
Semua merasa marah, kecewa, sedih karna pesanan ini semua akan dibawa kemana.
"Sumpah rasanya ingin kubunuh saja orang itu" gerutu Anna
Olivia tak tau lagi ingin berfikir seperti apalagi ia harus menggambil kerugian yang begitu banyak, dirinya merada begitu sangat frustasi berat sampai tidak tau mau berbuat apalagi, seketika ia mendapatkan pesan dari Rosliana dimana ada beberapa video dimana ia menghampiri Sam saat berada dikampus, lalu satu video durasi sebentar entah apa isinya ia begitu penasaran sampai akhirnya ia paham siapa yang melakukan semua ini.
"Beginikah kau bermain - main denganku"
Melihat Olivia meremat kedua tangannya seperti menahan sesuatu David memahami itu semua, ia langsung menepuk pundaknya untuk mengajaknya masuk kedalam ruangnya.
"Ada apa dengannya, apa uang gaji kita akan dipotong, Liv"
"Tenang saja itu tak akan terjadi kok, mbak" tersenyum kecil kearahnya
Ketika memasuki ruangnya, David langsung memberikan teh dingin untuknya.
"Apa ini ulah wanita itu"
"Seperti apa yang kau duga bang, entah apa maunya aku juga sendiri binggung. Ini aku mendapatkan semua video kecurangan mereka bang"
"Bagus, dengan begini kau akan menang"
"Semoga saja, sekarang bagaimana cara kita supaya melaku kan dagangan kita. Maaf bang mungkin ini salahku sampai - sampai kalian ikut campur dalam hal pribadiku"
"Ini bukan salahmu, akan tetapi masalah pribadimu itu masih ada kaitannya dengan orang tuaku sendiri kita adalah saudara sudah seharusnya kita saling tolong menolong bukan"
"Kau benar sekali bang, dan terima kasih kau sudah begitu baik kepadaku selama ini"
"Sama - sama adik kecilku, tapi sekarang adikku ini sudah besar yah~ apalagi sudah ahli juga main ciumannya itu" goda David
"BANG~ sudahlah"
"Ada apa ini" tanya Kimmy yang terkejut mendengar teriakan Olivia
"Kak, suruh suamimu itu jangan pernah menggodaku dong kesal lama - lama liat dia"
"Sayang jangan gitu ah"
"Apa sayang, aku hanya menggoda nya karna dia sudah besar saja main pintar juga acara ciuman tadi loh sayang, apa aku salah mengatakan itu"
"Tentu saja tidak sayang, memang pintar sekali kau Liv gila aku saja melihatmu dan Sam tadi seperti pemain film drakor tau yang acara mainnya didalam gudang"
"Apa kau ingin bermain seperti mereka kah sayang"
"Nggak ah"
"Loh tidak masalah sayang, kita mencoba hal yang baru juga loh gimana"
"Dih jijik gue lama - lama berada disini"
"Heh inget siapa yang tadi ciuman panas tadi" sindir David
"Bang~ ah males ah sama abang"
Kepergian Olivia sontak membuat sepasang ini hanya tertawa lepas, kecemburutan Olivia membuat Tomi yang melihatnya hanya mengkode dia seperti bertanya 'Kenapa lu?' ia hanya menjawab "Berulah" jawaban singkatnya membuat Tomi mengerti karna David tak akan jail kalau tidak ke Olivia karna mereka berdua ibarat abang angkat bagi Olivia itu sendiri.
Ditempat lain Sam yang telah selesai sidang dengan hasil yang memuaskan membuatnya tak sabar ingin kembali ketoko, namun terhadang oleh makhluk astral yang tetiba menghadanginya.
"Gimana sidangnya sayang"
__ADS_1
"Buruk setelah melihatmu disini"
"Mana mungkin aku membuat sial bagimu sayang"
"Kalian urus dia gue mau pergi dulu semuanya bye.." pamit kearah teman - temannya
Terburu - buru Sam langsung berlari cepat menghindarinya, ia pun berlari kearah parkiran motornya disitu tanpa babibu dirinya langsung menacapkan laju kendaraannya.
"Kau ingin kemana wanita penggoda" tanya Kevin
"Yang terpenting bukanlah urusanmu" ketusnya
"Wow santai saja dong" saut Liam
Saat motor Sam melaju kearah toko tetiba ia memelan kan lajuannya karna dirinya melihat Olivia beserta yang lain berjualan seperti dulu lagi didepan toko dengan menawarkan rotinya.
Dirinya pun langsung turun dari motor, dan menghampiri mereka.
"Ada apa ini?" menghampiri Anna yang tengah menunggu pembeli sedangkan Olivia yang masih tengah menawarkan kebeberapa pembeli
"Kita sudah ditipu sama orang yang memesan semua kue kita Sam" jawab Anna
"Kenapa bisa?"
"Entahlah tapi bang David yang tau semuanya" saut Bram
"Yasudah aku akan ke bang David dulu ya"
Saat berada didalam David yang tengah asik melipat bungkusan roti, tetiba dikagetkan Sam yang tengah menatap nya raut serius.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu memangnya aku ini setan falak apa"
"Bukan, melainkan tunanganmu"
"Apa! Lizza maksud abang"
"Ya siapa lagi kalau bukan dia"
"Abang tau darimana"
David sempat terdiam sebentar "Aku punya suruhan banyak, jadi informasi itu bisa kapan saja ada, bukan hanya kau saja yang punya anak buah"
"Huh! Ini nggak bisa dibiarin tuh anak"
"Heh mau kemana lu"
"Kasih dia pelajaran bang"
"Tak perlu, kita sendiri tak butuh belas kasih kepadanya jadi biarkan saja"
"Tapi bang kasihan yang lainnya bang sudah berusaha keras membuat semua ini akan tetapi hasilnya, aku akan tetap memberikan dia pelajaran"
Sam yang merasa kesal pun pergi meninggalkannya, David yang menyusulnya tapi tak didengarkan oleh dirinya.
"Kenapa tuh orang" tanya Tomi
"Cegah dia"
"Memangnya ada apa?"
__ADS_1
"Jangan banyak tanya cegah dia buat pergi" tegas David membuat kedua lelaki ini ikut berlari mengejar Sam yang sudah disamping sepeda motornya
"Hei ada apa ini?" tanya Olivia ke Anna
"Gatau bang David suruh dua curut itu mencegah Sam untuk pergi"
Tak ada yang beres, Olivia pun ikutan turun tangan membantu berlari kearah Sam.
"Apa sih bang! Gue mau kasih dia pelajaran begitu saja apa salahnya"
"Lu salah goblok!"
"Ada apa sih ini" tanya Olivia
"Dia ingin membalas perbuatan orang yang sudah membatalkan pesenan ini kak"
"Kalian pergi, biar anak ini urusanku" semuanya pun menurut "Apa yang membuatmu, ingin membalas perbuatan dia karna membatalkan pesenan kita"
"Itu sama saja dia mempermainkan kita kak, kau sudah susah payah membuat ini tapi hasilnya"
"Kau memangnya mengenal orang itu siapa?"
"Kenal"
"Siapa? Katakan kepadaku"
"Dia... Dia orang yang sudah membuatku jengkel kak"
"Sudah kuduga kau tak akan berani mengatakan kejujuran itu kepadaku Sam"
"Kalau kau sudah tau, jangan beri dia pelajaran secara fisik, ataupun ucapan karna itu tidak akan mempan dipendengaran telingannya, akan tetapi beri dia pembuktian kalau permainannya itu sangatlah bodoh, karna dagangan kita lebih jauh menguntungkan dibanding dalam pesenannya"
"Kak kau tau aku sangatt~ bangga kepadamu" menariknya kedalam pelukannya "I love you kak"
Tak ada jawaban membuat dia melepaskan pelukannya melihat Olivia yang ikut menatapnya.
"Kakak tak ingin membalas ucapanku"
"Memangnya itu penting bagi diriku Sam"
"Kak~" sambil memayunkan bibirnya sontak membuat Olivia tertawa lantang
"Udah ah ayo bantu yang lain menjual dagangan kita"
"Eh tunggu tapi aku nggak mau ya kak, sampai jadi peran model seperti dulu lagi loh ya"
"Bwahahaha... kenapa padahal aku ingin banget buat dirimu sama Bram jadi model seperti saat itu"
"Kakak~ nggak mau ah"
"Hehehe... Iya - ya udah sana jualan seperti biasanya saja okay"
Melihat ramai akan pembeli, ternyata ada seseorang yang merasa geram melihat semua terlihat baik - baik saja apalagi Sam begitu sangat terlihat semakin dekat dengan Olivia.
"Akan ku buat kau semakin menderita wanita miskin, lihat saja" gerutunya "Jalan"
Mobil hitam itupun langsung melaju meninggalkan toko tersebut, namun ternyata Olivia sedari tadi menyadari kehadiran Lizza yang melihat kearahnya dengan begitu ia dapat memanas - panasi dirinya, dengan cara mengusap air keringat Sam sebari mengajak canda tawa, ia tau dengan begitu orang itu akan berbuat lebih karna itu dirinya menunggu permainan selanjutnya.
...Bersambung...
__ADS_1
...****************...