
"Siapa king?" tanya Sonya
"Tantangan pertama yang ngelakuin itu adalah..." semua orang tengah memperhatikannya "Ini akan dilakukan oleh Sam~"
"Okay ayo Sam sekarang kau lakukan tantanganmu"
"Hmm kak, gimana kalau tantangan ku nanti terakhir saja bersamaan dengan tantangan kak Oliv. Apalagi kan tantanganku masih ada kaitannya kita kolaborasikan agar telihat lebih romantis, gimana?"
"Wahh bisa aja lu njing! Hahaha" tawa lantang bang Tomi
"Bwahahaa" semua pun tertawa lantang kecuali Olivia sendiri yang menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya
"Ciee... Liv khemm~ ada yang mau digandengin katanya biar apa teman - teman"
"ROMANTIS BWAHAHA" serempak
"Sudahlah kak, kasihan kak Oliv nanti muka nya tambah memerah hehe" sambil menarik tubuh Olivia kepelukannya
"Anj** lu Sam" gerutunya
"Love you too hehe" bisiknya
"Ihh nggak jelas ah" menyikut perutnya
"Hahaha" tawa Sam
"Sudah - sudah mari kita lanjutkan siapa tantangan selanjutnya" ujar Kimmy
Satu demi persatu pun mereka melakukan tantangan misi, dengan adanya tantangan ini semuanya pun tertawa terpingkal - pingkal melihat kelakuan mereka sampai dimana giliran Olivia pun dimulai.
"Nah, ini mie untuk tantanganmu Liv.. Aku sengaja buatkan ini untuk dirimu"
"Jangan bilang ini mie kesukaan lo itu"
"Hehehe... Lu tau sendirilah" senyum penuh arti Sonya
"Kagak ah, pedes goblok gue udah pernah nyoba waktu yang elu buatkan waktu itu!"
"Ya nggak bisa gitu dong say, lu kan tau sendiri kita nih tuh buat tantangan gimana pun lu harus makan"
"Ihh~ emang harus semuanya ya?"
"Yaiyalah" seru Jiro
"Jangan dong~" rengek Olivia
"Kalau kakak nggak kuat nanti aku bantuin"
"Ihh so sweatt nya" goda Kimmy
"Iya nih bikin iri aja hahaha" saut Anna
"Udah ah, jangan tuh anak berdua kalau kagak nih dua orang kagak mulai - mulai misi nya" ujar bang Tomi
"Ya juga, yaudah ayo - ayo lakukan" antusias Bram
"Gila!" ketus Olivia membuat semuanya tertawa
"Mm~ bang boleh aku minta tolong" Sam pun langsung berbisik kearah David
"Okay" seketika David mengetik sesuatu diponselnya
__ADS_1
Olivia yang awalannya hanya menghela nafas, seketika terkejut melihat semuanya pergi satu demi persatu lalu ia melihat kearah Sam.
"Mereka kemana, apa tantangannya sudah berakhir"
"Belumlah kak, entah kemana mereka hmm kak dari pada kau tidak memakannya. Sini biar kumakan saja"
"Eh jangan - jangan kau tau ini tuh begitu pedas tau! Dan aku nggak mau kau memakannya, yang ada nanti kau berulang kali kekamar mandi tau!"
"Benarkah kak, tapi aku mau tuh"
"Ah jangan deh pokoknya, yang ada gue pusing nanti liatnya"
Tanpa Olivia sadari ternyata Sam sudah memasangkan video call bersama yang memang dia pasang secara tersembunyi dibalik jaket yang memang ia bawa. Ternyata tadinya Sam meminta David untuk membawa anak - anak keresort masing - masing untuk menyaksikan lewat video tersebut karna takutnya membuat Olivia sendiri merasa canggung saat dilihat oleh orang lain.
"Ihh gemes banget sih gue"
"Njirr kayak drama korea aja gue lihatnya"
"Bener banget"
"Ah kelamaan lu mainnya bocah"
"Sabar - sabar aja deh bang"
"Ahh~ ayang gemes banget sih, pengen banget deh mereka tuh aku nikahin deh"
"Yah doain aja mereka tetep akan selalu bersama cinta"
Setelah berdebat keduanya, akhirnya Sam langsung membagikan kedua mie tersebut menjadi dua bagian.
"Nah aku tidak ingin kakak juga sakit perut karna mereka, jadi aku akan sedikit curang. Sekarang kan nggak ada tuh ayo kita makan ini sama - sama kak"
"Bagus juga idemu okelah"
"Bwahaha anjirr lucu banget lihat ekspresi tuh bocah dah, emang tuh anak kagak pernah mau makan pedes"
"Eh lihat - lihat tuh anak mulai kepedesan"
Olivia yang mulai kepedasan, Sam memberikan sekotak susu untuknya.
"Minumlah mungkin akan sedikit menghilangkan rasa pedas dimulutmu kak"
"Sstt.. Jangan dulu deh, ini sisanya harus aku habiskan kalau ti... Eh?"
Sam sudah lebih dulu memakan mie sisa milik Olivia, yang diberi tantangan merasa tak enak hati langsung mengarahkan susunya kearah Sam.
"Nih minum - minum"
Sam pun langsung meminumnya dengan begitu banyak, lalu ia menatap kearah Olivia yang masih menahan pedas.
"AHH..." "Anj**" "OMG"
Berbagai ungkapan dari anak - anak yang berada disana terkejut, saat melihat Sam menarik leher Olivia sampai - sampai bibir keduanyapun bertemu. Olivia yang berawal terkejut dengan tindakan Sam seketika tau kalau susu yang ia sempat minum tadi dirinya berikan kepadanya tetapi ini melalui bibirnya, mau tidak mau Olivia harus menelan susunya.
Seketika keduanya saling melepas tautan tersebut, kedua dahi mereka pun bertemu.
"Misi kita sudah selesai kak"
"Ha?"
"Pleasee jangan kau angkat wajahmu agar mereka tau kalau kau masih melakukan tugas dari misimu"
"Maksudmu".
__ADS_1
"Aku melakukan video call agar kakak tidak merasa malu lagi, dengan begini tugas kita telah selesai"
Seketika Olivia menyadari ada ponsel yang mengarah kearah keduanya, dan Sam pun langsung mengacungkan jempol.
"Misi selesai bye.."
Iapun langsung segera mematikan telfon mereka, Olivia yang merasa dipermainkan hanya terdiam, kemudian ia berdiri sebari meninggalkan Sam yang tau akan kemarahan Olivia kepadanya.
"Kak~ maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk melakukan ini. Tapi mau gimana lagi kalau tidak apa yang nanti akan lakukan yang ada kakak akan semakin malu kalau disaksikan oleh mereka semua" sebari berjalan dibelakangnya
"Apa? katamu dengan begini aku tidak malu hah! Yang ada aku semakin malu Sam. Hubungan kita tidak seserius itu bukankah sudah aku katakan kalau, A-ku tidak akan pernah mau berhubungan dengan dirimu disaat sekarang masih kuliah"
Sam pun langsung menarik tangan Olivia dengan kuat "Lalu apa salahnya kalau diriku masih seorang pelajar kak, tidak ada salahnya kan kalau diriku harus melakukan hubungan kekasih disaat aku masih kuliah"
"Salah Sam! Aku tidak mau mata pelajaranmu akan terganggu akan terbesit bayanganku"
"Kak~ lihatlah aku, walaupun disetiap harinya aku terbesit oleh cintamu. Tetapikan setidaknya aku masih tau mana tugasku, dan dimana cintaku yang harus pertahankan"
"Hikss... Maafkana aku sam hiks.. A - aku takut hiks..."
"Hehe.. Imut sekali" sebari memeluknya "Memangnya apa yang kau takutkan kak?"
"Aku takut nilaimu akan jelek, atau kau akan putus kuliah, dan memilih menikah aku tidak mau semua itu terjadi"
"Memangnya kenapa?"
"Tidak boleh! Orang tuamu sudah begitu susah payah membiaya kan mu kuliah tetapi kau tidak dapat membuat orang tuamu bangga akan prestasi dan juga kekasihmu"
"Ouhh jadi maksud kakak, aku harus membuktikan kepadamu begitu kalau aku akan dapat membanggakan dirimu maupun orang tuamu begitu"
"Yah~ tapi yang paling utama itu bukan aku tetapi orang tuamu yang harus kau banggakan, aku tau gimana jadinya setelah diriku tak bersekolah berlanjut dimana aku sendiri merasa bersalah akan tiada prestasi disaat sekolah, sedangkan kakak ku sendiri kuliah tetapi ditengah perjalanan mereka menikah, huh! mensia - siakan uang saja"
"Hehehe.. Kak, kau tau mengapa kakak iparku itu menikah terlebih dulu"
"Hah, apa kakak ipar? Dari mana kau mengakui dia kakak ipar hei, kau masih belum mengenalnya tau"
"Kata siapa? Aku sudah mengenalnya kok"
Olivia hanya menganggkat satu alisnya "Ha?"
"Yah, aku sudah mengenalnya lewat wajahmu, karna besar kemungkinan wajah dia sama sepertimu"
"Dih nggak nyambung"
"Hahaha.... Bercanda cantik" langsung memeluknya dari belakang "Mm~ kak, gimana kalau kita jalan - jalan berduaan saja"
"Nggak mau ah"
"Tenang aja, nanti aku bayarin kok"
"Beneran, nggak deh itu kan uang mu buat kuliah nanti"
"Aman, uangnya mah udah aku pilah - pilah kak udah deh ayo kita kencan"
"Hah!"
Sam hanya tersenyum penuh arti lalu menarik Olivia pergi menjauh dari arah bibir pantai.
"Lah bukannya mereka ada disini? Sekarang mana mereka?" tanya Kimmy
...Bersambung...
...****************...
__ADS_1