelus dahinya, Sam yang merasakan elusan halus dari Olivia membuatnya menatap kearahnya dengan penuh mendalam.
__ADS_1
...Bersambung...
...~♥~...