Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
69


__ADS_3

Kedua orang tuanya langsung menghampirinya, ibu Sam hanya bisa dapat memeluk anaknya yang masih melemas.


"Hiks... Sam syukurlah akhirnya"


Sam yang masih mencerna setelah sekian lama tertidur ia hanya terdiam, suatu dobrakan pintu membuat semua melihat siapa yang membuat keonaran tersebut. Ternyata dia adalah Olivia yang dengan ngos - ngos an dirinya mencoba kabur dari genggaman polisi akibat panik mendengar teriakan ibu Sam.


"Hosh.. Hosh... Akhirnya" tersenyum menerkah "Syukurlah" tersadar adanya Lizza "Ah, berarti aku terbebaskan nona, nyonya"


"Iya" "Tidak" serempak mereka berucap


"Eh - eh tidak kok gitu sih nona, bukankah kita sudah sepakat kalau aku dapat menyadarkan tuan aku akan terbebas dari mereka bukan, ingat nona ada tuan serta nyonya Volcer loh janji saksiku"


"Huh! Ya deh iya kau terbebas, pak dia akan kucabut tuntutannya" Lizza berkata kepada petugas kepolisian


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu"


"Yess!! Ah akhirnya aku terbebas, terima kasih banyak ya tuan muda, nona, nyonya, tuan" menunduk hormat


"Siapa dia ma?"


"Dia itu seorang pen..."


"Ohh~ apa tuan muda mau tau siapa diriku, baiklah - baiklah aku akan memperkenalkan diri namaku Delia, aku sang ahli motorik kasus pasien koma, karna selama perjalanan didalam alam sadar aku akan bertugas...." menyaut ucapannya


"Sudah - sudah untuk apa kau jelaskan dia tuh nggak butuh penjelasanmu, lebih baik kau pergi saja sana" disela kembali oleh Lizza


"Ih jahat sekali anda langsung menyuruhku pergi nona, yasudahlah kalau begitu aku ijin pergi dulu terima kasih"


Ketika Olivia melangkah pergi "Tunggu" panggilan tersebut bukan dari ibu, dan ayah Sam tetapi melainkan Sam sendiri.


"Yah?"


"Apa kau begitu mengenal kak Olivia" semua orang melihat langsung kearah Sam "Karna aku tak akan pernah selamat selain kak Oliv, apalagi kalau itupun orang lain aku tak akan pernah kembali kedalam alam sadarku"


"Haha... Astaga Sam mana ada sistem ilmuan semacam itu" sindir Lizza


"Diam! Kau tak tau apa - apa Liz, lebih baik kau diam ataukah pergi dari sini. Lagipula aku disini juga tak membutuhkanmu jadi cepat pergi saja sana sebelum aku memanggil anak buah ayahku kemari"


"Ck.." Lizza dengan kesal meninggalkan ruangan tersebut

__ADS_1


"Aku katakan sekali lagi apa kau menggenal kak Oliv" kedua orang tuanya begitu sangat kebingunggan


"Nak apa yang kau katakan"


"Ma~ aku bermimpi kalau kak Oliv mendatangiku, dan dia mengatakan kalau begitu sangat merindukanku, disana aku begitu sangat menikmati bersamanya ma.. tapi kenapa saat kak Oliv menyatakan cinta kepadaku dia berlahan menghilang ma.."


"Lalu apa hubungannya dengan dia nak"


"Ada... aku tau, kak Oliv selalu akan bercerita kepadaku agar aku selalu tetap sadar, lalu dia selalu menceritakan kenangan - kenangan kita bersama, semua itu tiada yang tau kecuali aku dengannya ma, makanya aku mengatakan kepadamu apa kau menggenal kak Oliv"


"A..aku maaf tuan, aku tidak menggenal siapa Oliv yang kau maksudkan. Hanya saja waktu dirimu koma aku hanya menceritakan tentang semangat orang - orang yang menderita sama halnya sepertimu, tidak lebih. Tapi kalau masalah hal itu sih bisa kemungkinan suatu kebetulan saja orang yang anda cintai itu datang kepadamu, agar dirimu cepat bangkit, dan kembali hidup untuk tau apa tujuanmu disini"


"Aku tidak ingin hidup, tak ada tujuan tanpa adanya kak Oliv, dan kenapa kau menolongku"


"STOP SAM!! APA YANG KAU KATAKAN NAK" bentak sang ibu Sam


"Aku tak mau hidup ma, hidupku sudah pergi selamanya ma hiks... Hiks.. setengah semangat hidupku sudah pergi ma... Hiks... Hiks... Aku begitu ingin memeluknya ma, dan ikut bersamanya tidak ingin seperti ini hiks... Hikss... kenapa dia cepat sekali pergi meninggalkanku ma... Hiks.. Hiks... apa dia tak sayang lagi denganku ma?"


"Tidak tuan, mungkin kak Olivmu itu tau kalau dia memang sayang kepadamu, tapi dia tak dapat mengelak kematiannya karna orang yang menciptkan manusia ini jauh lebih sayang kepadanya, istilahnya itu sudah sebuah takdir"


"HAH! TAU APA DIRIMU HAH! KAU TIDAK TAU APA - APA, KALAU AKU TUH JAUH BEGITU SANGAT MENCINTAINYA!! KALAU TIDAK TAU TUH MENDING SEKARANG CEPAT KAU PERGI DARI SINI!! AAHHH..." Teriak Sam


Ayah Sam langsung membawa Olivia keluar, dia tau bahwa situasi ini tidak begitu baik untuk keduanya.


"Maafkan Sam ya"


"Tidak masalah tuan, kuharap tuan muda akan cepat segera sembuh" perkataan Olivia membuat sang ayah kebinggungan tetapi berlahan ia mengerti karna Lizza masih belum pergi melainkan bersembunyi dibalik tembok "Aku pamit pergi dulu ya tuan, permisi, dan maaf telah membuat anak anda semakin menderita, dan terima kasih telah mempercayaiku selama ini untuk menyembuhkan anak tuan, kalau begitu aku pamit pergi dulu" menunduk hormat


Olivia pun berlahan langsung pergi, tetapi ia memutuskan menaiki bus, karn dia tak ingin dicurigai oleh disana ia langsung mendapatkan telfon dari Bram.


"Halo Bram maaf, aku harus menaiki bus karna mantanmu itu masih terus mengikutiku"


"Aku tau kak, jaga dirimu baik - baik kak"


"Hmm, aku tutup dulu telfonnya ya Bram"


TUTT... Telfon pun berlahan dimatikan, Olivia yang saat itu sedang begitu galau, dan memikirkan kejadian tadi membuat dirinya seketika meneteskan air matanya.


"Hiks... Hiks... Maafkan aku Sam, maaf hiks.. aku tak dapat memelukmu padahal aku begitu sangat merindukanmu hikss.. kuharap kau akan tetap bertahan untukku Sam, aku mohon"

__ADS_1


...----------------...


Didalam apartement Olivia, yang sudah melupakan kejadian akhirnya ia memutuskan untuk melakukan rapat secara berdaring demi melanjutkan tahap berikutnya.


"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya Liv" ucap Daniel


"Ini saatnya orang tua Sam, beserta kalian lakukan apa yang sudah ku rencanakan sedari awal kepada kalian, kuharap ini akan berhasil, dan cepat berakhir. Sedangkan aku disini akan tetap berusaha untuk melakukan meneruskan rencanaku yang awal"


"Berhati - hatilah kak, karna nenek Sam tidak sediam yang kita lihat, dia begitu sangat licik, dan tau apa yang dia rasa mencurigakan"


"Perkataan Alex benar Liv, kuharap kau berhati - hatilah" saut ayah Sam


"Terima kasih, dan aku akan selalu tetap berhati - hati. Tak hanya aku saja kalian juga tetap berhati - hatilah, kalau begitu rapat sekian sampai disini sampai jumpa"


Olivia yang merasa masih kacau mencoba untuk melupakan segalanya dengan cara memutar radio dimana chanelnya pas sesuai apa yang dia rasakan saat ini.


"Sobat malam, malam yang penuh dingin ini pas banget tuh kalau aku akan putarkan sebuah lagu, yang pas untuk kalian yang mungkin aja lagi kangen - kangennya dengan sang pujaan hati, atau menikmati secangkir coklat hangat, nih ada yang pas dimoment begitu nah lagu dari Taeyon - Only you, selamat menikmati"


Olivia semakin merindukannya dengan menatap bulan cerah dilangit, tak hanya dirinya saja ternyata Sam sendiri juga begitu amat merindukannya, sambil menikmati malam sebari menatap bulan dilangit.


Dalam fikiran mereka saat ini begitu sama - sama mengenang kebersamaannya, sesekali mereka berdua menatap foto.


"Sam" "Kak Oliv" air mata mereka perlahan menetes "I miss you" berkata bersamaan


Lamunan Sam seketika disadarkan oleh ibunya "Sam, mama ingin mengatakan sesuatu padamu"


"Apa ma?"


"Malam ini kita akan pulang, sekalian mama bisa merawatmu disana nak, mama tak ingin kau sendirian disini"


"Kenapa mendadak ma"


"Ayahmu sedang ada urusan penting disana, kuharap kau mau, dan apa kau tidak mau mengunjungi tempat terakhir Olivia"


Sam langsung terdiam menatap kearah mamanya.


...Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2