
"Kak.., apa kau baik - baik saja"
"Huhh oh kau tenang saja aku lebih dari baik - baik saja kok"
Kurasa aku harus mendudukkan dia dengan dia deh.
"Mm.. Ros, bolehkah aku tukeran duduk denganmu"
"Kenapa kak" tanya Sam
"Ah aku hanya ingin duduk disebelah Harry saja karena ada hal yang ingin aku tanyakan, nggak apa - apa kan Ros"
Melihat Rosliana mengangguk patuh, akupun dengan santainya langsung berpindah duduk. Nah, kalau beginikan enak jadinya tuh kan Rosliana langsung antusias gitu berbicara dengan Sam.
Olivia End Pov
Sam Pov
Huh.. Kenapa sih dengan kakak, kok seperti menjauh begitu.
"Memangnya kak Olivia ingin tanya apa?"
"Aku ingin tau, gimana cara memikat para pelanggan begitu buat beli dicafe kita. Kudengar kalau lestoran ayahmu begitu sangat banyak sekali pelanggan yang enggan memilih ditempat lain"
"Ya, itu..."
Ih kenapa pula bertanya hal tidak jelas ketuh anak sih kak.
"Sam, kuharap lo harus lebih fokus lagi ketujuan awal loh. Kalau nggak tuh orang kena imbas berikutnya bodoh"
"Dia nggak ngelakuin itu selagi gue masih ada disampingnya"
"Hehe... jangan bodoh deh loh, tuh wanita tua bisa aja ngelakuin hal nekat semaunya"
"Lo tenang aja sampai dia ngelakuin hal nekat kepadanya, gue bakal lebih nekat berbuat tuh orang"
"Ck, mustahil lo mau ngelakuin hal permainan ngelawan mereka sedangkan loh sendiri nggak punya bukti kuat bodoh"
"Apa gunanya gue punya elo" merangkul pundak Ros
"Anj** lo" meminum sebotol bir dihadapannya
Sam End Pov
Sam yang masih asik bersunda gurau dengan Rosliana, sedangkan disisi lain Olivia yang melihatnya entah hatinya merasa sedikit cemburu namun ia abaikan karena dirinya hanyalah seorang rekan kerja, dan saudara.
Ketika Olivia mengambil sebotol yang sama diminum oleh lainnya tetiba tangannya dihentikan tangan kekar.
"Jangan meminumnya kak"
"Memangnya kenapa, semua tidak masalah meminumnya lihat kemasan nya seperti menyegarkan kok"
"Ini bukanlah minuman biasa kak"
"Apa bir, tidak masalah aku sudah tidak ilegal lagi kamu untuk meminum ini Sam"
__ADS_1
"Tetap aku melarangnya kak" dengan tatapan tegas kearahnya
"Memangnya kamu siapa melarang diriku meminum ini ha?" sedikit meninggi kan nadanya sebari mengepalkan tangannya
"Kak, tenang lebih baik kakak turutin saja kemauannya ya" bisik Harry
"Nggak mau, apa hak dia melarang diriku terserah aku dong mau minum yang mana. Dia hanya siapa rekan kerja saja main atur - atur apa yang ingin aku minum"
"Terserah apa mau mu, aku mencoba untuk menjaga dirimu tapi kau tidak mau terserah" lalu pergi meninggalkan tempat
"Huh.. seharusnya aku yang marah kenapa malah dia, dasar" kekesalan Olivia "Daripada disini yang ada tambah panas"
Olivia pun juga pergi meninggalkan rumah tersebut, sedangkan Liam mendekati Sam dengan menegur nya.
"Bodoh, apa yang lu lakuin hah.. Katanya lu mau memperjuangin kenapa malah lu tekankan tuh anak orang buat lu larang - larang"
"Apa salah gue, lo tau kan gue tuh mau jaga kesehatan tuh orang tapi apa malah diabaikan. Apalagi apa dia bilang gue hanya sekedar rekan kerja ya emang gue hanya..."
"Stop lo basa basi ngomel gak jelas yang salah disini itu elo, kalau gue jadi kak Oliv juga bakal marah bodoh. Mana ada cowok yang tidak memiliki status sok - sok an ngatur - ngatur yang ada cewek nggak nyaman sama elu bodoh, kalau mau ngomel tuh kasih kepastian sama tuh cewek jangan asal main larang - larang" omel Caca
Sam termenung ocehan Caca, kemudian ia berlari meninggalkan semuanya. Waktu dilihat disana tidak ada sama sekali Olivia diluar jalanan.
Dengan gesit ia menaiki motor kesayangannya, untuk mencari kemana Olivia pergi, berputar - putar komplek dia tidak menemukan sama sekali dimana Olivia sampai akhirnya ia merasa putus asa.
"ARGHHH..."
Ia pun menghubungi ponsel Olivia tapi hasilnya tetap nihil, dirinya pun langsung menghubungi anak lain tetap masih sama mereka masih tidak ada informasi sama sekali dimana orang tersebut.
Tetiba saat ia berjalan kearah jalur busway, seketika dirinya melihat dengan jelas bahwa Olivia tengah berbincang santai bersama seekor kucing jalanan.
Sam langsung menarik tangannya sampai Olivia sendiri terjatuh kepangkuan pelukannya.
"Maaf - maafkan aku kak, please.. Jangan pernah pergi lagi kak hiks..." Sam menangis yang sesegukkan membuat Olivia merasa kebingunggan "Hmm kau memang benar kak aku memang salah kepadamu kak hiks.. apalagi udah melarang - larang dirimu Hikss.. Hiks.." memeluk erat dirinya "Se - sejujurnya a - aku begitu sangat menyukaimu kak sedari awal hiks..."
Olivia hanya terdiam, lalu menepuk punggung Sam dengan lembut.
"Maaf Sam, seharusnya kau tak harus menyukaiku karna ada seseorang yang mungkin sudah lama menyukai dirimu. Apalagi orang tersebut sangat begitu tau siapa dirimu Sam"
"Apa maksud kakak, siapa?" melepas pelukannya dengan menatap serius
"Siapa lagi kalau bukan Rosliana, dia sepertinya begitu sangaa...t menyukaimu deh"
"Bfftttwahahahaha..."
"Ih malah ketawa lagi nih bocah, mana ada aku salah tau kau tau dari tatapannya itu terlihat sekali tau!"
"Setau apa kakak mengetahui kalau dia menyukaiku hmm"
"Yah.. seperti tatapannya, ah lu mah cowok nggak bakal peka perasaan seorang cewek"
Sam merasa kebinggungan "Ha? Maksud kakak aku tidak peka begitu"
"Ya, berlaku untuk semua laki - laki"
__ADS_1
"Darimana nya aku mencoba untuk peka kok ke kakak"
"Ihh mana ada coba, heh kau itu tuh nggak peka mana ada orang peka ngelarang orang minum minuman keras sepertiku yang usia nya udah lebih dari cukup"
"Kakak cantik ku, aku melarang dirimu untuk mabuk itu ada sebabnya. Karna aku tidak mau kakakku ini berbuat nekat lagi mencium lelaki lain selain diriku"
Seketika raut Olivia yang merasa kesal berubah menjadi memerah semu diwajah, membuat Sam terkekeh dibuatnya.
"Aku tau kak, kau tidak begitu mengenalku tapi aku begitu tau siapa dirimu. Hmm bolehkah aku menyatakan cintaku kepadamu kak, dengan bilang maukah kau menjadi kekasihku kak"
"Mm... Sam maaf.."
"Sudah cukup kak, Rosliana itu sudah punya kekasih dia itu Harry sahabat aku sendiri"
"Ha? Masyak sih"
"Hmm.. begini saja, ayo ikut aku cari makan dulu didekat sini sekalian aku ceritakan tentang mereka berdua"
"Hmm" mengangguk semangat
...----------------...
Ditempat cafe, Sam membawa Olivia masuk, dengan duduk disalah satu meja, tetiba ia memesan minuman coffee hangat.
"Sambil menunggu, makanannya ya kak"
"Hmm" menganggukkan kepala "Sam katanya kamu mau cerita tadi"
"Oh kakak masih penasaran dengan cerita mereka dengan beberapa bukti okay, sebentar akan kucarikan foto mereka di akun instagram masing - masing"
Sambil menunggu Sam, Olivia dengan kegabutannya ia menyempatkan mengupload hasil jepretannya ke story IG miliknya.
Caption :
...Disuruh minum coffee dulu sama bosnya. Makasih traktirannya @Sam_...
Tetiba Sam tersenyum melihat kearah Olivia yang masih sibuk mengetik sesuatu diponselnya.
"Lihat kak, ini yang aku maksudkan tadi"
"Wah iya, aduh gimana nih Sam tadi aku udah misahin mereka dong" merengut wajahnya
"Hehe... Kakak tenang aja mereka tidak begitu pencemburu sekali, karna mereka tau kalau pasangannya begitu tidak akan tertarik dengan pasangan lain"
"Benarkah, ihh suka sekali melihat pasangan seperti itu"
"Apa kakak mengingginkan hubungan semacam itu"
"Ya tentu saja, siapa yang tidak ingin setiap wanita juga pengen punya pasangan semacam tuh"
"Aku bisa saja mengabulkan permintaan kak asalkan kakak mau jadi kekasihku"
Olivia pun dengan cepat menoleh kearahnya, yang mana hidung mereka saling bertabrakan, mata mereka pun juga.
...Bersambung...
__ADS_1
...~♥~...