Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
43


__ADS_3

Sam yang kebingungan mencari keberadaan Olivia itupun seketika ia merasa lemas tak berdaya karna ponselnya pun tak dapat dihubungi.


"Kemana lagi kita harus mencarinya" tanya Kelvin


"Entah kenapa gue ngerasa kalau ini masih ada hubungannya nenek lu deh Sam, secara hilangnya itu secara misterius tau" ucap Harry


"Ya bisa jadi" seru Liam


"Tapi kalau memang neneknya yang menyembunyikan kak Oliv, setidaknya dia sudah mengkode Sam untuk menuruti semua permintaan tuh neneknya ya nggak sih" saut santai Alex


"Kau ada benarnya, mari kita keistana terlebih dulu demi memastikannya" jawab Harry "Aku yakin kak Oliv pasti akan segera bertemu" sebari menepuk pundak Sam demi mengguatkannya


Ketika mereka melajukan motornya tetiba Sam mengkode semuanya untuk berhenti lagi ditepian jalan, karena ia merasa ada seseorang yang tengah menghubungginya. Terlihat bahwa yang menelfon nya itu adalah bang David


"Halo bang, gimana apa kakak sudah ketemu"


"........."


"Baik bang gue akan segera kesana" cepat - cepat ia mengintruksi yang lain untuk mengikutinya "Makasih banyak bang" menutup telfonnya


......................


Tetiba ditoko, Sam yang terburu - buru langsung berlari memasuki toko tersebut.


"Dimana kakak"


"Hei tenangkan dulu dirimu nak, dia sekarang sedang..."


"Kak" berlari menghampiri Olivia yang baru saja bangun tidur lalu seketika ia memeluk eratnya "Kamu kemana saja kak aku begitu menghawatirkanmu"



"Hmm Sam aku baik - baik saja kok"


"Tapi kenapa kakak tidak bisa dihubungi" melepas pelukannya "Dan kenapa kakak tidak menghubungi ku kemana saja kakak tadi"


"Husstt.. Tenangkan dirimu dulu, tarik nafas dulu" menepuk pelan dadanya


"Huff... Kau tau kak, kata kak Nitha tadi kau bekerja sekarang tapi waktu aku cek disini kau tak ada itupun kau menghilang selama 1 jam lebih 20 menit apa aku tidak khawatir, makanya aku menyuruh anak - anak juga untuk mencari dirimu"


"Maaf ya semuanya, dan makasih banyak kalian yang sudah mengkhawatirkan ku sejujurnya aku bukan menghilang akan tetapi tadi itu aku bertemu dengan kucing yang mati tertabrak tepat dihadapanku jadinya, aku harus segera menguburkannya langsung apalagi kau tau sendiri kejadian itu membuatku begitu syok, aku memutuskan mencari tempat untuk menenangkan diri dulu, sebelum kesini untuk melanjutkan istirahatku"


"Bukannya tadi kau..." Anna yang berucap seketika langsung dibekap oleh Tomi


"Kenapa kau bekap mbak Anna kak"


"Salah dia sendiri tadi dia melakukan hal ini ketika aku berbicara jujur pada ibunya jadi sekarang aku juga balas dendam"


Semua hanya mengeggelengkan kepala "Tapi memangnya kejujuran apa kak Anna ingin katakan" tanya Rosliana


Anna yang membuka paksa bekapannya seketika ia berucap "Jujur aja deh kau kan tadi cuma hanya terdiam kosong kan Liv aku tau betul kok gimana kondisi mu tadi" mendengar penjelasan polosnya

__ADS_1


"Ah maksud Anna tadi itu Olivia memang masih syok makanya aku beserta ayah mencoba untuk menenangkannya" seru David


"Syukurlah, tapi kalau kakak masih tidak enakkan mendingan kakak pulang, dan beristirahatlah" perhatian Sam kearah Olivia


"Tidak perlu Sam, karena aku tak membutuhkan itu lagi, apalagi istirahatku sudah cukup sedari tadi"


"Kak~"


"Udah ah aku mau bekerja lagi, sekarang lebih baik kau istirahat dulu sana"


"Nggak mau kak, aku juga pegawai disini"


"Sam, udah deh nurut sana"


"Nggak mau"


"Oh dia nggak capek kok kakak cantik, buktinya sekarang dia baik - baik aja tuh. Nah sekarang yuk layani kita Sam ayo sini, kita juga pembeli loh"


"Nggak sudi"


"Heh! Ingat katamu kau seorang pegawai jadi ayo cepat layani kita, benarkan kak"


"Benar ayo cepat layani kalau dirimu tidak lelah"


"Anj** kalian" menujukkan jari tengahnya kearah teman - temannya yang tengah tertawa lepas


"Udah sana layani temanmu, kakak akan kedapur dulu untuk membuat roti dulu"


Melihat Sam yang begitu asik canda tawa, ternyata Rosliana tengah merasa jangal akan pertanyaan ketidak masuk akal oleh penuturan paman Erick.


Rosliana pun dengan santainya menghampiri Olivia yang berada didapur sendirian.


"Oh kau ada apa ya? Ada yang bisa aku bantu" tanya Olivia yang menyadari kedatangannya


"Apa yang sudah kau sembunyikan itu aku tau, kau tak dapat menutupinya dariku apa yang sudah kau rahasiakan dari Sam"


Ia hanya terdiam menatap Rosliana lalu dirinya tersenyum "Tidak ada yang aku sembunyikan kok, kau tenang saja"


"Huh! Lebih baik kau katakan saja kepadaku apa yang telah terjadi padamu ini masih berkaitan dengan nenek Samkan" mata Olivia seketika membulat dan terdiam dalam kekosongan "Apa yang telah mereka perbuat sampai kau merasa ketakutan seperti ini" melihat tangan beserta kakinya bergetar


"Aku tak tau lagi akankah dia akan selalu bersamaku ataukah bersama dengan yang lain, entah apa misiku kali ini berhasil ataukah malah sebaliknya"


"Maksudmu"


"Kau berjanjikan denganku untuk tak mengatakan apapun kepada dia"


"Sebisa ku memangnya kau telah berbuat perjanjian apa dengan wanita tua itu"


Olivia menceritakan detail semuanya, akan tetapi dirinya berbicara secara berlahan agar semua orang tidak mendengarkan ceritanya.


"Hufftt plihan mu begitu bodoh, tapi kau tenang saja aku akan semampuku untuk membantumu"

__ADS_1


"Terima kasih, tapi boleh aku jujur kau orang yang begitu sangat tau betul orang itu membodohimu atau tidak, apa ucapanku ini benar"


"Ya kau benar"


"Lalu bagaimana caranya bisakah kau tunjukkan kepadaku gimana caranya"


"Kalau kau meminta caranya maka kau harus banyak belajar dari ayah ku karna dia sang ahli membaca mimik seseorang"


"Wah keren sekali, kapan aku bisa bertemu dengan beliau"


"Memangnya kau berani bertemu dengannya"


"Untuk apa takut dia bukan seperti nenek dia kan apalagi terlihat jelas kalau orang tuamu itu begitu baik sama halnya dirimu, yah~ kuanggap pasti kriteria ayahmu sama seperti paman Erick"


"Kau salah besar, mereka jauh mengerikan dari si nenek tua itu"


"Ada apa memang nya aku salah"


"Hmm.. Kau tentu nya akan terkejut siapa orang tuaku, ya sudah aku akan pergi dulu ya bye...bye.."


"Memangnya aku salah ya" gumamnya


Ketika Olivia mengaduk adonan tetiba Sam datang dan langsung menoletkan tepung tepat dipipinya.


"Ih~ kau ini"


"Bbffftt.. Lucunya sih" menangkup kedua pipinya sebari mengoyangkan keduanya


"Mmmpphh atitt~"


"AHHH~ SAKIT - SAKIT KAK AHH" Olivia terus mencubit pinggangnya


"Rasain salah sendiri kenapa pakai acara uyel - uyel pipiku emang ini adonan apa"


"Lah memang adonan squishi ku ARGHHH" Olivia pun langsung melayangkan pukulan keras sapu kearahnya


Keduanya saling kejar - kejaran melihat itu semua orang tengah merasa kasihan dan bahagia melihat keduanya.


"Kuharap mereka akan selalu menyelimuti kebahagiaan mereka kembali"


"Semoga saja semua akan segera berakhir"


"Aku harap kau dapat menyelesaikan semua ini kak Oliv, karna ujianmu tidaklah begitu mudah yang mana kau harus melawan keluarganya"


"Teman, kuharap kau selalu tertawa seperti ini selamanya"


"Kak Oliv semoga kau selalu menjadi tempat terakhir untuk Sam pulang kak, itu harapan kami"


"Sejauh apapun kalian dijauhkan aku Erick Volcer akan berjanji untuk menyatukan dua insan ini, kuharap aku dapat menggabulkannya, dan sekaligus membalaskan apa yang sudah dia lakukan kepada ayahku, beserta cucunya sendiri"


...Bersambung ...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2