Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
12


__ADS_3

"Dia sebenarnya bukanlah kekasihku melainkan cinta pertamaku" Sam pun dengan cepat menoleh kearah Olivia


"Lalu kemana dia sekarang kenapa dirimu begitu sangat merindukannya"


"Huh.. bukan hanya merindukan melainkan, aku ingin sekali meminta maaf kepada dia"


"Memangnya apa yang membuatmu harus meminta maaf kepadanya"


"Aku..." sempat terdiam "Pernah membohonginya karna ada suatu hal yang membuatku harus membohonginya"


"Memangnya apa itu kak, bisakah kau ceritakan dia seperti apa?"


Olivia langsung terduduk menghadap Sam, sama halnya dia yang ikutan duduk saling berhadapan.


"Apa kau ingin tau ceritanya"


"Hmm.. Karna aku ingin tau seperti apa lelaki yang sudah membuat kakak cantikku ini menyukainya"


"Hmm sebenarnya dia tuh lelaki yang begitu tampan akan tetapi sudah seumumnya lah, akan tetapi dia bisa dibilang sedikit cupu sih, apalagi dia tuh tidak sekeren pria sekarang"


"Seharusnya lelaki semacam itu para perempuan tidak akan yang maukan kak"


"Memang, tapi mau gimana lagi dia lelaki yang begitu berbeda dari lelaki seusianya, dari cara perhatiannya, tegas dalam bersikap, dan satu hal yaitu dia seperti seorang lelaki dewasa kalau menurutku. Padahal tuh dia umurnya masih dibawahku loh Sam"


"Benarkah" sebari tersenyum tipis


"Hehe... yah apalagi aku tuh suka banget saat dia bilang 'aku akan tetap selalu disini bersamamu..' entah aku lupa dia mengatakan apa dibelakang pembicaraan itu karna diwaktu tuh ada suara mesin Buldozer yah maklumlah ada sedikit perbaikan jalan"


Sam Pov


Senang sekali rasanya kau menceritakan siapa diriku yang dulu kak, kau mungkin tidak ingat kalau diwaktu itu aku mengatakan apa, yang kukatakan yaitu kak kalau aku tetap selalu disini bersamamu bidadari hatiku, sampai saat ini janjiku tidak akan pernah kuingkari untukmu kak.


Akan kulawan bagi siapapun orang itu untuk memisahkan kita aku akan selalu bersamamu kak, selamanya.

__ADS_1


"Sam - sam!! Oh ya ampun malah melamun kau ini Sam, apa yang membuatmu terganggu pikiranmu"


"Maaf - maafkan kak, aku tidak terlalu memperhatikan ceritamu karna aku ingat kalau hari ini ada tugas kampusku yang belum aku selesaikan, tapi tidak masalah kakak tetaplah bercerita tentangnya"


Aku mengalihkan jawabannya agar dia lebih percaya kepadaku.


Sam End Pov


Sam menggambil sebuah laptop, lalu duduk dibawah ranjang sebari mengerjakan tugasnya.



(semacam gambar inilah tapi si Olivia tidak memeluk semacam tuh, paham kan kakak pembacaku)


"Apa tugasmu begitu menyulitkanmu"


"Tidak juga kak, karna menurutku ini adalah hal yang mudah bagiku"


"Ihh sombong sekali anda"


PLAK..


Olivia pun seketika menepuk lengannya


"Itu sama saja bodoh"


Akhirnya keduanya saling tertawa terbahak - bahak, lalu Olivia turun dari kamar dan menuju dapur ternyata dia membuat sebuah susu beserta kopi untuk Sam.


"Kak bisa kau lanjutkan ceritamu, bagaimana kau bisa bertemu dengan dia"


"Kalau kamu mau tau ceritanya itu sangat panjang Sam, mending sekarang kau kerjakan saja tugasmu"


"Hehe... Tenang saja kak, aku masih bisa berkonsentrasi kok"

__ADS_1


"Begitukah, okay akan aku ceritakan" penuh dengan semangat


Flashback


(Sebelum kecerita pertemuan mereka aku ingin mengulas tentang Olivia, dan Sam terlebih dulu ya kak agar dapat nyambung dari beberapa part yang sudah aku ulas sebelumnya)


10 tahun yang lalu, tepat Olivia masih berusia 13 tahun. Dirinya begitu antusias sekali pergi ketempat panti asuhan yang dimana ibu pantinya itu dulu adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang tinggal disamping rumah orang tuanya, nah dia masih berumur 5 bulan orang tua Olivia langsung menitipkan anaknya ketetangga yang bernama ibu Raina.


Apalagi dijaman segitu orang tua Olivia begitu sangat banting tulang demi mengharuskan untuk mensekolahkan kedua kakaknya, beserta bisa mendapatkan sesuap makan nasi sehari - hari.


Sejak usia Raina sudah berumur 4 tahun ibu Raina mengalami hal yang begitu sangat menyedihkan yaitu ia harus mengalami yang namanya ditinggalkan pulang ketuhan untuk selamanya, ditambah lagi ia juga bersamaan mengalami keguguran anak pertamanya.


Maka dari itu ibu Raina memutuskan untuk pindah rumah, dan juga membangun rumah sendiri demi mendirikan rumah panti, apalagi ia tidak punya lagi siapa - siapa lagi selain memiliki anak yang telah dibuang sia - sia oleh orang tuanya.


Namanya juga anak kecil, dia ingin sekali tinggal bersama dengan ibu Raina, sampai- sampai orang tua Olivia menyerah untuk sementara ini anaknya dirawat oleh Raina walaupun harus mengeluarkan uang, sebagai gantinya sampai Olivia ingin sendiri pulang kerumah dengan sendirinya.


Tapi nyatanya apa? Olivia pun sampai besarpun enggan untuk pulang yah bisa dibilang pulang hanya sesekali. Apalagi ia juga malas kena omelan ibu kandungnya, sedangkan dipanti sendiri tempat dirinya beristirahatpun tak ada lagi.Dengan begitu dirinya begitu sangat berbalas budi kepada ibu Raina sampai sekarang ini.


Sedangkan Sam sendiri hidup serba kemewahan itulah kehidupan yang begitu mengejamkan baginya, apalagi disaat ia berusia 3 tahun an Sam sempat mengalami masa dimana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri seorang 2 pria dewasa, sedang berdebat besar dengan seseorang yang mana wanita tersebut tak lain paman, kakek, dan neneknya.



Entah apa yang nenek utarakan karna Sam tidak mengerti apapun, dengan rasa ketakutan Sam sempat menjatuhkan vas bunga. Tanpa dia duga kalau dimomen itu sang kakek, dan paman sempat menyuruhnya pergi akan tetapi Sam tetap tidak beranjak dari sana, sampai akhirnya sang kakekpun saat ingin melawan nenek, tanpa diduga si nenekpun melayangkan pelatukkan pistol tepat mengenai jantung kakek.


"KAKEK..." "AYAH..."


Sang nenek hanya terdiam, tanpa berkutik apapun. Sedangkan sang nenek langsung pergi begitu saja, sejak itulah Sam terus menerus merasa kesakitan, dari situlah awal timbul penyakit langkah yang diderita Sam. Berawal ia hanya meminum obat - obatan karna takut akan neneknya, sampai dirinya beranjak 10 tahun.


Disanalah hal yang tidak terduga kembali lagi, dimana ia diculik oleh beberapa penjahat yang mana dirinya dibawa pergi tempat jauh. Apalagi dia tidak hanya diculik saja melainkan mental dan fisiknya tersiksa disana, ia sendiri ingin sekali kabur tetapi nyatanya ia tidak pernah tau satupun dikota yang ia tinggali.


Disana ia tidak hanya sendiri melainkan ada beberapa anak lain yang ikut disiksa, untuk mengamen dijalanan. Baru pertama kali dia sebagai seorang pangeran yang menjadi seorang pengamen jalanan dengan sekujur tubuh penuh luka.


Disaat ada seorang wanita berpakaian sekolah menengah pertama, ia sedang santainya memakan coklat. Akan tetapi dengan rasa iba wanita tersebut memberikannya coklat ke Sam, orang tersebut tidak lain Olivia.

__ADS_1


"Aku tidak butuh coklatmu kak, tapi aku butuh bantuanmu kak. Selamatkan kami kak"


__ADS_2