
Misi yang dilakukan oleh Liam, dan Alex kerumah sejoli itu tetiba mereka saling menatap karna tak terlihat jejak rumah tersebut berpenghuni.
"Apa kau yakin kak Oliv ada didalam"
"Cek" jawab Alex, kemudian melangkah meninggalkan Liam yang cengo melihatnya
"Woanj** hufftt... sabar kau memang orang yang sabar kok Li, karna orang macam temenmu gini nih enaknya dilempar kealam lain saja" gerutunya "Heh mau kemana lo Lex"
Saat Alex kearah belakang beruntungnya pintu belakang sama sekali tidak dikunci dari dalam, ia pun langsung bergegas masuk, dengan mencari kemana Olivia.
"Kurasa kak Oliv tidak ada dirumah deh, liat lantainya kotor coy mana mungkin dia membiarkan ini kotor berdebu gini"
Alex yang masih mencari kedalam kamar tetap tidak menemukan sama sekali Olivia, saat dilihat tepat dilemari pakaian disana terlihat betul kalau baju Olivia masih terpajang rapi, dengan begitu ia merasa kalau Olivia tengah diculik oleh seseorang. Seketika dirinya menghubungi pengamanan disekitar area.
"Kirimkan rekaman video 2 hari kemarin, posisi tempat gedung Sam Volcer dari tiga sisi jalanan, segera kirimkan kepadaku" lalu ia mematikan telfonnya
"Astaga~ untung saja bawahanmu begitu sabar melihatmu nak" ujar drama Liam
Alex yang melihat tingkah Sam hanya dapat menggelengkan kepala, dan meninggalkan nya masuk kedalam mobil.
"Woii mau kemana lagi kita" membuntutinya
"Lestoran"
Liam yang seketika menahan emosinya ketika jawaban, serta wajah datar temannya, kemungkinan dia akan menojok wajahnya.
......................
Sedangkan Bram maupun Lucky yang tak mendapatkan jawaban dari orang disekitaran jalan itu untuk menggenal Olivia.
"Huh! Kemana lagi kita akan mencarinya ah~ capek sekali, eh lu kagak lelah apa?" Bram hanya menganggukkan kepala "Udah yok kita ke toko penjual disitu yuk" merangkul pundaknya "Gak nya lu bisu apa gimana sih"
"Tak apa - apa" sambil menggelengkan kepala
"Baiklah, yok lu harus membeli makanan serta minuman segar supaya kita dapat menemukan kak Oliv"
Bram yang masih terdiam, sambil membuntuti Liam memilih cemilan beserta minuman pun seketika terhenti oleh suara nada dering dari ponsel milik Bram.
"Siapa? Bang David"
"Bukan, kekasihku"
"Ah~ so sweet sekali kekasihmu itu"
"Aku tinggal dulu ya permisi"
"Ouh okay, silahkan" saat Bram akan kekasir dia tanpa sengaja melihat ada ktp yang ditempelkan dilemari jualannya "Ouh shitt... Bibi cantik, dari mana kau menemukan ktp milik kakak saya"
"Apa? Ah ktp ini nak"
"Ya ktp ini adalah kakak saya darimana kau mendapatkannya"
__ADS_1
"Maafkan saya nak, waktu itu kakakmu hampir saja tertabrak saat berjalan dijalanan depan situ, namun beruntungnya dia selamat karna ada mobil yang menghalanginya, namun naasnya sang pengemudi itu harus segera dibawa kerumah sakit, namun kakakmu menggantarnya juga, dan meninggalkan tasnya dijalan yah aku sangka nanti setelah dia kembali dari rumah sakit, dia bakal menggambil tasnya disini"
"Oh ya tuhan bi, kapan kejadian itu"
"2 hari yang lalu"
"Kemana dia membawa korban itu bi"
"Rumah sakit ....."
"Terima kasih banyak bi, kau memang bidadari tercantik sedunia terima kasih banyak kau sudah melindungi barang berharga miliknya untuk itu aku memberikanmu uang, dan ini untukmu terima kasih"
Lucky yang berlari membawa tas milik Olivia pun seketika keluar dengan bahagia.
"BANG AKU MENEMUKAN INFORMASI KAK OLIV" teriaknya sebari berlari menghampirinya
Namun semua itu seketika sirna karna didepan mata semuanya Lucky secara mendadak tertabrak dan terlempar cukup jauh membuat yang lain hanya syok melihatnya.
"LUCKY..." teriak mereka
Sang mobil hitam tersebut seketika pergi jauh dari jangkauan mereka, namun saat melihat kondisi Lucky disitu terlihat dia begitu mengenaskan karna banyak darah yang keluar dari tubuhnya.
"TIDAKKK..." Teriak Rosliana
"AYO CEPAT KITA BAWA KERUMAH SAKIT, LUC LO HARUS YANG KUAT BODOH" Teriak Kelvin
Semuanya pun langsung tancap membawa Lucky kerumah sakit.
Disana semua orang tengah mengkhawatirkan kondisi Lucky yang terlihat mentragiskan.
"Aku tak tau lagi sepertinya memang mereka ingin menjebak kita bang, buktinya Lucky mendapatkan informasi dimana kak Oliv berada ya kan. Aku bersumpah saja siapa orang itu yang sudah tega menabrak saudaraku aku tak akan biarkan mereka hidup dengan tenang lihat saja argh.." kekesalan Liam
"Kau yang sabar Li, kita juga sama halnya sepertimu terluka melihat ketragisan Lucky tapi yang terpenting menunggu kepulihan Luckylah yang kita utamakan sekarang kalau tidak yang ada gantian diatara kitalah yang menjadi target mereka" ucap Harry
"Bagaimana bisa kau seenak itu mengatakan seperti itu Har, apa jangan - jangan kau lah yang merencanakan hal ini hah!!" emosi Kelvin
"Untuk apa aku melakukan hal kotor ini hah! Sekarang begini saja kak Oliv secara misteri menghilang lalu sekarang secara mengejutkan juga Lucky menggalami kecelakaan itu tepat hilang nya kak Oliv, berarti bisa siapa saja diantara kita yang akan terkena imbas selanjutnya"
"Ucapan Harry ada benarnya, sekarang aku minta kalian untuk tidak saling bertengkar dalam hal ini maaf aku telah melibatkan kalian dalam masalah pencarian Olivia, biar aku sendiri saja yang akan mencarinya" penuturan David
"Tidak sayang! Aku tak akan pernah mengijinkanmu"
"Tapi sayang, aku mengkhawatirkan Olivia sekarang, dimana dia aku sudah menganggap bocah itu seperti adikku sendiri, jadi biarkan aku mencarinya"
"Tidak tetap tidak!! Apa kau tega meninggalkan aku sendirian saja setelah kau pergi menjauh dariku"
"Aku merasa lega setelah kau akan dilindungi oleh mereka sayang"
"Tidak akan, aku tetap akan melarangmu pergi ini demi anakmu sayang hiks..." sang istri menangis sambil terduduk dikaki David
"Ucapan istrimu ada benarnya nak, lebih baik kau tidak pergi dulu biarkan kita menunggu kesembuhan Lucky" pinta sang ayahnya
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan Olivia yah"
"Dia akan baik - baik saja nak, karna anak itu begitu kuat menghadapi setiap prolem masalah didalam hidupnya"
"Tapi kalau tidak"
"Kau harus yakin, bahwa kita hanya perlu mundur selangkah untuk sementara, karna kita akan memberikan ruangan untuk mereka bahagia, apalagi mereka mendapatkan kesempatan untuk merasa puas menunggu kesadaran Lucky terlebih dulu, dan kita hanya perlu waktu untuk Sam sampai datang, karna ini juga masih ada kaitannya dengan permasalahan hidupnya.
......................
Hari demi hari Sam yang merasa kesal dengan Olivia yang sudah hampir 2 bulan ini tak ada kabar sekali dari Olivia, sedangkan teman - temannya hanya mengeleskan dimana Olivia berada malah, mereka memberitahukan kalau temannya tengah sakit akibat kecelakaan.
"Ya ampun bro muka kok kucel amat dah" tanya teman rekan kerjanya yang namanya Hendrick
"Diem lu"
"Bhahaha... Kenapa - kenapa sini - sini kasih tau gue ada temen rekan gue ini muka nya kok asem amat"
"Gue merindukan pujaan hati gue"
"Sape? Cewek yang waktu itu lu ceritain"
"Hmm bagaimana ya keadaannya, kenapa gue ngerasa khawatir" sebari menatap kearah pigura foto dirinya dan Olivia tepat saat wisuda
...----------------...
Sedangkan ditempat lain, seorang bocah lelaki yang masih memakai seragam tersebut tengah berlari terburu - buru kearah dapur, dan bocah itu langsung melayangkan pelukan dikakinya.
"Kakakk...."
Sontak membuat wanita itu tersenyum sebari berjongkok sepantara dengan bocah tersebut.
"Ada apa boy tampan ku ini?"
"Kakak, ini untukmu" memberikan salep obat untuknya
Wanita itu hanya menatap bocah tersebut, apalagi terlihat jelas bahwa wajahnya sebagian disebelah kirinya terdapat goresan luka bakar.
"Boy, kenapa kau membelikanku ini?"
"Karna aku ingin menyembuhkan luka bakar kak Oliv ini, aku ingin kakak segera cepat sembuh, dan maafkan dia ya kak"
Yah memang benar wanita berbaju dress simple ini adalah Olivia, namun wajahnya berbeda karna ada bekas luka disebagian wajahnya.
Bonus photo :
(Teman Sam yaitu Hendrick)
__ADS_1
...Bersambung...
...****************...