Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
63


__ADS_3

"Hmm" senyum penuh arti "Kau tau kak, sebenarnya aku ingin sekali kembali tapi aku masih tidak ingin kembali sebelum bukti itu ada ditanganku"


"Bukankah bukti itu sudah ada ya Liv" tanya Kimmy


"Yah~ tapi buktinya hanya ada tertuju kearah Lizza saja, dan aku sendiri tak mempunyai bukti neneknya. Itu adalah jalan kunciku satu - satunya kak"


"Kau benar, tapi apa tidak sulit kau akan mencari bukti kejahatannya Liv" tanya Anna


"Huh! Itulah sebabnya aku binggung kak, sampai kapan ini semua berakhir, mencari pembuktian neneknya pun begitu amat sulit dibandingkan kejahatan Lizza" sebari menyeruput minumam soda


"Ngapain lu nggak pakek kerja sama dengan teman - teman Sam bukankah jaringan mereka jauh lebih kuat ya, apalagi lu tau kan Vid kalau mereka tuh ada yang ahli dibidang curi mencuri data"


"Kau benar sekali bro, tumbenan otak lo lancar semenjak nikah"


"Dapat vitaminlah"


"Goblok" saut David bersamaan dengan Anna


Sontak membuat semuanya pun tertawa lepas, namun disela itu David berpamitan untuk menghubungi Alex serta beberapa kawanannya.


"Oh ya gimana kabar Bram"


"Bram, dia baik - baik aja sih apalagi sekarang ini dia sudah mau menjalin ikatan suci dengan Sonya"


"Tunggu - tunggu, maksud mu Sonya temanmu itukan" ucap Anna


"Yaps betul sekali, apalagi kau tau sendiri mbak semenjak Bram pindah disini tuh anak yang awalannya mager, jadi semangat buat nyariin gue maupun Bram pekerjaan disini. Awalannya sih baik - baik aja eh tau - taunya Sonya tuh ada maunya dibalik itu ya walaupun dia sendiri ngefans ama wajah Bram, eh akhirnya dia berdalih katanya sekedar mau jadi teman curhatan nya Bram doang, eh sampai akhirnya kecantol juga tuh bocah"


"Emang kalau udah jodoh nya tuh segalanya tuh pasti cepet gitu" kata Anna


"Berarti gue nggak jodoh ya mbak sama tuh anak" lesu Olivia


"Nggak gitu maksud gue.."


"Gini loh Liv, maksud dari Anna tuh waktu saat kita menjalin hubungan terus kearah yang serius keperjanjian suci, entah apa - apa itu serba cepat dibandingkan pertama kali mencari arah hati ini bersandar tapi semua itu juga pasti ada cobaannya sih apalagi tergantung dari setiap pasangannya mau setia nggak nya kan tergantung mereka berdua yang menjalin ya nggak" tutur Kimmy


"Hmm" mengangguk lemas


Lalu mereka semua pun teralihkan oleh David yang melakukan video call dengan beberapa teman Sam.


"Aku minta kalian bekerja sama denganku, dan aku juga ingin menujukkan kepada kalian yang sebenarnya"


"Apa bang" suara Liam


"Bentar" memberikan ponselnya kearah Olivia dengan memberikan isyarat mata semuapun langsung paham "Nah apa kalian tau siapa dia"

__ADS_1


"KAK OLIV!!" serempak semuanya disana ada Alex, Liam, Harry, Kelvin, dan Rosliana tidak untuk Lucky karna David tau tuh anak tidak dapat menutup mulutnya


"Eh.. Ha - hai.. Apa kabar" canggung Oliv


"Ini benar kak Oliv"


"Yah memangnya kalau dia bukan Oliv lalu sape?" saut Tomi dibelakang Oliv


"Ya - yah bang biasa aja kale..." celetuk Liam


"Diem lu, oh ya aku minta kalean jangan ada yang bilang same siapapun okay kalau nih anak masih idup"


"Yah bang"


"Bagus, kalau sampek ada yang tau kalian semualah yang pertama jadi sasaran jotosan dari gue"


"Ampun yaelah bang, janji kita nggak bakalan bongkar" jawab Alex


"Udah bang Tomi, abang diem aja kita mau tanya - tanya kabar sama kak Oliv" celetuk Rosliana "Kak, jujur kakak tambah cantik banget apalagi dengan rambut haircut gitu"


"Nggak juga kok"


"Beneran, lihat - lihat wajah kak Oliv tambah cantik nggak gais" semuanya mengangguk semangat "Tuh kan kalau pun Sam tau pasti dia udah terpesona dengan kakak sekarang" Olivia hanya terdiam dalam lamunan


"Cuma hanya goresan saja kok"


"Nggak mungkin itu cuma hanya goresan aja" saut Harry


"Sini biar gue ceritain aja jadi...." Tomi menceritakan semuanya "Gitu, jadi aku minta sekarang kalian mau tidak membantu teman kalian yang sedang galau merana itu"


"Ya pasti maulah bang, secara kita kasihan dengannya bang semenjak kabar meninggalnya kak Oliv tuh anak tidak seceria dulu, apalagi dia tuh kembali lagi sedingin dulu waktu kita kenal ya semacam kulkas melebihi temen kita yang ini" celetuk Kelvin dengan mengkode kearah Alex


"Yah kak apalagi aku begitu kasihan sekali melihatnya yang terus menerus menangisi mu kak" saut Rosliana


"Aku tau kok" tersenyum kearah mereka


"Bagaimana bisa kakak tau, apa dari bang David" Olivia menggelengkan kepalanya "Lalu dari siapa kak"


"Dia sendiri yang datang ketoko ku ini, dan tinggal dinegara ini"


"APA!!" serempak semuanya


"Jadi kakak ada dinegara penghasil keju sekarang" Olivia mengangguk "Tunggu - tunggu, apa selama ini Sam tau kau ada disana" sekali lagi menggelengkan kepala "Terus kenapa kakak tau dia ada ditoko kakak"


"Dia adalah salah satu dari beberapa pelanggan ku, lalu dia begitu suka dengan roti disini katanya resepnya menginggatkannya akan masakan ku, kata karyawanku juga dia sempat ingin sekali bertemu dengan pemiliknya tapi aku terus mengatakan kepada semua pegawai ku untuk tidak menerima tamu siapapun selain bang David dan Kak Kimmy"

__ADS_1


"Berarti kalian berjodoh nggak sih"


"Hehee... entahlah tapi yang pastinya dia akan selalu kemari dijam 4 sore, nanti dia pasti akan membeli kue lalu ingin bertemu dengan pemiliknya selalu yang dipertanyakan itu kepada karyawanku"


"Tunggu - tunggu apa kau bilang Liv, jam berapa dia datang"


"Jam 4 sore"


"****, ini mau jam 4 goblok kurang 5 menit lagi"


"Oh ya ampun iya. Ayo semuanya ikut aku kedalam cepet - cepet"


Semua berlari kedalam ruangan, tetapi saat disana mereka menatap cctv tetiba Kimmy, beserta yang lain.


"RIO, ANAKKU DISANA!"


Saat David akan menggambil anaknya, dan Rio tetiba pintu tokopun terbuka.


"Bang Dav, apa benar itu kau"


"Sial" gumamnya


Sedangkan didalam semuanya nampak terkejut, dan gugup.


"Yah, oh Sam kau ada disini" langsung memeluk sapanya "Bagaimana kau bisa ada disini Sam"


"Seharusnya aku bertanya kenapa abang bisa ada disini? Jangan bilang kalau toko ini abang yang miliki"


"Ehmm tidak, ini milik rekan bisnis ku, dan aku hanya berjalan - jalan santai saja dengan mereka ini"


"Tunggu bukankah itu anak dari bibi... Siapa?"


"Ah iya dia memang anaknya, dan kau tau sendiri pamanmu dekat sekali dengan Yuan setelah ibunya meninggal Yuanlah yang mengasuhnya"


"Hmm... Bang, boleh tidak aku bertemu dengan pemilik toko ini karna disini rotinya begitu sama persis dengan olahan kakak aku ingin bertanya bagaimana dia bisa tau, dan sama"


David hanya terdiam menatap kearah Sam entah dia harus berkata apa, sedangkan Sam binggung melihat kebingungan David yang ingin mengalihkan pembicaraan.


"Akulah pemilik toko ini"


Kedua nya sontak menoleh kebelakang kearah pintu utama dengan wajah terkejut.


...Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2