Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran

Kekasih Kecilku Ternyata Seorang Pangeran
45


__ADS_3

Olivia yang awalan melihat kearah Sam tetiba tersadar kalau dia tengah menatapnya dari pantulan kaca pigura disana, secara cepat ia mengalihkan pandangannya dengan cara pergi dari sana.


"Aku bisa saja mencoba keperusahaan kerajaan itu, akan tetapi mungkin kah aku bisa diterima disana" seketika langkah Olivia pun terhenti


"Tentu kau akan bisa memasukinya Sam"


"Apa kau yakin dengan itu Bram"


"Ya tentulah, ya nggak kak Liv"


"Tentu saja tapi apa dari cara dia bekerja disana sesuai dengan hatinya yang dia inginkan, takutnya dia akan setengah jalan saja dalam melakukan perjalanan pekerjaannya disana"


Olivia langsung meninggalkan Sam yang terdiam mendengar perkataannya, setelah itu dirinya langsung berjalan meninggalkan Bram yang bergumam "Benar juga apa kata kak Oliv, eh kemana lu Sam"


Didalam dapur Olivia yang menyibukkan diri dengan membuat cairan coklat, sedangkan Sam sendiri langsung menghampirinya dengan menundukkan kepala.


"Kak, bisakah kita berbicara sebentar"


"Bicaralah"


"Tapi tidak disini kak"


"Disini saja, memangnya apa yang ingin kau bicarakan"


"Aku akan menggabulkan semua keinginan kakak dengan bekerja diperusahaan itu"


"Tidak perlu aku tak membutuhkan bukti dari pekerjaan yang tidak dari hatimu melainkan sebuah keterpaksaan dariku yang egois ini"


"Kak, aku tidak terpaksa melainkan sedari hatiku dan aku akan membuktikan nya kepadamu kalau ini adalah murni dari hatiku kak"


"Benarkah, kuharap ucapanmu benar karna aku tak lagi ingin percaya kepada siapapun melainkan percaya kepada apa yang sudah terlihat bukti nyata, sekarang lebih baik kau fokuslah kepada ujian skripsi mu karna aku tak ingin menganggumu"


"Kak tapi aku hanya ingin meminta maaf kepadamu kak" menahan tangan Olivia "Kak, maafkan aku"


"Aku akan memaafkanmu, tapi kau harus berjanji kepadaku buktikan bahwa kau mampu bekerja dengan lebih baik demi masa depan mu sendiri bukan karna diriku mengerti"


"Siap kak, aku akan melakukan hal yang jauh lebih baik lagi terima kasih cantikku" tetiba memeluknya penuh dengan keerat an


"Udah ah sana kerjakan tugas mu aku ingin buat adonan kue"


"Aku bantu ya"


"Nggak boleh, yang ada kau nanti buat kekacauan bukan malah membantu eh tau - taunya ngerusak bahanku lagi"


"Hehehe baiklah, aku pergi dulu ya kak bye..."


Olivia pun hanya dapat menggelengkan kepala melihat tingkah nya, akhirnya diapun memutuskan untuk melanjutkan aktifitasnya.


...----------------...


Hari demi hari waktu tanpa terasa hari persidangan Sam pun akan dilakukan esok hari, semua berjalan seperti biasanya, hubungan keduanya nampak baik - baik saja tanpa ada rasa gangguan dari keluarganya, akan tetapi tidak kecemasan Olivia yang masih selalu menghantuinya terus menerus membuat dirinya begitu frustasi sekali, apalagi ia binggung apakah hubungannya dapat diperhatankan ataukah malah sebaliknya.


Sepertinya halnya saat ini Sam beserta Olivia sendiri tengah berada diruang televisi sebari menonton bersama.


"Kak, boleh aku meminta sesuatu kepadamu?"


"Hmm apa?" sautannya sebari menatap kelayar tv

__ADS_1


"Boleh tidak besok kakak ketempat kampusku untuk melihat sidang akhirku"


"Hmm sebentar besok itu tanggal berapa?"


"24 hari kamis kak"


"Aku lihat dulu ya" sebari menonton tanggalan diponselnya "Oh sayang sekali, hmm (menghela nafas) maafkan aku yah Sam, aku bukannya menolak akan tetapi besok itu aku mendapatkan jadwal pemesanan kue. Jadi maafkan aku" mengenggam tangannya


"Tidak apa - apa kak, aku paham apa tanggung jawab kakak"


"Makasih~ banyak kau sudah mengerti diriku, oh ya kalau dirimu telah selesai sidang. Kau bisa langsung datang saja ke toko gimana"


"Aku akan selalu datang kok kak, aku juga rindu sekali dengan suasana disana"


"Yasudah sekarang cepatlah tidur karna besok kau akan sidang"


"Sidangku masih jam siangan kak"


"Walaupun begitu kondisimu harus tetap terjaga tau"


"Hehehe... Baiklah kakak cantikku ini aku akan tidur dulu ya bye.. Bye..." berlari menjauh darinya karena ia menyempatkan diri mencubit kedua pipi Olivia


"Sam!!" teriakannya


......................


Alarm Olivia menandakan kalau jam sudah menujukkan pukul 5 pagi dimana dirinya harus segera bersiap diri pergi ke toko, tetapi sebelum itu ia harus menyiapkan rutinitasnya yaitu menyiapkan sarapan pagi untuk nya.


Setelah menyiapkan sarapan ia pun dengan terburu - buru bersiap diri, karna ini sudah musim dingin ia pun memutuskan untuk memakai sweater lembut andalannya, dengan begitu ia siap untuk pergi ketoko.



'Kau bisa hangatkan roti yang baru aku buat itu, atau kalau tak mau kau bisa hangatkan makanan kemarin yang sudah ada di kulkas. Aku akan pergi dulu demi menyelesaikan pesanan hari ini bye... Sam'


Ia hanya tersenyum penuh arti karna dirinya membayangkan Olivia menjadi istrinya yang selalu ada disetiap dirinya bersadar dalam suka maupun duka, tetapi semua itu telah terhapuskan oleh kesadarannya kalau ada sebuah telfon dari 'Hama' yang tidak lain calon yang neneknya jodohkan untuknya.


Seketika dirinya matikan telfon darinya, ia harus bersiap diri untuk pergi ketoko dengan begitu ia memakai sweater kesukaan Olivia yang ingin seperti pria korea yang selalu ditontonnya.



Ia pun langsung mengendari motornya menuju tempat toko mereka, disana sudah terdapat mbak Anna, bang David, serta bang Tomi, dan pastinya siapalagi kalau bukan Bram.


"Selamat pagi semuanya! Bisa aku bantu kalian"


"Nah bagus, sekarang kalian cepat lakukan ini" ucap bang Tomi dengan memberikan kue yang harus Sam hiasi dengan beberapa coklat chips.


"Banyak nya pesanan ini, memangnya siapa yang pesan" tanya Sam


"Tak tau, tapi mereka akan menggambil pesanan ini nanti" jawab mbak Anna


"Ah~" ia pun melanjutkan menghiasnya


Mereka pun begitu sangat disibukkan oleh pekerjaan selama itu, sampai akhirnya Olivia tersadar melihat kearah jarum jam dimana sudah menujukkan pukul 11 siang, seketika ia menginggat sesuatu yaitu sidang akhir Sam.


"Kemana Sam" tanya Olivia


"Dia kusuruh kegudang menggambil tepung sama beberapa telur, karna kita harus buat beberapa kue kering lagi" saut David

__ADS_1


"Ya sudah makasih ya bang"


Saat berada digudang ia malah melihat Bram saja "Bram, dimana Sam"


"Tuh lagi benerin beberapa alat pendingin gudang deh kak, katanya ada yang harus diperbaiki sedikit"


"Aish itu anak" ia pun menghampiri Sam yang begitu serius membenarkan kabelnya "Apa kau sudah selesai"


"Masih tinggal beberapa, sebentar lagi selesai kok"


"Kalau kau masih belum selesai, kau bisa dapat tinggalkan saja disana"


"Nggak bisa ini harus diselesaikan kalau tidak bahan didalam bisa busuk nantinya"


"Tapi hari ini adalah ujian akhirmu bodoh"


"Oh astaga ahh.." tetiba tangannya tersengat kabel


"Apa kau baik - baik saja" melihat tangannya sebari menggelus sebari sesekali meniupnya


Sam terus memperhatikan Olivia dengan sesekali bahagia mendapatkan perhatian darinya akan tetapi desiran dari mana ia langsung menatap kearah bibir mungilnya yang masih meniup tangannya.


Entah keberanian yang Sam sadari atau tidak ia memajukan wajahnya untuk mendekat kearahnya, dan berakhirlah bibir keduanya pun menyatu, akan tetapi Olivia begitu terkejut dengan tindakan yang Sam lakukan akan tetapi ia mulai mengikuti arah permainannya.



Bram yang merasa kaget melihat jeritan kesakitan Sam berakhir ia hampiri malah dirinya menyesal karna telah melihat bukanlah tragedi melainkan sepasang yang bercumbu mesra, ia pun langsung memutuskan untuk pergi meninggalkan gudang. Namun terhalangi oleh Tomi yang akan ke gudang juga, sebelum memasukinya Sam telah menghalanginya terlebih dulu.


"Eh apa - apaan lu"


"Husstt bang jangan keras - keras nanti kau menganggu orang lagi bermesraan saja"


"Maksud lo" memincing gelagat aneh dari tingkahnya "Minggir gue mau liat" bisiknya


Saat Sam melihat betapa terkejutnya kedua sejoli ini masih melakukan ciuman mesra tersebut, sampai akhirnya Tomi tersadar akan tepukan keras dipunggungnya.


"Ayo keluar" bisiknya


"Gila tuh anak kalau main gituan ahli juga" telah berada di luar gudang


"Bwahahaa... Ya kau benar juga, mungkin nggak lama mereka mungkin bikin anak kali ya bang"


"Bisa jadi tapi nggak mungkin tuh cewek mau, karna tuh orang susah kalau diajak gituan maklum anak rumahan jadi tau nya cuma liat difilm"


"Wah - wah.. Berarti abang sendiri nih udah nggak perjaka ya"


"Kayak situ masih perjaka aja"


"Kalau iya kenapa"


"Nggak apa - apa kita sama - sama udah nggak kekunci Hahaha..."


Sontak jawaban mereka membuat kedua nya tertawa terpingkal - pingkal.


...Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2