Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
41


__ADS_3

Sesampai didepan halaman kerajaan, Sam pun dengan luapan emosi ia berjalan masuk kedalam mansion istana.


BRAAKK... PRANGG...


Semua para bodyguard beserta pelayan melihat majikan mudanya datang - datang langsung memecahkan beberapa hiasan di istana.


"Tuan muda apa yang anda lakukan"


Semua orang didalam istana pun ikut terbangun gegara suara kericuhan diluar, sedangkan sang neneknya hanya melihat dari atas sebari tersenyum penuh arti.


"Sam tenangkan dirimu nak" ucap sang momy nya


"Tidak mom, aku sudah muak dengan beberapa ancamannya"


"Nak, tapi tidak seperti ini juga, kenapa tidak berbicara secara baik - baik"


"Sudah tidak bisa lagi yah, aku sudah begitu jengah dengan berbagai ancaman darinya, dia dengan seenaknya juga selalu sesuka hatinya membuat anakmu menderita yah"


"Menderita? Apa yang sudah aku buat kau menderita cucuku" berjalan santai dari anak tangga


"Huh! jangan berlagak seolah - olah anda tidak membuat aku menderita selama ini, apa anda tidak ingat bahwa kau mencoba menjauhiku dari wanita yang kusayangi"


"Huftt.. Apa kau sadar nak, kalau wanita yang kau cintai itu adalah wanita yang berbeda kasta dengan kita, apalagi kau tau sendiri dirimu itu adalah seorang pangeran terhormat dari kerajaan negara kita. Mengerti"


"Huh! apa anda tau aku Sam Volcer tidak akan selama nya ingin mengakui diriku sebagai seorang pangeran dikerajaan yang mengingginkan kerhormatan sepertimu. Aku akan tetap menjadi seorang rakyat biasa yang memperjuangkan cintaku selama ini, jadi jangan harap dirimu bermimpi untuk aku menuruti semua kemauanmu, dan kau harus ingat apabila aku mendengar dirimu telah menyakiti orang disekitar ku maka aku Sam Volcer akan berbuat nekad lebih seperti apa yang kau berbuat"


"Hahaha... Kamu mengancam nenekmu ini Sam, baiklah sejauh mana kamu dapat membela orang yang kau sayangi itu"


"SAM!! CUKUP DIA NENEKMU" bentak sang papa


"Dia bukanlah nenekku yah, kalau memang dia nenekku seharusnya dia sudah mendukung cucunya ini untuk mencintai wanita yang dia cintai. Bukan malah harus memilih wanita yang tidak pernah aku cintai"


"SAM, SEHARUSNYA KAMU MENGERTI APA MAKDUD NENEKMU ITU, SEBENARNYA DARI RASA BEGITU SAYANG SEKALI KEPADAMU SAM. APALAGI NENEKMU DENGAN TIDAK MENSETUJUINYA KARENA INI DEMI MASA DEPANMU NAK, KAU TAU BUKAN KALAU KERAJAAN KITA SUDAH SEDARI AWAL TIDAK MENIKAH DENGAN WANITA BERBEDA KASTA APA KAU TAU INI SUDAH TERTULIS DIPERSYARATAN PERJANJIAN KERAJAAN SEDARI LAMA"


"Apa yang anda ucapkan ini sama dengan anda membela dia, dan tidak mendukung anakmu ini mencari cinta sejatinya. Huh! Lantas saja kau sama dengan dia yang mempertahankan kerhormatan sajakan"


"SAM!!"


"Hikss.. Ayah, Sam sudah ya aku mohon jangan bertengkar lagi"

__ADS_1


"Maaf ma, tapi kalau memang ini menyangkut cintaku aku tidak akan diam apalagi mereka hanya memanfaatkan ku sebagai cucu kerajaan padahal masih banyak saudara pangeranku yang lain kenapa harus aku, mama tau bagaimana menderitanya anakmu ini hanya dimanfaatkan saja oleh kepuasan mereka sendiri, padahal perjanjian itu hanyalah perjanjian lama yang tak akan dapat merubah dunia, yang dibenak mereka hanyalah ketenaran dunia mereka sendiri tanpa melihat penderitaan orang lain, ma" sebari meneteskan air mata "Kalau kalian masih menentang apa yang ku mau maka aku akan putuskan ikatan dihari ini juga, jangan pernah kalian halangi lagi langkah ku lihat apa yang kuperbuat apabila kalian berdua mencoba menjauhkan ku dari orang kusayangi ingat ancamanku ini"


Sam yang berjalan keluar dari istana dengan luapan emosi, tanpa dirinya sadari kalau ibunya tengah meneriakinya.


"Hiks.. Hiks.. SAMM!!"


Ditengah perjalanan Sam yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dirinya pun seketika hanya dapat berteriak sebari meneteskan air mata.


"ARGGHHH...."


Didalam istana, sang wanita tua itu hanya terdiam lalu menyuruh asisten nya untuk menyiapkan apa yang dia lakukan keesokan harinya tanpa ayah beserta mama Sam sadari.


"Kau siapkan besok pagi untukku"


"Baik ratu"


"Lihat apa yang akan aku lakukan, dan apa bisa kau dapat melawan ku pangeran" gumamnya sebari tersenyum sengit


......................


Pagi hari, Olivia yang terbangun melihat tak ada satupun batang hidung Sam tetiba ia berjalan menggelilingi rumah tak ada satupun dia.


"Lo lagi cari siapa sih" tanya Nitha yang tengah menikmati secangkir susu kopi buatannya


"Sam, apa kakak tau dimana tuh orang"


"Khemm.. Yah tau yang udah jatuh hati, emang gitu kalau bangun - bangun pasti tuh nyariin kalau ada hmm berlagak nggak mau"


"Apa sih dasar nggak jelas" berjalan kearah dapur


"Kalau dari tadi sih waktu gue bangun, gue nggak lihat sih tuh anak cuma elu doang yang tidur. Lah kan elu pacarnya tuh ngapa lu kagak tau"


"Yah mana aku tau lah, mungkin dia keluar terus lupa kali hubungin gue"


"Bisa jadi, eh iya gue sama yang lain mau balik pulang"


"Nah gitu dong pulang deh sono, capek gue lama - lama liat elo"


"Anj** adek laknat lu"

__ADS_1


"Bwahahaha... Eh tapi kenapa lu pamitan sama gue"


"Nggak barang kali aja lu mau gitu anterin kita"


"Hmm sebenarnya gue sih males mau ngaterin kalian tapi berhubung gue ini anak manis yang pengertian jadi okelah" mendengar penuturannya membuat Nitha hanya memutar kedua bola matanya


Tanpa terasa waktu telah menujukkan pukul 9 pagi, dan Nitha beserta keluarga kecilnya pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke bandara menggunakan taksi online.


"Sorry ya kakakku yang cantik hari ini gue nggak bisa anterin elu kebandara karena secara mendadak gue dapat pesenan kue. Nggak apa - apakan"


"Nggak masalah yang penting lu udah bayarin nih taksi kita" cengiran khasnya


"Ck emang dasar lu emak - emak pelit lu, udah deh cepet sana berangkat takut telat nanti jam terbang kalian, eh ya aku bakal rindu ponakan kesayangan aunty ini" memeluk erat


"Sama aku juga" keduanya memeluk erat Olivia


Disaat taksi sudah melaju jauh, Olivia pun memutuskan untuk berangkat juga akan tetapi langkahnya pun terhenti karna ada sebuah mobil hitam tengah mengahalangi jalannya.


Ketika orang didalam mobil itu keluar seketika raut Olivia terkejut karena ia mengenali siapa orang tersebut yang tak lain para bodyguard ratu.


"Silahkan ikut kami nona, karena sang ratu ingin menemui anda"


Olivia pun dengan langkah gugup pun menaiki mobil tersebut, tak berselang lama Sam akhirnya mendatangi rumah dimana ia terkejut tak ada satupun orang didalam.


"Kak~ kenapa tidak ada satupun orang"


Ia pun langsung menghubungi kakak iparnya atau Nitha dimana ia diberitahukan kalau mereka akan balik pulang namun Olivia tak ikut karena ada alasan pesanan tersebut.


Mendengar jawaban itu Sam sedikit lega, namun hatinya berkata lain entah kenapa dirinya tak begitu tenang seperti ada yang terjadi, seketika dirinya mencoba menepis dengan cara bersiap diri untuk sekalian pergi ke toko.


Tidak halnya Olivia yang merasa ketakutan tengah ia rasakan seperti apa yang teringat disaat semasa dirinya diwaktu kecil sampai remaja, berbagai ancaman tengah ia alami yang disebabkan oleh wanita tua itu.


Tak terasa mobil pun berhenti disebuah perusahaan besar milik kerajaan, dimana Olivia yang berjalan mengikuti tangan kanan ratu pun kearah lift menuju ruangannya.


Rasa gugup yang tak kunjung berhentipun, akhirnya pun pintu pun terbuka dengan santainya wanita tersebut tengah tersenyum kearahnya sebari mengenggam tangan seorang wanita cantik yang tengah duduk disebelahnya.


"Apa maksud semua ini" batinnya


...Bersambung ...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2